29 research outputs found

    Perancancangan Visual Book Teknik Cetak Sustainable Risograph Bagi Desainer Grafis

    Get PDF
    Dalam era digital, desainer grafis kembali mengakui daya tarik media cetak setelah hasil penelitian neuromarketing dari True Impact menunjukkan bahwa media cetak lebih mudah diingat dan membutuhkan kemampuan kognitif manusia yang lebih sedikit dibandingkan media digital. Meskipun ada beragam teknik cetak yang dapat dieksplorasi, limbah dari teknik cetak digital dianggap tidak ramah lingkungan. Risograph, sebagai kombinasi teknik cetak saring dan digital, menarik perhatian di tengah pergeseran ke media digital, didukung oleh pameran seni dan sentimen nostalgia desainer grafis terhadap teknik cetak tradisional. Nilai sustainability Risograph, yang menggunakan tinta berbasis minyak kedelai dan memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah, sehingga hal tersebut menjadi sorotan. Maka, dengan informasi terbatas tentang Risograph di Indonesia mendorong langkah awal dalam merancang visual book ini untuk memberikan panduan lengkap, termasuk aspek teknis cetak dan dampak lingkungan. Pengumpulan data mencakup wawancara dengan narasumber terkait, serta analisis menggunakan metode 5W+1H dengan pendekatan kualitatif. Diharapkan, hasil analisis ini dapat menginspirasi desainer grafis untuk mengadopsi Risograph sebagai alternatif cetak berkelanjutan dan meningkatkan kesadaran lingkungan dalam karya desain mereka

    Perancancangan visual book teknik cetak sustainable risograph bagi desainer grafis

    No full text
    Dalam era digital, desainer grafis kembali mengakui daya tarik media cetak setelah hasil penelitian neuromarketing dari True Impact menunjukkan bahwa media cetak lebih mudah diingat dan membutuhkan kemampuan kognitif manusia yang lebih sedikit dibandingkan media digital. Meskipun ada beragam teknik cetak yang dapat dieksplorasi, limbah dari teknik cetak digital dianggap tidak ramah lingkungan. Risograph, sebagai kombinasi teknik cetak saring dan digital, menarik perhatian di tengah pergeseran ke media digital, didukung oleh pameran seni dan sentimen nostalgia desainer grafis terhadap teknik cetak tradisional. Nilai sustainability Risograph, yang menggunakan tinta berbasis minyak kedelai dan memiliki dampak lingkungan yang lebih rendah, sehingga hal tersebut menjadi sorotan. Maka, dengan informasi terbatas tentang Risograph di Indonesia mendorong langkah awal dalam merancang visual book ini untuk memberikan panduan lengkap, termasuk aspek teknis cetak dan dampak lingkungan. Pengumpulan data mencakup wawancara dengan narasumber terkait, serta analisis menggunakan metode 5W+1H dengan pendekatan kualitatif. Diharapkan, hasil analisis ini dapat menginspirasi desainer grafis untuk mengadopsi Risograph sebagai alternatif cetak berkelanjutan dan meningkatkan kesadaran lingkungan dalam karya desain mereka

    The Effect of Providing Biochar and Manure on Nutrient Uptake and Corn Yield In Alluvial Soil

    Get PDF
    Corn (Zea mays L.) in Indonesia is a plant that is often cultivated, this is because corn is the main alternative food substitute. This is what makes demand for corn production continue to increase. Realizing this, one effort that can be made is by cultivating corn plants on less than optimal land. Alluvial soil contains a lot of sand and clay, does not contain many nutrients. Several alternatives to overcome this problem, one of which is the provision of biochar and manure as soil amendments. The role of biochar in soil can be used as an indicator of soil quality, such as soil aggregate stability, retention and nutrient availability. Providing biochar can increase soil pH. Manure is fertilizer that comes from various kinds of livestock manure including: manure from cow manure, goat/sheep manure and chicken manure. Manure can improve physical properties by making the soil loose and loose so that aeration becomes better and is easier for plant roots to penetrate, improving the chemical properties of the soil through contributing nutrients to plants. Judging from the problems found in alluvial soil and the role of biochar and drum fertilizer, this research aims to determine the effect of providing biochar and manure on nutrient uptake and yield of corn plants in order to optimize corn cultivation. It is hoped that the results of this research can optimize corn cultivation on alluvial soil. The output of the research is expected to be published in the SINTA accredited national journal

    Correlation Between Soil Macrofauna and Soil Chemical Properties in Smallholder Palm Oil Plantations

    Get PDF
    Writing This study aimed to determine the relationship between soil macrofauna communities and soil chemical properties in smallholder oil palm plantations. Field sampling and laboratory analyses were conducted at five observation points arranged diagonally. Soil macrofauna were collected using two methods: the pitfall trap method for surface-dwelling organisms and the monolith method for subsurface organisms. Observed parameters included population abundance, species diversity and richness, organic carbon (C-organic), total nitrogen (N-total), available phosphorus (P), and exchangeable potassium (K-dd). Data were tested for normality and linearity prior to correlation analysis. The results from the pitfall trap method showed that pygmy grasshoppers (Tetrigidae) were strongly correlated with C-organic (r = 0.757) and N-total (r = 0.677), while termites (Termitidae) also showed strong correlations with C-organic (r = 0.612) and N-total (r = 0.553). Carpenter ants (Formicidae) exhibited negative correlations with all soil nutrients, whereas black garden ants (Formicidae) showed a strong positive correlation with available P (r = 0.604). Only one species was found using the monolith method; therefore, no further analysis was conducted. Overall, macrofauna diversity and species richness showed very strong correlations with C-organic and N-total (r > 0.94), and strong correlations with K-dd (r = 0.860). These findings indicate that the availability of organic carbon, nitrogen, and potassium plays a crucial role in shaping soil macrofauna community structure in smallholder oil palm plantations.

    IDENTIFIKASI SUMBERDAYA LAHAN PADA KETERSEDIAAN LOGAM BERAT (PB, CD DAN CR) TANAH SAWAH DI DAERAH PENGAIRAN SUNGAI CIKIJING KECAMATAN RANCAEKEK

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengevaluasi sebaran pencemaran ketersediaan logam berat (Pb, Cd dan Cr) dari pembuangan limbah pabrik tekstil terhadap tanah sawah di daerah pengairan Sungai Cikijing Kecamatan Rancaekek, 2) mengkaji kandungan ketersediaan logam berat (Pb, Cd dan Cr) dan bahan organik yang terdapat pada tanah sawah di daerah pengairan Sungai Cikijing Kecamatan Rancaekek. Penelitian dilaksanakan pada lahan sawah tercemar logam berat dari limbah pabrik tekstil dari pengairan sungai Cikijing Kecamatan Rancaekek dan dilanjutkan dengan analisis tanah di Laboratorium Kesuburan Tanah dan Nutrisi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran. Penelitian dilakukan dengan penetapan titik sampel didasarkan kepada sistem purposive random sampling. Jumlah sampel adalah 50 yang terletak pada 4 desa. Variabel yang diamati dan diukur dalam penelitian ini meliputi variabel utama yaitu kandungan ketersediaan logam berat (Pb, Cd, dan Cr) dan variabel pendukung meliputi C-organik tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan ketersediaan logam berat setiap lokasi sampel masih berada dibawah batas kritis untuk logam berat Pb, Cd dan Cr

    IDENTIFIKASI SIFAT KIMIA TANAH ULTISOL LAHAN KELAPA SAWIT DI DESA KELOMPU KECAMATAN KEMBAYAN KABUPATEN SANGGAU

    Get PDF
    Oil palm plantations managed by farmers in Kelompu Village, which is located on Ultisol land, are facing a decline in production due to low nutrient availability. The main limiting factor affecting soil productivity is the low availability of nutrients in the soil. One of the soil properties that greatly determines nutrient availability and plant productivity is the chemical characteristics of the soil. The research aims to study the chemical properties of soil on smallholder oil palm plantations in Kelompu Village. The research was conducted in Kelompu Village, Kembayan District, Sanggau Regency, with an area of around 20 hectares. There are four types of land based on farmer ownership and management. The survey and soil sampling method uses a grid system method. Soil samples were taken at a depth of 0-30 cm and 30-60 cm in a composite manner for analysis of soil chemical properties. Whole soil samples were also taken using a ring sampler at a depth of 0-30 cm. Soil analysis in the laboratory includes measuring soil pH, organic C content, total N, available P, K-dd, soil cation exchange capacity, soil base saturation and bulk density. Oil palm fields in Ultisol soil at all locations have similar soil chemical characteristics, with a tendency to have low nutrient levels. This was proven through analysis of soil samples which showed low levels of essential nutrient elements. In addition, limited management and land management practices, such as unbalanced fertilization, impact soil chemical properties and the availability of nutrients in the soil.Keywords: Ultisol Soil, Chemical Properties, Palm Oil INTISARIPerkebunan kelapa sawit yang dikelola oleh petani di Desa Kelompu, yang berada di tanah Ultisol, menghadapi penurunan produksi akibat rendahnya ketersediaan unsur hara. Faktor pembatas utama yang mempengaruhi produktivitas tanah adalah rendahnya ketersediaan hara di dalam tanah. Satu di antara sifat tanah yang sangat menentukan ketersediaan hara dan produktivitas tanaman adalah karakteristik kimia tanah. Penelitian bertujuan untuk mempelajari sifat kimia tanah pada lahan perkebunan kelapa sawit rakyat di Desa Kelompu. Penelitian dilakukan di Desa Kelompu, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, dengan luas areal sekitar 20 hektar. Terdapat empat jenis lahan berdasarkan kepemilikan dan pengelolaan petani. Metode survey dan pengambilan contoh tanah menggunakan metode sistem grid. Sampel tanah diambil pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm secara komposit untuk analisis sifat kimia tanah. Sampel tanah utuh juga diambil menggunakan ring sampler pada kedalaman 0-30 cm. Analisis tanah di laboratorium meliputi pengukuran pH tanah, kandungan C-organik, N-total, P-tersedia, K-dd, kapasitas tukar kation tanah, kejenuhan basa tanah dan bobot isi. Lahan kelapa sawit di tanah Ultisol pada semua lokasi memiliki karakteristik kimia tanah yang serupa, dengan kecenderungan memiliki kadar nutrisi yang rendah. Hal ini terbukti melalui analisis sampel tanah yang menunjukkan rendahnya kandungan unsur hara esensial. Selain itu, praktik manajemen dan pengelolaan lahan yang terbatas, seperti pemupukan yang tidak seimbang, berdampak pada sifat kimia tanah dan ketersediaan nutrisi dalam tanah. Kata kunci: Tanah Ultisol, Sifat Kimia, Kelapa Sawi

    EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN PADI SAWAH DI KELURAHAN ANJUNGAN MELANCAR KECAMATAN ANJONGAN KABUPATEN MEMPAWAH

    Get PDF
    Evaluasi lahan adalah suatu proses penilaian sumber daya lahan untuk tujuan tertentu dengan menggunakan suatu pendekatan atau cara yang sudah teruji. Hasil evaluasi lahan akan memberikan informasi dan/atau arahan penggunaan lahan sesuai dengan keperluan. Evaluasi lahan untuk keperluan perencanaan memiliki peran penting karena hampir tidak ada aktifitas yang dilakukan tanpa daya dukung lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kesesuaian lahan pada tanaman padi sawah di Kelurahan Anjungan Melancar Kecamatan Anjongan Kabupaten Mempawah dengan luas areal sebesar 60 ha. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode survey dan matching. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan pengambilan sampel tanah kemudian dianalisis di Laboratoirum. Penelitian ini memiliki beberapa tahap yaitu mulai dari persiapan, penentuan titik pengamatan, verifikasi dataset karakteristik lahan, kegiatan lapangan, analisis laboratorium, pengolahan data, pembuatan peta dan penyusunan laporan dan penyajian hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap Satuan Lahan memiliki karakteristik yang berbeda-beda mulai dari kesesuaian aktual dengan kelas N-rc (tidak sesuai) hingga S3-wa,rc,na,nr (sesuai marginal) dan untuk kelas kesesuaian potensial dengan kelas S3-rc(sesuai marginal) hingga S1(sesuai)

    ANALISIS BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH ULTISOL PADA LAHAN KELAPA SAWIT DI DESA KELOMPU KECAMATAN KEMBAYAN KABUPATEN SANGGAU

    Get PDF
    Penelitian ini dilakukan di Desa Kelompu, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, di area seluas sekitar 20 hektar, berlangsung selama enam bulan dari April hingga Juli 2023. Bahan yang digunakan meliputi bahan kimia untuk menganalisis sifat kimia dan fisik tanah, serta sampel tanah yang diambil langsung dari lapangan untuk dianalisis di laboratorium. Alat-alat yang digunakan mencakup peta topografi, Munsell Soil Colour Chart, kunci taksonomi tanah, bor tanah, dan lain-lain. Pengambilan contoh tanah menggunakan metode sistem grid, dengan pengamatan profil tanah di setiap titik, menghasilkan empat profil tanah. Sampel tanah diambil pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm untuk analisis sifat kimia. Analisis di laboratorium meliputi pengukuran pH tanah, kandungan C-organik, N-total, P-tersedia, dan lain-lain. Berdasarkan penelitian, lahan kelapa sawit di tanah Ultisol di semua lokasi memiliki karakteristik kimia tanah yang serupa dengan kadar nutrisi rendah, terbukti dari hasil analisis sampel tanah. Praktik pengelolaan lahan yang kurang optimal, seperti pemupukan yang tidak seimbang, berdampak negatif pada sifat kimia tanah. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa rekomendasi pemupukan yang diberikan masih lebih tinggi dari saran optimal, terutama untuk unsur hara K dalam bentuk KCl.Kata Kunci: karakteristik kimia tanah, kelapa sawit rakyat, rekomendasi pupu

    Konflik pada Tempat Kerja Berdasarkan Gaya Kepemimpinan Toxic di Perguruan Tinggi: Systematic Literature Review

    Get PDF
    There have been many studies discussing toxic leadership styles, and their impact on organizational culture, missions, and individuals. However, it is rare to find explicit discussions about toxic leadership styles, especially in a complex and comprehensive manner in education, especially universities/universities. The term "toxic leadership" was first introduced in 1996 (Whicker, 1996), where it began to discuss the role of influencing leadership culture in business and military institutions. However, empirical literature began to be carried out in 2007 (Padilla et al., 2007) which linked leadership with the concept of the Higher Education system with the phenomenon of "social learning". To better understand the development process regarding this variable which was carried out in 2000 at this time, the author will use a systematic literature review analysis of previous research regarding the influence of toxic leadership in tertiary institutions from three different perspectives including: 1). How to understand toxic leadership in influencing organizational culture? 2). How to understand toxic leadership in influencing employee morale (morale) in college? as well as 3). Examine the role of toxic leadership in shaping the work environment of employees, so as to improve performance in an organization
    corecore