207 research outputs found
PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN TEKNIK DASAR SMASH PERMAINAN BOLAVOLI DENGAN MENGGUNAKAN ALAT BANTU BOLA GANTUNG UNTUK PESERTA EKSTRAKURIKULER DI SMK NEGERI 12 KOTA MALANG
ABSTRAK Subagio, Ergyan. 2016. Pengembangan Model Latihan Teknik Dasar Smash Permainan Bolavoli dengan Menggunakan Alat Bantu Bola Gantung Untuk Peserta Ekstrakurikuler di SMK Negeri 12 Kota Malang. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Agus Tomi, M.Pd, (II) Drs. Sri Purnami, M.Pd.
METAKRITIK UNTUK SUBAGIO SASTROWARDOYO
troke-width: 0px; "> Abstract
Subagio Sastrowardoyo produces good structural analysis in a number of literary studies. One is the study
of Sitor Situmorang‘S poetry Sosok Pribadi dalam Sajak. The essay is submitted by Teeuw “as an example and
very precise topic” about endeavor of searching the hidden meanings in unanimity and elusive of modern poetry. In
Situmorang‘s poetry , the focus discussion of Sastrowardoyo about literature and culture is based on a reading Sosok
Pribadi dalam Sajak (SPdS), Sastra Hindia Belanda dan Kita, SHBdK dan Bakat Alam dan Intelektualisme.
Overall, the SPDs are written which prioritizes the interpretation of the inner world , psychiatric or “private figure”
author as depicted on the content of his work. Content, strong romantic and modernist understanding that puts the artist
at the center of artistic creation, has encouraged Sastrowardoyo to blur quality of assessment and work of the author
personally, and to blur the distinction between art criticism and morality criticism, and the issue of aesthetics and ethics
matters. Sharpness, accuracy, and diligence analysis are often dimmed by passion on doing “holy inquisition” against the
author. In SHBdK, Sastrowardoyo shifts away from expressive to structural approach, though he never lost interest in
the “private figure” of the author.
Keywords: meta-critic , Subagio, SPDs, aesthetics, ethic
STUDI PUISI KARYA SUBAGIO SASTROWARDOYO KAJIAN FILSAFAT EKSISTENSIALISME NIETZSCHE
Lyliana, Lea. 2017. "Poetry Studies by Subagio Sastrowardoyo Study of Nietzsche's Existentialist Philosophy." Thesis (S1) Indonesian Literature. Faculty of Humanities Diponegoro University. Adviser I Laura Andri R.M., S.S., M.A. and adviser II Khotibul Umam, S.S., M. Hum.
The poetrys of Subagio Sastrowardoyo contains the author's life view of the radical purpose of life and the shadow of death. His poems contain elements of philosophy related to human existence. This thesis uses Nietzsche's philosophy of existentialism as an assisted approach with layered norms of Roman Ingarden, to reveal its structural elements. The purpose of this thesis to reveal the form of self-existence by the author who appears implicitly in his poetry. The method used in this study is a qualitative method that uses data collection methods through literature study with the technique of refer to note. Presentation of data analysis is done using descriptive explanation analasis.
The results of the analysis in this study, as follows: the form of human self-existence contained in each poem is different, but the four poems show the same process to achieve self-existence. The realization of the existence of Subagio Sastrowardoyo is implicitly implied through the characters who play a role in poetry. The character acts as a subject in progress to become an ubermensch. The process is to follow the will of power. The entire poem shows the achievement of the subject succeeded in becoming a ubermensch after going through the dilemmas of his life. The success of ubermensh becomes absolute after he is able to accept the concept of 'the return of all things' or to submit to the purpose of life and the owner of his life.
Keywords: Ubermensch, Existentialism, Subagio Sastrowardoy
Optimasi peralatan " Compton supresi Sydtem " pengukuran cuplikan lingkungan
Optimation of compton supressi system facility has been evaluated for its use as a measurement of environmental samples. A method for calculation and measurement of the full-energy peak efficiency,as.a function of the energy in compton supressi system with HPGe detector are described. This efficiency was used to seek the optimum condition of various variable, this is various the sample thickness, various the counting time and various the sample position of detector.
INTI SARI
Telah dipelajari optimasi •peralatan sistem compton supressi untuk pengukuran cuplikan lingkungan. Dijelaskan suatu metode untuk menghitung dan mengukur efisiensi puncak energi maksimum sebagai fungsi tenaga pada sistem compton supressi dengan menggunakan detektor HPGe. Efisiensi ini digunakan untuk mencari kondisi yang optimum dari variasi beberapa variabe variasi ketebalan cuplikan, variasi waktu pencacahan dan variasi posisi atau jarak cuplikari dari detektor.
This document is Undip Institutional Repository Collection". The author(s) or copyright ,-,,,,ier(s) agree that UNDIPIIR may, without changing the content, translate ti
submission to any medium o mat for the purpose of preservation. The authc 'Pt owner(s) also agree that UNDIP-IR may koon, Mc, r thorn ono con,' of
Xiii
submission for purposes of sr v, back-up and preservation. ( http://eprints.undip d
IbM PEMBERDAYAAN PENGRAJIN TAHU BERBASIS ENTREPRENEURSHIP
Kekalik merupakan salah satu penghasil tahu terbesar di Kota Mataram. Selain produk utama yang diinginkan berupa tahu, industri tahu juga menghasilkan produk sampingan berupa limbah cair, limbah padat basah, limbah padat kering dan limbah gas. Minimnya pengetahuan yang dimiliki kelompok pengrajin tahu Kekalik menjadi kendala dalam mengelola limbah produksi tahu secara baik. Pengolahan limbah cair tahu menjadi Nata de Soya dapat mengurangi pencemaran lingkungan atau permasalahan lingkungan. Program kemitraan ini diharapkan akan mampu membina pengrajin tahu untuk memproduksi Nata de Soya dan menghasilkan satu jenis minuman komersil yang berbahan Nata de Soya dan siap untuk dipasarkan dengan nilai ekonomi yang bersaing.Prosedur kerja dalam proses IbM ini dibagi menjadi beberapa tahap yaitu (1) Korodinasi mitra; (1) Persiapan alat dan bahan; (3) Penyuluhan; (4) Pelatihan dan pendampingan pembuatan Nata de Soya dan minuman kemasan. Peserta dilengkapi dengan VCD tutorial. Pelaksanaan IbM beserta luaran yang dihasilkan yaitu (1) Tim IbM telah menyiapkan alat, bahan dan lokasi pelatihan pembuatan Nata de Soya; (2) Pelatihan dan pendampingan pembuatan Nata de Soya dan minuman kemasan telah dilaksanakan 4 kali dengan 15 peserta; (3) Tim IbM mensosialisakan konsep, tujuan dan teknik pelaksanaan kegiatan IbM kepada masyarakat; (4) Pelatihan dan pendampingan dilakukan dengan teknik demonstrasidan praktik; (5) Peserta memiliki pemahaman dan keterampilan yang cukup baik dalam membuat Nata de Soya dan minuman kemasan; (6) Peserta telah menghasilkan Nata de Soya dengan ketebalan ± 2 cm, warna putih dan tekstur kenyal; (7) Peserta telah menghasilkan minuman kemasan berbahan Nata de Soya yang enak dikonsumsi
Platinum-free, carbon-based materials as efficient counter electrodes for dye-sensitized solar cells
The electrocatalytic potential of carbon materials makes them the most viable candidate to replace Pt as a counter electrode (CE) in dye-sensitized
solar cells (DSSCs). In this research, we report our study using graphite, CNT/graphite composite, CNT, and Pt-based CEs in DSSCs. The
electrochemical impedance spectroscopy (EIS) measurement showed that the CNT-based CE (CNT-CE) has the lowest charge transport
resistance (Rct) compared with graphite and the CNT/graphite composite. The photovoltaic performance measurement showed that the CNT-CE
resulted in a short-circuit photocurrent density (Jsc) of 3.59mA&cm%2 whereas the Pt-based CE (Pt-CE) resulted in a Jsc of 2.76mA&cm%2
Tabung Autoclave Yang Terbuat Dari Bahan Lokal Untuk Sintesis Seng Oksida Whiskers Yang Digunakan Pada Metode Hidrotermal
Invensi ini berhubungan dengan suatu tabung autoclave yang terbuat dari bahan lokal untuk sintesis seng oksida whiskers yang digunakan pada metode hidrotermal, yang terdiri dari: tabung luar berbentuk silinder terbuat dari bahan pipa besi dengan diameter 5,08 cm; penutup berbentuk bulat untuk penutup tabung luar yang terbuat dari besi bagian atasnya memiliki tonjolan berbentuk segi empat untuk pegangan pembukaan; tabung dalam berbentuk silinder yang diameternya lebih kecil daripada diameter tabung luar terbuat dari bahan stainless steel 304 dengan volume 20 mL; penutup berbentuk bulat untuk penutup tabung dalam yang terbuat dari stainless steel 304; dicirikan tabung luar berbentuk silinder dapat ditutup dengan penutup melalui drat dalam yang dapat dikencangkan dengan pegangan untuk mengatasi tekanan dari dalam, dimana tabung dalam berbentuk silinder dapat ditutup dengan penutup melalui drat luar yang ditempatkan di bagian dalam dari tabung luar sebagai tempat penempatan larutan seng oksida(ZnO) sebagai bahan anti radar melalui metode hidrotermal
Proses Pembuatan Mangan Oksida (MnO2) Nanorods
Invensi ini berhubungan dengan proses pembuatan mangan dioksida (MnO2) dengan metode hydrothermal untuk mendapatkan struktur batang berukuran nanometer (nanorods). Dengan metode tersebut pembentukan material mangan dioksida (MnO2) dilakukan selama 3 jam dengan temperatur pemanasan 160oC menghasilkan ukuran diameter batang antara 30-145 nm. Perbandingan molar sebesar 1:2, 1:4, 1:6, dan 1:8 pada sintesis mangan dioksida (MnO2) menghasilkan fase kristalinitas dan morfologi yang semakin baik pada rasio molar sebesar 1:4
Metode Untuk Penumbuhan Material Carbon Nanotubes (CNT)
Invensi ini berhubungan dengan metode untuk penumbuhan material carbon nanotubes (CNT) di atas substrat silikon (Si) dengan proses pyrolysis untuk mendapatkan struktur tabung berukuran nanometer secara berdiri dan berlapis. Dengan metode tersebut penumbuhan material carbon nanotubes (CNT) dilakukan selama 15-45 menit akan menghasilkan ketebalan lapisan carbon nanotubes (CNT) sebesar 10-30 )lm dengan ukuran diameter tabung CNT antara 20-50 nm. Penambahan lapisan kedua carbon nanotubes (CNT) dapat dilakukan dengan cara yang sarna dengan jeda waktu 30 menit, demikian juga seterusnya untuk lapisan ketiga atau keempat
Metode Asetilasi Selulosa Mikrofibril Bambu Dengan Asam Asetat Glasial Dan Katalis Natrium Hidroksida
Invensi ini berhubungan dengan metode asetilasi selulosa mikrofibril (MFC) dari bambu dengan asam asetat glasial dan katalis natrium hidroksida (NaOH) menghasilkan derajat substitusi sebesar 6,7 dengan menghancurkan batang bambu hingga berbentuk serbuk dengan ukuran 150 mikrometer, kemudian mencuci serbuk bambu menggunakan air dengan temperatur 90°C. Kandungan ekstraktif bambu dilarutkan menggunakan pelarut toluene dan n-heksana selama 6 jam dan dilanjutkan dengan delignifikasi menggunakan NaOH 2 N dengan pemanasan 90°C dan disaring untuk mendapatkan endapan. Melakukan bleaching pada endapan menggunakan hidrogen peroksida 4 %volume pada temperatur 50°C selama tiga jam, lalu mengeringkan serbuk selulosa, digiling, dan diayak untuk memperoleh ukuran seragam 60 mikrometer. Larutan MFC dibuat dengan mencampurkan MFC dengan air hingga konsentrasi 20 %berat. Kemudian, mencampurkan NaOH 1 M ke dalam larutan hingga mencapai pH 9 dan kembali diaduk hingga 30 menit. Pencampuran larutan MFC dan asam asetat glasial dilakukan secara bertahap dengan perbandingan berat MFC terhadap asam sebesar 2:1 pada temperatur 30°C dan pengadukan dengan tetap menjaga pH = 9 menggunakan NaOH. Reaksi asetilasi dihentikan dengan menambahkan asam klorida 0,5 M hingga pH 5,5, kemudian menyaring dan mencuci padatan dengan akuades. Padatan dikeringkan dan dikecilkan ukurannya hingga 60 mikrometer. MFC terasetilasi memiliki keunggulan dengan derajat substitusi sebesar 6,7
- …
