155,596 research outputs found
Stirring up the Jameson/Ahmad debate: "national allegory" through a cultural realist perspective
Dissertação (mestrado) - Universidade Federal de Santa Catarina, Centro de Comunicação e Expressão, Programa de Pós-Graduação em Inglês: Estudos Linguísticos e Literários, Florianópolis, 2013.Abstract : The main argument of this thesis is that the Jameson/Ahmad debate-articulated mainly around the universalism/particularism discussion-can be read from a cultural realist perspective, and that such a reading provides new possibilities for political engagement in postmodernism. The responses to the Jameson/Ahmad debate throughout the years have developed from an initial resistance to Jameson's conceptions-as they were seen as rigid concepts that endorsed macroconstructs-progressively towards an opening up for their polysemic potential, in particular in regards to the concept of "national allegory." With this research I seek to advance the debate a step further in this direction, suggesting that it is both possible and proficuous to read the debate through cultural realist lens, that is, considering the reality effects of macroconstructs. Such employment of the macroconstruct, then, far from endorsing it, constitutes the possibility for a political engagement with these reality effects.O argumento central desta dissertação é de que o debate entre Jameson e Ahmad - articulado principalmente em termos da discussão universalismo/particularismo - pode ser lido a partir da perspectiva do realismo cultural, e que essa leitura proposta permite que emerjam novas possibilidades de engajamento político no pós-modernismo. As reações ao debate entre Jameson e Ahmad ao longo dos anos partiram de uma resistência inicial à proposta de Jameson - conforme seus conceitos foram inicialmente interpretados como estruturas rígidas que endossavam macroconstruções - progressivamente em direção a uma abertura para uma potencial polissemia desses conceitos, em especial em relação ao conceito de "alegoria nacional". Busco com esta pesquisa levar o debate um passo adiante nessa direção, sugerindo tanto a possibilidade quanto a proficuidade de se ler o debate através da perspectiva do realismo cultural, isso é, considerando os efeitos reais das macroconstruções. O emprego das macroconstruções, portanto, longe de as endossarem, constitui a possibilidade de um engajamento político com seus efeitos reais
2° Mosquée d'as-Sayed Ahmad al-Bagam
Farnall Harry, Shafik Muhammad, Simaïka Marcus H., Sayed Metoualli, Omar Ahmad, 'Amrusi Ahmad Fahmi al-, Sayyed Ahmad el-. 2° Mosquée d'as-Sayed Ahmad al-Bagam. In: Comité de Conservation des Monuments de l'Art Arabe. Fascicule 34, exercice 1925-1926, 1933. pp. 63-64
Metode pendidikan budi pekerti dalam aspek disiplin ibadah di pondok pesantren K. H. Ahmad Dahlan Sipirok
Penelitian ini dilaksanakan di Pondok pesantren K. H. Ahmad Dahlan Sipirok.
Pondok pesantren K. H. Ahmad Dahlan Sipirok adalah pesantren yang berada di
Sipirok Kebupaten Tapanuli Selatan. Di pondok pesantren ini diadakan berbagai
peraturan dengan tujuan untuk menciptakan generasi yang disiplin dan taat
menjalankan ibadah, baik ibadah wajib maupun ibadah sunnah. Berbagai metode
diterapkan agar para santri memiliki disiplin ibadah yang baik.
Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui gambaran pendidikan
budi pekerti, menemukan metode apa saja diterapkan untuk menanamkan pendidikan
budi pekerti santri khususnya dalam aspek disiplin di bidang ibadah di Pondok
Pesantren K. H. Ahmad Dahlan Sipirok.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif lapangan yaitu bertujuan untuk
menggambarkan pendidikan budi pekerti di pondok pesantren K. H. Ahmad Dahlan
Sipirok. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah santri kemudian sumber data
skunder adalah guru dan pemimpin asrama. Instrument data yang digunakan dalam
penelitian ini adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisa data yang
digunakan adalah editing, reduksi, mendeskripsikan dan penarikan kesimpulan dari
data yang diperoleh. Kemudian teknik menjamin keabsahan data yang digunakan
adalah ketekunan pengamatan,kecukupan referensi dan pola pencocokan.
Hasil penelitian yang diperoleh adalah Pendidikan budi pekerti khususnya
pada disiplin ibadah santri di pondok pesantren K.H Ahmad Dahlan sangat baik. Di
pondok pesantren K.H Ahmad Dahlan Sipirok santri dilatih untuk disiplin dalam
mengerjakan ibadah. Metode pendidikan disiplin ibadah yang dilaksanakan adalah
pendidikan dengan keteladanan, pembiasaan, nasehat, pengawasan dan pemberian
hukuman
H. Mosquée de Cheîkhou nord
Farnall Harry, Shafik Muhammad, Simaïka Marcus H., Sayed Metoualli, Omar Ahmad, 'Amrusi Ahmad Fahmi al-, Sayyed Ahmad el-. H. Mosquée de Cheîkhou nord. In: Comité de Conservation des Monuments de l'Art Arabe. Fascicule 34, exercice 1925-1926, 1933. p. 70
1° Maison wakf du cheikh Ahmad Moussa al-Aroussy
Farnall Harry, Sayyed Ahmad el-, Omar Ahmad, Lacau Pierre, Sayed Metoualli, Simaïka Marcus H., Wiet Gaston. 1° Maison wakf du cheikh Ahmad Moussa al-Aroussy. In: Comité de Conservation des Monuments de l'Art Arabe. Fascicule 34, exercice 1925-1926, 1933. pp. 109-110
KEPEMIMPINAN TRANSFORMATIF K. H. AHMAD DAHLAN DI MUHAMMADIYAH
K. H. Ahmad Dahlan sebagai pelopor sekaligus pendiri persyarikatan Muhammadiyah
yangbercirikan gerakan Islam, gerakan dakwah,gerakan purifikasi, dan pembaharuan.
Secara historis, faktor-faktor yang melatar belakangi berdirinya Muhammadiyahkarena
adanya pemahaman agama Islamyang beragam di pulau Jawa, kondisi keadaan masyarakat
Kauman-Yogyakarta ketikaitu yang jauh dari kesejahteraan, pelayanan kesehatan dan
pendidikan bagi pribumi. Hal tersebut mendorong K. H. Ahmad Dahlan untuk melakukan
upaya perubahan, mengembalikan kemurnian ajaran Islam, mengangkat harkat, dan harga
diri masyarakat Kauman sehingga dengan gaya seperti itu terbentuk pola-pola
kepemimpinan transformatif. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatifjenis
penelitian historis. Metode ini dianggap paling relevan dalam menelusuri pola, strategi dan
gaya kepemimpinan transformatif K. H. Ahmad Dahlan diMuhammadiyah. Hasil kajian
menunjukkan bahwa K. H. Ahmad Dahlan memiliki jiwa kepemimpinan transformatif
yang bersifat karismatik, motivator, dan memiliki kecerdasan intektual serta berpikir
visioner. Selain itu pula, K. H. Ahmad Dahlan memiliki kemampuan untuk melihat dan
memahami secara emosional seluruh fenomena yang terjadi.Bahkan K. H. Ahmad Dahlan
turut berempati tinggi terhadap posisi dan keadaan orang lain, terutama dalam hal
perbedaan pandangan atau pendapat.Pandangannya tersebut bersifat inklusif relativis yaitu
memandang positif terhadap perbedaan yang ada dan menganggap bahwa itu bukanlah
perbedaan yang hakiki/mutlak namun disebabkan karena adanya perbedaan faktor-faktor
luar. K.H. Ahmad Dahlan merupakan seorang pemimpintranformatif yang senantiasa
bergerak maju dan berinovasi sekaligus seorang tokoh pembaharu Islam di Indonesia.
K.H. Ahmad Dahlan as the pioneer founder persyarikatan Muhammadiyah Islamic
movement, characterized by the movement of da'wah, purification, and renewal.
Historically, the factors underlying the establishment of Muhammadiyah were the
understanding of diverse Islamic religions on the island of Java, the condition of the State
society Kauman Yogyakarta-when it's away from welfare, health services and education
for indigenous peoples. It encourages the K. H. Ahmad Dahlan to attempt change,
restoring the purity of the teachings of Islam, elevating the dignity, and self-esteem of the
community so that a style as Kauman village that formed the transformative leadership
patterns. This study used a qualitative approach to the kind of historical research. This
method is considered most relevant in tracing the pattern, strategy and leadership style of
transformative K. H. Ahmad Dahlan in Muhammadiyah. Results of the study show that K.
H. Ahmad Dahlan has transformative leadership is charismatic, motivational speaker, and
has intektual intelligence and visionary thinking. In addition, K. H. Ahmad Dahlan has the
ability to see and understand emotionally the whole phenomenon occurred. Even k. h.
Ahmad Dahlan participated and empathize to position and circumstances of others,
especially in terms of the difference in views or opinions. His view is relativis inclusive
i.e. looked positively towards differences and assume that it is not an essential
difference/absolute but caused due to the difference of external factors. K.h. Ahmad
Dahlan was a leader of the tranformatif that is always moving forward and innovating
while a reformer of Islam in Indonesia
K. H. Ahmad Dahlan: Pemikiran Sosialnya
Pemikiran dalam misi K. H. Ahmad Dahlan menjadikan Islam sebagai way of life untuk itu suatu keharusan memurnikan dari sinkritime. Pada kenyataannya, beliau memiliki karakteristik perpaduan yang canggih sesuai dengan sasaran dan tujuan yang ingin dicapai dalam rangka merespons kebutuhan zaman. Pemahaman dan pengalaman Islam K. H. Ahmad Dahlan adalah rasional fungsional dalam arti menelaah sumber utama ajaran Islam dengan kebebasan ajaran akal pikiran dan kejernihan akal murni, sekaligus membiarkan al-Quran berbicara tentang dirinya sendiri dalam aril tafsir ayat dengan ayat. Fungsional, dalam pengertian kelanjutan dan tuntunan hasil pemahaman tersebut adalah aksi sosial yaitu perbaikan masyarakat
Aktivitas dakwah bi al-qalam Drs. H. Ahmad Yani
Dalam pelaksanaan aktivitas dakwah bi al-qalam, seorang ulama sangat memegang peranan penting dan menentukan suatu keberhasilan. Untuk itulah seorang mubaligh tidak hanya dituntut untuk memiliki kemampuan dan kepandaian dalam pengetahuan, tetapi juga dituntut untuk memiliki kemampuan dan kepandaian dalam peranan dakwah untuk menyampaikan misi dakwahnya. Salah satu tokoh yang akan penulis angkat adalah Drs. H. Ahmad Yani yang banyak mengkontribusikan hidupnya dalam dakwah melalui tulisan atau dakwah bi al-qalam. Tujuan penelitian ini adalah penulis akan menjelaskan aktivitas, metode dan materi apa yang dipakai oleh Drs. H. Ahmad Yani dalam dakwah melalui tulisan, juga efektivitas dakwah melalui tulisan yang dapat dijadikan pelajaran yang bermanfaat. Maka perumusan penelitiannya adalah bagaimana aktivitas da�wah bi al-qalam Drs. H. Ahmad Yani? Apa saja materi dan metode penyajian da�wah bi al-qalam Drs. H. Ahmad Yani? Seberapa besar efektivitas da�wah bi al-qalam menurut Drs. H. Ahmad Yani? Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penulis menggambarkan aktivitas dakwah bi al-qalam Drs. H. Ahmad Yani dan efektivitas tulisannya di masyarakat. Metode ini didukung oleh penelitian lapangan (field research), observasi dan wawancara. Drs. H. Ahmad Yani dalam berdakwah adalah menggunakan aspek publisistik melalui dakwah bi al-qalam, dan metode penggabungan antara dakwah bi al-lisan, bi al-hal, dan bi al-qalam. Sesuai dengan prinsip dalam berdakwah beliau yaitu �Menulis Apa Yang Diceramahkan Dan Menceramahkan Apa Yang Ditulis�. Berdakwah dengan tulisan ilmu pengetahuan dapat menembus ke berbagai kalangan tanpa harus bertatap muka oleh seorang penulis, lewat materi-materi yang berisikan ajaran-ajaran ke-Islaman. Efektivitas dakwah melalui tulisan terasa lebih langgeng, lebih mudah disebarluaskan, dan lebih murah dibandingkan dengan dakwah bi al-lisan
k) Maison de Chihâta Ahmad
Simaïka Marcus H., Greg Robert Hyde, Verrucci Ernesto, Mahbub Mahmud Sabri, Ahmad Ali Hasan, Sayed Metoualli, Pauty Edmond. k) Maison de Chihâta Ahmad. In: Comité de Conservation des Monuments de l'Art Arabe. Fascicule 36, exercice 1930-1932, 1936. p. 272
Konsep pendidikan akhlak dalam kitab Al-Akhlāq LilBanīn karya Umar Bin Ahmad Bāraja’
Pendidikan akhlak salah satu hal yang sangat urgen untuk diberikan kepada anak mulai sejak dini. Seiring dengan pertumbuhan psikologi anak, alangkah pentingnya bila orang tua memberikan pendidikan akhlak kepada anak dengan berbagai cara agar anak mampu berperilaku dengan baik. Salah satu kitab yang mengkaji tentang akhlak anak yaiitu kitab Al-Akhlāq LilBanīn memuat kajian tentang akhlak-akhlak anak dan cara menyampaikannya kepada anak. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui materi pendidikan akhlak dan metode pendidikan akhlak dalam kitab Al-Akhlāq LilBanīn Karya Umar Bin Ahmad Bāraja’.
Salah satu ulama yang tergolong konsen dalam mengkaji akhlak tersebut adalah Umar Bin Ahmad Bāraja’ yang menulis kitab yang berjudul Al-Akhlāq LilBanīn. Kitab ini menjadi menarik karena pembahasannya fokus pada pengkajiannya dan kitab ini juga sering menjadi panduan dalam proses penanaman nilai akhlak kepada peserta didik di lembaga penidikan berbasis pesantren.
Pendekatan penelitilan ylang peneliti gunlaklan ladlallah librlary reselarch (kepustlaklalan) ylaitu denglan clarla mellakuklan penelitilan terhladlap sumber-sumber tertulis. Metode kepustlaklalan ini digunlaklan untuk meneliti tentlang konsep pendidiklan lakhllak dlallam kitlab Al-Akhlāq Lil Banīn Karya Umar Bin Ahmad Bāraja’ denglan sumber tertulis llain seperti buku, mlajlallah, jurnlal, dlan llain-llain.
Temuan peneliti membuktikan bahwa Kitab Al-Akhlāq LilBanīn memuat materi pendidikan tentang akhlak yang khusus kepada anak laki-laki, dan juga disertai metode-metodenya. Ada beberapa materi pendidikan akhlak dalam kitab Al-Akhlāq Lil Banīn Karya Umar Bin Ahmad Bāraja’, yaitu: a) Akhlak anak kepada Allah SWT, b) Akhlak anak kepada Nabi Muhammad SAW, c) Akhlak anak kepada kedua orangtua, d) Akhlak anak kepada saudara, e) Akhlak anak kepada kerabat, f) Akhlak anak kepada pembantu, g) Akhlak anak kepada tetangga, h) Akhlak anak kepada guru, i) Akhlak anak kepada teman, j) Akhlak anak kepada diri sendiri. Metode pendidikan akhlak dalam kitab Al-Akhlāq LilBanīn Karya Umar Bin Ahmad Bāraja’, yaitu: a) Metode nasihat, b) Metode kisah, c) Metode dalil naqli, d) Metode latihan, e) Metode keteladanan, f) Metode ibrah dan mauziah, g) Metode targhib wa tarhib. Pendidikan akhlak menurut Umar Bin Ahmad Bāraja’ dalam kitab Al-Akhlāq LilBanīn sangat penting dan harus diajarkan sejak dini, agar memiliki karakter akhlak yang bagus ketika dewasa
- …
