Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
    1262 research outputs found

    PENGARUH TEPUNG CANGKANG TELUR DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL

    Full text link
    Pemanfaatan tanah aluvial sebagai media tanam mempunyai berbagai masalah yang dapat menjadi penghambat bagi pertumbuhan tanaman. Pemberian tepung cangkang telur dan pupuk kandang ayam dapat membantu memperbaiki permasalahan yang terdapat pada tanah alluvial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dosis interaksi yang terbaik dari pemberian tepung cangkang telur dan pupuk kandang ayam dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, pada bulan Oktober – Desember 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor, terdapat 3 ulangan dan terdapat 5 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud yaitu faktor pertama dosis tepung cangkang telur, c0 = tanpa tepung cangkang telur, c1 =  0,6 ton/ha, c2 =  1 ton/ha dan faktor kedua dosis pupuk kandang ayam, a1 = 5 ton/ha, c2 = 10 ton/ha, c3 = 15 ton/ha. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara tepung cangkang telur dan pupuk kandang ayam berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan. Pemberian tepung cangkang telur dengan dosis 1 ton/ha dan pupuk kandang ayam dengan dosis 15 ton/ha merupakan dosis terbaik dalam meingkatkan pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah aluvial

    UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI SUPERNATAN ISOLAT BAKTERI RNC 36 DENGAN SUHU YANG BERBEDA TERHADAP Xanthomonas oryzae

    Full text link
    Xanthomonas oryzae menyebabkan penyakit hawar daun bakteri dan bercak daun bakteri pada padi (Oryza sativa) yang menghambat produksi tanaman pokok ini di sebagian besar Asia dan sebagian Afrika. Penyakit ini dapat menginfeksi tanaman padi pada semua fase pertumbuhan, mulai dari persemaian sampai menjelang panen. Upaya pengendalian hawar daun bakteri di dunia terkendala oleh kemampuan patogen untuk membentuk strain baru yang lebih virulen sehingga teknologi pencarian varietas yang tahan dan penggunaan bakterisida menjadi kurang efektif untuk mengendalikan penyakit hawar daun bakteri. Oleh karena itu, penggunaan agen biokontrol yang tepat dapat menjadi solusi alternatif untuk mengendalikan penyakit hawar daun bakteri. Penemuan bakteri rhizosfer berupa bakteri RNc 36 diharapkan mampu menjadi agen biokontrol yang dapat menghambat pertumbuhan X.oryzae secara in vitro. Perlakuan pada penelitian adalah perbedaan suhu yang pada yaitu dari kultur bakteri RNc 36 yang diinkubasi suhu ruang (28°C- 32°C), suhu 30°C dan suhu 40 °C, penelitian dilaksanakan dengan 9 ulangan. Namun hasil penelitian menunjukkan, supernatan yang diperoleh lalu kemudian diujikan dalam uji daya hambat sama sekali tidak menunjukkan adanya zona hambat atau zona bening. Berdasarkan penelitian ini, perlu dikembangkan metode penelitian yang lebih canggih untuk dapat menggali informasi tentang kemampuan supernatan yang berasal dari bakteri RNc 36 yang sebenarnya sebagai antibakteri

    ANALISIS POTENSI OBJEK WISATA AIR TERJUN SILING DI KECAMATAN SIMPANG DUA KABUPATEN KETAPANG

    Full text link
    Wisata Air Terjun Siling terletak di Desa Gerai Kecamatan Simpang Dua Kabupaten Ketapang Kalimantan Barat. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Oktober-November 2022. Tujuan penelitian ini untuk mengestinasi potensi objek wisata alam Air Terjun Siling, mengestinasi tingkat kelayakan Air Terjun Siling Terhadap pengembangan Pariwisata, mengestinasi presepsi dan partisipasi masyarakat terhadap objek wisata alam Air Terjun Siling. Pengamatan potensi Air Terjun siling menggunakan metode observasi, pengambilan data karakteristik dan presepsi pengunjung menggunakan metode accidental sampling, sedangkan pengambilan data karakteristik dan presepsi masyarakat menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa Air Terjun siling memiliki potensi hayati dengan adanya flora dan fauna seperti pohon karet, pohon ulin, tumbuhan palem hutan, tumbuhan palem kuning, ikan gabus, ikan seluang, ikan wader, dan tengkuyung. Sedangkan potensi non hayati memiliki nilai keindahan alam seperti air terjun dan bebatuan. Tingkat kelayakan Air Terjun Siling dikategorikan tidak layak untuk dikembangkan karena hanya mencapai angka 24,9% yang dimana <33,33%, maka tempat tersebut kurang memiliki sarana dan prasarana serta aksesibilitas yang tidak memadai

    RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA AKIBAT PEMBERIAN PUPUK KANDANG AYAM DAN PUPUK P PADA TANAH PMK

    Full text link
    Kubis bunga merupakan sayuran yang mempunyai nilai ekonomis dan prospek yang baik untuk dibudidayakan. Pengembangannya di Kalimantan Barat cukup baik dikarenakan sudah tersedianya varietas yang sesuai. Kalimantan Barat mempunyai lahan podsolik merah kuning(PMK) yang dapat dimanfaatkan sebagai lahan budidaya kubis bunga. Pemanfaatan lahanPMK sebagai media tumbuh kubis bunga dihadapkan pada beberapa permasalahan sepertitingkat kesuburan dan produktivitas tanah rendah. Pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk P merupakan upaya dalam meningkatkan produktivitas tanah sehingga dapat digunakan untuk budidaya. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi terbaik pupuk kandang ayam dan pupuk P terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama 3 bulan dengan menggunakan pola faktorial Rancangan Acak Lengkap yang terdiri atas 2 faktor perlakuan. Faktor (a) pemberian pupuk kandang ayam terdiri atas 3 taraf yaitu; a1 = 20 ton/ha, a2 = 30 ton/ha, a3 = 40 ton/ha. Faktor (p) pemberian SP-36 terdiri atas 3 taraf yaitu; p1 = 200 kg/ha, p2 = 250 kg/ha, p3 = 300 kg/ha. Variabel dalam penelitian ini terdiri atas jumlah daun, volume akar, berat kering tanaman, berat krop dan diameter krop kubis bunga. Variabel tambahan yaitu suhu, kelembaban udara, curah hujan, pH tanah, porositas dan bobot isi tanah PMK. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk P berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah PMK. Dosis pupuk kandang ayam 20 ton/ha dan pupuk P 200 kg/ha merupakan dosis efektif yang dapat digunakan untuk budidaya kubis bunga pada tanah PMK

    EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN PADI SAWAH DI KELURAHAN ANJUNGAN MELANCAR KECAMATAN ANJONGAN KABUPATEN MEMPAWAH

    Full text link
    Evaluasi lahan adalah suatu proses penilaian sumber daya lahan untuk tujuan tertentu dengan menggunakan suatu pendekatan atau cara yang sudah teruji. Hasil evaluasi lahan akan memberikan informasi dan/atau arahan penggunaan lahan sesuai dengan keperluan. Evaluasi lahan untuk keperluan perencanaan memiliki peran penting karena hampir tidak ada aktifitas yang dilakukan tanpa daya dukung lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kesesuaian lahan pada tanaman padi sawah di Kelurahan Anjungan Melancar Kecamatan Anjongan Kabupaten Mempawah dengan luas areal sebesar 60 ha. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode survey dan matching. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan pengambilan sampel tanah kemudian dianalisis di Laboratoirum. Penelitian ini memiliki beberapa tahap yaitu mulai dari persiapan, penentuan titik pengamatan, verifikasi dataset karakteristik lahan, kegiatan lapangan, analisis laboratorium, pengolahan data, pembuatan peta dan penyusunan laporan dan penyajian hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap Satuan Lahan memiliki karakteristik yang berbeda-beda mulai dari kesesuaian aktual dengan kelas N-rc (tidak sesuai) hingga S3-wa,rc,na,nr (sesuai marginal) dan untuk kelas kesesuaian potensial dengan kelas S3-rc(sesuai marginal) hingga S1(sesuai)

    PERAN KEABSTRAKLOMPOK TANI TERHADAP PRODUKTIVITAS PADI SAWAH DI DESA PAUH KECAMATAN SOMPAK KABUPATEN LANDAK (THE ROLE OF FARMER GROUP ON RICE PRODUCTIVITY IN PAUH VILLAGE, SOMPAK DISTRICT LANDAK DISTRICT)

    No full text
    Kelompok Tani adalah kumpulan manusia yang merupakan kesatuan beridentitas dengan adat istiadat dalam sistem norma yang mengatur pola-pola, dan mengatur interaksi antara manusia. Peraturan menteri pertanian, nomor : 273/Kpts/OT.160/4/2007, tentang pembinaan kelembagaan petani bahwasanya kelompok tani mempunyai pengertian sebagai kumpulan petani, peternak, perkebunan yang dibentuk atas dasar kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, sumber daya) dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk Menganalisis peran kelompok tani tehadap produktivitas padi sawah di Desa Pauh Kecamatan Sompak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dilakukan dengan metode survey. Tingkat peranan kelompok tani diukur dengan menggunakan 3 indikator yang diperoleh dari tingkat kemampuan kelompok tani untuk pembinaan kelompok tani. Tingkat kemampuan kelompok diukur dengan 3 tolak ukur. Penggunaan tiga indikator kemampuan untuk mengukur tingkat peranan kelompok tani tersebut menggunakan metode Likert, yaitu menjabarkan ketiga Indikator tersebut menjadi beberapa item pertanyaan yang telah disusun dalam kuisioner dan setiap item pertanyaan diberikan skor sesuai dengan pilihan responden.   Peran kelompok tani tani tergolong berperan yaitu dengan persentase 60% atau 20 orang petani yang memilih bahwa kelompok tani berperan dalam produktivitas usahatani para petani, dengan demikian terdapat hubungan yang signifikan antara peranan anggta kelompok tani dengan produktivitas petani padi sawah di Desa Pauh. Tingkat produktivitas usahatani di kelompok tani tergolong sedang yaitu pada kriteria sedang dengan dengan rata rata produtivitas 1.455 kg/ha dengan persentase 60% yang berjumlah 20 orang petani.Kata Kunci: Kelompok Tani, Produktivitas, Padi Sawa

    RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL SELEDRI TERHADAP PEMBERIAN KOMBINASI NUTRISI AB-MIX DAN REBUNG BAMBU SECARA HIDROPONIK

    Full text link
    Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi nutrisi AB-mix dan pupuk organik cair rebung bambu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman seledri serta mendapatkan kombinasi AB-Mix dan POC pupuk organik cair rebung bambu yang terbaik bagi tanaman seledri yang ditanam secara hidroponik dengan media cocopeat dan arang sekam. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu kombinasi larutan AB mix dan POC rebung bambu. Perlakuan kombinasi AB mix dan POC rebung bambu terdiri dari 8 perlakuan, 4 ulangan, 3 sampel tanaman sehingga jumlah seluruh tanaman ialah 96 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah ; p1: 100% AB-Mix, p2 : 90% AB-Mix + 10% POC Rebung Bambu, p3 : 80% AB-Mix + 20% POC Rebung Bambu, p4 : 70% AB-Mix + 30% POC Rebung Bambu, p5 : 50% AB-Mix + 50% POC Rebung Bambu, p6 : 30% AB-Mix + 70% POC Rebung Bambu, P7 : 20 % AB-Mix + 80% POC Rebung Bambu dan P8 : 10 % AB-Mix + 90% POC Rebung Bambu. Variabel pengamatan terdiri dari; tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah anakan (anakan), berat segar tanaman (g), volume Akar (cm3) dan berat kering tanaman (g). Variabel tambahan terdiri dari; suhu udara (°C) dan kelembaban udara relatif (%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian 80% AB-Mix + 20% POC Rebung Bambu merupakan dosis kombinasi terbaik dalam mempengaruhi pertumbuhan tanaman seledri secara hidroponik

    PENGARUH KOMBINASI PUPUK ORGANIK CAIR DAUN KIRINYU DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KAILAN PADA TANAH GAMBUT

    Full text link
    Kailan ( Brassica oleracea Var. Alboglabra) merupakan salah satu jenis sayuran daun dari famili kubis – kubisan ( Brassicaceae ) yang memiliki prospek pemasaraan yang cukup baik karena telah dikenal dan disukai oleh masyarakat luas. Tanah gambut memiliki struktur yang gembur dan remah sehingga cocok sebagai media tanam kailan, namun tahan gambut memiliki kendala berupa ketersediaan unsur hara yang rendah dan kondisi fisik tahan yang buruk membuat tahan gambut memiliki produktivitas yang rendah. Upaya untuk mengatasi kendala pada tanah gambut dilakukan dengan pemberian POC daun kirinyu yang dikombinasikan dengan pupuk NPK. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan dosis kombinasi POC daun kirinyu dan NPK yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil kailan pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di Jalan Ujung Pandang, dimulai dari bulan April 2023 sampai Juni 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 ulangan. Perlakuan pertama yaitu POC 60 % + NPK 150 kg/ha, POC 50 % + NPK 200 kg/ha, POC 40 % + NPK 250 kg/ha, POC 30 % + NPK 300 kg/ha, POC 20 % + NPK 350 kg/ha, dan POC 10 % + NPK 400 kg/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian, yaitu tinggi tanaman, volume akar, jumlah daun, luas daun, berat segar, dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian kombinasi POC 50 % + NPK 200 kg/ha merupakan dosis terbaik bagi pertumbuhan dan hasil kailan pada tanah gambut yang dapat meningkatkan volume akar sebesar 7,25 cm3, luas daun 77,03 cm2, berat kering 4,27 g, dan tinggi tanaman 14 HST sebesar 11,65 cm.

    RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR PADA TANAH ALUVIAL

    Full text link
    Peningkatan produksi sawi putih di Kalimantan Barat dapat dilakukan melalui penggunaan tanah aluvial. Permasalahan utama yang dihadapi petani dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil sawi pada tanah aluvial yaitu rendahnya ketersediaan unsur hara bagi tanaman yang diakibatkan keasaman tanah, serta sistem budidaya tanaman yang terus menerus menggunakan pupuk anorganik. Upaya untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik yaitu dengan penggunaan Pupuk Organik Cair (POC). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi pupuk organik cair yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil sawi pada tanah aluvial. Penelitian dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat dan berlangsung pada bulan April 2023 – Mei 2023. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan dan 5 ulangan yang masing - masing perlakuan terdapat 3 sampel tanaman, sehingga jumlah sampel perlakuan keseluruhan sebanyak 75 sampel tanaman/polybag. Perlakuan terdiri dari : a1 = konsentrasi pupuk 6 ml/l, a2 = konsentrasi pupuk 8 ml/l, a3 = konsentrasi pupuk 10 ml/l, a4 = konsentrasi pupuk 12 ml/l dan a5 = konsentrasi pupuk 14 ml/l. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak ditemukan konsentrasi terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi, maka diperoleh konsentrasi POC yang paling efektif dalam penelitian ini adalah dengan konsentrasi POC 10 ml/l

    PENGARUH KONSENTRASI DAN DURASI PERENDAMAN AUKSIN TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK JAMBU KRISTAL

    Full text link
    Jambu kristal merupakan jambu biji yang hampir tanpa biji yang banyak digemari karena rasanya yang segar dan nikmat, biji yang sangat minim dan daging yang sangat tebal. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan pada setek yaitu dengan pemberian zat pengatur tumbuh berupa auksin secara optimal dengan pemberian konsentrasi dan durasi perendaman auksin yang dapat memberikan pengaruh baik bagi pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi konsentrasi dan durasi perendaman auksin terbaik terhadap pertumbuhan setek jambu kristal. Penelitian ini dilaksanakan di lahan penelitian Fakultas Pertanian Untan. Penelitian ini berlangsung  pada tanggal 06 Oktober - 24 Desember 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan  2 faktor. Faktor pertama yang terdiri dari Auksin yang terdiri dari 4 taraf perlakuan diantaranya r0: 0 ppm, r1: 100 ppm, r2:200 ppm, r3: 300 ppm dan faktor kedua adalah durasi perendaman dengan 3 taraf dosis perlakuan diantaranya d1: 1 jam, d2: 2 jam dan d3: 3 jam. Sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 5 tanaman sampel dan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 180 tanaman. Variabel pengamatan yang diamati yaitu persentase setek hidup, jumlah tunas pertanaman, jumlah daun dan jumlah akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi konsentrasi dan durasi perendaman auksin terhadap persentase setek hidup, jumlah tunas, jumlah daun dan jumlah akar. Konsentrasi auksin berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas dan jumlah akar tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap persentase setek hidup dan jumlah daun. Durasi perendaman auksin berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap persentase setek hidup, jumlah daun dan jumlah akar. Konsentrasi efektif diperoleh pada perlakuan pemberian konsentrasi  auksin 200 ppm dan durasi perendaman auksin 2 ja

    403

    full texts

    1,262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇