340 research outputs found

    Pioneers of Library Movement in Pakistan

    Full text link
    The paper aims to describe in brief the contribution of seven leaders of Pakistan librarianship, viz. K.B. Khalifa M. Asadullah, Prof. Dr. Abdul Moid, Dr. Abdus Subuh Qasimi, Muhammad Shafi, Fazal Elahi, Khawaja Nur Elahi and S. V. Hussain. The early library developments are given for better understanding of the role of these leaders

    Pengelompokan Wilayah Di Indonesia Dengan Analisis Gerombol Dan Analisis Input Output Dalam Bidang Teknologi Komunikasi

    No full text
    Perkembangan teknologi di Indonesia sekarang ini sangat pesat. Salah satu teknologi yang sedang berkembang pesat adalah teknologi komunikasi. Hal ini dikarenakan teknologi komunikasi dapat mempermudah dan mempercepat dalam berkomunikasi. Selain itu teknologi komunikasi juga merupakan salah satu fokus pemerintah dalam pembangunan nasional serta merupakan sektor yang mendukung perekonomian nasional. Akan tetapi Indonesia memiliki wilayah yang luas, jumlah penduduk yang banyak, kondisi geografi yang berbeda-beda dan perbedaan level ekonomi masyarakat sehingga sulit dalam menerapkan kebijakan untuk setiap wilayah. Sehingga perlu dilakukan pengelompokan wilayah dalam teknologi komunikasi serta peran komunikasi sendiri dalam perekonomian. Oleh karena itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengelompokkan provinsi di Indonesia serta mengukur peran subsektor komunikasi dalam perekonomian sebagai dasar langkah pemerintah dalam menerapkan kebijakan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan analisis gerombol metode hirarki dengan menggunaan kriteria Cubic Clustering Criterion (CCC) dan pseudo F dalam penentuan metode terbaik dan banyak gerombol optimal. Peran subsektor komunikasi diperoleh menggunakan analisis input-output pada setiap gerombol dengan menghitung nilai indeks daya penyebaran dan indeks derajat kepekaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyaknya gerombol yang terbentuk berdasarkan peubah dalam bidang teknologi komunikasi adalah 3 gerombol. Gerombol 1 beranggotakan 21 provinsi, gerombol 2 beranggotakan 7 provinsi, dan gerombol 3 beranggotakan 3 provinsi. Gerombol 1 masih harus meningkatkan potensi desa , perekonomian dan pemanfaatan komunikasi karena masih ada yang kurang, gerombol 2 memiliki sosial ekonomi yang sudah bagus dan gerombol 3 memiliki potensi desa dan penggunaan komunikasi yang sudah bagus. Analisis input-output diperoleh nilai rata-rata indeks daya penyebaran dan indeks derajat kepekaaan Subsektor komunikasi pada ketiga gerombol masih lemah sehingga belum bisa menarik maupun mendorong sektor lain, oleh karena itu sektor komunikasi harus menjadi perhatian khusus oleh pemerinta

    Economic evaluation on land uses in ex forest concession areas around buffer zone of kerinci seblat national park

    No full text
    Penelitian ini secara umum bertujuan mengetahui dampak ekonomi penggunaan lahan eks-areal Hak Pengusahaan Hutan (HPH) di sekitar daerah penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Secara khusus penelitian ini bertujuan: (1) mengevaluasi perubahan tutupan hutan dan penggunaan lahan pada eks-areal HPH di sekitar daerah penyangga TNKS, (2) mengetahui biaya imbangan total (total opportunity cost) yang diakibatkan oleh penggunaan lahan eks-areal HPH di sekitar daerah penyangga TNKS, (3) mengevaluasi dampak ekonomi internalisasi biaya lingkungan terhadap penampilan usahatani tanaman komersial yang menggunakan lahan eks-areal HPH di sekitar daerah penyangga TNKS, dan (4) mengevaluasi dampak ekonomi alternatif kegiatan penanganan kerusakan hutan dan lahan yang disebabkan oleh penggunaan lahan eks-areal HPH di sekitar daerah penyangga TNKS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa eks-areal HPH di sekitar daerah penyangga TNKS mengalami pengurangan luasan tutupan hutan dari waktu ke waktu. Pola alih fungsi hutan bekas tebangan menjadi perkebunan kelapa sawit dan ladang/kebun masyarakat merupakan jenis-jenis penggunaan lahan yang paling dominan dilakukan. Biaya imbangan total penggunaan lahan menjadi perkebunan sawit yang dikelola swasta merupakan yang paling besar, yakni mencapai Rp 191 427 700/ha/tahun. Selanjutnya diikuti penggunaan lahan menjadi ladang/kebun masyarakat, yakni mencapai Rp 118 842 600/ha/tahun. Dari total biaya imbangan, kehilangan unsur hara merupakan kerugian paling besar, rata-rata 80 hingga 90%. Hasil analisis ekonomi menunjukkan bahwa perkebunan kelapa sawit swasta memberikan dampak yang negatif, sedangkan pengusahaan kebun karet rakyat baik secara finansial maupun ekonomi menunjukkan penampilan yang baik. Penelitian ini merekomendasikan penerapan sistem agroforestri dalam upaya pengelolaan kerusakan hutan dan lahan di eks-areal hutan konsesi. Sistem ini, secara ekonomis menunjukkan kelayakan untuk dikembangkan, tidak saja karena memiliki potensi untuk meningkatkan jasa ekosistem kawasan hutan tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar kawasan. Dalam upaya pengembangan sistem agroforestri ini, langkah-langkah yang perlu diupayakan antara lain mendorong rehabilitasi lahan kritis dengan areal yang lebih luas (ekstensifikasi), mengupayakan stabilitas harga output, mencegah peningkatan biaya produksi, dan mengupayakan penurunan suku bunga kredit pertanian.This research generally aims at identifying economic land use effects in ex-forest concession areas around buffer zone of Kerinci Seblat National Park (KSNP). In particular, the objectives of this research are: (1) to evaluate the change of land cover and land uses on ex-area HPH around KSNP buffer zone, (2) to find out total opportunity cost resulted by land uses on ex-area HPH around KSNP buffer zone, (3) to evaluate the economic effects of environmental cost internalization on the performance of commercial crop farming which use land ex-area HPH around KSNP buffer zone, and (4) to evaluate economic effects of alternative activities for handling critical area as the impact of land use on ex- area HPH around KSNP buffer zone

    Tafsir sufistik tentang Nur Muhammad : studi hermeneutis terhadap penafsiran Ibnu ‘Arabi

    Full text link
    Pembahasan Nur Muhammad telah ada sejak abad kedua Hijriyah. Tidak hanya oleh madzhab keagamaan tertentu dan para sufi, tetapi juga para mufassir. Hal ini tidak terlepas dari tafsir sufistik yang pada saat itu mulai bermunculan, karena melihat pentingnya sisi esoterik dan eksoterik dalam penafsiran al-Qur’an, sehingga hasilnya dapat menyentul wilayah hakikat sekaligus syariah. Ibnu ‘Arabi sebagai sufi sekaligus mufassir, mampu menghasilkan penafsiran tentang Nur Muhammad secara komprehensif. Penelitian ini secara spesifik akan menjawab rumusan masalah yang penulis kemukakan, di antaranya: Bagaimana penafsiran Ibnu ‘Arabi tentang Nur Muhammad dalam Tafsirnya? Dan Bagaimana implementasi penafsiran Ibnu ‘Arabi tentang Nur Muhammad dalam konteks kekinian? Oleh karena itu, penulis menggunakan content analisis sebagai metode penelitian, serta alat bantu analisis berupa hermeneutika untuk menjawab kontekstualisasi penafsiran Ibnu ‘Arabi tentang Nur Muhammad dalam konteks kekinian. Adapun hasil penelitiannya adalah sebagai berikut: Pertama, Ibnu ‘Arabi berpendapat bahwa kata nūr di dalam al-Qur’an ada beberapa pengertian, yaitu pemberi hidayah, pemberi cahaya, penghias, yang dzahir atau tampak jelas, pemilik cahaya, dan cahaya tetapi bukan cahaya yang biasa dikenal. Di samping itu, ada pengertian lain menurut Ibnu ‘Arabi bahwa nūr di dalam al-Qur’an dalam ayat-ayat tertentu dengan istilah Nur Muhammad. Ibnu ‘Arabi juga menyebut Nur Muhammad dengan istilah rūh al-‘alam. Menurut Ibnu ‘Arabi, konsep Nur Muhammad merupakan tajalli (penampakan) Allah yang menjelma dalam Nur Muhammad, dan dari sanalah awal mula segala penciptaan di dalam semesta. Penafsiran Ibnu ‘Arabi tentang Nur Muhammad dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya faktor historis, sosiologis, dan filosofis. Dari sisi historis, Ibnu ‘Arabi dipengaruhi oleh para guru sufinya serta ilham yang beliau dapatkan dari mimpi-mimpinya. Dari sisi sosiologis, karena Ibnu ‘Arabi ingin memadukan penafsiran secara esoterik dan eksoterik, sehingga mampu menjawab problem sosial yang terjadi di dalam masyarakat. Dari sisi filosofis, Ibnu ‘Arabi ingin memadukan trilogi ajaran Islam, yakni iman, Islam, dan ihsan. Sebab menurutnya, tasawuf tidak hanya ada di dalam al-Qur’an, tetapi seluruh ayat al-Qur’an mengandung tasawuf, aqidah, dan sekaligus syari’ah. Kedua, dalam konteks kekinian seharusnya Nur Muhammad juga memiliki andil penting dalam kehidupan, tidak hanya menjadi pemikiran yang hanya terbukukan dalam tumpukan sejarah. Setiap manusia perlu melakukan segala daya dan upaya untuk mengimplementasikan makna Nur Muhammad, yaitu menjadi Insan Kamil, dalam pengertian yang sebaik-baiknya. Bagi orang yang menempuh jalan sufi, mereka dapat mengikuti jalan tarekat (thariqah). Tarekat diartikan sebagai sebuah metode, cara, atau jalan yang ditempuh sufi menuju pencapaian spiritual tertinggi, pensucian diri, pensucian jiwa, dalam bentuk dzikir kepada Allah. Sedangkan bagi manusia secara umum, yang harus dilakukan untuk memaksimalkan potensi Nur Muhammad adalah dengan menyembah Allah dengan sebenar-benarnya serta tidak berbuat syirik. Setiap manusia harus mampu mengontrol diri untuk tidak berbuat kerusakan di muka bumi. Sebab, menyembah atau sujud kepada Allah juga harus dibarengi dengan perbuatan yang adil dan ihsan. Hal ini berkaitan erat dengan kehidupan sosial bermasyarakat, baik itu dalam hal ekonomi, politik, dan lain sebagainya. Setiap hamba harus mengontrol diri untuk tidak terjerumus ke dalam perbuatan yang menimbulkan kerugian bagi sesamanya.   ABSTRACT: Nur Muhammad's discussion has been around since the second century Hijriyah. Not only by certain religious madzhab and Sufis, but also interpretators. This is inseparable from the sufistic interpretation that at that time began to emerge, because it saw the importance of esoteric and exotic sides in the interpretation of the Qur'an, so that the results can reflect the area of nature as well as sharia. Ibn 'Arabi as a Sufi as well as interpretator, was able to produce a comprehensive interpretation of Nur Muhammad. This research will specifically answer the formulation of problems that the author put forward, including: How is ibn 'Arabi's interpretation of Nur Muhammad in his interpretary? And how is the implementation of Ibn 'Arabi's interpretation of Nur Muhammad in the current context? Therefore, the author uses analytical content as a research method, as well as analytical tools in the form of hermeneutics to answer the contextualization of Ibn 'Arabi's interpretation of Nur Muhammad in the current context. The results of his research are as follows: First, Ibn 'Arabi argued that the word nūr in the Qur'an there are several meanings, namely the giver of guidance, light giver, decorator, who dzahir or clearly visible, the owner of light, and light but not the light commonly known. In addition, there is another sense according to Ibn 'Arabi that nūr in the Qur'anin certain verses with the term Nur Muhammad. Ibn 'Arabi also mentions Nur Muhammad with the term rūh al-'alam. According to Ibn 'Arabi, the concept of Nur Muhammad is the tajalli (appearance) of God incarnated in Nur Muhammad, and from there the beginning of all creation in the universe. Ibn 'Arabi's interpretation of Nur Muhammad was influenced by several factors, including historical, sociological, and philosophical factors. Historically, Ibn 'Arabi was influenced by his Sufi teachers and the inspiration he got from his dreams. From the sociological side, because Ibn 'Arabi wanted to combine esoteric and exotic interpretations, so as to be able to answer social problems that occurred in society. Philosophically, Ibn 'Arabi wanted to combine a trilogy of Islamic teachings, namely faith, Islam, and ihsan. For according to him, Sufism is not only in the Qur'an, but all verses of the Qur'an contain Sufism, aqidah, and at the same time shari'ah. Second, in the current context Nur Muhammad should also have an important role in life, not only be a thoughtthat is onlyburiedin the pileof history. Every human being needs to do all the power and effort to implement the meaning of Nur Muhammad, namely to be Insan Kamil, in the best sense possible. For people who follow the Sufi path, they can follow the path of order(thariqah). Tarekat is defined as a method, way, or path taken by Sufis to the highest spiritual achievement, self-purification, sanctification of the soul, in the form of dzikr to God. While bagi man in general, what must be done to maximize the potential of Nur Muhammad is to worship God in real time and notto associate. Every human being must be able to control himself not to do corruption in the earth. And who is more unjust than he who worships Allah, and is a witness against you, and turns back on you, and turns your backs on you, and turns your backs on you, and has no helper over It is closely related to social life in society, be it in economic, political, and so forth. Every servant must control himself not to fall into deeds that cause harm to others

    Penerapan Model Generalized Space Time Pada Data Harga Gula Pasir Di Pulau Jawa

    No full text
    Model generalized space time autoregressive (GSTAR) merupakan model dengan data deret waktu yang mempunyai keterkaitan lokasi dan waktu (space time). Model GSTAR merupakan pengembangan dari model space time autoregressive (STAR) dengan asumsi parameter-parameter model berbeda untuk setiap lokasi sehingga model GSTAR cenderung lebih fleksibel dibandingkan model STAR. Tujuan penelitian ini adalah menentukan model ruang waktu yang sesuai pada data harga gula pasir di Pulau Jawa. Data yang digunakan adalah data mingguan harga gula pasir di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Banten pada Juli 2008 sampai Desember 2014. Model ruang waktu yang sesuai untuk data harga gula pasir di Pulau Jawa adalah GSTARI (1,1). Pembobot yang digunakan dalam penelitian ini bobot kebalikan jarak dan bobot contiguity. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa model terbaik adalah pembobotan contiguity yang mempunyai nilai mean absolute percentage error (MAPE) terkecil yaitu sebesar 3.66%

    Identifikasi Faktor-faktor yang Memengaruhi Keberhasilan Akademik Mahasiswa Menggunakan Regresi Logistik Multinomial

    No full text
    Keberhasilan akademik mahasiswa di perguruan tinggi dapat ditentukan berdasarkan nilai indeks prestasi kumulatif (IPK) dan ketepatan waktu kelulusan. Selama ini pemodelan terhadap IPK dan ketepatan waktu kelulusan sebagian besar dilakukan secara terpisah. Dalam penelitian ini, dibentuk empat kategori kombinasi antara IPK dan ketepatan waktu kelulusan, yaitu IPK<3.00 dan lulus tidak tepat waktu, IPK<3.00 dan lulus tepat waktu, IPK≥3.00 dan lulus tidak tepat waktu, serta IPK≥3.00 dan lulus tepat waktu. Penelitian ini menggunakan data mahasiswa IPB angkatan 48 untuk mengidentifikasi faktor – faktor yang memengaruhi keberhasilan akademik mahasiswa serta mengetahui tingkat ketepatan klasifikasi dari model yang diperoleh. Salah satu analisis yang dapat digunakan yaitu analisis regresi logistik multinomial dengan peubah respon kombinasi antara IPK dan ketepatan waktu lulus. Hasil analisis regresi logistik multinomial tersebut menunjukkan bahwa faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan akademik mahasiswa IPB angkatan 48 adalah jenis kelamin, IPK TPB, beasiswa, jalur masuk, asal daerah, dan fakultas. Model regresi logistik multinomial memberikan ketepatan klasifikasi sebesar 65.4%

    Analisis Daya Tahan Menunggu Kelahiran Anak Pertama Di Provinsi Lampung

    No full text
    Lampung merupakan provinsi terpadat di Sumatera. Bertambahnya jumlah penduduk di Provinsi Lampung dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu jumlah kelahiran, jumlah kematian dan perpindahan penduduk. Di antara ketiga faktor tersebut, jumlah kelahiran merupakan faktor yang sangat menentukan pertumbuhan jumlah penduduk. Jumlah kelahiran yang besar berkaitan erat dengan bertambahnya pasangan suami istri yang menikah. Akan tetapi, tidak semua pasangan yang sudah menikah tersebut cepat dikaruniai anak, sebagian dari mereka ada yang harus menunggu dalam waktu yang cukup lama untuk menantikan karunia tersebut bahkan ada di antara mereka yang tidak dikarunia anak. Perbedaan waktu tunggu kelahiran anak pertama bagi pasangan yang baru menikah ditentukan oleh berbagai faktor sosial dan budaya dari pasangan suami istri tersebut, di antaranya karena faktor daerah atau tempat tinggal, tingkat pendidikan, umur, pengetahuan tentang alat kontrasepsi, status bekerja. status ekonomi, dan keinginan hamil. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan waktu tunggu kelahiran anak pertama dari pasangan suami istri yang baru menikah di Provinsi Lampung dan menentukan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Proses menunggu yang dilakukan oleh wanita dari pertama kali menikah sampai dikaruniai anak pertama merupakan contoh survival time. Hubungan antara survival time dan peubah bebasnya tidak dapat dianalisis dengan model regresi linier pada umumnya, hal tersebut dikarenakan model regresi linier tidak mampu menangani data yang bersifat tersensor. Cox proportional hazard merupakan regresi yang sering digunakan untuk menganalisis data survival. Regresi cox proportional hazard merupakan model semiparametrik yang cukup handal (robust) dalam memodelkan data survival karena menghasilkan estimasi parameter yang tidak jauh berbeda dengan model parametrik. Waktu tunggu kelahiran anak pertama di Provinsi Lampung dipengaruhi oleh tiga peubah: tempat tinggal, tingkat pendidikan dan usia pada saat menikah. Koefisien dan rasio hazard tempat tinggal sebesar 0.123 dan 1.131. Tingkat pendidikan dibagi ke dalam dua kategori: sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA). Koefisien dan rasio hazard SMP sebesar -0.299 dan 0.742, dan SMA sebesar -0.267 dan 0.766. Koefisien dan rasio hazard usia saat menikah sebesar -5.823 dan 0.003 untuk usia 21-25 tahun, dan -1.665 dan 0.189 untuk usia lebih dari 25 tahun

    Analisis Regresi Peubah Ganda Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Tingkat Kesehatan Di Jawa Tengah

    No full text
    Saat ini Jawa Tengah merupakan provinsi dengan tingkat kesehatan terbaik di Indonesia, sehingga Jawa Tengah dapat dijadikan acuan oleh pemerintah dalam meningkatkan kesehatan masyarakat di Indonesia. Dalam menilai tingkat kesehatan masyarakat Jawa Tengah terdapat beberapa indikator yang digunakan, yaitu angka kesakitan, angka kematian ibu, dan angka kematian bayi. Indikator tingkat kesehatan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu jumlah dokter, puskesmas, kasus gizi buruk dan imunisasi lengkap. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh pada tingkat kesehatan di Jawa Tengah. Hasil analisis regresi multivariat antara seluruh peubah respon dengan bobot komponen utama setelah dilakukan transformasi balik menunjukkan bahwa faktor banyaknya jumlah dokter dan puskesmas memiliki pengaruh yang lebih besar dibandingkan dengan faktor yang lain. Besarnya hubungan antar peubah respon dan peubah prediktor ƞɅ ����� sebesar 0.3513, yang artinya model dapat menjelaskan informasi data sebesar 35.13%

    Penerapan Regresi Spasial Untuk Data Wilayah Miskin Kabupaten Di Jawa Timur

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan peubah penjelas yang mempengaruhi persentase kemiskinan serta mengidentifikasi pengaruh spasial kemiskinan kabupaten di Jawa Timur. Data yang digunakan untuk penelitian ini adalah Data Informasi Kemiskinan 2012 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan analisis regresi spasial untuk mengidentifikasi peubah-peubah yang berpengaruh terhadap persentase kemiskinan di Jawa Timur dengan menggunakan pendekatan Spatial Autoregressive Model (SAR) dan Spatial Error Model (SEM). Hasil pengujian efek spasial menunjukkan model SAR yang digunakan untuk menentukan faktorfaktor terhadap persentase kemiskinan di Jawa Timur. Analisis dari penelitian juga menunjukkan bahwa model SAR lebih baik dibanding dengan model regresi klasik. Model SAR memiliki nilai dan Akaike Information Criterion (AIC) masing-masing sebesar 64.01% dan 59.34, sedangkan model regresi klasik memiliki nilai dan AIC masing-masing sebesar 60.80% dan 64.14. Pada model SAR peubah penjelas yang berpengaruh terhadap persentase kemiskinan di Jawa Timur adalah angka kematian bayi, persentase penduduk dengan pengeluaran perkapita ≤175,000 rupiah/bulan, persentase penduduk yang menempati rumah dengan luas <8 m2, dan kemiskinan kabupaten di sekelilingnya

    Pemodelan Regresi Data Panel Pada Kasus Jumlah Penderita Demam Berdarah Dengue (Dbd) Di Kota Bogor.

    No full text
    Demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit demam akut yang disebabkan oleh infeksi virus dengue dan ditularkan kepada manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. DBD menimbulkan gejala adanya demam tinggi mendadak, pendarahan dan bisa menimbulkan syok yang berakibat pada kematian. Penyakit DBD merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Kota Bogor mempunyai rata-rata ketinggian 190 m sampai 330 m di atas permukaan laut, curah hujan yang tinggi serta kota yang padat penduduk. Kondisi ini menjadikan Kota Bogor berpotensi besar penyebaran DBD. Kasus penyakit DBD ditemukan sepanjang tahun di Kota Bogor. Penduduk di daerah yang sama bisa menderita DBD di tahun berikutnya dikarenakan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus sebagai penyebar virus dengue terus berkembang dan menyebar sepanjang tahun. Berdasarkan karakteristik tersebut maka digunakan data gabungan antara data lintas lokasi (cross section) dan data deret waktu (time series) yang disebut data panel. Terdapat tiga metode untuk menduga model regresi data panel, yaitu model gabungan, model pengaruh tetap dan model pengaruh acak. Pendugaan parameter model gabungan menggunakan Metode Kuadrat Terkecil (MKT). Pendugaan parameter model pengaruh tetap menggunakan metode Least Square Dummy Variable (LSDV). Pendugaan parameter model pengaruh acak menggunakan metode Generalized Least Square (GLS). Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model regresi data panel terbaik pada kasus faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah penderita DBD di Kota Bogor dari tahun 2009 sampai 2013. Data yang digunakan diperoleh dari Dinas Kesehatan Kota Bogor dan Badan Pusat Statistik Kota Bogor. Peubah respon yang digunakan adalah jumlah penderita DBD. Peubah bebas yang diamati antara lain kepadatan penduduk, mobilitas penduduk, rata-rata usia penderita DBD dan jumlah puskesmas/puskesmas pembantu pada 68 kelurahan di Kota Bogor. Berdasarkan hasil analisis data panel, model pengaruh tetap dengan menggunakan peubah respon yang ditransformasikan dan penambahan peubah bebas jumlah penderita DBD tahun sebelumnya merupakan model yang dapat menggambarkan pengaruh peubah bebas terhadap jumah penderita DBD di Kota Bogor dari tahun 2009 sampai 2013. Peubah-peubah yang berpengaruh terhadap jumlah penderita DBD adalah kepadatan penduduk, mobilitas penduduk, rata-rata usia penderita DBD dan jumlah penderita DBD tahun sebelumnya dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 72.76% dan MSE sebesar 0.2763
    corecore