350 research outputs found
MENGENAL AZYUMARDI AZRA DALAM PEMIKIRAN ISLAM
Dalam kajian pemikiran Islam di Indonesia, nama Azyumardi Azra, tidaklah asing. Dia seorang intelektual Muslim Indonesia yang memiliki reputasi internasional dan nasional dalam kajian keislaman. Oleh karenanya, tidaklah lengkap kalau seorang ingin mengkaji pemikiran Islam di Indonesia, jika tidak mengikut sertakan tokoh Azyumardi Azra. Pemikirannya dalam kajian Islam memiliki corak tersendiri, sebagaimanan corak pemikiran keislaman Nurcholish Madjid (Cak Nur) yang memiliki corak pemikiran Islam keindonesiaan. Azyumardi Azra, boleh dikatakan memiliki persamaan dengan pemikiran Caknur, tentunya, terlepas dari kelebihan dan kekurangan dari keedua tokoh besar tersebut. Artikel ini, berusaha memperkenal kan tokoh pemikiran Islam Indonesia, Azyumardi Azra
Modernisasi pendidikan pesantren: study tentang perspektif pemikiran Azyumardi Azra
Pesantren merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki keunggulan baik dari aspek tradisi keilmuannya maupun sisi transmisi dan intensitas umat Islam. Derasnya arns globalisasi telah mengancam eksistensi, pesantren sehingga muncul gagasan modemisasi dilingkungan pesantren demi menjawab tantangan kebutuhan transfonnasi sosial. Akan tetapi banyak kalangan mengkhawatirkan tentang gagasan modernisasi pesantren yang berorientasi kekinian dapat mempengaruhi idenitas dan fungsi pokok pesantren. Yang menjadi fokus penelitan ini: Bagaimana Problematika dan upaya Refonnulasi Kelembagaan, Kurikulum, dan Metodologi Pesantren dalam Prespektif pemikiran Azyumardi Azra? Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui Problematika dan Upaya Reformulasi Kelembagaan, Kurikulum, Metodologi Pesantren dalam prespektif pemikiran Azyumardi Azra. Skripsi ini bennanfaat dalam pengembangan, pembangunan dan peningkatan khazanah ilmiah dalam dimensi pendidikan Islam serta bennanfaat juga bagi para pembaca dan penambahan Katya Ilmiah Perpustakan IAIN Sunan Ampel Surabaya. Dalam penelitian ini menggunakan metodologi penelitian: 1. Jenis Penelitian: Kajian Pustaka, 2. Sumber Data: Swnber Data Primer; Karya-kaiya Azyumardi Azra dan sumber sekunder yang relevan, 3. Metode kajian: metode deskriptif. Kesimpulan: Modernisasi pesantren dalam bentuk kelembagaan seperti pertanian, perikanan atau sekolah-sekolah umum didalam lingkungan pesantren telah menimbulkan kemrosotan identitas pesantren sebagai lembaga pendidikan untuk Tafaqquh fi Al-Din dan memproduksi u1ama'. Menurut Azra pesantren harus memberikan apresiasi semua perkembangan yang terjadi dimasa kini dan mendatang sehingga tetap dapat memproduksi ulama' yang berwawasan luas. Memasukkan ilmu ilmu umum dalam kurikulum pesantren telah menimbulkan persoa!an yaitu bagaimana tepatnya secara epistomologi menjelaskan Ilmu-ilmu empiris atau ilmu-ilmu sekuler secara sistematis. Menurut Azyumardi Azra, gagasan untuk mengorientasiakan pesantren pada kurikulum "kekinian" perlu ditinjau kembali sebab mungkin gagasan tersebut akan berdampak negatif terhadap eksistensi tugas pukok pesantren. Azra mengharapkan pesantren harus mengorientasikan peningkatan kualitas santrinya kearah penguasaan ilmu-ilmu agama Islam. Penggunaan metodologi yang ketat dan kaku dalam sistem kurikulwn yang mengutamakan penguasaan kognitif semata, menurut Azra dapat mengakibatkan proses pembentukan watak dan kepribadian anak didik terabaikan. Azra mengharapkan pesantren tetap mempertahankan metodologinya yaitu kearah proses belajar, taklim dan takdib sehingga pesantren dapat membentuk santri menjadi muslim yang sholeh
Not like my mother : truth and the author in creative nonfiction
This exegesis examines how a writer can effectively negotiate the relationship between author, character, fact and truth, in a work of Creative Nonfiction. It was found that individual truths, in a work of Creative Nonfiction, are not necessarily universal truths due to individual, cultural, historical and religious circumstances. What was also identified, through the examination of published Creative Nonfiction, is a necessity to ensure there are clear demarcation lines between authorial truth and fiction. The Creative Nonfiction works examined, which established this framework for the reader, ensured an ethical relationship between author and audience. These strategies and frameworks were then applied to my own Creative Nonfiction
Konep Kurikulum Pendidikan Islam Menurut Azyumardi Azra Dan Relevansinya Dengan Tujuan Pendidikan Nasional
ABSTRAK
Az Zuhdi, Ahmad Khoirun Na’im. 2020. Konsep Kurikulum Pendidikan Islam Menurut Azyumardi Azra dan Relevansinya Dengan Tujuan Pendidikan Nasional. Skripsi. Jurusan Pendidikan Agama Islam Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Ponorogo. Pembimbing, Dr. Muhammad Thoyib, M.Pd.
Kata kunci: Kurikulum Pendidikan Islam, Azyumardi Azra, Tujuan Pendidikan Nasional
Kurikulum merupakan pemandu atau navigator dalam proses pendidikan guna mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan serta di cita-citakan. Pendidikan Islam sejatinya merupakan bagian integral dalam pendidikan di Indonesia, sehingga mau tidak mau pendidikan Islam harus mampu dan turut serta dalam proses mencapai tujuan pendidikan nasional tersebut, yakni turut serta membantu dalam menyiapkan sumber daya manusia yakni dengan mengembangkan potensi diri peserta didik agar senantiasa sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab, serta mampu menjawab tantangan perubahan zaman.
Berkaitan dengan hal tersebut peneliti melakukan penelitian tentang kurikulum pendidikan Islam dalam menjawab relevansinya terhadap tujuan nasional dengan judul: Konsep Kurikulum Pendidikan Islam Menurut Azyumardi Azra dan Relevansinya Dengan Tujuan Pendidikan Nasional. Dengan fokus penelitian sebagai berikut: 1) Bagaimana konsep kurikulum pendidikan Islam menurut Azyumardi Azra? 2) Bagaimana relevansi konsep kurikulum pendidikan Islam menurut Azyumardi Azra dengan tujuan pendidikan nasional?
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penilitian berupa penelitian Library Research. Sumber data dalam penelitian library research dapat diperoleh dari bahan-bahan pustaka, dapat berupa jurnal penelitian, disertasi, tesis, skripsi, laporan penelitian, buku teks, makalah, laporan seminar, diskusi ilmiah, atau terbitan-terbitan resmi pemerintah ataupun lembaga lain. Metode pengumpulan data yang dipakai dalam penelitian ini ialah menggunakan metode dokumentasi, data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan metode Content analysis.
Adapun penelitian ini menemukan hasil sebagai berikut: 1) Konsep kurikulum pendidikan Islam yang ditawarkan oleh Azyumardi Azra adalah konsep kurikulum yang mampu mengintegrasikan antara ilmu agama dengan ilmu umum tanpa memberatkan salah satu diantaranya dengan kata lain berimbang, dengan tujuan guna menciptakan manusia yang berbudi luhur dan cakap baik dalam ilmu agama maupun umum, serta menggunakan metode pendidikan yang mendorong untuk terjadinya pengembangan pemikiran secara kritis dan demokratis dengan metode active learning. 2) Konsep kurikulum pendidikan Islam yang digagas Azyumardi Azra ini memiliki kesesuaian dengan tujuan pendidikan nasional yakni dari sisi outputnya, yakni: mengembangkan potensi diri peserta didik agar senantiasa beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlaq mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab
Kritik Budaya Akademik Pendidikan Tinggi Prespektif Azyumardi Azra
Kritik budaya akademik dalam pendidikan tinggi merupakan salah satu isu yang terus diperbincangkan di Indonesia. Dalam perspektif Azyumardi Azra, seorang cendekiawan muslim yang berpengaruh, terdapat beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif pustaka (Library Research), yang mana peneliti akan berusaha menggali pemikiran Azyumardi Azra melalui karya-karyanya. Beberapa langkah yang dilakukan dalam mengumpulkan data dilakukan dengan lima tahap yaitu menghimpun literatur, mengklasifikasi buku-buku, mengutip pemikiran, melakukan konfirmasi, dan mengelompokan data. Teknik analisis dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik analisis teks yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis muatan sebuah teks, dapat berupa kata-kata, makna gambar, simbol, gagasan, tema dan bermacam bentuk pesan yang dapat dikomunikasikan. Hasil penelitian mengngkapkan pandangan Azyumardi Azra, salah satu kritik utama adalah kurangnya kemandirian intelektual di kalangan akademisi dan mahasiswa. Ia menyadari bahwa banyak institusi pendidikan tinggi di Indonesia masih menghasilkan lulusan yang kurang mampu berpikir kritis dan mandiri secara intelektual. Pendidikan tinggi seharusnya menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan mampu menghasilkan gagasan-gagasan inovatif. Namun, budaya akademik yang terlalu didominasi oleh model pembelajaran pasif dan hafalan membuat mahasiswa cenderung tidak terbiasa dalam menganalisis, mempertanyakan, dan mengkritisi informasi yang diperolehnya
Rule behind the silk curtain: the Sultanahs of Aceh 1641-1699.
PhDThis thesis is about the kingdom of Aceh Dar al-Salam in the latter half of the
seventeenth century when four women ruled in succession: Sultanah Tajul Alam
Safiatuddin Syah (1641-1675), Sultanah Nur Alam Naqiatuddin Syah (1675-1678),
Sultanah Inayat Zakiatuddin Syah (1678-1688) and Sultanah Iamalat Zainatuddin Syah
(1688-1699). How and why these queens came to power, and how they exercised it, are
problems that have fascinated enquirers, prompting a range of comments and
observations, especially the assertion that the queens were mere figureheads, during
whose reigns the male elite (orangkaya) captured power. The Sultanahs were held
responsible for the erosion of royal power and the kingdom's decline in the seventeenth
century. Yet no in-depth study has ever investigated these claims. The main objective of
this thesis is to evaluate the received views on these female sovereigns. The thesis also
seeks to examine the origin, nature and impact of these Sultanahs. Female rule seems a
curious phenomenon in a Muslim state. Furthermore, in a largely patriarchal kingdom
such as Aceh, queens seemed to be strangely out of place. This unique episode in Aceh's
history happened when European Companies - the Dutch VOC (Veerinigde Ooost-Indische
Compagnie) and the English East India Company - were gradually increasing their
commercial hold and flexing their military muscles in the region. Indigenous polities
suffered increasing interference and pressure from Westerners. Most Malay and Muslim
coastal polities in maritime Southeast Asia fell into European intruders' hands. By
exploring the circumstances and arguments surrounding female accession, and
examining some key episodes that show how power worked in Aceh at the time, I hope
to approach a new understanding of how and why the male elite of Aceh placed the fate
of the kingdom in the hands of women, and with what effects
Strategi Modernisasi Pendidikan Islam Menurut Azyumardi Azra Dalam Buku Pendidikan Islam Tradisi Dan Modernisasi Di Tengah Tantangan Milenium III
The renewal of Islamic education is a demand of the needs of the Islamic education world today. Seeing the backwardness and underdevelopment of Muslims today, the purpose of Islamic education reform is to try to leave the old mindset that is not in accordance with the progress of the times and strive to gain aspects that strengthen to adjust to the progress of the times. Islamic education is actually a balance between the world and the hereafter, a balance between the knowledge of revelation and knowledge of human endeavor, and the balance of science and technology. Azyumardi Azra is a well-known figure in the understanding of Islamic renewal. He gave birth to many works for Islamic education. Azra's own education is more about teaching. This study aims to describe the idea of modernization of Islamic education according to Azyumardi Azra and to describe the strategy of modernizing Islamic education according to Azyumardi Azra. This research is a qualitative research which refers to library research. Which refers to books, literary works related to the Modernization of Islamic Education. The approach or point of view used by the author in conducting this research is a factual-historical approach. The results of this study can be concluded that the idea of modernization of Islamic education according to Azyumardi Azra is associated with the challenges of the 21st century and the era of globalization, the progress of science and technology. In order to achieve the desired educational goals, of course it is necessary to have a strategy that is done so that Islamic education is not left behind. The modernization strategy according to Azyumardi Azra is that it needs to develop a dual approach strategy that aims to integrate a number of short-term situational approaches with a long-term conceptual approach. That is, the ideas or efforts developed by Azyumardi Azra in dealing with the problem of Islamic education must be in accordance with the current situation or condition of Islamic education
Historiografi Islam Indonesia: telaah historiografis api sejarah karya Ahmad Mansyur Suryanegara
Perkembangan historiografi merupakan bukti narasi suatu peradaban yang berkembang pada suatu masyarakat. Penulisan sejarah merupakan representasi dari kesadaran masyarakat terhadap masa lalunya. Salah satu corak historiografi di Indonesia adalah penulisan mengenai masuk dan berkembangnya Islam di Indonesia, beberapa nama penulis buku yang berkaitan dengan peristiwa Sejarah Islam sejarah adalah Ahmad Mansur Suryanegara, Deliar Noor dan Azyumardi Azra. Ahmad Mansur Suryanegara memiliki keunikan tersendiri dalam menuliskan Historiografi Islam Indonesia.
Kebutuhan untuk memperkaya khazanah keilmuan dalam bidang penulisan sejarah dalam Islam, maka masalah yang akan dijadiakan acuan dalam pembahasan skripsi ini adalah: Bagaimana Perkembangan Historiografi Islam di Indonesia ? Bagaimana biografi singkat Ahmad Mansur Suryanegara ? dan Bagaimana peranan buku Api Sejarah I dan II terhadap Historiografi Islam Indonesia.
Dalam sudut pandang sejarah, penelitian akan dilakukan melalui beberapa tahap, diantaranya adalah heuristik sebagai proses pengumpulan data, kritik sebagai proses seleksi sumber, interpretasi sebagai proses penafsiran sumber yang diproleh dan historiografi sebagai proses penulisan hasil penelitian.
Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa: pertama Ahmad Mansur Suryanegara adalah salah satu cendikiawan, sejarawan muslim, akademisi dan pendakwah yang melakukan usaha-usaha untuk mengubah pandangan kita terhadap sejarah Islam di Indonesia dan sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Kedua Api Sejarah karya Ahmad Mansur Suryanegara adalah sebuah buku tentang pengaruh Islam dan perjuangan para Santri dan Ulama dalam Sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Buku ini mengajak kita untuk mengoreksi dan meletakkan fakta-fakta yang belum terungkap secara proporsional. Ketiga Melalui karya-karyanya Ahmad Mansur Suryanegara mengungkapkan pengetahuannya mengenai sejarah Islam Indonesia yang sebenarnya. Dalam penulisan skripsi inilah akan dibeberkan mengenai isi buku Api Sejarah I dan II
AZYUMARDI AZRA THINKING ABOUT PARADIGM SCIENTIFIC AND INSTITUTIONALAND IMPLICATIONS FOR THE EVELOPMENT OF ISLAMIC STATE UNIVERSITY (UIN) SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA
Azyumardi Azra is an Islamic thinker and reformer who is able to break down the barriers of bureaucracy, so he managed to transform IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta became UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Azra effort in menstrasformasikan IAIN to UIN opened it without criticism, the criticism comes from within and outside the campus lead. Criticism relates to IAIN characteristic, as well as changes IAIN to UIN. Then what is the trade mark UIN? The purpose of this study to reveal and analyze the Azra thinking about scientific paradigms and institutional as well as its implications on the development of UIN Jakarta.
This research is a figure in the form of library research using qualitative methods. Mber Su primer is Azra and three of his books about education. A secondary source Adala h books, papers, the document is ntasi of welcome speeches Azra during his tenure Rector, SK Rector period Azra, documentation about Azra in mass media literature relevant, either in the form of books, papers, journals, dissertations, theses , theses, and so forth. To strengthen the research, the author makes some figures as a secondary source
The research found: The first,'Ilm means knowledge (knowledge), both sciences and sciences qur'aniyyahkauniyyah. Developing his require 'reintegration' in the sciences are derived from passages qur'aniyyah on the one hand and the sciences are derived from passages kawniyah on the other. Second, the State Islamic Institute (IAIN) is an integral part of the national education system can dikembang the concept With Wider Mandate,Changes IAIN to UIN in dasa paint a mixed picture is a demand history and in line with the teachings of Islam that is always demanded of his community to think, work kemanusiaa hard for the interest of n in line with the demands of the times. Third,Context scientific paradigm and its institutional is wanted to eliminate the dichotomy of science by building integrative scientific paradigm. And fourth, implikasi his was the stronger position and role, especially as a pioneer and driving force of the intellectual as well as the progress of the people (Muslims) with models of reintegration of science, so that UIN can be called as a center ofexcelent for scientific development in general and Islam in particular science
Experience Working in a Small Tech. Firm : The Work Environment, Advantages, and Challenges
41 p.The author describes the experience of working as an intern at Level Data in Kalamazoo, a discussion of the software used and projects completed, including writing documentation
- …
