Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
    1262 research outputs found

    RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KANDANG BEBEK DAN NPK PADA TANAH GAMBUT

    Full text link
    Lobak (Raphanus sativus, L) Dapat tumbuh dengan baik pada media yang subur salah satu media tumbuh yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan lobak adalah tanah gambut yang memiliki beberapa kendala. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan memberikan bahan organik berupa pupuk kandang bebek dan pupuk anorganik NPK yang dikombinasikan dan diberikan secara berimbang. Penggunaan pupuk kandang bebek sebagai bahan organik dapat memperbaiki kendala yang ada pada tanah gambut terutama sifat tanah, dan penambahan NPK yang dapat diserap oleh tanaman secara cepat untuk memenuhi kebutuhan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya interaksi antara pupuk kandang bebek dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak di tanah gambut, serta mendapatkan dosis interaksi terbaik pupuk kandang bebek dan NPK. Penelitian ini dilaksanakan di lahan uji coba penelitian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura pada tanggal 23 Febuari-14 Maret 2023. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor yaitu pemberian pupuk kandang bebek (N) dan NPK(P) masing-masing dengan 3 taraf perlakuan yang terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan, sehingga total keseluruhan ada 108 sampel tanaman. Hasil penelitian ini terjadi interaksi antara pemberian pupuk kandang bebek dan pupuk NPK terhadap panjang umbi lobak pada tanah gambut dan interaksi antara pupuk kandang bebek dosis 15 ton/ha setara dengan 180 g/polybag dan pupuk NPK dosis 400 kg/ha setara dengan 321 g/polybag memberikan pertumbuhan dan hasil lobak yang terbaik pada tanah gambut

    PENGARUH PEMBERIAN BIOCHAR TANKOS DAN BIOCHAR KOTORAN AYAM TERHADAP KETERSEDIAAN UNSUR HARA NPK DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. Saccharata Sturt) DI TANAH ALUVIAL

    Full text link
    Pemanfatan tanah Aluvial yang digunakan sebagai lahan pertanian memerlukan sejumlah perbaikan yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi biochar tankos dan biochar kotoran ayam terhadap ketersedian unsur hara N, P, K dan pertumbuhan tinggi tanaman jagung manis di tanah Aluvial. Penelitian ini di lakukan dari bulan Desember hingga Maret, dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dosis biochar tankos 25% dan biochar kotoran ayam 75% : B0 0 ton/ha, B1 20 ton/ha, B2 40 ton/ha, B3 60 ton/ha, B4 80 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar tankos dan biochar kotoran ayam pada perlakuan B4 (80 ton/ha) berpengaruh nyata terhadap parameter pH, C-organik, N-total, P-tersedia, K-tersedia, tinggi tanaman dan diameter batang. Perlakuan biochar tankos dan biochar kotoran ayam pada dosis 628,8 g/polybag dapat meningkatkan pH, C-organik, N-total, dan P-tersedia, K-tersedia, Tinggi tanaman dan diameter batang dibandingkan dengan kontrol (tanpa biochar tankos dan biochar kotoran ayam).Kata Kunci : Tanah Aluvial, Jagung Manis, Biochar Tankos, Biochar Kotoran Aya

    PENGARUH BOKASHI BULU AYAM DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG UNGU PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING

    Full text link
    Terung tumbuh dengan baik pada media yang subur salah satu media tumbuh yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan adalah tanah PMK yang memiliki beberapa kendala. Upaya yang dapat dilakukan  untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan memberikan bahan organik berupa bokashi bulu ayam dan pupuk NPK yang dikombinasikan dan diberikan secara berimbang. Penggunaan bokashi bulu ayam sebagai bahan organik dapat memperbaiki kendala yang ada pada tanah PMK terutama pada sifat fisik tanah dan penambahan pupuk NPK yang dapat diserap oleh tanaman secara langsung untuk memenuhi kebutuhan unsur hara. Tujuan dari penelitian ini adalah  mendapatkan dosis interaksi terbaik antara bokashi bulu ayam dan pupuk NPK untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil terung pada tanah PMK. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi Jl. Letong Desa Noyan Kecamatan Noyan Kabupaten Sanggau. Waktu pelaksanaan berlangsung dari Bulan Maret-Mei 2023. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pola Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu perlakuan pemberian bokashi bulu ayam (K) yang terdiri dari 3 taraf yaitu: k1= 375 g/polibag, k2= 500 g/ polibag, k3= 625 g/polibag dan perlakuan pupuk NPK 16-16-16 (P) yang terdiri dari 3 taraf yaitu p1= 200kg/ha, p2= 300 kg/ha, p3= 400 kg/ha. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap perlakuannya terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga total keseluruhan ada 108 sampel tanaman. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat interaksi pada semua variabel pengamatan. Pupuk NPK dengan dosis 300 kg/ha adalah dosis yang efektif untuk meningkatkan berat kering tanaman pada tanah PMK

    PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG SAPI DAN DEKOMPOSER TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA MEDIA GAMBUT

    Full text link
    Bawang merah (Allium ascalonicum L.) adalah jenis tanaman hortikultura yang dapat membentuk umbi. Produksi bawang merah di Kalimantan Barat masih sangat kecil bila dibandingkan dengan produksi nasional. Upaya meningkatkan produksi bawang merah dapat dilakukan dengan cara pemanfaatan lahan gambut. Pemanfaatan tanah gambut menghadapi kendala, seperti kesuburan tanah yang masih rendah. Upaya yang dilakukan untuk memperbaiki masalah tersebut adalah dengan pemberian pupuk kandang sapi dan dekomposer. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi antara dosis pupuk kandang sapi dan jenis dekomposer yang menyebabkan pertumbuhan dan hasil bawang merah terbaik pada media gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak, penelitian berlangsung mulai dari bulan Juli – Desember 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu pupuk kandang sapi yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu s1 (10 ton/ha atau setara 40 g/polybag), s2 (15 ton/ha atau setara 60 g/polybag), s3(20 ton/ha atau setara 80 g/polybag) dan faktor kedua yaitu dekomposer terdiri dari 3 taraf  yaitu  d1 (tidak diberi dekomposer) d2 (Trichoderma spp.), d3 (BeKa), setiap perlakukan diulang sebanyak 3 kali dan setiap perlakuan terdiri dari 3 sampel, sehingga jumlah keseluruhan yakni 81 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun per rumpun (helai), jumlah umbi per rumpun (buah), berat segar umbi per rumpun (g), berat kering angin umbi per rumpun (g) dan susut bobot umbi (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kandang sapi dan jenis dekomposer tidak memberikan interaksi terhadap semua variabel penelitian

    RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH TERHADAP PEMBERIAN ARANG SEKAM PADI DAN POC LIMBAH IKAN PADA TANAH ALUVIAL

    Full text link
    Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas sayuran rempah yang mempunyai arti penting bagi masyarakat, baik dilihat dari nilai ekonomisnya yang tinggi, maupun dari kandungan gizinya. Bawang merah banyak digunakan sebagai bahan baku industri dan bumbu dapur. Bawang adalah tanaman tertua dari silsilah tanaman yang dibudidayakan oleh manusia. Tujuan dari penelitian ini yaitu Menganalisi dosis interaksi antara arang sekam dan POC limbah ikan dan mendapatkan interaksi antara dosis arang sekam padi dan POC limbah ikan yang tepat dan efisiensi pada tanah aluvial sehingga memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman yang terbaik pada bawang merah. Penelitian dilaksanakan menggunakan media polybag yang berlokasi dikebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, dengan lama penelitian dimulai pada Agustus 2023 sampai November 2023. Rancangan ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap Faktorial (RALF) yang terdiri dari dua faktor. Faktor yang pertama yaitu arang sekam padi dengan 3 taraf perlakuan yaitu A1(20 ton/ha), A2(25 ton/ha), A3(30 ton/ha). Faktor kedua yaitu POC limbah ikan dengan 3 taraf perlakuan P1(200 ml/liter air), P2(250 ml/liter air), P3(300 ml/liter air). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan 3 sampel tiap ulangan. Variable pengamatan yang diamati dalam penelitian itu tinggi tanaman(cm), jumlah daun per rumpun(helai), jumlah anakan per rumpun(umbi), berat segar umbi per rumpun (g), berat kering angin umbi per rumpun(g). faktor penunjang yang diamati adalah pH tanah, suhu (Co), kelembaban udara (%), dan curah hujan (mm). Dari hasil penelitian yang telah dilakukan bahwa pada penelitian ini tidak terjadi interaksi dari pemberian arang sekam padi 20(ton/ha) dan POC limbah ikan 200(ml/l) terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah aluvial dan tidak ditemukan interkasi yang terbaik pada tanah aluvial tetapi kombinasi antara arang sekam padi 25 ton/ha dan POC limbah ikan 250 ml/l sudah cukup baik untuk meningkatkan hasil bawang merah pada tanah aluvial

    PEMETAAN SEBARAN STATUS UNSUR HARA N, P, DAN K TANAH PADA LAHAN PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT KECAMATAN SANDAI KABUPATEN KETAPANG

    Full text link
    Kelapa sawit merupakan komoditi pertanian subsektor perkebunan yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai unsur hara yang ada di lokasi Penelitian. Kelapa sawit diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kelapa sawit khususnya di lokasi penelitian. Penelitian ini dilakukan di Desa Merimbang Jaya untuk mengetahui sebaran status unsur hara N, P, dan K tanah pada kebun kelapa sawit dan memberikan saran pemupukan yang diperlukan. Penelitian berlangsung selama 5 bulan mulai dari survey lokasi penelitian, pengambilan sampel, analisis di laboratorium, analisis kriteria unsur hara, dan pembuatan peta sebaran status unsur hara N, P dan K mengunakan ArcGIS metode Kriging. Hasil analisis menunjukkan bahwa kandungan N-total tanah pada kedalaman 0-30 cm rendah, sedangkan pada kedalaman 30-60 cm ada yang rendah dan ada yang sedang. Kandungan P-tersedia tanah pada kedalaman 0-30 cm bervariasi dari sedang hingga sangat tinggi, sedangkan pada kedalaman 30-60 cm ada yang rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Kandungan K-dd tanah pada kedalaman 0-30 cm mayoritas sangat rendah, sementara pada kedalaman 30-60 cm mayoritas sangat rendah. Saran pemupukan yang diberikan untuk tanaman kelapa sawit meliputi pemakaian pupuk Urea sebanyak 1,49 kg/pohon, pupuk SP-36 antara 0,15-1,23 kg/pohon, dan pupuk MOP 1,89-4,5 kg/pohon

    IDENTIFIKASI EKTOPARASIT PADA IKAN GABUS (Channa striata) HASIL TANGKAPAN ALAM DI DESA PARIT KELADI KABUPATEN KUBU RAYA

    Full text link
    Ikan Gabus (Channa striata) merupakan jenis ikan air tawar yang terdapat di Indonesia dan termasuk ikan yang bernilai ekonomis tinggi karena ikan gabus ini memiliki daging yang lembut. Ektoparasit merupakan parasit yang menyerang ikan di bagian luar pada tubuh ikan. Pada dasarnya infeksi ektoparasit pada ikan dapat menimbulkan kerugian. Meskipun kerugian tersebut tidak sebesar kerugian akibat infeksi organisme patogen lain seperti virus dan bakteri, infeksi ektoparasit dapat menjadi salah satu faktor predisposisi bagi infeksi organisme patogen yang lebih berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ektoparasit yang menyerang ikan gabus di Desa Parit Keladi Kabupaten Kubu Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode purposive sampling yang dilakukan di setiap stasiun. Hasil pengamatan selama penelitian yaitu jenis ektoparasit yang ditemukan yaitu ditemukan dua jenis ektoparasit yang menyerang ikan gabus yaitu Dactylogyrus sp pada organ insang dan trichodina sp pada kulit ikan. Prevalensi ikan gabus stasiun I yaitu 73% termasuk kategori biasa dan infeksi sedang, stasiun II yaitu 53% termasuk kategori sangat sering dan infeksi sering dan stasiun III yaitu 46% termasuk kategori umumnya dan infeksi biasa. Intensitas stasiun I, II dan III berkisar antara 1-2 ekor/ind, dan termasuk dalam kategori infeksi rendah

    RESPON TANAMAN LOBAK AKIBAT PEMBERIAN TEPUNG CANGKANG TELUR DAN PUPUK NPK PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING

    Full text link
    Tanah podsolik merah kuning (PMK) sebagai media tumbuh tanaman lobak merupakan tanah yang bersifat masam serta miskin unsur hara, upaya untuk meningkatkan pH tanah yang masam sebagai media tumbuh lobak dapat menggunakan tepung cangkang telur sebagai pengganti kapur dan pupuk NPK untuk meningkatkan ketersediaan hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi dari tepung cangkang telur dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak di tanah PMK serta mengetahui dosis terbaik dari tepung cangkang telur dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan lobak. Penelitian ini dilakukan di lahan yang berlokasi di Kelurahan Parit Mayor, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian dilaksanakan dari bulan Agustus – Oktober 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama tepung cangkang telur (C) dan faktor kedua yaitu pupuk NPK (N) dimana setiap faktor terdiri dari 3 taraf perlakuan sehingga terdapat 9 taraf perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali serta terdapat 4 sampel tanaman pada setiap unit sehingga jumlah tanaman seluruhnya ada 108 tanaman atau polybag. Faktor pertama tepung cangkang telur (C) terdiri dari 3 taraf, yaitu: c1 = Tepung cangkang telur 5 ton/ha (setara dengan 10 g/polybag), c2 = Tepung cangkang telur 10 ton/ha (setara dengan 20 g/polybag) dan c3 = Tepung cangkang telur 15 ton/ha (setara dengan 30 g/polybag). Faktor kedua pupuk NPK (N) terdiri dari 3 taraf, yaitu: n1 = Pupuk NPK 300 kg/ha (setara dengan 4,5 g/polybag), n2 = Pupuk NPK 450 kg/ha (setara dengan 6,7 g/polybag) dan n3 = Pupuk NPK 600 kg/ha (setara dengan 9 g/polybag). Variabel pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari jumlah daun 3 sampai 5 MST, berat segar tanaman, berat kering tanaman, diameter umbi, panjang umbi, dan berat segar umbi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi interaksi antara tepung cangkang telur dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil lobak, namun pemberian dosis 10 ton/ha tepung cangkang telur dan 300 kg/ha pupuk NPK merupakan dosis terbaik untuk meningkatkan berat kering tanaman

    KAJIAN STATUS KESUBURAN TANAH PADA LAHAN PERSAWAHAN DI DESA PAK BULU KECAMATAN ANJONGAN KABUPATEN MEMPAWAH

    Full text link
    Penggunaan lahan tentunya mempengaruhi kadar hara tersedia, kandungan bahan organik dan reaksi keasaman tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi status kesuburan tanah dan saran pemupukan dengan dosis yang sesuai, pada penggunaan lahan persawahan di Desa Pak Bulu Kecamatan Anjongan Kabupaten Mempawah, harapannya hasil penelitian ini dapat menjadi bahan acuan masyarakat untuk perbaikan kondisi kesuburan tanah. Penelitian ini dilakukan dengan metode survey melalui verifikas data lapangan dengan menggunakan identifikasi tanah, analisis laboratorium dan perhitungan dosis saran pemupukan. Berdasarkan hasil overlay peta jenis tanah, kelas lereng dan penggunaan lahan didapatkan pengambilan sampel tanah dan pengamatan kondisi lahan di lapangan diambil berdasarkan 14 titik pemboringan tanah di seluruh satuan lahannya yang ditentukan secara acak. Hasil analisis laboratorium di ditetapkan kriterianya berdasarkan kriteria penilaian sifat-sifat kimia tanah oleh Staf Pusat Penelitian Tanah (1983). Sedangkan penentuan status kesuburan tanah didasarkan pada petunjuk teknis evaluasi kesuburan tanah Pusat Penelitian Tanah, Bogor (PTT 1995). Lahan persawahan berada pada kategori status kesuburan yang rendah dengan faktor pembatas yaitu kejenuhan basa. Hasil perhitungan saran pemupukan di lokasi penelitian yaitu Urea sebanyak 212,02 kg/ha, SP-36 sebanyak 25,64 kg/ha dan KCL sebanyak 565,70 kg/ha

    PENGARUH BOKASHI BATANG PISANG DAN PUPUK POSFOR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT PADA TANAH PMK

    Full text link
    Tomat (Solanum Lycopersicum.) adalah salah satu jenis tanaman yang memiliki sumber vitamin dan mineral yang tinggi dan termasuk komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Tanah podsolik merah kuning sebagai media untuk budidaya tanaman tomat dihadapkan pada beberapa kendala. Upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi fisik dan kimia tanah podsolik merah kuning adalah dengan pemberian bokashi batang pisang dikombinasikan dengan pupuk posfor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis bokashi batang pisang dan pupuk posfor yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini dilaksanaskan di lokasi yang terletak di Jl.Kurnia Gg.Ilahi, Kota baru. penelitian ini berlangsung dari tanggal 11 oktober sampai 21 desember 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperiment faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) . Perlakukan terdiri dari faktor pertama adalah bokashi batang pisang (P) dan faktor kedua adalah pupuk posfor (S). Masing-masing faktor terdiri dari 3 taraf dan diulang sebanyak 3 kali, terdapat 4 sampel setiap unit percobaan sehingga total keseluruhan tanaman sebanyak 108 sampel tanaman. Faktor pertama adalah bokashi batang pisang (P) terdiri dari :P1 = bokashi batang pisang 10 ton/ha ≈ 50 g/polybag, P2 = bokashi batang pisang 20 ton/ha ≈ 100 g/polybag, P3 = bokashi batang pisang 30 ton/ha ≈ 150 g/polybag. Faktor kedua adalah pupuk posfor (S) terdiri dari :S1 = pupuk posfor 100 kg/ha ≈ 0,5 g/polybag, S2 = pupuk posfor 150 kg/ha ≈ 0,75 g/polybag, S3 = pupuk posfor 200 kg/ha ≈ 1 g/polybag. Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, volume akar, berat kering, jumlah buah per tanaman,berat buah per tanaman dan berat buah per buah. Berdasarkan hasil penelitian menujukkan bahwa aplikasi bokashi batang pisang dan pupuk posfor terjadi interaksi pada variabel jumlah buah per tanaman

    403

    full texts

    1,262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇