25 research outputs found

    Perancangan Media Komunikasi Bagi Anak Muda Komunitas Pecinta Film Independen Di Surabaya

    Get PDF
    Film adalah seni mandiri dan kebebasan berkarya mandiri. Meskipun kecil di Surabaya terdapat juga komunitas Film lndependen, sayangnya Komunitas pecinta Film lndependen di Surabaya, baik penikmat film hingga film maker belum mempunyai media komunikasi sebagai sumber aspirasi, ekspresi dan informasi sekaligus mampu menjaga konsitensi keberadaan pecinta film lndependen di Surabaya. Media komunikasi bagi komunitas film independen panting bagi kelangsungan eksistensi mereka dan motivasi bagi komunitas independen serta nantinya mampu mewakili spirit mereka, terutama dalam kebebasan berkarya dan mencipta mendiri. Terciptanya media komunikasi bagi komunitas film independen, kekuatan gerakan film independen yang mendatangi publik makin kokoh dan melengkapi lembaran sejarah perjalanan film independen di Surabaya, umumnya di Indonesia. Nantinya media komunikasi ini tercipta sesuai dengan persepsi komunitas film independen terhadap film independen. Media komunikasi ini nantinya yang berupa majalah, menjadi sumber informasi, hiburan dan wadah ekspresi komunitas film independen di Surabaya. Selain itu media komunikasi berupa majalah diharapkan mampu menjadi citra eksisnya konsistensi komunitas pecinta film independen di Surabaya yang makin berkembang. Pertunjukan yang memberikan hiburan dan merupakan media ekspresi bagi pembuatnya. Film lndependen berkembang karena menentang kemapanan industri film besar hingga mendistribusikan filmnya dengan bioskop lndependen. Pengertian film lndependen yang berarti spirit

    WIMBA - Jurnal Komunikasi Visual : Vol.03, No.2, 2011

    No full text
    1. Representasi Perempuan pada Desain Kemasan \u27Kiranti\u27 / Senja Aprela Agustin, Acep Iwan Saidi, Triyadi Guntur W. 2. Simbol dan Makna Bentuk Naga (Studi Kasus: Vihara Satya Budhi Bandung) / Harry Pujianto Yaswara, Imam Santosa, Naomi Haswanto 3. Ideologi Jawa dalam Sampul Majalah \u27Djaka Lodang\u27 / Gamaliel W. Budiharga, Widihardjo, Triyadi Guntur W. 4. Kajian Representasi Tubuh dalam Film Fiksi Ilmiah / Rabendra Yudistira Alamin, Alvanov Zpalanzani, Pindi Setiawan 5. Relasi antara Prinsip Visual Barat dan Fengshui pada Desain Logo / Fenny Ng, Priyanto Sunarto, Naomi Haswant

    PERANCANGAN VIDEO PROMOSI WISATA KOTA SURABAYA DENGAN MENGGUNAKAN BRANDING SEMARAK SURABAYA

    Get PDF
    Selama beberapa tahun terakhir perkembangan ekonomi global dan percepatan urbanisasi membuat persaingan antar kota menjadi semakin ketat. City Branding menjadi fenomena yang sedang hangat diperbincangkan karena dianggap sebagai instrumen promosi yang paling berpengaruh dan efektif. Surabaya sebagai salah satu kota terbesar Indonesia setelah Jakarta, turut berupaya untuk membranding citra kota agar dapat bersaing secara global. Pada tahun 2020, tim branding Semarak Surabaya memutuskan untuk mengubah citra kota dengan konsep yang lebih sesuai dengan value yang melekat pada penduduk kota dan segala potensi yang dimiliki oleh kota Surabaya, karena branding Sparkling Surabaya sebelumnya dianggap kurang berhasil yang ditunjukkan dengan kurangnya dan adanya perbedaan persepsi masyarakat terhadap makna branding. Semarak Surabaya ingin mengomunikasikan kemeriahan keanekaragaman dan kesatuan semangat penduduk Surabaya, menyajikan pengalaman menarik, dan menampilkan keindahan Kota Surabaya. Proses perancangan video promosi ini dilakukan dengan menggunakan beberapa metode penilitan berupa analisis studi literatur, observasi, kuisioner, dan studi eksisting dari komparator. Hasil analisis data tersebut akan digunakan untuk merumuskan dan sebagai acuan kriteria dan konsep desain media video promosi. Hasil akhir dari perancangan ini adalah video promosi berupa TVC terkait potensi wisata Kota Surabaya yang mencerminkan branding baru Semarak Surabaya. Konsep dari video promosi ini berfokus pada wisata yang memberikan experience kepada wisatawan. Melalui perancangan ini, diharapkan dapat membantu meningkatkan jumlah wisatawan Kota Surabaya dan meratakan ekonomi penduduk di berbagai sektor

    Multiculturalism in the Design Work of Indonesian Women Designers

    Get PDF
    Multiculturalism has become a prominent issue in media communication, serving as both a communication strategy and a form of awareness for creators, particularly in visual communication design media. Most of the previous findings on the study of multiculturalism in the media suggest that different cultural backgrounds must be considered for global brands to reach diverse markets since visual language is not universal. In addition, other studies explore the interpretation of multiculturalism ideas in the media and practice participatory design research to communicate multiculturalism value through visual communication media. Nevertheless, in Indonesia, the interpretation study of multiculturalism in designs, especially those created by women designers, as a manifestation of multiculturalism awareness seems to be underexplored. To narrow the gap, this study uses the visual semiotic theory of Roland Barthes to investigate the multicultural significance represented in visual images in the work of Indonesian women designers by outlining the levels of denotative and connotative meanings which develop into myth. This research reveals that the idea of multiculturalism in the design work of Nita Darsono and Sanchia Hamidjaja can provide other counter-knowledge in representing the diversity amongst the hegemony of a single and standardized body myth, such as white skin, ideal body, and race, in media. This approach better understands the audiences and appreciates cultural diversity. Overall, this study sheds light on the importance of multiculturalism in visual communication design media, particularly in representing diversity and challenging hegemonic norms. It highlights the need for more research in this area, particularly from underrepresented perspectives, such as women designers in Indonesia

    Representasi Perempuan pada Desain Kemasan "Kiranti"

    Get PDF
    Gender representation is often used as an attribute of a product differentiation in the current packaging design. One of the woman representation could be found on the packaging design of âKirantiâ, a herbal ready to drink which is better known as a traditional medicine by earlier Javanese culture. Kiranti as a text is combined by verbal and visual elements that are meaningful to the readers. How the representation of women and constructions as well as decoding by its consumer are the main questions of this research. Using of discourse analysis method, Kirantiâs text can be traced not only from the visualization, but also of ideas or opinions behind them, such as socio-cultural situation in which Kiranti disseminated. In addition, consideration of readers position as consumers are very important in interpreting the text of Kiranti, because implified particular knowledge in society. Decoding by readers are diverse, ranging from the interpretation of the same message as producerâs intention, differences in interpretation, until modify its message. Visual and verbal elements that appear are the result of the selected signs combination by the producer of meaning, that seeks to utilize conventions that can be accepted easily by society. The combination of the signs are also affected by the construction of discourses, such as codes of Javanese culture, the concept of beauty and menstruating women, as well as the inherent characteristics of femininity (gender), that represented by visual elements, both graphic imagery (photography and illustration), typography, color, and form of the bottle form

    Caring Design: A Multimodal Analysis of Woman Embodiment in Kampung Halaman Foundation Design by Novi Kristinawati

    Get PDF
    Gagasan perawatan dalam desain dan arsitektur melekat pada karya perempuan desainer se- bagai bentuk kebertubuhan perempuan yang berhubungan dengan konteks sosial. Demikianlah peran perempuan dalam tatanan sosial yang sering diasosiasikan dengan perawatan dan peng- asuhan seperti layaknya alam telah menggemakan dualisme gender, yang turut mempengaruhi perbedaan karakteristik desain yang diciptakan oleh keduanya. Beberapa penelitian sebelum- nya telah mengeksplorasi gagasan desain perawatan, terutama dalam arsitektur, mencakup eksplorasi material alami yang dapat menyampaikan identitas budaya, pengalaman multisen- sorik, dan arsitektur afektif. Namun, studi mengenai karya perempuan desainer, khususnya dalam arsitektur yang merangkul konsep ‘desain perawatan’, dan berfokus pada kebertubuhan masih kurang dieksplorasi. Penelitian ini bertujuan untuk memahami gagasan perawatan se- bagai bentuk kebertubuhan perempuan desainer yang terefleksikan dalam karyanya, dengan studi kasus desain arsitektur Yayasan Kampung Halaman di Yogyakarta oleh Novi Kristinawa- ti. Melalui metode semiotika, khususnya analisis multimodal teks dari Gunther Kress dan Theo van Leeuwen, makna perawatan diungkapkan melalui penelusuran tiga metafungsi: makna representasi, makna interaktif, dan makna komposisi yang muncul dari mode-mode sebagai sumber semiotika. Temuan studi ini memperlihatkan bahwa Novi Kristinawati merefleksikan kebertubuhannya dalam desain Yayasan Kampung Halaman. Gagasan perawatan sebagai bentuk kebertubuhan perempuan antara lain: muncul dalam simbol arketipe ibu; desain yang memberikan pengalaman multisensori dengan mengaburkan batas antara eksterior alam dan interior; desain yang fleksibel dan mengalir yang memenuhi nilai guna serta dapat memfasil- itasi jarak sosial pengguna desain; mengutamakan kesetaraan dan pengakuan kedua gender dalam desain tanpa sekat; serta desain yang mampu mendengarkan kebutuhan pemesan de- sain. Penelitian ini adalah upaya untuk memahami desain dalam kerangka kebertubuhan per- empuan dan kontribusinya dalam wacana pengetahuan desain. Kata Kunci: desain perawatan, perempuan desainer, kebertubuhan perempuan, analisis multimodal, arsitektur, Novi Kristinawat

    Perancangan Buku Tutorial Sulam Kristik untuk Fesyen Wanita Bertema Bunga Indonesia

    Get PDF
    Sulam kristik merupakan salah satu seni kriya tekstil yang sudah dikenali dan digemari sebagai hobi oleh masyarakat Indonesia. Namun faktanya, kegiatan menyulam tersebut bagi sebagian masyarakat Indonesia, terutama wanita dewasa muda saat ini adalah hal yang membosankan dan cenderung dianggap sebagai kegiatan yang hanya dilakukan oleh kaum lanjut usia. Oleh karena itu tujuan penulis adalah untuk mengembangkan pola sulam kristik dengan implemetasi yang berbeda, yaitu pada produk fesyen wanita dengan objek sulam bunga Indonesia. Pada perancangan ini objek yang dipilih adalah bunga Indonesia yang memiliki nilai sebagai Identitas bangsa. Perancangan buku visual ini menggunakan beberapa metodelogi penelitian diantaranya analisis komparatif, visual exploration, marketing research, studi eksisting dan literatur. Data yang didapat kemudian disimpulkan untuk mendapatkan sebuah konsep desain dan konten buku yang sesuai. Konsep perancangan ini adalah “Attractive Fashion Cross Stitch” yang dapat diartikan sebagai sulam kristik yang atraktif pada produk fesyen wanita. Dari hal tersebut merupakan sebuah peluang untuk merangkul kembali sulam kristik yang dianggap sebagai kegiatan ketinggalan zaman untuk kembali digemari sebagai hobi kekinian. Hasil luaran dari perancangan ini adalah buku tutorial dengan konten mengenai bunga-bunga Indonesia, tutorial singkat sulam kristik, hasil eksplorasi desain pola, serta berbagai contoh implementasi pola sulam kristik yang telah dibuat pada produk fesyen wanita dewasa muda
    corecore