12 research outputs found

    PENGEMBANGAN PERANGKAT MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TWO STAY TWO STRAY TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran model kooperatif tipe Two Stay Two Stray terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa. Model penelitian yang digunakan dalam penelitian ini mengacu pada model pengembangan ADDIE yaitu 1) Analysis, 2) Design, 3) Development, 4) Implementation dan 5) Evaluation. Kelayakan Perangkat Pembelajaran diukur dengan hasil validasi RPP, LKPD dan angket respon yang diberikan kepada subjek penelitian. Data berasal dari dosen sebagai validator. Hasil keseluruhan validasi RPP dan LKPD menunjukkan skor rata-rata RPP 3,6 dan LKPD 3,5 dengan persentase keseluruhan RPP 91,6% yang termasuk dalam kategori sangat valid dan LKPD 89% yang termasuk dalam kategori sangat valid. Desain penelitian R&D (Research and Development) dipilih sebagai desain penelitian untuk mengembangkan perangkat pembelajaran yang berupa RPP dan LKPD. Subjek penelitian ini adalah guru fisika di SMA Negeri 5 Banda Aceh yang berjumlah 3 orang, SMA Negeri 7 Banda Aceh berjumlah 2 orang, SMA Negeri 8 Banda Aceh berjumlah 2 orang dan SMA 3 Banda Aceh berjumlah 3 orang. Data hasil penelitian diperoleh melalui angket respon dalam bentuk google form yang dibagikan kepada tiap guru. Pengolahan data dilakukan melalui analisis statistik menggunakan skala Likert. Hasil kelayakan perangkat pembelajaran model kooperatif tipe Two Stay Two Stray meliputi, RPP pada kategori sangat layak (92%), LKPD pada kategori sangat layak (89%), dan instrumen soal pada kategori sangat layak (91%). Disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran model kooperatif tipe Two Stay Two Stary yang terdiri dari RPP, LKPD, dan instrumen soal untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa layak dan dapat digunakan dalam pembelajaran fisika di SMA

    Pengaruh Kecerdasan Qalbiyah terhadap Tingkat Keimanan

    Full text link
    Kecerdasan qalbiyah, atau yang dikenal sebagai kecerdasan spiritual, merujuk pada kemampuan seseorang dalam mengembangkan dan memperkuat dimensi spiritual dalam dirinya. Dalam konteks Islam, kecerdasan qalbiyah dianggap sebagai aspek penting dalam pengembangan diri, khususnya terkait tingkat keimanan. Kecerdasan qalbiyah melibatkan nilai-nilai spiritual yang memperkuat hubungan individu dengan Tuhan, serta membentuk sikap yang sesuai dengan ajaran agama. Penelitian ini menggunakan metode kepustakaan dan studi analisis untuk menjelajahi pengaruh kecerdasan qalbiyah terhadap tingkat keimanan seseorang. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa kecerdasan qalbiyah memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat keimanan seseorang

    Filsafat Etika dalam Islam: Antara Akhlak dan Hikmah

    Full text link
    Islamic ethics has unique characteristics that distinguish it from other ethical systems, because it is rooted in divine revelation while also making room for the role of reason. Two key concepts that stand out in Islamic philosophy of ethics are morality and wisdom. Morality is understood as a system of values and behaviors that is based on the Qur'an and Sunnah, and reflects the normative and spiritual aspects of Islamic teachings. Morality emphasizes character formation that reflects faith through behaviors such as honesty, patience, and justice. On the other hand, wisdom, which literally means wisdom, is a form of rational and spiritual intelligence that allows individuals to apply moral values precisely, contextually, and proportionally. This paper aims to explore the philosophical relationship between morality and wisdom in the Islamic ethical system. Morality provides a fixed and universal moral direction, while wisdom provides flexibility in the application of these values in the midst of the complexities of real life. In the contemporary context, this blend is essential to form a Muslim personality who is not only spiritually devout, but also intelligent in attitude, adaptive to change, and able to navigate global ethical challenges. Thus, Islamic philosophy of ethics does not clash between revelation and reason, but instead integrates them in a balanced form of moral praxis. This study emphasizes that morality and wisdom are the two main pillars in building a just, civilized, and highly aware society of human values

    Nursing education on collaborative discharge planning and motivating patients to control for further care and management

    Full text link
    Background: Nurse as a health worker had a role as educators. The role of nurse educators could be seen from 10 inpatients resulted there were 4 inpatients (40%) stated that nurses did their roles accurately and 6 patients (60%) stated that there were nurses didn’t their roles properly. This condition could cause an increasing amount of patients who uncontrolled  at Dr. A. Dadi Tjokrodipo Hospital  Bandar Lampung.Purpose: To know there was a correlation of nursing education on collaborative discharge planning and motivating patients to control for further care and managementMethods: This research was quantitative method. The design of this study was an analytical survey with a cross-sectional. The samples used in this study were 136 people. Collecting data sampling used a consecutive sampling. The statistical test used a chi-square test.Results: The roles of nurse educator which had not good categories were 73 respondents (53.7%) and the roles of nurse educator which had good category were 63 respondents (46.3%). Low control motivations were 69 respondents (50.7%) and high control motivations were 67 respondents (49.3%). The results of data analysis using the chi-square test showed p-value = 0.001.Conclusion: There was a correlation of the roles of the nurse educator in discharge planning with motivation of inpatients for control. It was expected that the results of this study could be used as material for consideration and input for the hospital to be able to know the importance of the role of nurse educators in discharge planning.

    ANALISIS DISPARITAS SPASIAL MENGGUNAKAN DYNAMIC K-MEANS CLUSTER DAN LOCATION QUOTIENT PDRB KABUPATEN CILACAP TAHUN 2014

    Full text link
    In an effort to increase the growth an area, the government tried to advance sectors that can grow the economy in an area, one of them is gross regional domestic product (GDRP) data. A region that has an average areas with low GRDP but in the region there are areas that have very high GRDP can cause imbalance in the region. Imbalance regions is a common aspect in economic activity in a region, that is Cilacap regency. One model that is representative enough to measure the degree of imbalance of development among regions is Index Williamson (IW) and there are several methods to provide solutions in solving the problem of imbalance in Cilacap regency, among others Dynamic K-Means Clustering and Location Quotient (LQ). In this research, the results of the analysis showed IW Cilacap regency in 2014, there is imbalance but low imbalance, there is still imbalance between district due to high differences in income and sector productivity differences are striking every district in Cilacap regency. Dynamic K-Means Cluster analysis results shows the results of iteration 3 times and the number of clusters by 2 namely Cluster 1 (C1) and Cluster 2 (C2). Characteristics of C1 members advance in Sek_2, Sek_3, Sek_4, Sek_5, Sek_6, Sek_7, Sek_8, and Sek_9 while C2 members advance in Sek_1. C1 the number of members as many as 6 districts and C2 the number of members as many as 18 districts. And the result of LQ analysis shows that agriculture sector of Cilacap regency is the best potential to be developed

    Analisis Pemikiran Hasan Hanafi dalam Geraskan Pemabaharuan Islam: Studi Oksidentalis

    Full text link
    Islam sebagai agama yang besar dan memilki sistem yang lengkap serta aturan nilai yang konfleks namun pada kenyataanya nilai islam itu telah terkooptasi oleh Barat, baik sistem, kepentingan, struktur maupun kultur. Hal ini sebagai dampak kolonialisme dan imperialisme. Masyarakat Islam punya ketergantungan yang sangat besar terhadap Barat. Ketergantungan ini juga disebabkan oleh pemikir orientalis yang banyak mengkaji islam. sebagai reaksi dari pemikir orientalis tersebut maka muncul pula pemikir oksidental. Yang salah satu pemikir oksidentalis tersebut adala Hasan Hanafi., Hasan Hanafi dengan Kiri Islamnya sangat menentang peradaban Barat, khususnya imperialisme ekonomi dan kebudayaan. Hasan Hanafi memperkuat umat Islam dengan memperkokoh tradisinya sendiri dan melakukan pembaharuan pola pikir dalam islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi lapangan, dengan mengunakan metode wawancara. Sumber data dalam penelitian ini berupa primer, meliputi data-data hasil wawancara dan sekunder, meliputi dokumen yang terkait, serta hasil temuan dilapangan melalui observas

    Terapi Akupresure Terhadap Kadar Asam Urat Pada Penderita Asam Urat di Dusun Muara Jaya Kecamatan Kebun Tebu Lampung Barat

    No full text
    ABSTRAK Gout merupakan penyakit metabolik yang disebabkan oleh kelebihan kadar senyawa urat didalam tubuh, baik karena produksi berlebih, eliminasi yang kurang, atau peningkatan asupan purin. Salah satu terapi nonfarmakologik yang telah terbukti mampu mengatasi berbagai permasalahan kesehatan adalah akupresur. Akupresur yaitu tindakan pemberian tekanan ke titik khusus pada tubuh untuk mengurangi peningkatan kadar asam urat, menghasilkan relaksasi, dan mencegah atau mengurangi rasa mual. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini untuk mendapatkan pengalaman dan kompetensi lebih dalam pemberian asuhan keperawatan komprehensif pemberian terapi Akupresure terhadap penurunan kadar asam urat. Adapun kegiatan yang dilakukan berupa penyuluhan menggunakan leaflet dan demonstrasi terapi akupresure. Terdapat penurunan kadar asam urat setelah dilakukan terapi akupresure pada penderita asam urat. Terapi akupresure sangat efektif dalam menurunkan kadar asam urat.                                                                                                Kata Kunci: Akupresure, Asam urat, Kadar asam urat  ABSTRACT Gout is a metabolic disease caused by excess levels of urate compounds in the body, either due to overproduction, lack of elimination, or increased intake of purines. One non-pharmacologic therapy that has been proven able to overcome various health problems is acupressure. Acupressure is the act of applying pressure to a special point on the body to reduce the increase in uric acid levels, produce relaxation, and prevent or reduce nausea. The purpose of the study was to gain more experience and competence in the provision of comprehensive nursing care in the provision of acupressure therapy for decreasing uric acid levels. The activities carried out in the form of counseling using leaflets and demonstrations of acupressure therapy. There was a decrease in uric acid levels after doing acupressure therapy in gout sufferers. Thus, acupressure therapy was very effective in reduces uric acid levels. Keywords: Acupressure, Gout, Uric Acid Levels

    Analisis Kesiapan Guru Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Ogan Ilir dalam Mengimplementasikan Kurikulum Merdeka

    Full text link
    Kurikulum Merdeka menerapkan konsep “Merdeka Belajar” untuk membantu dalam pemulihan krisis pembelajaran pada Kurikulum 2013 yang terjadi akibat adanya pandemi Covid-19. Implementasi Kurikulum Merdeka membutuhkan persiapan yang matang. Tujuan dari penelitian untuk menganalisis kesiapan Madrasah Tsanawiyah dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian yaitu Madrasah Tsanawiyah Ogan Ilir dan sampel penelitian yaitu MTs N 1 Ogan Ilir dan MTs Al-Ittifaqiah. Sebanyak 17 guru dan 2 wakil kepala bidang kurikulum di kedua Madrasah Tsanawiyah  sebagai subjek penelitian. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah melalui angket dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapan Madrasah Ogan Ilir cukup siap untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dengan nilai rata-rata 66,2. Indikator kesiapan meliputi tiga aspek yaitu kesiapan pada perencanaan pembelajaran, proses pembelajaran dan proses penilaian. Berdasarkan ketiga aspek kesiapan, yang paling siap dengan nilai tinggi yaitu kesiapan pada perencanaan pembelajaran dengan nilai 68,8. Sedangkan kesiapan pada proses penilaian termasuk kategori siap rendah dengan nilai 63,7. Dengan demikian, perlu ada peningkatan pada pelatihan ataupun sosialisasi sehingga tingkat kesiapan guru meningkat

    Hubungan Agama dan Budaya Lokal dalam Fenomenologi Agama

    Full text link
    Hubungan antara agama dan budaya lokal merupakan fenomena yang menarik untuk diteliti, karena menunjukkan bagaimana agama dapat beradaptasi dan berinteraksi dengan konteks sosial-budaya yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan agama dan budaya lokal dalam perspektif fenomenologi agama, yaitu suatu pendekatan yang mengutamakan pengalaman subjektif dan makna simbolis dari agama. Metode yang digunakan adalah studi pustaka yang diambil dari artikel, jurnal, skripsi dan buku yang telah membahas mengenai jud ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan agama dan budaya lokal dapat bersifat harmonis, konfliktual, atau sinkretis, tergantung pada faktor-faktor seperti sejarah, politik, ekonomi, dan identitas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa hubungan agama dan budaya lokal merupakan suatu proses dinamis yang mencerminkan keragaman dan kreativitas masyarakat dalam memaknai dan mempraktikkan agama
    corecore