Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
    1262 research outputs found

    IDENTIFIKASI EKTOPARASIT PADA IKAN JELAWAT (Leptobarbus hoevenii) DI UPT PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU DAN LAUT (UPT-PBAPL) KALIMANTAN BARAT

    Full text link
    Ikan Jelawat (Leptobarbus hoevenii) merupakan salah satu ikan yang berasal dari Indonesia yang terdapat di beberapa sungai di Kalimantan dan Sumatera (Kottelat dkk., 1993). Di Kalimantan Barat budidaya ikan jelawat di lakukan di UPT-PBAPL Anjongan Kalimantan Barat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ikan Jelawat yang berada di kolam UPT-PBAPL Kalimantan Barat terdapat infeksi parasit. untuk mengidentifikasi jenis parasit apa saja yang menginfeksi Ikan Jelawat (Leptobarbus hoevenii) dari kolam yang berada di tempat kolam UPT-PBAPL Kalimantan Barat, Penelitian akan dilaksanakan kurang lebih 2 bulan di dua tempat yaitu, untuk pengambilan sampel dilakukan di UPT-BPAPL, Pengukuran kualitas air pengukuran suhu dilakukan menggunakan termometer air raksa yang dicelupkan langsung ke dalam perairan, kemudian biarkan hingga kurang lebih 2 menit dan di catat hasilnya Pengukuran pH perairan dilakukan menggunakan pH indikator dengan mencelupkan pH meter kedalam kolam, Pengukuran DO dengan mencelupkan ke dalam air, maka dengan otomatis nilai oksigen terlarut akan terlihat pada monitor DO Meter. identifikasi parasit pada ikan jelawat dengan dilakukan menggunakan metode pengambilan sampel purposive sampling adalah metodologi pengambilan sampel secara acak dimana kelompok sampel ditargetkan memiliki atribut-atribut tertentu. Hasil penelitian ditemukan satu jenis ektoparasit yang menyerang  ikan jelawat yaitu Dactylogyrus sp pada organ insang ikan. Prevalensi ikan jelawat kolam I yaitu 32% termasuk kategori umumnya dan infeksi sedang, pada kolam II yaitu 24% termasuk kategori sering dan infeksi sangat sering dan pada kolam III yaitu 8% termasuk kategori sering dan infeksi biasa. Intensitas stasiun I, II dan III berkisar antara 1-2 Ind/ekor, dan termasuk dalam kategori infeksi rendah

    PREDIKSI TINGKAT BAHAYA EROSI DAN TINDAKAN KONSERVASI TANAH PADA PERKEBUNAN KARET RAKYAT DI KELURAHAN NYARUNGKOP KECAMATAN SINGKAWANG TIMUR

    Full text link
    Penggunaan lahan berpengaruh terhadap tingkat bahaya erosi dalam suatu wilayah. Tujuan penelitian ini menganalisis tingkat bahaya erosi pada perkebunan karet rakyat di Kelurahan Nyarungkop Kecamatan Singkawang Timur untuk mengupayakan kelestarian pertanian berkelanjutan. Pengambilan sampel tanah menggunakan teknik purposive sampling. Titik pengamatan diambil sebanyak 6 sampel berdasarkan vegetasi, jenis tanah, dan kelas lereng yang didapat dari overlay satuan lahan. Setiap satuan lahan diambil 2 ring sampel tanah untuk diuji di laboratorium. Kemudian, data dianalisis menggunakan persamaan Universal Soil Loss Equation (USLE) dan Analisis Bahaya Erosi (TBE). Hasil yang didapat pada lokasi penelitian memiliki tingkat erosi yang sangat rendah, sehingga tindakan konservasi yang diberikan pada lahan tersebut cukup menggunakan teras tradisional

    PENGARUH DOSIS HERBISIDA CAMPURAN GLIFOSAT DAN METIL METSULFURON TERHADAP GULMA DIANELLA SP. (HEMEROCALLIDACEAE)

    Full text link
    Gulma Dianella sp. menjadi permasalahan di lahan perkebunan kelapa sawit karena tergolong gulma yang sulit untuk dikendalikan. Pengendalian herbisida tunggal sering tidak sesuai harapan. Penggunaan herbisida campuran diharapkan dapat mengendalikan gulma Dianella sp. Tujuan penelitian untuk mengevaluasi pengaruh herbisida campuran glifosat dan metil metsulfuron terhadap gulma Dianella sp. Penelitian dilaksanakan selama 4 bulan (Juni - September 2020) di Rumah Kawat Laboratorium Pestisida Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), dengan 7 perlakuan terdiri dari 6 taraf dosis herbisida dan 1 kontrol, dengan 5 ulangan. Dengan persentase perbandingan herbisida campuran glifosat dan metil metsulfuron 20:1. Variabel yang diamati adalah gejala keracunan herbisida terhadap gulma dan Biomassa gulma setelah aplikasi herbisida. Herbisida metil metsulfuron lebih efektif megedalikan gulma Dianella sp. dibandingkan dengan herbisida glifosat maupun campuran, kematian gulma tampak jelas pada 4 minggu setelah aplikasi (MSA), pada seluruh dosis perlakuan yang menyebabkan kerusakan 100%. Kecuali dosis 12,5 g/ha kerusakan sebesar 68,3 %. Sedangkan herbisida campuran pada semua dosis perlakuan menyebabkan kerusakan 100%, kecuali dosis 0,25 l/ha dan 0,5 l/ha hanya mampu menekan sebesar 39,4 % dan 80,43%. Untuk herbisida glifosat hanya mampu menekan sebesar 23,75 % dan 24,14 % pada dosis 4 dan 8 liter/ha

    Pengaruh Pemberian Bokashi Limbah Buah jeruk dan Pupuk Urea Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kale Keriting (Brassica oleracea var. acephala) Pada Tanah Gambut

    Full text link
    Tanah gambut berpotensi untuk digunakan dalam pengembangan tanaman kale. Kesuburan menjadi kendala utama untuk memanfaatkannya dalam budidaya kale. Upaya untuk meningkatkan kesuburannya diantaranya dengan penggunaan bokashi limbah jeruk dan pupuk urea. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan komposisi bokashi limbah buah jeruk dan pupuk urea dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kale pada tanah gambut. Penelitian ini mengunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL) terdiri dari 6 perlakuan komposisi bokashi limbah buah jeruk dan pupuk urea yang diulang 5 kali. Setiap unit percobaan menggunakan 3 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud yaitu bokashi limbah buah jeruk + pupuk Urea 250 kg/ha, 5 ton/ha bokashi limbah buah jeruk + pupuk urea 200 kg/ha, 10 ton/ha bokashi limbah buah jeruk + pupuk urea 150 kg/ha, 15 ton/ha bokashi limbah buah jeruk + pupuk urea 100 kg/ha, 20 ton/ha bokashi limbah buah jeruk + pupuk urea 50 kg/ha, 25 ton/ha bokashi limbah buah jeruk + tanpa pupuk urea. Variabel pengamatan pada penelitian ini adalah jumlah helai daun, volume akar , tinggi tanaman, berat segar tanaman, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian komposisi bokashi limbah buah jeruk dan pupuk urea dapat meningkatkan jumlah daun 1 MST dan 4 MST. Semua komposisi dosis bokashi limbah buah jeruk dan urea tidak menyebabkan perbedaan pada pertumbuhan dan hasil kale keriting pada tanah gambut. Penggunaan bokashi limbah buah jeruk dapat menggantikan urea untuk tanaman kale keriting pada tanah gambut, terutama terjadi pada volume akar, berat segar tanaman dan, berat kering tanaman kale keriting

    PENGARUH KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH AUKSIN TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK MELADA

    Full text link
    Pengaruh konsentrasi zat pengatur tumbuh auksin terhadap pertumbuhan setek melada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari konsentrasi ZPT Auksin (Atonik) terbaik bagi pertumbuhan setek tanaman melada. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini dimulai pada tanggal 22 Februari hingga 22 Juli 2023. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dalam bentuk rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan konsentrasi Atonik yang diulang sebanyak 6 kali dan setiap perlakuan terdiri dari 5 sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut : pemberian Atonik dengan konsentrasi 1 m/l, pemberian Atonik dengan konsentrasi 2 ml/l dan pemberian Atonik dengan konsentrasi 3 ml/l. Variabel pengamatan penelitian meliputi persentase tumbuh (%), jumlah tunas, jumlah daun (helai), panjang akar (cm), jumlah akar (helai), dan volume akar (cm3). Hasil penelitian menunjukkan pemberian ZPT auksin (Atonik) dengan konsentrasi 1 ml/l merupakan dosis terbaik untuk digunakan dalam perbanyakan setek melada. Pemberian ZPT auksin (Atonik) memberikan persentase tumbuh terbaik yaitu 90%, panjang akar terbaik yaitu 13,34 cm, jumlah akar terbaik yaitu 12 helai dan volume akar terbaik 9,67 cm3.

    Pengaruh Biochar Sekam Padi dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tomat pada Tanah Podsolik Merah Kuning

    No full text
    Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) merupakan tanaman hortikultura yang banyak diminati dikalangan masyarakat Indonesia. Tomat bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku industri, misalnya diolah menjadi saus, pewarna alami dan berbagai olahan lainnya. Salah satu jenis tanah yang dapat dimanfaatkan untuk budidaya tomat adalah tanah PMK. Tanah PMK mempunyai beberapa kendala seperti pH rendah, struktur tanah menggumpal, mudah tergenang, penyediaan air dan udara yang buruk, dan kurangnya kandungan unsur hara serta bahan organik pada tanah sehingga dilakukan penambahan biochar sekam padi dan pupuk NPK pada media untuk mengatasi masalah tersebut. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan interaksi dosis biochar sekam padi dan pupuk NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil tomat terbaik pada tanah PMK. Penelitian dilakukan selama 3 bulan, dimulai sejak 27 Mei 2022 sampai dengan 22 Agustus 2022. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor biochar sekam padi 3 taraf, dan faktor pupuk NPK 3 taraf. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap satu unit percobaan terdapat 4 sampel, sehingga diperoleh sebanyak 108 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah: faktor pertama b1= 4 ton/ha biochar sekam padi setara dengan 100 g/polybag, b2= 6 ton/ha biochar sekam padi setara dengan 150 g/polybag, b3= 8 ton/ha biochar sekam padi setara dengan 200 g/polybag, faktor kedua p1= 400 kg/ha pupuk NPK setara dengan 10 g/polybag, p2= 500 kg/ha pupuk NPK setara dengan 12,5 g/polybag, p3= 600 kg/ha pupuk NPK setara dengan 15 g/polybag. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman, dan berat perbuah. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, didapatkan kesimpulan bahwa Interaksi biochar sekam padi 6 ton/ha dan pupuk NPK 500 kg/ha memberikan rerata tertinggi terhadap variabel tinggi tanaman dan volume akar. Sedangkan faktor tunggal biochar sekam padi 6 ton/ha dan pupuk NPK 500 kg/ha masing- masing memberikan rerata tertinggi terhadap jumlah buah pertanaman dan berat buah pertanaman

    UJI POTENSI BAKTERI PELARUT FOSFAT DARI ENTISOL TERHADAP KETERSEDIAAN FOSFOR TANAH

    Full text link
    Mikroorganisme tanah yang mampu menyediakan unsur hara bagi tanaman adalah bakteri pelarut fosfat. Bakteri pelarut fosfat merupakan kelompok mikroba yang dapat mengubah fosfat tidak terlarut dalam tanah menjadi bentuk yang larut dengan mensekresi asam – asam organik dan melarutkan P yang teradsorpsi oleh senyawa. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan isolat yang memiliki kemampuan melarutkan fosfat dan adaptasi yang tinggi, sehingga dapat dimanfaatkan pada berbagai agroekosistem lahan pertanian. Penelitian in dilaksanakan di lahan pertanian Desa Semperiuk A Kecamatan Jawai Selatan Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada 23 Februari 2023 – 30 Mei 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan karakteristik makroskopis spesies bakteri pelarut fosfat sebanyak 5 taraf perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali. Semua perlakuan dilarutkan sebanyak 5/100ml dan diaplikasikan ke media tanam. Pemberian bakteri pelarut fosfat pada tanah memiliki hasil yang berbeda terhadap tiap parameternya. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah pemberian bakteri pelarut fosfat diduga dapat mempengaruhi kelarutan fosfat pada tanah Entisol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bakteri pelarut fosfat tidak berbeda nyata terhadap ketersediaan P tetapi memiliki nilai rerata tertinggi pada parameter pH tanah, N-total tanah, dan P-total tanah

    STUDI KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT DALAM PELESTARIAN IKAN DI SUNGAI SOHONG DESA DANGE AJI KECAMATAN AIR BESAR KABUPATEN LANDAK

    Full text link
    Sungai Sohong adalah sungai yang terletak di Desa Dange Aji Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat. Masyarakat di Desa Dange Aji memiliki kebijakan dan aturan turun-temurun dalam upaya menjaga kelestarian ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kearifan lokal masyarakat Desa Dange Aji dalam pelestarian ikan, kondisi perairan, dan potensi keanekaragaman ikan yang ada di Sungai Sohong. Metode yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan survei. Penentuan responden pada penelitian ini menggunakan Teknik purposive sampling. Hasil bentuk kearifan lokal dilakukan dengan metode wawancara responden yang berjumlah 84 orang. Hasil penelitian menunjukkan bentuk kearifan lokal di Desa Dange Aji dalam pelestarian Ikan di Kawasan Sungai Sohong yaitu larangan mencemari sungai, kesepakatan penggunaan alat tangkap tradisional, larangan mengambil atau mencari ikan di Kawasan Rombo Badawat, larangan mengambil ikan dengan cara yang merusak, pembatasan jumlah tangkapan, biaya retribusi bagi masyarakat luar, menjaga sikap dan tutur kata. Bentuk-bentuk larangan tersebut muncul atas kesadaran dan kesepakatan bersama sejak turun temurun agar Sungai Sohong tetap terjaga. Jenis ikan terdiri dari 9 famili serta 26 spesies dengan Kelimpahan relatif ikan tertinggi yaitu ikan Seluang (Rasbora caudimaculata) dengan nilai 24,03%. Berdasarkan hasil penelitian kondisi perairan disekitar Kawasan Sungai Sohong masih memenuhi persyaratan bagi kehidupan dan perkembangbiakan ikan

    STUDI KETERSEDIAAN UNSUR HARA N, P, K DAN PERTUMBUHAN TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) AKIBAT PEMBERIAN PUPUK KANDANG KAMBING DAN ABU BOILER PADA TANAH GAMBUT

    Full text link
    Tanah gambut adalah tanah yang memiliki potensi cukup besar untuk dimanfaatkan sebagai lahan budidaya pertanian. Tanah gambut sebagai lahan budidaya pertanian menghadapi permasalahan seperti, pH tanah yang rendah, kapasitas tukar kation yang tinggi, kejenuhan basa rendah, kandungan unsur makro dan mikro yang rendah, sehingga kurang optimal bagi budidaya tanaman bawang merah. Upaya untuk mengatasi permasalahan dilakukan untuk meningkatkan pH tanah dan ketersediaan unsur hara N, P, K di tanah gambut yaitu dengan cara pemberian pupuk kandang kambing dan abu boiler. Penelitian merupakan percobaan faktorial yang disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Percobaan terdiri dari 2 faktor yaitu pupuk kandang kambing (P) dan abu boiler (B). Faktor pertama yaitu pupuk kandang kambing sebanyak 3 taraf perlakuan P0 (0 g/polybag), P1 (240 g/polybag), P2 (480 g/polybag) dan faktor kedua abu boiler sebanyak 3 taraf perlakuan B0 (0 g/polybag), B1 (842 g/polybag), B2 (1.148 g/polybag) sehingga total kombinasi perlakuan sebanyak 9 dan diulang 3 kali sehingga terdapat 27 unit percobaan. Pengaruh perlakuan terhadap parameter pengamatan dianalisis dengan analisis ragam (ANOVA) uji F. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk kandang kambing dan abu boiler secara interaksi tidak berpengaruh nyata terhadap semua parameter. Pemberian pupuk kandang kambing secara tunggal pada tanah gambut menunjukkan adanya pengaruh nyata terhadap parameter C-organik, N-total, P-tersedia, K-dd dan tinggi tanaman bawang merah. Pemberian abu boiler secara tunggal pada tanah gambut menunjukkan adanya pengaruh nyata terhadap parameter P-tersedia, K-dd dan jumlah daun tanaman bawang merah.Kata Kunci: Abu boiler, ketersediaan hara, pupuk kandang kambing, tanah gambut, tanaman bawang merah

    SUBSTITUSI PUPUK KANDANG AYAM DENGAN BOKASHI LIMBAH SAYURAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN JEPANG PADA TANAH ALUVIAL

    Full text link
    Tanaman mentimun jepang (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura dari famili Cucurbitaceae atau labu-labuan. Secara umum tanaman mentimun merupakan tanaman yang cukup digemari di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh kombinasi bokashi limbah sayuran dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun jepang pada tanah aluvial serta mendapatkan kombinasi dosis bokashi limbah sayuran dan pupuk kandang ayam yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun jepang pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpuran Pontianak berlangsung pada  Mei – Juli 2023. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 5 perlakuan berupa pupuk kandang ayam (PKA) dan bokashi limbah sayuran (BLS) dan diulang sebanyak 5 kali. Setiap satuan unit percobaan terdiri dari 4 sampel tanaman, sehingga total tanaman keseluruhan 100 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu b1= (100 % PKA + 0 % BLS), b2 = (75 % PKA + 25 % BLS), b3 = (50 % PKA + 50 % BLS), b4 = (25 %  PKA+ 75 % BLS), b5 =(0 % PKA + 100 % BLS). Variabel yang diamati yaitu volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat per buah, panjang buah dan diameter buah. Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan menggunakan varians (uji F taraf 5 %). Apabila uji F menunjukkan adanya pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji kontras orthogonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi pupuk kandang ayam dengan bokashi limbah sayuran sebesar 50 % memberikan pengaruh terbaik terhadap berat kering tanaman mentimun jepang pada tanah aluvial

    403

    full texts

    1,262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇