Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
Not a member yet
    1262 research outputs found

    ANALISIS KESESUAIAN DAN DAYA DUKUNG PARIWISATA PANTAI PUTRI SERAYI DI DESA JAWAI LAUT KECAMATAN JAWAI SELATAN KABUPATEN SAMBAS

    Full text link
    Pantai Putri Serayi yang berada di Desa Jawai Laut, Kecamatan Jawai Selatan, Kabupaten Sambas. Pantai Putri Serayi memiliki luas sekitar 2,5 Ha dan mempunyai pasir yang menghampar sepanjang 3 km. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian kawasan dan daya dukung pariwisata Pantai Putri Serayi. Teknik yang digunakan dalam pengambilan data adalah wawancara dan koesioner. Penelitian dilaksanakan selama 1 bulan pada Oktober 2023 terdiri dari tiga stasiun pengamatan. Setelah melakukan pengamatan, hasil dari analisis kesesuaian kawasan masuk kedalam kategori sesuai (S2). Daya dukung kawasan untuk kegiatan wisata adalah Total daya dukung maksimal yang ada di kawasan wisata Pantai Putri Serayi yaitu sebesar 1.997 orang/hari dengan kegiatan rekreasi Pantai yang mampu menampung 1467 orang/hari dengan luas 22.000 m2 dan rekreasi berenang yang dapat menampung 530 orang/hari dengan luas 5.300 m2

    STRUKTUR KOMUNITAS MOLUSKA DI HUTAN MANGROVE DESA SUNGAI NIBUNG KECAMATAN TELUK PAKEDAI KABUPATEN KUBU RAYA

    Full text link
    Desa Sungai Nibung Kecamatan Teluk Pakedai memiliki hutan mangrove yang cukup luas dan terdapat moluska yang hidup didalamnya. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui Struktur Komunitas Moluska di Hutan Mangrove Desa Sungai Nibung Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya. Pengambilan sampel Moluska dilakukan 10 hari sekali selama kurang lebih 2 bulan. Pengambilan sampel moluska dilakukan bertahap disetiap stasiun. Terdapat 3 stasiun pengambilan sampel, pada setiap stasiun terdapat 3 transek dengan jarak antar transek adalah ± 30 meter dan masing-masing transek diletakkan 5 buah plot berukuran 1 x 1 m² dengan jarak antar plot yaitu ± 10 meter. Dari Penelitian ini diperoleh Komposisi Moluska yaitu sebanyak 16 spesies, yang digolongkan kedalam kelas gastropoda dan bivalvia. Kepadatan Moluska paling tinggi yaitu Cassidula nucleus sebesar 78,00 ind/m² dengan nilai kelimpahan relatif sebesar 12,14%, sedangkan kepadatan moluska paling rendah yaitu Onchidium sp sebesar 1,00 ind/m2 dengan nilai kelimpahan relatif sebesar 0,18%. Indeks keanekaragaman (H’) keseluruhan Moluska yaitu sebesar 2,27 menunjukan keanekaragaman tergolong sedang, indeks keseragaman (E) keseluruhan moluska sebesar 0,82 menunjukkan keseragaman jenis tergolong tinggi, kemudian pada indeks dominansi (C) keseluruhan moluska sebesar 0,11 menunjukkan dominansi rendah. 

    PENGARUH BOKASHI AMPAS TEBU DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH ALUVIAL

    Full text link
    Penggunaan tanah aluvial sebagai media tanam memiliki beberapa tantangan, seperti struktur tanahnya yang padat dan kandungan hara yang rendah. Terlepas dari masalah ini, upaya telah dilakukan untuk memperbaiki tanah aluvial dengan menambahkan bokashi ampas tebu dan pupuk NPK. Penelitian ini dilakukan di Jalan Reformasi Gg. Struktur Untan. Penelitian ini bertujuan sebagai berikut: (1) mengetahui adanya interaksi antara bokashi ampas tebu dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga di tanah aluvial dan (2) mendapatkan dosis terbaik bokashi ampas tebu dan NPK untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga di tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan, yaitu faktor bokashi ampas tebu (K) dan faktor pupuk NPK (P). Setiap faktor memiliki tiga taraf perlakuan, dan setiap perlakuan diulang tiga kali dengan empat sampel per perlakuan. Faktor ampas tebu bokashi (K) meliputi perlakuan sebagai berikut: k1 = 15 ton/ha, k2 = 20 ton/ha, dan k3 = 25 ton/ha. Faktor pupuk NPK (P) meliputi perlakuan sebagai berikut: P1 = 200 kg/ha, P2 = 300 kg/ha, dan P3 = 400 kg/ha. Beberapa variabel yang diamati dalam penelitian ini antara lain jumlah daun, umur muncul bunga (HST), diameter tanaman (cm), berat kering tanaman (g), berat segar tanaman (g), berat segar tanaman (g), volume akar (cm3), dan umur panen (HST). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi antara bokashi ampas tebu bokashi dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga di tanah aluvial. Namun, pemberian ampas tebu bokashi dengan dosis 20 ton/ha memberikan hasil terbaik untuk berat segar tanaman dan  krop kubis bunga di tanah aluvial. Namun pemberian pupuk NPK dengan berbagai dosis tidak memberikan hasil yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga di tanah aluvial. Kata kunci : Tanah aluvial, Bokashi Ampas tebu, kubis bunga, NP

    PENGARUH DOSIS DAN WAKTU PEMUPUKAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT PADA MEDIA COCOPEAT

    No full text
    Tomat memiliki potensi yang besar untuk dibudidayakan dalam sistem urban farming. Penggunaan cocopeat sebagai media tanam dapat memberikan solusi praktis dan berkelanjutan untuk mendukung produktivitas pertanian dilingkungan perkotaan. Cocopeat memiliki keterbatasan unsur hara yang membuatnya kurang ideal untuk budidaya tanaman. Oleh karena itu, usaha  mengatasi keterbatasan unsur hara, sifak fisik dan kimia yang kurang ideal dari cocopeat diperlukan penambahan material tambahan seperti pupuk kandang, biochar maupun pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dosis pupuk NPK dan waktu pemupukan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada media cocopeat. Penelitian dilaksanakan dilahan Asrama Kabupaten Bengkayang Jl. Sepakat II,mulai bulan september –  november 2023. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor yaitu dosis NPK 400 kg/ha, 600 kg/ha, 800 kg/ha dan waktu pemupukan 1 minggu setelah tanam, 4 minggu setelah tanam, 1&4 minggu setelah tanam. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat buah per buah, volume akar dan berat kering. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa dosis dan waktu pemupukan NPK tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil tomat pada media cocopeat

    PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT AKIBAT PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR DAN PUPUK NPK PADA TANAH GAMBUT

    Full text link
    Tomat (Lycopersicum esculentum Mill) Dapat tumbuh dengan baik pada media yang subur salah satu media tumbuh yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan tomat adalah tanah gambut yang memiliki beberapa kendala. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalahtersebut yaitu dengan memberikan bahan organik pupuk organic cair dan pupuk anorganik NPK yang dikombinasikan dan diberikan secara berimbang. Penggunaan pupuk organic cair sebagai bahan organik dapat memperbaiki kendala yang ada pada tanah gambut terutama sifat tanah, dan penambahan NPK yang dapat diserap oleh tanaman secara cepat untuk memenuhi kebutuhan unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya interaksi konsentrasi POC dan dosis pupuk NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan dilahan jalan parit haji husin 2 pada tanggal 02 Desember 2022 - 25 Februari 2023. Rancangan yang digunakan yaitu rancangan faktorial dengan Pola Rancang Acak lengkap (RAl) terdiri dari 2 faktor yaitu: perlakuan pemberian pupuk organik cair (P), terdiri dari 3 taraf dan perlakuan pemberian pupuk NPK (N) yang terdiri dari 3 taraf. Masing- masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap perlakuannya terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga terdapat 108 sampel unit pengamatan dan penelitian. Faktor pertama adalah konsentrasi pupuk organic cair (P) terdiri dari 3 taraf yakni: p1 = Pupuk oranik cair sebanyak 100 ml/L, p2 = Pupuk organik cair sebanyak 200 ml/L dan p3 = Pupuk organik cair sebanyak300 ml/L. Faktor kedua adalah dosis pupuk NPK (N) terdiri dari 3 taraf yakni: n1 = Pupuk NPK sebanyak 150 kg/ha setara dengan 3 g/ polybag, n2= Pupuk NPKsebanyak 300 kg/ha setara dengan 6 g/polybag dan n3= Pupuk NPK sebanyak 450 kg/ha setara dengan 9 g/polybag. Variabel pengamatan seperti: pengamatan tinggi tanaman (cm), pengukuran berat kering tanaman (g), pengukuran berat per buah (g), pengukuran berat buah per tanaman (g), dan menghitung jumlah buah per tanaman (buah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC nanas 200 ml/L dan Pupuk NPK 300 kg/ha dapat memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah gambut

    STATUS STOK UDANG PUTIH (Penaeus merguiensis de Man, 1888) DARI ZONA 3 MIL YANG DIDARATKAN DI DUSUN PARIT PANGERAN DESA TANJUNG SALEH KABUPATEN KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT

    Full text link
    Kabupaten Kubu Raya yang merupakan salah satu kawasan sentra produsen udang terbesar di Kalimantan Barat dengan konstribusi mencapai 40,08% pada 2010 dan 39,45% pada 2012, salah komoditasnya ialah Penaeus merguiensis. Penaeus merguiensis termasuk kedalam klasifikasi udang paneid yang komoditasnya menjadi sasaran utama. Udang putih menjadi salah satu udang yang mengalami eksploitasi dimana berdampak pada penurunan stok udang putih. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui status stok udang putih di perairan tersebut. Penelitian dilakukan selama 3 bulan menggunakan alat tangkap mini bottom trawl dan menggunakan metode systematic random sampling. Analisis data yang digunakan yakni sebaran frekuensi karapas, hubungan rasio berat total dan panjang total terhadap waktu penangkapan, hubungan panjang total dan panjang karapas, laju pertumbuhan, mortalitas dan laju eksploitasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa udang yang tertangkap memiliki sebaran frekuensi antara 12-27,9 mm, rasio berat total dan panjang total mengalami peningkatan pada bulan april yakni 0,098 gram, kemudian mengalami penurunan drastis pada bulan mei yakni 0,075 gram, pola pertumbuhan yakni bersifat allometrik negatif karena nilai b<3 yang artinya pertambahan panjang udang putih lebih cepat daripada pertambahan berat.Kata Kunci: Allometrik, Pertumbuhan, Status Stok, Udang Putih

    RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH TERHADAP PEMUPUKAN KALIUM DAN KALSIUM PADA TANAH GAMBUT

    Full text link
    Respon Pertumbuhan dan hasil bawang merah terhadap pemupukan kalium dan kalsium pada tanah gambut. Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang tidak terlepas dari kehidupan sehari-hari sebagai bumbu utama. Usaha untuk meningkatkan produksi agar lebih tinggi baik dari segi kualitas maupun kuantitas dapat dilakukan dengan usaha ektensifikasi. Pemanfaatan tanah gambut sebagai media dalam budidaya dihadapkan pada kendala yaitu sifat kimia tanah yang kurang baik. Upaya yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kondisi tanah gambut agar sesuai untuk pertumbuhan dan perkembangan bawang merah adalah dengan memberikan pupuk kalium dan kalsium ke dalam tanah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi antara pemberian pupuk kalium dan kalsium serta untuk mendapatkan kombinasi dosis terbaik untuk keseimbangan hara terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak. Waktu penelitian dimulai dari tanggal 30 September sampai dengan 30 November 2021. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yaitu faktor pupuk kalium yaitu a1 = 1,2 g/polybag, a2 = 1,8 g/polybag dan a3 = 2,4 g/polybag dan faktor pupuk kalsium yaitu b1 = 5 g/polybag, b2 = 6 g/polybag dan b3 = 7 g/polybag. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman,  jumlah daun , jumlah umbi, berat segar umbi dan berat kering umbi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan pengaruh interaksi pupuk kalium dan pupuk kalsium belum mampu mempengaruhi pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah gambut. Pemberian pupuk kalium pada dosis 2,4 g/polybag mampu mempengaruhi pertumbuhan tinggi tanaman umur 5 MST dan jumlah daun umur 6 MST. Pemberian pupuk kalsium pada dosis 7 g/polybag memberikan pertumbuhan yang baik pada tinggi tanaman umur 5-6 MST. Pada hasil bawang merah menunjukkan pemberian pupuk kalium dan kalsium belum mampu meningkatkan hasil bawang merah pada tanah gambut

    IDENTIFIKASI EKTOPARASIT PADA IKAN PATIN (Pangasius djambal) DI UPT PERIKANAN BUDIDAYA AIR PAYAU DAN LAUT (UPT-PBAPL) KALIMANTAN BARAT

    Full text link
    Ektoparasit merupakan parasit yang menyerang bagian luar tubuh ikan, misalnya pada insang, sirip dan kulit. Di Kalimantan Barat budidaya ikan patin salah satunya dilakukan di UPT-PBAPL Kalimantan Barat. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jenis prevalensi dan intensitas ektoparasit yang menyerang ikan patin (Pangasius djambal) di kolam budidaya. Penelitian ini dilaksanakan kurang lebih selama 2 bulan di dua tempat yaitu UPT-PBAPL Kalimantan Barat dan Laboratorium Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode purposive sampling yang dilakukan disetiap kolam berdasarkan ukuran ikan. Hasil pengamatan ditemukan satu jenis ektoparasit. Jenis ektoparasit yang menginfeksi ikan patin (Pangasius djambal) adalah Dactylogyrus sp ditemukan pada organ insang ikan. Prevalensi yang diperoleh selama penelitian pada kolam I yaitu 10% menunjukan tingkat serangan masuk kedalam kategori infeksi sering, kolam II yaitu 25% menunjukan tingkat serangan masuk kedalam infeksi sering, kolam III 35 % menunjukan tingkat serangan masuk kedalam infeksi biasa. Nilai intensitas kolam I yaitu 1,5 kategori rendah, kolam II yaitu 1,8 kategori rendah dan kolam III yaitu 2,14 kategori rendah, nilai intensitas dengan kategori yang rendah merupakan infeksi yang belum berdampak merugikan bagi ikan. Kualitas air di kolam budidaya UPT-PBAPL Kalimantan Barat selama penelitian berada dalam kisaran normal dan mendukung untuk kelangsungan hidup ikan, dengan rata-rata suhu berkisar 29,1-29,60C, pH 6,4-6,8, DO 4,2-5,6 mg/

    ANALISIS BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH ULTISOL PADA LAHAN KELAPA SAWIT DI DESA KELOMPU KECAMATAN KEMBAYAN KABUPATEN SANGGAU

    Full text link
    Penelitian ini dilakukan di Desa Kelompu, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau, di area seluas sekitar 20 hektar, berlangsung selama enam bulan dari April hingga Juli 2023. Bahan yang digunakan meliputi bahan kimia untuk menganalisis sifat kimia dan fisik tanah, serta sampel tanah yang diambil langsung dari lapangan untuk dianalisis di laboratorium. Alat-alat yang digunakan mencakup peta topografi, Munsell Soil Colour Chart, kunci taksonomi tanah, bor tanah, dan lain-lain. Pengambilan contoh tanah menggunakan metode sistem grid, dengan pengamatan profil tanah di setiap titik, menghasilkan empat profil tanah. Sampel tanah diambil pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm untuk analisis sifat kimia. Analisis di laboratorium meliputi pengukuran pH tanah, kandungan C-organik, N-total, P-tersedia, dan lain-lain. Berdasarkan penelitian, lahan kelapa sawit di tanah Ultisol di semua lokasi memiliki karakteristik kimia tanah yang serupa dengan kadar nutrisi rendah, terbukti dari hasil analisis sampel tanah. Praktik pengelolaan lahan yang kurang optimal, seperti pemupukan yang tidak seimbang, berdampak negatif pada sifat kimia tanah. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa rekomendasi pemupukan yang diberikan masih lebih tinggi dari saran optimal, terutama untuk unsur hara K dalam bentuk KCl.Kata Kunci: karakteristik kimia tanah, kelapa sawit rakyat, rekomendasi pupu

    Pengaruh Pemberian Berbagai Jenis Bokashi dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Pada Tanah PMK

    Full text link
    Jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu komoditas pangan utama terpenting setelah padi. Upaya untuk meningkatkan produksi jagung di Kalimantan Barat dapat dilakukan dengan menggunakan tanah podsolik merah kuning sebagai media tanam. Pemberian bahan organik berupa bokashi bertujuan untuk memperbaiki kondisi tanah yang perlu dibarengi dengan penggunaan pupuk NPK. Tujuan penelitian yaitu mengetahui interaksi antara beberapa jenis bokashi dan pupuk NPK, mendapatkan jenis bokashi yang dapat memberikan pengaruh terbaik dan mendapatkan dosis pupuk NPK yang dapat memberikan pengaruh terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung di tanah PMK. Penelitian dilakukan di lahan milik kelompok tani di Jalan Sekayok, Kelurahan Sebalo, Kabupaten Bengkayang pada bulan Oktober 2022 sampai dengan Februari 2023. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama adalah jenis bokashi yang terdiri dari 3 taraf yaitu k1= bokashi limbah pasar 10 ton/ha setara 5 kg/petak, k2=bokashi eceng gondok 10 ton/ha setara 5 kg/petak, dan k3=bokashi sekam padi 10 ton/ha setara 5 kg/petak. Faktor kedua adalah pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu n1=150 kg/ha setara 75 g/petak, n2= 300 kg/ha setara 150 g/petak, dan n3= 450 kg/ha setara 225 g/petak. Variabel pengamatan terdiri dari tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, diameter tongkol, panjang tongkol, jumlah baris biji per tongkol, dan berat kering biji per petak. Berdasarkan hasil penelitian tidak terjadi interaksi antara pemberian jenis bokashi dengan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung di tanah PMK serta tidak ditemukan jenis terbaik pada perlakuan bokashi dan dosis pupuk NPK, namun pemberian dosis pupuk NPK 450 kg/ha memberikan hasil tertinggi pada jumlah daun jagung.

    403

    full texts

    1,262

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇