1,721,266 research outputs found
Penerapan Doktrin Business Judgment Rule Dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Karen Agustiawan
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis penerapan business judgment rule dalam perkara tindak pidana korupsi Karen Agustiawan. Penelitian ini bersifat deskriptif dengan jenis yuridis normatif. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan peraturan perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan kasus (case approach) dengan menggunakan data sekunder yang dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan penerapan doktrin business judgment rule dalam perkara tindak pidana korupsi Karen Agustiawan terjadi pada tingkat pemeriksaan di Mahkamah Agung (judex juris). Dalam pertimbangannya, apa yang dilakukan oleh Karen Agustiawan tidak keluar dari ranah business judgment rule, ditandai dengan tidak adanya kecurangan (fraud), benturan kepentingan (conflict of interest), perbuatan melawan hukum, dan kesalahan yang disengaja. This study aims to examine and analyze the application of the business judgment rule in the corruption case of Karen Agustiawan. This research is descriptive with normative juridical type. The approach used is the approach laws and regulations (statute approach) and case approach using secondary data which was analyzed qualitatively. The results of this study show the application of the business judgment rule doctrine in the corruption case of Karen Agustiawan occurred at the examination level at the Supreme Court (judex juris). In her judgment, what Karen Agustiawan did was not outside the realm of the business judgment rule, marked by the absence of fraud, conflict of interest, unlawful acts, and intentional mistakes.
EKSISTENSI WAKTU FERMENTASI TERHADAP RENDEMEN BIOGAS MENGGUNAKAN GREEN PHOSKKO® (GP-7)
Time Existence of fermentation Against To Biogas Yield By Using
Green Phoskko ® (Gp-7)
(Agustiawan, 2014, 53 Page, 12 Table, 21 Picture, 4 Appendix)
Large consumtion of energy makes the energy reserved become lower, for it to
need alternative renewable energy, saving energy and enviromentally friendly, is
using of biogas. Biogas is a gaseous fuel produced from fermentation of organic
materials with the help of anaerobic bacteria that can be used as an alternative
energy. In producting of biogas partition reactor type that uses waste vegetable
raw materials by adding cow dung as an early starter. Biogas production is done
by adding green Phoskko (GP-7) as a medium to accelerate the bioconversion of
organic matter degradation process. Biogas fermentation process carried out for
13 days. Biogas produced biogas composition was analyzed to determine the
highest during the fermentation process. From the analysis and calculation result
biogas yield in optimal conditions at the 12th day 4,99% and calorific value (LHV)
8435kkal/kg.
Keywords: vegetable waste, time, yield, green phoskko, LH
The Implementation of Modified Questioning The Author (MQTA) Strategy to Improve Students’ Reading Comprehension
Penelitian ini bertujuan i) untuk mengetahui perbedaan prestasi membaca komprehensif antara siswa yang diajar dengan strategi Questioning the Author (QtA) dan strategi Modified Questioning the Author (MQtA), ii) untuk mengetahui aspek mmbaca yang paling meningkat nilainya setelah penerapan strategi QtA dan MQtA , dan iii) untuk mengetahui respon siswa terhadap penerapan strategi MQtA. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas delapan SMP IT Ar Raihan Bandar Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa i) ada perbedaan yang signifikan secara statistik dalam kemampuan membaca antara siswa yang diajar dengan strategi QtA dan strategi MQtA, ii) Dari lima aspek membaca comprehensif; menentukan Main idea, Supporting details, References, Inferences dan Vocabulries, aspek membaca yang memperoleh nilai tertinggi pada group eksperimen adalah menentukan Main idea dan Inferences sedangkan pada grup kontrol adalah menentukan References, dan iii) respon siswa terhadap penerapan strategi MQtA adalah positif. Ini menunjukkan bahwa strategi MQtA lebih efektif dibandingkan dengan strategi QtA untuk meningkatkan prestasi membaca komprehensif siswa . Namun, kedua strategi dapat diterapkan pada semua kelas dengan kondisi dan latar belakang pengetahuan yang berbeda.This study was aimed i) to find out whether there was a difference of students’ reading achievement between students taught by using Questioning the Author (QtA) and those taught by using Modified Questioning the Author (MQtA), ii) to find out aspect of reading comprehension which score mostly increased after the implementation of QtA and MQtA, and iii) to find out the students’ responses toward the implementation of MQtA. The subjects of this research were the eighth grade students of SMP IT Ar Raihan Bandar Lampung. The result showed that i) there was a statistically significant difference in students’ reading comprehension achievement between students taught by using QtA and those taught by using MQtA, ii) from five aspects of reading comprehension; determining Main idea, Supporting details, Reference, Inferences and Vocabularies, the reading aspect which gained highest score in experimental group was in determining Main idea and Inferences, while in control group it was in determining References, and iii) the students’ responses toward the implementation of MQtA was positive. It can be said that MQtA strategy is more effective to increase the students’ reading comprehension achievement. However both QtA and MQtA can be implemented to every classroom with different students’ situation and background knowledge. Keywords: Modified Questioning the Author (MQtA), questioning the author (QtA), reading comprehension achievement
Pengaruh Kualitas Produk dan Desain Terhadap Keputusan Pembelian Motor Yamaha Vixion
Pengaruh Kualitas Produk dan Desain Terhadap Keputusan Pembelian Motor Yamaha Vixion Siti Aisyah Agustiawan Agustiawan Nurwanita Nurwanita Fatma Fatma
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahuai kualitas produk dan desain berpengaruh secara parsial dan secara serempak terhadap keputusan pembelian motor yamaha vixion pada organisasi vixion di kota Palu. Lokasi pada penelitian ini di wilaya kota palu provinsi Sulawesi Tengah. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anggota organisasi vixion di Kota Palu yang berjumlah 8 organisasi yaitu Vixion Young Riders Community, Rider Vixion Independen, Yamaha Vixion Club Indonesia, Vixion Jari-Jari Palu Vixion Ruji Squad Palu Celebes Vixion Club Dan Vixion Independen Club yang jumlah keseluruhan anggota 282 anggota. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah teknik sample random sampling sebanyak 74 orang, dengan menggunakan rumus slovin untuk menentukan jumlah sampel. Teknik pengumpulan data adalah melalui teknik observasi, kuesioner, dan wawancara, SPSS 21 For Windows. Dan teknik analisa yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel yang terdiri dari kualitas produk, dan desain secara serempak berpengaruh terhadap keputusan pembelian Motor Yamaha Vixion Studi Pada Organisasi Vixion di Kota Palu . Sedangkan, secara parsial desain berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian Motor Yamaha Vixion Studi Pada Organisasi Yamaha Vixion di Kota Palu, sedangkan kualitas produk berpengaruh tetapi tidak signifikan. Nilai koefisien determinasi (R2) menunjukkan bahwa variabel independen yang diteliti mampu menjelaskan 11,3% pengaruhnya terhadap variabel dependen (Keputusan Pembelian Motor Yamaha Vixion Studi Pada Organisasi Yamaha Vixion di Kota Palu, sedangkan sisanya 88,7% dijelaskan oleh variabel independen yang lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
06 22 2020 59 75 10.24239/jiebi.v2i1.23.59-75 https://jurnaljiebi.org/index.php/jiebi/article/view/23 https://jurnaljiebi.org/index.php/jiebi/article/download/23/18 https://jurnaljiebi.org/index.php/jiebi/article/download/23/1
DESAIN DIRECT TORQUE CONTROL (DTC) DENGAN FUZZY SUGENO-PD UNTUK PENGENDALIAN KECEPATAN MOTOR INDUKSI 3 FASA
DESAIN DIRECT TORQUE CONTROL (DTC) DENGAN
FUZZY SUGENO-PD UNTUK PENGENDALIAN
KECEPATAN MOTOR INDUKSI 3 FASA
AGUSTIAWAN
NIM. 11655100822
Tanggal Sidang :
Program Studi Teknik Elektro
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
Jl. Soebrantas No. 155 Pekanbaru
ABSTRAK
Secara umum dalam dunia industri, motor induksi lebih banyak digunakan dari pada motor arus searah,
dikarenakan sifat motor induksi yang kokoh, handal, mudah dalam perawatan, dan harga relatif murah.
Fenomena perubahan kecepatan putar pada saat perubahan beban berakibat pada pengaturan kecepatan motor
induksi, yang berisiko lambatnya respon waktu, adanya overshoot yang seharusnya masih bisa diminimalisir,
dan adanya gangguan yang disebabkan oleh faktor lingkungan luar, sehingga dibutuhkan pengendali yang
mampu bekerja secara efektif untuk mengoptimalkan kinerja motor induksi 3 fasa. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mendesain pengendali DTC fuzzy sugeno-PD, dimana DTC memberikan respon yang cepat dan
kuat yang dipasang pada motor AC. Fuzzy sugeno memberikan waktu perhitungannya singkat dan
penalaranya mencakup data yang cukup luas dan PD untuk mempercepat hasil respon waktu. Sehingga
metode yang diusulkan menghasilkan kecepatan putar motor induksi sesuai dengan setpoint yang diberikan
sebesar 100 rad/s dengan settling time yaitu 0,45detik, rise time 0,2 detik dan tidak terdapatnya error steady
state. Dari keadaan respon keluaran plan sebelum diberi pengendali terdapat error steady state sebesar 5
rad/s, maximum overshoot sebesar 5,4111%, settling time yaitu 0,1554detik dan rise time 0,1554 detik
Kata kunci : Motor Induksi 3 Fasa, DTC, Fuzzy Sugeno, P
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
PEMINDAHAN NARAPIDANA ANAK DARI LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KE LEMBAGA PEMASYARAKATAN KELAS III LHOKNGA
ABSTRAK Hernando Agustiawan, 2022Ainal Hadi, S.H., M. HumBerdasarkan ketentuan Pasal 85 ayat (1) Undang Undang No. 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, Narapidana Anak menjalani masa pidana di Lembaga Pembinaan Khusus Anak. Pada Pasal 86 ayat (1) mengamanatkan bahwa apabila Anak telah berumur 18 (delapan belas) tahun namun belum selesai menjalani masa pidananya, maka Anak dipindahkan ke Lapas Pemuda. Pada ayat (2) menyebutkan bahwa jika Anak telah berumur 21 (dua puluh satu) tetapi belum selesai menjalani masa pidana, maka Anak dipindahkan ke Lapas Dewasa Tujuan penulisan skripsi ini adalah untuk menjelaskan faktor penyebab Narapidana Anak menjalani masa pidana di Lembaga Pemasyarakatan yang bukan khusus untuk Anak, hambatan dalam proses pemindahan Anak ke Lapas Kelas III Lhoknga, dan dampak yang ditimbulkan dalam pembinaan terhadap pemenuhan hak hak Anak dalam menjalani masa pidana. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian yuridis empiris. Penelitian hukum yang bersifat yuridis empiris ini menggunakan data primer yang diperoleh dari lapangan melalui proses wawancara dan memadukannya dengan data sekunder buku -buku teks, teori-teori, undang undang, artikel- artikel dan tulisan ilmiah.Hasil penelitian ditemukan bahwa faktor penyebab pemindahan Anak dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Lhoknga disebabkan karena Anak berkelakuan tidak baik selama menjalani masa pidana bahkan melakukan percobaan pelarian. Dalam pemindahan ditemukan hambatan seperti keluarga Anak yag keberatan dengan pemindahan Anak karena aku kesulitan untuk berkunjung dikarenaka jarak yang lebih jauh. Pemindahan Anak ke Lapas Dewasa juga berdampak secara psikologis kepada Anak, pemenuhan hak Anak yang tidak maksimal, dan pelayanan kebutuhan seperti pelayanan pendidikan yang sangat terbatas.Diharapkan Pemindahan Narapidana Anak dari Lembaga Pembinaan Khusus Anak ke Lapas Kelas III Lhoknga sebelum berumur 18 ( delapan belas) tahun benar benar memperhatikan kebutuhan Anak sebagai pribadi yang belum dewasa
- …
