1,722,142 research outputs found

    Ahyar anwar: Yang menidurkan dan membangunkan cinta sebuah obituari

    No full text
    xvi, 306 hal; 14,5x21 c

    Ahyar Anwar: yang merindukan dan membangun cinta

    No full text
    Buku ini merupakan kumpulan tulisan yang merupakan refleksi mengenai pemikiran seorang Ahyar Anwar, seorang pemerhati sastra dan pengajar sastr

    Cermat Bahasa Indonesia dan Penulisan Ilmiah untuk Perguruan Tinggi (Edisi Revisi)

    Full text link
    Bahasa Indonesia merupakan alat komunikasi penting dalam kehidupan manusia. Salah satu unsur kehidupan manusia yang membutuhkan bahasa sebagai media penyampaiannya adalah situasi yang mengharuskan menusia berhadapan dengan manusia yang lain. Bahasa yang digunakan tentu saja harus dimengerti oleh kedua belah pihak baik pembicara maupun pendengar. Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan yang lahir karena suatu keputusan dan perencanaan. Ketika kemerdekaan Republik Indonesia diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, Bahasa Indonesia pun resmi menjadi bahasa nasional dalam arti yang sesungguhnya. Bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa pemerintahan dan administrasi yang digunakan di dalam situasi formal seperti pidato, penulisan serta bahasa di media masa resmi seperti televisi, radio, koran dan majalah serta buku-buku.Bahasa Indonesia, Interaksi Sosial, Penggunaan Bahasa Indonesia Dalam Interaksi Sosial..

    Apa Itu Sastra Jenis-jenis Karya Sastra dan Bagaimanakah Cara Menulis dan Mengapresiasi Sastra

    Full text link
    Sastra adalah seni bahasa Maksudnya adalah, lahirnya sebuah karya sastra adalah untuk dapat dinikmati oleh pembaca. Untuk dapat menikmati suatu karya sastra secara sungguh-sungguh dan baik diperlukan pengetahuan tentang sastra. Tanpa pengetahuan yang cukup, penikmatan akan sebuah karya sastra hanya bersifat dangkal dan sepintas karena kurangnya pemahaman yang tepat. Sebelumnya, patutlah semua orang tahu apa yang dimaksud dengan karya sastra. Karya sastra bukanlah ilmu. Karya sastra adalah seni, di mana banyak unsur kemanusiaan yang masuk di dalamnya, khususnya perasaan, sehingga sulit diterapkan untuk metode keilmuan. Perasaan, semangat, kepercayaan, keyakinan sebagai unsur karya sastra sulit dibuat batasannya. Karya sastra adalah ungkapan pribadi manusia yang berupa pengalaman, pemikiran, perasaan, ide, semangat, keyakinan dalam suatu bentuk gambaran kehidupan, yang dapat membangkitkan pesona dengan alat bahasa dan dilukiskan dalam bentuk tulisan. Jakop Sumardjo dalam bukunya yang berjudul "Apresiasi Kesusastraan" mengatakan bahwa karya sastra adalah sebuah usaha merekam isi jiwa sastrawannya. Rekaman ini menggunakan alat bahasa. Sastra adalah bentuk rekaman dengan bahasa yang akan disampaikan kepada orang lain. Pada dasarnya, karya sastra sangat bermanfaat bagi kehidupan, karena karya sastra dapat memberi kesadaran kepada pembaca tentang kebenaran-kebenaran hidup, walaupun dilukiskan dalam bentuk fiksi. Karya sastra dapat memberikan kegembiraan dan kepuasan batin. Hiburan ini adalah jenis hiburan intelektual dan spiritual. Karya sastra juga dapat dijadikan sebagai pengalaman untuk berkarya, karena siapa pun bisa menuangkan isi hati dan pikiran dalam sebuah tulisan yang bernilai seni. Setelah mengetahui apa yang dimaksud dengan karya sastra, tidak ada salahnya apabila kita melirik lebih mendalam tentang genre (jenis) karya sastra. Karya sastra dapat digolongkan ke dalam dua kelompok, yakni karya sastra imajinatif dan karya sastra nonimajinatif. Ciri karya sastra imajinatif adalah karya sastra tersebut lebih menonjolkan sifat khayali, menggunakan bahasa yang konotatif, dan memenuhi syarat-syarat estetika seni. Sedangkan ciri karya sastra nonimajinatif adalah karya sastra tersebut lebih banyak unsur faktualnya daripada khayalinya, cenderung menggunakan bahasa denotatif, dan tetap memenuhi syarat-syarat estetika seni. Seperti Puisi, Fiksi dan Prosa Naratif, Novel, Roman, Cerpen, Monolog, dan Drama dan Lain-lain

    Pengaruh Inovasi Produk Dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen(Studi Kasus Pada Al-Ahyar Rebana Jepara)

    No full text
    Intensitas kompetisi di pasar dapat mendorong pengrajin alat tradisional rebana untuk mengupayakan inovasi produk yang tinggi guna menarik konsumen untuk membeli. Inovasi produk mempengaruhi pilihan strategi keunggulan bersaing sebuah pengrajin alat tradisional rebana sehingga produk pengrajin alat tradisional rebana menjadi lebih baik dari segi kualitas, kuantitas dan nama mereknya yang akan membawa pengrajin alat tradisional rebana kepada keputusan pembelian dan keunggulan bersaing dimana merupakan nilai yang mampu diciptakan oleh pengrajin untuk konsumennya. Tujuan penelitian ini adalah: Pertama, Untuk mengetahui secara parsial pengaruh inovasi produk terhadap Keputusan Pembelian pada Al-Ahyar Rebana Jepara. Kedua, Untuk mengetahui secara parsial pengaruh kualitas produk terhadap Keputusan Pembelian pada Al-Ahyar Rebana Jepara. Ketiga, Untuk mengetahui pengaruh secara simultan inovasi produk dan kualitas produk terhadapKeputusan Pembelian pada Al-Ahyar Rebana Jepara. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan field research. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampling insidental. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sejumlah 80 konsumen Al-Ahyar Rebana Jepara . Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian lapangan. Metode analisis data menggunakan metode analisis regresi berganda dengan bantuan program olah data SPSS versi 23 for windows. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, terdapat pengaruh positif yang signifikan Inovasi Produk terhadap Keputusan pembelian di Al-Ahyar Rebana Jepara dengan nilai t hitung>t tabel (4,169>1,985). Kedua, Terdapat pengaruh positif yang signifikan Kualitas Produk terhadap Keputusan pembelian di Al-Ahyar Rebana Jepara dengan nilai t hitung>t table (6,746>1,985). Ketiga, Terdapat pengaruh positif Inovasi produk dan Kualitas Produk secara bersama-sama terhadap Keputusan pembelian di Al-Ahyar Rebana Jepara dengan nilai f hitung>f table (27,472>,115). Secara koefisien determinasi menunjukkan bahwa penelitian ini memiliki kontribusi sebesar 40,1%. Sisanya 59,9% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian ini. Diharapkan untuk penelitian selanjutnya dapat menambah variabel lain yang dapat mempengaruhi keputusan pembelia

    Kekuatan Politik Ormas (Amphibi) Untuk Memenangkan Pasangan Calon Ahyar-Mori Pada Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah

    Full text link
    Pemilihan Kepala Daerah juga dilaksanakan sebagai upaya mendemokratisasikan kehidupan berbangsa-bernegara di tingkat lokal. Penumbuhan demokrasi tingkat lokal ini, merupakan ikhtiar untuk mencari pemimpin lokal yang memiliki legitimasi kuat, demokratis dan refresentatif. Sebuah pengalaman berdemokrasi yang jika dilihat dari pluralitas dari negara Indonesia yang tampak merupakan pesta demokrasi yang sarat beban. Teori kekuatan politik yang kemudian mendukung saya dalam menjabarkan lebih jauh mengenai kekuatan politik Organisasi Masyarakat AMPHIBI dalam memenangkan paslon Ahyar-Mori dalam kontestasi pemilihan Kepala Daerah NTB tahun 2018.Dalam penelitian ini penulis akan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriftif analisis. Metode deskriftif analisis digunakan untuk mendapatkan gambaran secara sistematis, factual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang sedang diselidiki. Untuk Penelitian ini, penulis menggunakan purposive sampling. Lobbying yang dilakukan antara Ormas Amphibi dan Kandidat Paslon Ahyar-Mori bersifat Lobbying tradisional, yakni lobbying yang didasari dengan ikatan emosional dan ikatan kekeluargaan yang sudah lama di jalan antara TGH. Ahyar Abduh dengan dewan pendiri ormas Amphibi Alm. TGH. Sibawaihi Mutawalli

    POLITIK IDENTITAS DI KOTA MATARAM (STUDI PEMENANGAN AHYAR ABDUH-MOHAN ROLISKANA DALAM PILKADA KOTA MATARAM TAHUN 2015)

    Full text link
    Penelitian ini berjudul “Politik Identitas Di Kota Mataram (Studi Pemenangan Pasangan Ahyar Abduh-Mohan Roliskana Dalam Pilkada Kota Mataram Tahun 2015)”. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui politik identitas di Kota Mataram dalam pemenangan Ahyar Abduh-Mohan Roliskana pada Pikada Kota Mataram tahun 2015. Yang melatarbelakangi penelitian ini adalah kehidupan masyarakat Kota Mataram yang beranekaragam etnis dan agama mengakibatkan adanya berbagai pandangan politik yang berbeda-beda mengenai identitas sehingga hal tersebut sering digunkan sebagai alat politik. Adapun metode yang digunakan dalam penelitin ini adalah metode penelitian kualitatif dengan teknis analisis data yaitu Reduksi data, Penyajian data, dan Kesimpuan data. Sedangkan Teori yang digunkana dalam penelitian ini adalah Primodialisme, Konstruktivisme, Instrumentalisme. Hasil penelitian ini adalah dalam Pilkada Kota Mataram Tahun 2015 yang dimenangkan oleh pasagan Ahyar-Mohan dimana masih adanya penggunaan identitas agama dan etnik oleh pasangan calon maupun tim pemenangan, sentimen agama dan etnis sengaja di bangun dengan berbagai cara untuk membangun politiknya seperti ajakan dan menunjukkan hasil kinerja pasangan calon, selain itu agama dan etnis juga di instrumenkan dengan berbagai cara yang dapat memobilisasi suara pemilih, seperti menggunakan baju kampanye dan menggunakan lagu, sehingga dapat mempengaruhi perilaku pemilih. Kesimpulanya adalah kemenangan pasangan calon Ahyar-Mohan menunjukan masih adanya penggunaan identitas etnik dan agama, namun peran etnik dan agama relatif sedang karna masyrakat sudah bisa memilih secara rasional

    Alih Kode dan Campur Kode Bahasa Aceh Ragam Lisan Siswa

    No full text
    Buku yang berjudul “Alih Kode dan Campur Kode Bahasa Aceh Ragam Lisan Siswa” yang ditulis oleh Saudara Juni Ahyar, S.Pd., M.Pd. merupakan sebuah hasil penelitian Penulis yang telah mengalami perbaikan guna penyempurnaan sebuah buku. Buku ini secara gamblang membahas tentang alih kode dan campur kode pada penggunaan bahasa Aceh ragam lisan siswa kelas I SMP Negeri 7 Kota Lhokseumawe dan faktor-faktor sosial penentu alih kode dan campur kode. Buku ini diharapkan mampu menjadi salah satu referensi penting dalam menyebarluaskan gagasan dan ilmu pengetahuan, khususnya ragam bahasa lisan di berbagai daerah

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
    corecore