1,721,035 research outputs found

    Hallmarks of tax avoidance and tax evasion: a Malaysian perspective / Ahmad Syaiful Razli

    No full text
    Tax is one important element in the Government of Malaysia's revenue. Each year, tax contributes to almost 80% of the Malaysian government's revenue. In order to have an efficient tax collection, the authorities need to ensure an acceptable level of tax compliance among the taxpayers. When discussing about tax compliance, noncompliance is an inevitable aspect. Compliance relates to the behavior of taxpayers, structure of the legal system that comprises of tax elements, the economic situation of the country and government policy on taxation. Taxpayers might put efforts to mitigate the risk or burden to pay taxes. Therefore, they might use legal and illegal ways to achieve their goal. Legal methods in reducing the amount of tax is called tax avoidance while tax evasion is illegal mean to avoid paying taxes

    PELAKSANAAN PENDIDIKAN POLITIK OLEH DPD PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS) KABUPATEN SEMARANG

    No full text
    Ashar, Ahmad Syaiful. 2011. Pelaksanaan Pendidikan Politik Oleh DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Semarang Dalam Upaya Meningkatkan Partisipasi Politik Masyarakat. Skripsi, Jurusan Hukum Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Drs. Setiajid, M.Si. Pembimbing II Martien Herna S., S.Sos.,M.Si. 108 hlm. Kata Kunci: Pendidikan Politik, Partai Keadilan Sejahtera(PKS), Pendidikan politik bagi partai politik merupakan sarana bagi penguatan dan peningkatan kualitas kader partai politik. Di tengah pertumbuhan partai politik di Indonesia, dalam perkembangannya ada kecenderungan menurunnya kualitas para kader partai baik yang duduk di pemerintahan maupun legislatif yang menunjukan perilaku tidak baik seperti korupsi, melanggar norma kesusilaan, dan melakukan tindak pidana. Sehingga perlu adanya penguatan dan peningkatan kualitas kader melalui pendidikan politik. Rumusan masalah dalam penelitian ini: 1) bagaimana pelaksanaan pendidikan politik yang dilakukan oleh DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Semarang, 2) kendala-kendala dalam pendidikan politik, 3) upaya mengatasi kendala pendidikan politik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pendidikan politik oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Semarang beserta kendala-kendala yang dialami dan upaya mengatasinya. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan politik oleh DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak secara khusus diatur dalam program kerja partai tersendiri, akan tetapi pendidikan politik tertuang dalam program kerja di bidang kaderisasi, keummatan dan kebijakan publik. Pelaksanaan pendidikan politik PKS Kabupaten Semarang dilaksanakan menggunakan berbagai metode dan strategi antara lain kegiatan pelatihan dan pembinaan, seminar, kajian-kajian, sosialisasi dan kegiatan sosial. Pendidikan politik PKS Kabupaten Semarang pada pelaksanaannya tidak hanya selalu bermuatan politik saja akan tetapi juga terdapat muatan-muatan materi keislaman hal tersebut tidak terlepas dari PKS sebagai partai dakwah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pendidikan politik oleh DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Semarang dilakukan dalam upaya penguatan dan peningkatan kualitas kader. Saran dalam penelitian adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) perlu adanya pelatihan khusus kader untuk dapat mempublikasikan setiap kegiatan kepartaian, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dapat hadir di tingkat paling bawah di tingkat dusun bahkan RT/RW sebagai upaya meningkatkan kepercayaan dan komunikasi dengan masyarakat

    PELAKSANAAN PENDIDIKAN POLITIK OLEH DPD PARTAI KEADILAN SEJAHTERA (PKS) KABUPATEN SEMARANG

    No full text
    Ashar, Ahmad Syaiful. 2011. Pelaksanaan Pendidikan Politik Oleh DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Semarang Dalam Upaya Meningkatkan Partisipasi Politik Masyarakat. Skripsi, Jurusan Hukum Kewarganegaraan, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Drs. Setiajid, M.Si. Pembimbing II Martien Herna S., S.Sos.,M.Si. 108 hlm. Kata Kunci: Pendidikan Politik, Partai Keadilan Sejahtera(PKS), Pendidikan politik bagi partai politik merupakan sarana bagi penguatan dan peningkatan kualitas kader partai politik. Di tengah pertumbuhan partai politik di Indonesia, dalam perkembangannya ada kecenderungan menurunnya kualitas para kader partai baik yang duduk di pemerintahan maupun legislatif yang menunjukan perilaku tidak baik seperti korupsi, melanggar norma kesusilaan, dan melakukan tindak pidana. Sehingga perlu adanya penguatan dan peningkatan kualitas kader melalui pendidikan politik. Rumusan masalah dalam penelitian ini: 1) bagaimana pelaksanaan pendidikan politik yang dilakukan oleh DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Semarang, 2) kendala-kendala dalam pendidikan politik, 3) upaya mengatasi kendala pendidikan politik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pendidikan politik oleh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Semarang beserta kendala-kendala yang dialami dan upaya mengatasinya. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pendidikan politik oleh DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tidak secara khusus diatur dalam program kerja partai tersendiri, akan tetapi pendidikan politik tertuang dalam program kerja di bidang kaderisasi, keummatan dan kebijakan publik. Pelaksanaan pendidikan politik PKS Kabupaten Semarang dilaksanakan menggunakan berbagai metode dan strategi antara lain kegiatan pelatihan dan pembinaan, seminar, kajian-kajian, sosialisasi dan kegiatan sosial. Pendidikan politik PKS Kabupaten Semarang pada pelaksanaannya tidak hanya selalu bermuatan politik saja akan tetapi juga terdapat muatan-muatan materi keislaman hal tersebut tidak terlepas dari PKS sebagai partai dakwah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan pendidikan politik oleh DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Semarang dilakukan dalam upaya penguatan dan peningkatan kualitas kader. Saran dalam penelitian adalah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) perlu adanya pelatihan khusus kader untuk dapat mempublikasikan setiap kegiatan kepartaian, dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dapat hadir di tingkat paling bawah di tingkat dusun bahkan RT/RW sebagai upaya meningkatkan kepercayaan dan komunikasi dengan masyarakat

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    ANALISIS SIRKULASI UDARA PADA TANAMAN KOPI BERDASARKAN TINGKAT KEMIRINGAN TANAH DAN POLA TANAM GRAF TANGGA SEGITIGA MENGGUNAKAN METODE VOLUME HINGGA

    No full text
    Analisis Sirkulasi Udara pada Tanaman Kopi Berdasarkan Tingkat Kemiringan Tanah dan Pola Tanam Graf Tangga Segitiga Menggunakan Metode Volume Hingga; Ahmad Syaiful Rizal, 110210151001; 2014: 79 halaman; Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Jember. Tanaman kopi menjadi salah satu komoditi perkebunan yang memberikan kontribusi yang signi¯kan bagi sumber devisa negara. Kopi menjadi sumber devisa negara dari subsektor perkebunan urutan kedua setelah karet (Badan Pendidikan, Latihan dan Penyuluhan Pertanian; 1984). Sejak tahun 2011 terjadi peningkatan luas areal dan pada tahun 2013 mencapai sekitar 1.235.802 ha. Namun dengan peningkata luas areal, produksi biji belum dapat menyentuh angka produksi tertinggi yang dicapai pada tahun 2010. Faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman kopi antara lain adalah ketinggian tempat, curah hujan, sinar matahari, angin/udara, dan tanah (Sri Najiyati & Danarti, 2001). Kemiringan tanah sangat mempengaruhi kondisi sirkulasi udara yang berperan dalam membantu proses penyerbukan pada tanaman kopi untuk menghasilkan biji kopi. Tujuan penelitian untuk: (1) mengembangkan model sirkulasi udara tanaman kopi berdasarkan tingkat kemiringan tanah, (2) sirkulasi udara tanaman kopi dengan tingkat kemiringan tanah berbeda, (3) sirkulasi udara tanaman kopi dengan kecepatan awal udara yang berbeda dan (4) efektivitas metode volume hingga dalam menganalisis pengaruh tingkat kemiringan tanah dan pola tanam graf tangga segitiga terhadap sirkulasi udara pada tanaman kopi. Hasil penelitian diharapkan dapat menemukan tingkat kemiringan tanah dan pola tanam yang tepat pada tanaman kopi agar sirkulasi udara yang dihasilkan tepat bagi penyerbukan. Penelitian dilakukan dalam dua tahap. Tahapan pertama yaitu pengumpulan bahan dari lapangan dan literatur buku maupun internet. Dari lapangan dilakukan pengukuran kecepatan rata-rata sirkulasi udara pada perkebunan kopi PDP Gunung Pasang Kecamatan Panti dengan menggunakan Anemometer pada ix hari Minggu, 17 Agustus 2014 pukul 11.45 WIB sampai pukul 12.45 WIB. Selain itu, juga dilakukan pengukuran besar kemiringan tanah dari areal perkebunan tanaman kopi menggunakan klinometer. Dari literatur buku maupun internet diperoleh data tentang tanaman kopi, pola tanam yang digunakan serta pengaruh lingkungan terhadap perkembangan tanaman kopi. Tahapan kedua yaitu menentukan model sirkulasi udara pada tanaman kopi berdasarkan tingkat kemiringan tanah dengan metode volume hingga. Kemudian analisis sirkulasi udara pada tanam kopi dilakukan dengan software MATLAB dengan tingkat kemiringan tanah dan kecepatan udara yang berbeda, dan hasilnya disimulasikan dengan software FLUENT. Hasil penelitian diperoleh model matematika sirkulasi udara tanaman kopi berdasarkan tingkat kemiringan tanah sebagai berikut: Á e (½u ¡ ½) ¢y¢t ¡ Á w (½u ¡ ½) ¢y¢t + Á (½v ¡ ½) ¢x¢t ¡ Á s n (½v ¡ ½) ¢x¢t = ¡P¢y¢t ¡ P¢x¢t + ¹u¢y¢t ¹v¢y¢t ¢x + ¹u¢y¢t (½ ¡ ½u) + ¹ µ K ¢y¢t ¢x ¡ 2½ ¢y + 2¹v¢t + 2v ¢y ¢x¢t + u µ # + # ¾ T K ¹v¢x¢t ¢y ¢y ¢x¢t ¶ K¢t ¡ ½ ¢x + 2¹u¢t + + ¹ µ ¶ (½ ¡ ½u) ¡ ½ µ # + # ¾ T K ¶ K 2u ¢x ¢y¢t + v µ # + ¢x¢t ¢y Analisis dilakukan dengan tingkat kemiringan tanah berbeda, yaitu 15 # ¾ ; dan 15 o . Selain itu kecepatan awal udara berbeda yaitu 0.2m=s; 0.4m=s; 0.6m=s juga dianalisis. Dari seluruh simulasi yang telah dilakukan menggunakan software MATLAB dan FLUENT, tingkat kemiringan tanah yang paling optmal adalah 25 o . Hasil tersebut dapat dijadikan suatu acuan untuk menentukan kondisi lahan yang cocok untuk penanaman tanaman kopi dengan kondisi lahan yang miring. Apabila lahan yang dimiliki memiliki kemiringan tanah yang lebih dari 25 , maka kecepatan udara akan semakin besar sehingga dapat dicari solusi dengan menambah jumlah tanaman pelindung agar kecepatan udara pada perkebunan kopi akan berkurang

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado
    corecore