4 research outputs found
Peran guru Pendidikan Agama Islam dalam pembinaan Al-Akhlak Al-Karimah siswa di MAN Model Bangkalan
ABSTRAK
Pendidikan merupakan faktor yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Adanya pendidikan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan keluarga, lingkungan masyarakat, dirinya sendiri maupun kehidupan bangsa dan Negara. Pendidikan berupaya mendidik manusia yang mempunyai ilmu pengetahuan dan ketrampilan dan juga disertai dengan Iman dan Taqwa kepada Allah SWT, sehingga dia akan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang dimilikinya untuk kebaikan masyarakat dan akan bermanfaat kepada semua orang.
Usaha Pembinaan akhlakul karimah yang dilakukan oleh Guru Pendidikan Agama Islam disekolah sesungguhnya tidak lain adalah untuk mengatasi dan menanggulangi serta mencegah terjadinya kenakalan remaja dan membentuk pribadi yang berbudi pekerti yang luhur.
Adapun yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah :1.Untuk mendeskripsikan pelaksanaan Pendidikan Agama Islam di MAN Model Bangkalan, , 2. Untuk mendeskripsikan peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam pembinaan akhlakul karimah siswa di MAN Model Bangkalan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan teknik analisis deskriptif kualitatif, yaitu berupa pemaparan dan penggambaran secara menyeluruh, baik yang tertulis maupun lisan dari objek penelitian yang ada di lembaga tersebut. Dalam proses pengumpulan data, penulis menggunakan beberapa metode, yaitu Observasi, Interview dan Dokumentasi. Untuk mendukung pemaparan data, penulis juga menyertakan berbagai lampiran yang terkait dengan penelitian ini.
Adapun peranan Guru Pendidikan Agama Islam dalam pembinaan akhlakul karimah siswa dilaksanakan melalui : 1. Membina akhlak siswa melalui fasilitator dan ketauladanan guru,
2. Nasehat dan pengawasan dan kerjasama dengan wali murid, 3. Membiasakan hidup berakhlak
mulia. Sehingga Peran Guru PAI dalam pembinaan akhlakul karimah siswa dapat terwujudkan yang bersumber pada nilai-nilai Islam yang berupa aqidah, syari’ah. akhlakul karimah dapat terwujud dengan mentauhidkan Allah SWT, beribadah kepada Allah SWT, Uhkhuwah Islamiyah, kekeluargaan dan kebersamaan. keihklasan dan pengorbanan, dan hidup berdisiplin.
ABSTRACT
Education is an important factor in human life. The education cannot be separated from family life, the community, itself or life of the nation. Education to educate men who have science and skills and also accompanied by faith and taqwa to allah swt, that he would harness science and their skills for good public and be useful to everybody.
Karimah akhlakul Coaching efforts carried out by the Islamic religious education teachers in all schools is indeed none other is to address and tackle and prevent the occurrence of juvenile delinquency and the personal ethical form that is sublime.
As for that to be achieved in this research are: 1. to describe the implementation of Islamic education in Bangkalan, models of MAN, 2. To describe the role of teacher of Islamic education in
coaching akhlakul karimah students in Bangkalan Model MAN.
This research uses descriptive qualitative approach, with a descriptive qualitative analysis techniques, namely in the form of the exposure and the portrayal of thoroughly, both written and oral
examination of objects that exist in the institution. In the process of data collection, the author uses several methods, namely, observation, Interview and documentation. To support the exposure data, the
authors also include a variety of attachments that are associated with this research.
As for the role of teacher of Islamic education in coaching akhlakul karimah students implemented through: 1. Foster the morals of students through teacher facilitator and lead by example, 2.
Advice and monitoring and cooperation with caregivers, 3. Familiarize the noble character of life. So the
role of Guru PAI akhlakul karimah in coaching students can be realized are sourced on Islamic values in the form of ' aqeedah (belief), syari% u2019ah. karimah akhlakul can be realized with the ALMIGHTY willed, worship to God Almighty, Uhkhuwah Islamiyah, of family and togetherness. sincerity and sacrifices, and to live disciplined
Telaah Keabsahan Jual Beli Mu‘a>t}a>h di Kedai Thayyibah Ma’had Aly Situbondo Perspektif Mazhab Sya>fi‘i>
Jual beli adalah kegiatan tukar menukar suatu barang dengan barang yang lain dengan cara tertentu yang telah dilegalkan oleh Syariat. Di antara rukun-rukun jual beli adalah adanya s}ighah yang muncul dari kedua belah pihak, baik penjual atau pembeli. Faktanya penulis menemukan praktik jual beli yang terjadi di kedai Thayyibah Ma’had Aly Situbondo, tidak dijumpai melafalkan s}ighah. Praktik ini dalam literatur Fikih disebut dengan akad mu‘a>t}a>h, yang mana dalam Mazhab Sya>fi’i> hukum akad tersebut masih diperselisihkan. Imam al-Nawawi> dan Ibnu Suraij memilih berpendapat membolehkan akad tersebut dengan adanya kriteria. Permasalahannya, bagaimanakah keabsahan akad mu‘a>t}a>h di kedai Thayyibah Ma’had Aly Situbondo ditinjau melalui pen-dapat ulama Mazhab Sya>fi’i> yang memperbolehkannya? Metodologi peneliti-an dalam artikel ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan normatif. Data diperoleh melalui dokumen, observasi dan wawancara. Data yang sudah terkumpul dan diolah sesuai dengan klasifikasinya, kemudian dilakukan pem-bahasan dan disajikan dalam bentuk deskripsi untuk memperoleh kesimpulan. Berdasarkan penelitian, praktik jual beli di kedai Thayyibah Ma’had Aly Situbondo termasuk jual beli mu‘a>t}a>h. Barang yang dijual di kedai Thayyibah ada yang muh}aqqara>t ada yang tidak. Di antara praktik jual beli di kedai Thayyibah adalah pembeli datang masuk ke dalam kedai memilih barang yang mau dibeli, lalu setelah menemukan barang yang dibeli, ia menanyakan harga barang tersebut dan memasukkan uangnya ke dalam kotak uang yang telah disediakan oleh petugas tanpa mengucapkan kata-kata. Praktik jual beli di kedai Thayyibah dianggap sah pada barang yang muh}aqqara>t, berdasarkan pendapat Ibnu Suraij dan al-Ruyya>ni>. Sehingga menurut pendapat ini transak-si jual beli mu‘a>t}a>h tidak sah untuk barang-barang yang bukan muh}aqqara>t. Sementara berdasarkan pendapat Imam al-Nawawi> dan lainnya, praktik jual beli mu‘a>t}a>h di kedai Thayyibah jelas dianggap sah, karena santri telah menganggap praktik tersebut sebagai jual beli
ARTS WORKERS AND SILVERS CRAFTS PROBLEMS IN THE VILLAGE OF CELUK, GIANYAR: STUDY IN CULTURAL PERSPECTIVE
Silver craftsmanship has developed since hundreds of years ago in the Village of Celuk, Sukawati District, Gianyar Regency. The work of art in the form of several items of silver designs are inherited from ancestors, so they see that some design items as being fall into the category of communal rights, not individual ones. With the enforcement of the Copyright Law (Law No. 19, 2002), silver craftsmen have to register their his artwork to obtain copyright certification, in order to legally introduce their work of art into the global markets. The findings in this study have been that if there are claims by copyright holders (of foreign cultures), then the silver craftsmanship products of Celuk could be argued to have violated copyright laws
Analisis Jarak Microphone Array Dengan Teknik Pemrosesan Sinyal Fast Fourier Transform Beamforming
The main problem in the application of the sound source detection is to estimate the angle of the wave or called as Direction Of Arrival (DOA) of Planewave. The method commonly to overcome the problem to utilize the sensor array by the data processing technique such as a beamforming technique. In this research was done by DOA estimation that used technique Fast Fourier Trasnfrom (FFT) beamformer with sensor configuration by Uniform Linear Array (ULA). The analysis has been to determine the distance of the array microphone that has DOA estimation with high accuration to the real source posisition. Based on the variation of distance of array microphone tested, shown the 6 cm is the bes distance which has the most dominant DOA estimation results with high accurac
