32 research outputs found

    PENGUATAN EKONOMI KREATIF MELALUI LAJU EKSPOR PRODUK DALAM NEGERI

    No full text
    Sistem perekonomian yang diberlakukan oleh suatu negara memengaruhi maju dan mundurnya perekonomian negara tersebut. Para ahli ekonomi memiliki andil besar dalam memberikan sumbangan pemikiran kepada pemerintah dalam rangka menyusun model sistem perekonomian seperti apa yang tepat serta realistis untuk diberlakukan pada negara yang bersangkutan (Fahmi, 2019: 1). Sebagai upaya dalam menanggulangi problematika ekonomi yang paling mendasar, setiap negara memiliki strategi yang berbeda dalam memecahkannya sesuai dengan sistem ekonomi yang dianutnya. Cara suatu negara dalam mengelola kehidupan ekonominya disebut sistem ekonomi atau tata ekonomi (Efendi, 2020: 1). Sistem ekonomi ialah suatu aturan dan tata cara untuk mengatur perilaku masyarakat dalam melakukan kegiatan ekonomi untuk meraih suatu tujuan yang dipengaruhi oleh ideologi bangsa, sifat dan jati diri bangsa, dan struktur ekonomi (Damanik, 2021: 3). Sistem ekonomi dimaksudkan pula sebagai seperangkat mekanisme dan lembaga untuk membuat dan melaksanakan keputusan mengenai produksi, pendapatan, dan komsumsi di dalam suatu wilayah tertentu (Surbakti, 1999: 207)

    Kompensasi, Motivasi dan Kompetensi Terhadap Minat Melakukan Penelitian pada Dosen di Universitas Tridinanti Palembang

    No full text
    AbstractThis study aims to analyze the influence of compensation, motivation and competence on the interest of doing research on lecturers at Tridinanti University of Palembang. The data used in this study is secondary data in the form of questionnaires. Population in this research that is all permanent lecturer at Tridinanti University of Palembang which amounted to 192 people, with sampling technique that is purposive sampling with total sample determined as many as 100 respondents. Methods of data analysis using simple and multiple linear regression. The results showed that simultaneously compensation, motivation and competence have a significant effect on the interest of doing research on lecturers at Tridinanti University of Palembang with a significance value of 0.000. While only partially motivation and competence variables that affect the interest of doing research on lecturers at Tridinanti University of Palembang with a significance value of each of 0.000. While the compensation variable has a significance value of 0.304 which means that the compensation does not affect the interest of doing research on lecturers at Tridinanti University of Palembang.Keywords : Compensation, Motivation, Competence, Interests.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi, motivasi dan kompetensi terhadap minat melakukan penelitian pada dosen di Universitas Tridinanti Palembang. Data yang digunakan peda penelitian ini adalah data sekunder berupa kuesioner. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh dosen tetap di Universitas Tridinanti Palembang yang berjumlah 192 orang, teknik pengumpulan data yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel ditentukan sebanyak 100 responden. Metode analisis data menggunakan regresi linear sederhana dan berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan kompensasi, motivasi dan kompetensi berpengaruhsignifikan terhadap minat melakukan penelitian pada dosen di Universitas Tridinanti Palembang dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Sedangkan secara parsial variabel motivasi dan kompetensi berpengaruh terhadap minat melakukan penelitian pada dosen Universitas Tridinanti Palembang dengan nilai signifikan masing-masing sebesar 0,000. Sedangkan variabel kompensasi memiliki nilai signifikan sebesar 0,304 yang artinya bahwa kompensasi tidak berpengaruh terhadap minat melakukan penelitian pada dosen di Universitas Tridinanti Palembang.Kata kunci: Kompensasi, Motivasi, Kompetensi, Mina

    BEHAVIORAL BIASES PADA INDIVIDUAL INVESTOR DI KOTA PALEMBANG

    No full text
    This study aims to identify and analyze the behavioral biases of individual investors in Palembang City. Data collection techniques used in this study are primary and secondary data taken through interviews, while secondary data obtained through literature literature. The population in this study are all individual investors in Palembang City. The sampling technique using Snowball Sampling and Purposive sampling with the number of samples of 100 respondents. Methods of data analysis  starting from the verification of respondents, followed by indepth interviews. The results of the interview were interpreted and analyzed using descriptive statistics. The results concluded that 63% of individual investors in Palembang experienced overconfidence biases, 21% experienced cognitive dissonance biases. 19% experienced Illusion of control biases, 46% experienced regret aversion biases, 73% experienced representative biases, 53% experienced loss aversion biases and 38% experienced mental accounting biases. Keywords : Behavioral Biases, Individual investo

    Dampak Kenaikan Harga Tiket Pesawat Terhadap Return dan Harga Saham pada PT. Garuda Indonesia Tbk di Bursa Efek Indonesia

    No full text
    ABSTRACTThis research aims to analyze the impact of the price increase of airfare against return and the stock price of PT. Garuda Indonesia Tbk. This type of research is comparative. The Data used in this research is the secondary return and stock price of the weekly PT. Garuda Indonesia TBK in Indonesia Stock Exchange, with the amount of data 21 weeks before and 21 weeks after the price increase of airfare. Data analysis Model used the paired sample t-test. The results showed that there was no return on shares of PT. Garuda Indonesia TBK before and after the price increase of the airline ticket with a significance value of 0.887. The results also showed that there was a difference in the stock price of PT. Garuda Indonesia TBK before and after the price increase of the airline ticket with a significance value of 0.000. Where the stock price after the increase of the average airline ticket price is greater Rp. 239.143. The difference in the stock price of PT. Garuda Indonesia TBK. Before and after airfare increases due to investor perception or positive sentiments that assess the price increase in the aviation industry will benefit Airline companies. The high investor confidence and improvement of management system is believed to affect the investor's desire to invest in PT. Garuda Indonesia TBK So it has a significant impact on the price increase of PT. Garuda Indonesia TBK Post Airfare increases.Keywords : Return, Stock Price, Price AirfareABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kenaikan harga tiket pesawat terhadap return dan harga saham PT. Garuda Indonesia Tbk. Jenis penelitian adalah komparatif, data yang digunakan pada penelitian ini adalah sekunder berupa return dan harga saham mingguan PT. Garuda Indonesia Tbk di Bursa Efek Indonesia, dengan jumlah data sebanyak 21 minggu sebelum dan 21 minggu sesudah kenaikan harga tiket pesawat. Model analisis data yang digunakan paired sample t test. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan return saham PT. Garuda Indonesia Tbk sebelum dan sesudah kenaikan harga tiket pesawat dengan nilai signifikansi sebesar 0,887. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat perbedaan harga saham PT. Garuda Indonesia Tbk sebelum dan sesudah kenaikan harga tiket pesawat dengan nilai signifikansi sebesar 0,000. Dimana harga saham setelah kenaikan harga tiket pesawat rata-rata lebih besar Rp. 239,143 Adanya perbedaan harga saham PT. Garuda Indonesia Tbk. sebelum dan sesudah kenaikan harga tiket pesawat disebabkan oleh persepsi investor atau adanya sentimen positif yang menilai kenaikan harga tiket pada industri penerbangan akan menguntungkan bagi perusahaan penerbangan. Tingginya kepercayaan investor dan perbaikan sistem manajemen diyakini berpengaruh terhadap keinginan investor untuk berinvestasi di PT. Garuda Indonesia Tbk sehingga berdampak signifikan terhadap peningkatan harga saham PT. Garuda Indonesia Tbk pasca kenaikan harga tiket pesawat.Kata kunci: Return, Harga Saham, Harga Tike

    Pengaruh Upah Terhadap Produktifitas dan Inflasi Pada Sektor Industri Manufaktur di Kota Palembang

    No full text
    AbstractWages are a central issue for developing countries like Indonesia. Wages are the rights of workers / laborers who are accepted and stated in the form of money as compensation from employers or employers to workers / laborers who are determined and paid according to work agreements, agreements or legislation, including allowances for workers / laborers and their families for work and or services that have or will be carried out. High wages can increase worker functions As employment increases, but on the other hand too high wages may also be one of the factors driving inflation. This study aims to analyze the effect of wages on productivity and inflation in the manufacturing industry sector in the city of Palembang. The data used in this research is labor industry wage data manufacturing, productivity data in the form of sectoral GDP of constant prices per number of workers and data Inflation Rate of Palembang City in 2012-2016. The data analysis model uses two stage ordinary leasts quare (OLS) The result shows that the significant value of inflation to productivity is 0.194 which means that wage does not have a significant effect on the productivity of industrial sector in Palembang City, while the value of wage significance to inflation in Palembang is 0.907. This means that wages have no significant effect on the inflation of industrial sector in Palembang City.Keywords : Wages, Productivity, InflationAbstrak Upah menjadi isu sentral bagi setiap negara terutama negara-negara berkembang seperti Indonesia. Upah yaitu hak pekerja/buruh yang diterima dan dinyatakan dalam bentuk uang sebagai imbalan dari pengusaha atau pemberi kerja kepada pekerja/buruh yang ditetapkan dan dibayarkan sesuai perjanjian kerja, kesepakatan atau peraturan perundang-undangan, termasuk tunjangan abagi pekerja/buruh dan keluarganya atas pekerjaan dan atau jasa yang telah atau akan dilakukan.Upah yang tinggi dapat menjadi meningkatkan produktivitas pekerja karena pendapatan pekerja meningkat, namun disisi lain upah yang terlalu tinggi juga dapat menjadi salah satu faktor yang menyebabkan kenaikan inflasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh upah terhadap produktivitas dan inflasi sektor industri manufaktur di kota Palembang. Data yang digunakan pada penelitian ini adalah data upah tenaga kerja sektor manufaktur, data produktivitas berupa PDRB sektoral harga konstan per jumlah tenaga kerja dan data tingkat inflasi di kota Palembang tahun 2012-2016. Model analisis data yang digunakan yaitu two stage ordinary leasts quare (OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikan inflasi terhadap produktivitas sebesar 0.194 yang artinya bahwa upah tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas sektor industri di kota Palembang. Sedangkan nilai signifikan upah terhadap inflasi di kota Palembang adalah  0.907. hal ini menunjukkan bahwa upah tidak berpengaruh signifikan terhadap inflasi sektor industri di kota Palembang. Kata kunci: Upah, Produktivitas, Inflas

    PELATIHAN PENILAIAN INSTRUMEN INVESTASI PADA GURU SD NEGERI 156 PALEMBANG

    No full text
    Kajian Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tahun 2015 menunjukkan bahwa hanya seperlima penduduk Indonesia yang masuk dalam kategori well literate (melek keuangan). Catatan lainnya yang didapat, pemahaman penduduk Indonesia terkait produk keuangan selain produk perbankan, seperti pasar modal dan instrumen keuangan lainnya masih sangat minim. Adanya masalah pada rendahnya pemahaman instrumen keuangan penduduk Indonesia umumnya dan Palembang khususnya disebabkan oleh kurangnya pendidikan mengenai instrumen keuangan yang didapatkan masyarakat pada pendidikan formal maupun informal di Indonesia. Oleh karena itu kegiatan pegabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai instrumen investasi berbentuk saham dan reksadana. Adapun metode yang dilakukan berupa penyampian materi berbentuk ceramah. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebelum pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat pemahaman. Pemahaman peserta dalam hal ini Guru-guru SD Negeri 156 Palembang mengenai Instrumen Investasi berbentuk  saham dan reksadana termasuk kategori sangat tidak baik dan tidak baik dengan persentase masing-masing 60% dan 47,75%. Namun setelah pelaksanaan kegiatan Pemahaman peserta mengenai Instrumen Investasi berbentuk saham dan reksadana termasuk kategori baik dengan persentase masing-masing 68,34% dan 76,67%. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan.Kata kunci : penilaian, instrumen investasi, saham, reksadan

    PENDAMPINGAN PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN SEDERHANA DAN PERENCANAAN KEUANGAN PADA OCICA GIFT

    No full text
    Keberadaan wirausaha sangat sangatpenting bagi peningkatan perekonomian suatu negara, salah satu pelaku usaha yang ada di kota Palembang adalah Ocica Gift. Dalam menjalankan usahanya Ocica Gift memiliki beberapa kelemahan salah satunya adalah belum adanya laporan keuangan dan perencanaan bisnis. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada mitra (Ocica Gift) dalam penyusunan laporan keuangan dan perencanaan keuangan. Metode pelaksanaan menggunakan metode komunikasi dan penyampaian materi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa usaha Ocica Gift telah memiliki perencanaan keuangan dan proyeksi laporan keuangan dan pemilik telah mampu menyusun proyeksi laporan keuangan dan penilaian bisnis secara mandiri. Kegiatan pengabdian ini juga telah mampu meningkatkan kemampuan dan berkontribusi positif terhadap administrasi keuangan usaha Ocica Gift

    ANALISIS KINERJA KEUANGAN TERHADAP KINERJA SAHAM DENGAN PROFITABILITAS SEBAGAI VARIABEL INTERVENING PADA BADAN USAHA MILIK NEGERA (BUMN) DI BURSA EFEK INDONESIA

    No full text
    The study aims to find out the impact of financial performance with liquidity variables, solvency, and activity on stock performance with profitability as an intervening variable on SOEs post-privatization on the Indonesia Stock Exchange. The population in this research is the entire IDX-listed SOEs. Sampling techniques use purposive sampling with a total of 5 SOEs. This type of research is associated with analytical techniques using path analysis. The results found that there was a significant negative influence between the liquidity ratio and the solvency to partial profitability with the P-value each of-0.021 and-0.000. While the ratio of activity affects significant positive to profitability with a P-value value of 0.000. The research also found that liquidity and solvency also have a significant negative impact on stock performance with the price earning ratio indicator with P-value respectively – 0.039 and-0.006. The ratio of activity and profitability positively affects the stock performance with P-value each of 0.000 and 0.013. The results of this study also proved that the profitability variables proved to be the ability of the liquidity ratio, solvency, and activity to the stock performance of state-owned enterprises in the Indonesia Stock Exchange after privatizationPenelitian ini bertujuan untuk mencari tahu pengaruh kinerja keuangan dengan variabel likuiditas, solvabilitas dan aktivitas terhadap kinerja saham dengan profitabilitas sebagai variabel intervening pada BUMN pasca privatisasi di Bursa Efek Indonesia. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 5 BUMN. Jenis penelitian ini adalah asosiatif dengan teknik analisis menggunakan analisis jalur. Hasil penelitian menemukan bahwa terdapat pengaruh negatif yang signifikan antara rasio likuiditas dan solvabilitas terhadap profitabilitas secara parsial dengan nilai p-value masing-maisng sebesar -0,021 dan -0,000. Sedangkan rasio aktivitas berpengaruh positif signifikan  terhadap profitabilitas dengan nilai p-value 0,000. Penelitian ini juga menemukan bahwa likuiditas dan solvabilitas juga berpengaruh negatif signifikan  terhadap kinerja saham dengan indikator price earning ratio dengan P-value masing-masing sebesar -0,039 dan -0,006. Sedangkan rasio aktivitas dan profitabilitas berpengaruh positif terhadap kinerja saham dengan p-value masing-maisng sebesar 0,000 dan 0,013. Hasil kajian ini juga membuktikan bahwa variabel profitabilitas terbukti memediasi antara rasio likuiditas, solvabilitas dan aktivitas terhadap kinerja saham pada BUMN di Bursa Efek Indonesia pasca privatisasi
    corecore