1,721,122 research outputs found
FERMENTABILITAS RUMEN PELLET BERBAHAN SILASE EMPULUR BATANG SAWIT YANG DITAMBAH LEGUMINOSA SEBAGAI SUMBER PROTEIN
AHMAD JUNAIDI(2025) : FERMENTABILITAS RUMEN PELLET BERBAHAN SILASE EMPULUR BATANG SAWIT YANG DITAMBAH LEGUMINOSA SEBAGAI SUMBER PROTEIN,,Empulur batang kelapa sawit adalah limbah biomassa berlignin, selulosa, dan hemiselulosa yang memiliki potensi besar dimanfaatkan sebagai pakan. Untuk meningkatkan kualitasnya, empulur dapat diproses menjadi silase dan pellet, serta ditambahkan leguminosa untuk meningkatkan kandungan protein guna mendukung kesehatan dan produktivitas ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Fermentabilitas rumen pascainkubasi pellet berbahan silase empulur batang sawit yang ditambah leguminosa sebagai sumber protein secara in vitro. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuannya terdiri atas P1: SEBS + Dedak Padi Halus + Daun Ubi Kayu (kontrol), serta P2, P3, dan P4 masing-masing 14% indigofera, 15% lamtoro dan 14% kalopo. Parameter yang diukur adalah pH, amonia, dan total VFA. Data yang diperoleh dianalisis berdasarkan analisis ragam, perbedaan nilai parameter antar perlakuan diuji lanjut dengan DMRT 5%. Hasil anaisis ragam menunjukkan penambahan leguminosa pada pellet berbahan silase empulur batang sawit memberikan pengaruh yang tidak nyata (P>0,05) pada pH cairan rumen, dan memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) pada amonia dan VFA. Penambahan indigofera menghasilkan nilai amonia tertinggi dengan nilai 14,3 mM. Penambahan kalopo menghasilkan nilai VFA tertinggi dengan nilai 147 mM. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan 14% indigofera dalam pembuatan pellet berbahan dasar silase empulur batang sawit dapat mempertahankan pH rumen tetap dalam keadaan normal, tetapi tidak dapat menurunkan amonia dan tidak dapat meningkatkan produksi total VFA. Kata Kunci: Empulur batang sawit, fermentabilitas, leguminosa, pellet, silase
ANALISIS PELAKSANAAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI DESA BULUH MANIS KECAMATAN BATHIN SOLAPAN KABUPATEN BENGKALIS
ABSTRAK
ANALISIS PELAKSANAAN PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DI DESA BULUH MANIS KECAMATAN BATHIN SOLAPAN KABUPATEN BENGKALIS
Oleh
AHMAD JUNAIDI
NIM: 11575103037
Penelitian ini dilakukan di desa BuluhManis kecamatan Bathin Solapan kabupaten Bengkalis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan pembangunan infrastruktur desa dan faktor yang menghambat pembangunan infrastruktur desa. Jenis dan sumber data adalah data primer dan data skunder. Penelitian ini bersifat deskriptife kualitatif dengan teknik analisis data deskriptife kualitatif yaitu analisa yang memberikan gambaran terperinci berdasarkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Dengan metode ini penulis menguraikan serta mengaitkan dengan teori serta memberikan keterangan mendukung menjawab masing-masing indikator, serta memberikan interpretasi terhadap hasil yang relevan dan di ambil kesimpulan serta saran. Pada penelitian ini indikator yang digunakan adalah pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur lingkungan desa, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur sarana dan prasarana kesehatan, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur sarana dan prasarana pendidikan dan kebudayaan, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur sarana dan prasarana ekonomi. Indikator ini diambil dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pedoman Pembangunan Desa. Informan dalam penelitian ini adalah Kepala Desa, Sekretaris Desa Ketua Badan Permusyawaratan Desa, Kepala Urusan Pembangunan (KAUR), Kepala Dusun, Tokoh Masyarakat dan RW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembangunan infrastruktur di Desa Buluh Manis belum terlaksana dengan cukup baik, karena dari keseluruhan perencanaan pembangunannya belum terlaksana dan belum optimal menjalankan semua indikator pelaksanaan pembangunan desa di Desa Buluh Manis Kecamatan Bathin Solapan Kabupaten Bengkalis
Kata kunci : Pelaksanaan, Pembangunan, Infrastruktur
Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan Model Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) di Kelas VII SMP Neger 31 Banjarmasin Tahun Pelajaran 2009/2010
Ahmad Junaidi Soleh. 2009. Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dengan Model Kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) di Kelas VII SMP Neger 31 Banjarmasin Tahun Pelajaran 2009/2010. Skripsi, Jurusan PAI, Pembimbing: (I) Dra. Hj. Rusdiana Hamid M. Ag. (II) Dra. Tarwilah, M. Ag.
Pembelajaran kooperatif (cooperative learning) mengandung pengertian sebagai suatu model pembelajaran yang menggunakan grup kecil dimana siswa bekerja sama, belajar satu sama lain, berdiskusi dan saling membagi pengetahuan, saling berkomunikasi, saling membantu untuk memahami materi pelajaran. Dalam pembelajaran kooperatif setiap anggota kelompok bertanggung jawab terhadap keberhasilan tujuan pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah ingin mengetahui hasil belajar siswa serta respon siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Head Together (NHT) dikelas VII SMP Negeri 31 Banjarmasin.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif melalui penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII SMP Negeri 31 Banjarmasin yang berjumlah 37 siswa terdiri dari 17 siswa laki-laki, dan 20 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan hasil observasi aktivitas guru dan siswa, serta respon siswa dan hasil tes. Teknik analisis data menggunakan persentasi.
Hasil Penelitian menunjukkan bahwa (1) aktivitas guru terhadap penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe NHT pada materi iman kepada Allah dikelas VII SMP Negeri 31 Banjarmasin dikategorikan baik, (2) respon siswa terhadap pembelajaran dengan model kooperatif tipe NHT adalah aktif, hal ini dapat dilihat dari observasi aktivitas siswa pada saat pembelajaran berlangsung, (3) dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi iman kepada Allah dikelas VII SMP Negeri 31 Banjarmasin tahun pelajaran 2009/2010
DAMPAK SOSIAL EKONOMI PEMBANGUNAN WANA WISATA SUMBER MANIS KELURAHAN GOMBENGSARI KECAMATAN KALIPURO KABUPATEN BANYUWANGI
ABSTRAK. Ahmad Junaidi Firdaus, 12209173020, Dampak Sosial Ekonomi PembangunanWana Wisata Sumber Manis Keluarahan Gombengsari Kecamatan KalipuroKabupaten Banyuwangi, Jurusan Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial, FakultalTarbiyah dan Ilmu Keguruan, UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2022,Pembimbing: Anggoro Putranto, S.Pd., M.Sc.Kata kunci: Sosial Ekonomi, Ekonomi Pembangunan, Suber ManisKonteks penelitian ini memunculkan permasalahan tentang ekonomipembangunan dan dampak yang dibahasilkan oleh ekonomi pembangunan diwana wisata sumber manis Kabupaten Banyuwangi. Wisata yang menjadi pusatperhatian di setiap wilayah khususnya di Kabupaten Banuwangi banyakmeningkatkan ekonomi masyarakat yang tinggal disekitar lokasi wisata khususnyadi wana wisata sumber manis. Sehingga peningkatan enomoni, penyerapan tenagakerja dan peluang usaha bisa diciptakan melalui ekonomi pembangunan sectorpariwisata.Fokus penelitian dalam penelitian ini adalah: 1) Peluang usaha apa yangdimanfaatkan masyarakat sekitar obyek wana wisata sumber manis KabupatenBanyuwangi? 2) Bagaimana penyerapan tenaga kerja di daerah kawasan wanawisata sumber manis Kabupaten Bantuwangi? 3) Bangaimana peningkatanpendapatan masyarakat sebelumdan sesudah adanya obyek wana wisata sumbermanis Kabupaten Banyuwangi?Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatifdengan pendekatan analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakanberupa observasi,dokumentasi dan wawancara dengan para pengelola wisata danmasyarakat sekitar. Teknik analisis data penelitian ini menggunakan uji reabilitas,uji validasi, uji asumsiklasik, dan Analisis SWOT.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Masyaralat sekitar bisamemanfaatkan peluanguntuk membuka usaha, hingga menjadi pengelolah wisatasumber manis. Peluang usahausaha yang dihasilkan wana wisata sumber manisKabupaten Banuwangi yakni: akomodasi (home stay) dengan presentasi 36,7%.Pedagang dengan presentasi 65,7%, dan kios cinderamata dengan presentasi 6,7%.2) Peningkatan pengunjung setelah perbagikan wana wisata sumber manisberdampak pula peningkatan pendapatan masyarakat sekitar. Peningkatanpendapatan yang dihasilkan masyarakat dengan adanya wana wisata sumber manisKabupaten Banyuwangi yakni: pedagang dengan persentasi 46,7%. Akomodasi(home stay) dengan persentasi 26,7% dan kios cinderamata dengan persentasi26,7%. 3) Penyerapan tenaga pada wana wisata sumber manis menjadi pemicuyang tinggi. Penyerapan tenaga kerja yang dihasilkan wana wisata sumber manisKabupaten Banyuwangi yakni: pedagang dengan presentasi 80,0%. Akomodasi(home stay) dengan presentasi 6,7% dan kios cinderamata dengan persentasi13,3%
Perception of employees on transfer of knowledge from training programs at Ceva Freight Holdings (M) Sdn Bhd / Fatin Filzah Sapri and Ahmad Junaidi Rosly
The study was undertaken at CEVA Freight Holdings (M) Sdn
Bhd on the topic “Perception of Employees on Transfer of Knowledge from Training Programs at CEVA Freight Holdings (M) Sdn Bhd”. The purpose of this study was to determine the most influencing factors which affect the perception of employees on transfer of knowledge from training programs and to recommend some measures in enhancing the perception of employees on transfer of knowledge from training programs with CEVA Freight Holdings (M) Sdn Bhd as a case study. Primary data was collected from a sample of hundred (100) employees. Self-administered questionnaire was used in the collection of data for analysis. The study revealed that there were organizational issues such as lack of employer support on transfer of knowledge from training programs in employees work field. It was also found that employee competencies are the main role to achieve the effectiveness on transfer of knowledge from training programs in CEVA. The study recommended that in order for CEVA Freight Holdings (M) Sdn Bhd to be successful in the transfer of knowledge from training programs, employer should focus on performance of employees and encourage the flow of knowledge in their work field to achieve the performance standard in an organization
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Solar-powered adsorption refrigeration cycle optimization
Solar energy is an attractive energy source among various renewable energy resources
in Malaysia as relatively high solar radiation is available throughout the year. This solar
energy can be utilized for air-conditioning by using solar-powered adsorption
refrigeration cycle. Intermittent nature of the solar radiation leads to a challenge for
continuous air-conditioning operation. In the present study, a combination of solarpowered
adsorption refrigeration system and thermal storage is studied. Activated
carbon-ammonia and activated carbon-methanol are the working pairs of the
adsorption reaction. Analytical calculation results show that activated carbonmethanol
pair indicates higher coefficient of performance (COP) than activated
carbon-ammonia pair, while adsorption chiller system with hot water thermal storage
has higher COP than the system with ice thermal storage. For the activated carbonmethanol
case with hot water thermal storage, the COP is 0.79. Since this COP analysis
is based on the ideal case with uniform temperature distribution within the reactor
beds, which achieves equilibrium states at the end of the reactions. In more realistic
situation, the reaction process will be terminated before reaching to the equilibrium
states because of the non-uniform temperature distribution and the time required for
the reaction. Transient simulation in which heat transfer and reaction equation are
combined will be performed to model actual reactors
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
- …
