1,720,991 research outputs found
Pembuatan Kompresor Angin Dari Tabung Bekas Freon Dan Limbah Kompresor Kulkas Menggunakan Metode Vdi 2222
Pembuatan Kompresor Angin Dari Tabung Bekas Freon Dan Limbah Kompresor Kulkas Menggunakan Metode Vdi 2222
Aidil Putra
11352104900
Tanggal Sidang: 02 juli 2020
Periode Wisuda:
Jurusan Teknik Industri
Fakultas Sain dan Teknologi
Universitas Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Jl. Soebrantas No. 155 Pekanbaru
ABSTRAK
Bengkel merupakan salah satu industri yang bergerak di bidang jasa perawatan dan perbaikan kendaraan bermotor. Dalam hal ini kompresor merupakan salah satu alat yang sering digunakan untuk perawatan mesin kendaraan bermotor. Disaat ini kompresor angin mepunyai jenis-jenis hagra relatif mahal, tujuan peneliti ingin memanfaatkan limbah pabrik dari tabung freon bekas dan kompresor kulkas yang bekas untuk mebuat kompresor yang lebih terjakau haganya serta memiliki fungsi yang sama baik selayaknya kompresor buatan pabrik. Dalam pembuatan kompresor peneliti menggunakan metode vdi 2222(Verein Deutsche Ingenieuer), metode ini mepunyai tahapan-tahapan yang diperlukan dalam pembuatan kompresor yaitu membuat konsep, merancang, dan penyelesain. Vdi 2222 digunakan karena merancang alat secara detail dan sistematik. Dari pembuatan kompresor angin dari bahan tabung freon bekan dan kompresor kulkan bekan, hasil kapasitas tabung penyimpanan tabung freon sebagai penyimpan angin yaitu 100 psi, sedangkan kompresor kulkas sebagai pengisi angin ke tabung memerlukan waktu 17 menit19 detik smpai tabung tersebut penuh, sedangkan kecepatan isi 0,16 psi/detik. Sedangkan harga pembuatan kompresor anginnya Rp.877.000. dari pembuatan alat tersebuat dapat mebantu bengken dengan harga yang terjangkau semua kalangan.
Kata kunci: Kompresor angin, Tabung Freon, Kompresor kulkas,Vdi 2222 (Verein Deutsche Ingenieuer
ANALISIS PENGARUH KOMPETENSI DAN KEDISIPLINAN KRU TERHADAP KINERJA KRU DI ATAS KAPAL PADA PT. LAUTAN NIAGA
ABSTRAKSI
Cuda, Muhammad Aidil Putra, NIT. 551811136814 N, 2022, “Analisis
Pengaruh Kompetensi Dan Kedisiplinan Kru Di Atas Kapal Pada PT.
Lautan Niaga”, Skripsi, Program Diploma IV, Program Studi Nautika,
Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Capt. Arika Palapa,
M.Msi., M.Mar., Pembimbing II: Ria Hermina Sari, SS. M.Sc
Kompetensi dan kedisiplinan kru di atas kapal apakah berpengaruh
terhadap kinerja kru di atas kapal. Apakah naikknya tingkat kompoetensi bisa
berpengaruh terhadap kinerja dan apakah naikknya tingkat kedisiplinan bisa
mempengaruhi terhadap baiknya kinerja kru di atas kapal
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan menjelaskan
secara terperinci dengan data yang digunakan untuk dapat mengetahui pengaruh
kompetensi dan kedisiplinan terhadap kinerja kru di atas kapal pada PT. Lautan
Niaga.
Karena kompetensi kru merupakan hal yang perlu di perhatikan,
sehingga pekerjaan yang ada di atas kapal tidak terhambat dikarenakan kurangnya
pengetahuan kru terhadap pekerjaan yang akan di lakukan. Kedisiplinan juga hal
yang penting untuk menunjang kinerja yang baik, hal tersebut bisa dilihat dengan
ketaatan kru yang menggunakan perlengkapan keselamatan setiap melakukan
pekerjaan dan selalu mentaati peraturan kerja yang baik di atas kapal. Sehingga
tidak terjadi kelalaian kru yang tidak menggunakan perlengkapan keselamatan
dalam melakukan pekerjaannya dan mengurangi resiko terjadinya kecelakaan
kerja
TARI TAUH DALAM UPACARA PERKAWINAN LEK GEDANG (Studi Kasus : Dusun Rantau Pandan, Kecamatan Rantau Pandan, Kabupaten Muaro Bungo, Provinsi Jambi)
Robby Aidil Putra, 1010822007. Jurusan Antropologi Sosial, Fakultas Ilmu Sosial
dan Ilmu Politik, Universitas Andalas, Padang, 2015. Judul : Tari Tauh Dalam Upacara
Perkawinan Lek Gedang. Studi Kasus: Dusun Rantau Pandan, Kecamatan Rantau Pandan,
Kabupaten Muaro Bungo, Provinsi Jambi.
Kesenian Tari Tauh merupakan tarian asli Dusun Rantau Pandan yang digunakan
untuk mencari jodoh pemuda-pemudi zamam dahulu, namun sampai sekarang belum ada
yang mengetahui tahun berapa Tari Tauh diciptakan dan siapa yang menciptakannya. Selain
itu Tari Tauh merupakan tarian yang tidak dapat untuk ditampilkan disembarang tempat di
dalam dusun, dan hanya dapat tampil pada upacara perkawinan lek gedang, dan penyambutan
rajo, sedangkan di luar dusun bebas untuk ditarikan. Jika dilanggar maka akan dikenakan
sanksi adat. Untuk itu tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan dan memahami tentang
Tari Tauh serta alasan-alasan mengapa Tari Tauh hanya dapat ditampilkan dalam upacara
perkawinan lek gedang, sedangkan dalam perkawinan lek kecik dan lek menengah tidak
diizinkan. Kemudian untuk memahami dan menganalisis fungsi Tari Tauh bagi masyarakat
Dusun Rantau Pandan dalam upacara perkawinan lek gedang.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data
observasi, wawancara mendalam dan studi kepustakaan. Sedangkan pemilihan informan
dilakukan dengan cara purposive sampling, dengan membagi informan menjadi informan
kunci dan informan biasa. Selain itu konsep yang digunakan dalam penelitian ini adalah
sepuluh fungsi musik dari Alan P. Merriam, kemudian sepuluh fungsi ini juga dibagi ke
dalam fungsi manifest dan fungsi latent dari Robert K. Merton. Setelah diadakan penelitian,
maka pembagiannya adalah, fungsi manifest terdiri dari : (1)fungsi hiburan dan ekspresi
emosional, (2) fungsi komunikasi, (3) fungsi perlambangan, (4) fungsi norma sosial, (5)
fungsi pengesahan lembaga sosial dan upacara keagamaan. Sedangkan fungsi latennya terdiri
dari : (1) pengintegrasian masyarakat, (2) fungsi kesinambungan Tari Tauh, dan (3) gengsi
sosial. Dalam hal ini hanya fungsi reaksi jasmani dan kenikmatan estetika yang tidak dapat
peneliti temukan.
Selain itu dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa faktor ekonomi merupakan faktor
terbesar yang membuat Tari Tauh hanya dapat ditampilkan dalam upacara perkawinan lek
gedang, sebab Tari Tauh telah digunakan untuk mengundang masyarakat seluruh dusun
untuk hadir dalam lek gedang. Sedangkan perkawinan lek kecik dan lek menengah dianggap
tidak akan sanggup untuk mengundang dan menjamu masyarakat satu dusun, apalagi selama
lima hari dan minimal tiga hari. Dengan demikian Tari Tauh merupakan tarian yang
menandakan suatu perkawinan adalah lek gedang.
Kemudian larangan dari kaum ulama juga merupakan faktor yang membuat
menipisnya ruang lingkup penampilan Tari Tauh di dalam Dusun Rantau Pandan. Sebab
kaum ulama menganggap suara musik pengiring Tari Tauh yang terlalu bebas untuk
ditampilkan oleh para pemuda dapat mengganggu aktifitas masyarakat, terutama aktifitas
peribadatan. Sehingga hanya pada perkawinan lek gedang lah diizinkan menampilkan Tari
Tauh di dalam dusun
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
