103 research outputs found
Reviewer Volume 30, Tahun 2010
Agnes Murdiati Jurusan, TPHP, FTP, UGMAji Sutrisno, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya, Jl. Veteran MalangAnang Muhammad Legowo, Fakultas Peternakan, Universitas Diponegoro, Tembalang, Semarang 50275Bambang Purwantana, Jurusan TEP, FTP, UGMBudi Rahardjo, Jurusan TEP, FTP, UGMBudi Widianarko, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Katolik Soegijapranoto, Jl. Pawiyatan Luhur IV/I, Bendan Duwur, Semarang 50234Budiyanto, Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Bengkulu, Jl. WR.Supratman, Bengkul
Usaha Penyimpanan Ubi Jalar dalam Keadaan Segar
Telah dilakukan penyimpanan ubi j alar (Ipomea batatas) segar dalam bahan pengopak dan perlakuan pendahuluan
sebelum penyimpanan. Tujuan penyimpanan dalam bahan pengepak dan pemberian perlakuan pendahuluan ini
adalah untuk memperpanjang daya simpan ubi jalar segar
dan mengurangi kehilangan selama penyimpanan.
Perlakuan pendahuluan yang diberikan adalah perendaman dalam larutan Na-bisulfit 500 ppm selama lima menit, untuk mencegah pertumbuhan jamur selama penyimpananan.
Ubi jalar segar yang telah diperlakukan dan yang tidak diperlakukan masing-masing di bagi menjadi empat bagian dan di simpan dalam keranjang bambu tanpa bahan pengepak, dengan serbuk gergaji, jerami dan campuran serbuk gergaji jerami. Kemudian disimpan selama tiga bulan dan dilakukan analisa dan pengamatan pada setiap bulan. Analisa dan pengamatan tersebut dilakukan terhadap pengurangan berat, kadar pati, kadar gula reduksi, kadar vitamin C, rasa, pertumbuhan tunas, pembusukan, pertumbuhan jamnur dan serangga
Panduan penyiapan pangan sehat untuk semua
Pemerintah telah menetapkan Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan (AKG) dan Angka Kecukupan Energi (AKE) sebagai standar kebutuhan dan penyediaan makanan yang memenuhi kaidah mutu dan gizi, serta aman dan halal. Sesuai tujuan standar makanan ini, Devisi Kajian Makanan Trandisional, Pusat Studi pangan, dan Gizi Universitas Gadjah Mada menyajikan buku ini kepada masyarakat luas dengan misi: memasyarakatkan ilmu pangan untuk meningkatkan mutu konsumsi pangan. Bahasan buku ini, meliputi: jenis bahan pangan dan kualitasnya, pengelolaan pangan termasuk penyimpanan dan penggunaan bahan tambahan pangan, cara pengolahan dan memasak, pemahaman tentang kegunaan makan, bagaiman menyusun menu keluarga agar kebutuhan zat gizi tubuh dapat dipenuhi, serta dilengkapi tentang pengelolaan kantin sekolah yang sehat, kemasan pangan, sanitasi, dan keracunan makanan
Panduan penyiapan pangan sehat untuk semua
Bahasan buku ini, meliputi: jenis bahan pangan dan kualitasnya, pengelolaan pangan termasuk penyimpanan dan penggunaan bahan tambahan pangan, cara pengolahan dan memasak, pemahaman tentang kegunaan makan, bagaiman menyusun menu keluarga agar kebutuhan zat gizi tubuh dapat dipenuhi, serta dilengkapi tentang pengelolaan kantin sekolah yang sehat, kemasan pangan, sanitasi, dan keracunan makanan
Bahan Pengawet dalam Minuman Ringan yang Dikemas dalam Kantong Plastik
Telah di lakukan penelitian mengenai bahan pengawet dalam minuman ringan yang dikemas dalam kantong plastik tidak berlabel. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui penggunaan jenis dan jumlah bahan pengawet yang di tambahkan. Sampel yang diuji diambil dari Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya.
Sampel yang dibeli di warung-warung di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya segera dibawa ke laboratorium untuk dianalisis. Analisis secara kualitatif dilakukan terhadap kandungan asam salisilat, asam bensoat dan asam sorbat beserta garam-garam natrium dan kaliumnya, sedangkan analisis secara kuantitatif dilakukan terhadap kandungan asam bensoat dan asam sorbat apabila pada analisis kualitatif memberikan hasil positip.
Dari sampel yang diuji sebanyak 395 sampel, tidak ditemukan penggunaan bahan pengawet yang di larang yaitu asam salisilat dan garamnya, 7 sampel diantaranya mengandung asam bensoat dan atau garam natrium dan kaliumnya. Dari ke 7 sampel yang mengandung asam bensoat, 2 sampel diantaranya mengandung asam bensoat sebanyak 3 persen lebih banyak dari batas maksimal penggunaan yang diijinkan pemerintah.
Dilihat dari jenis bahan pengawet yang digunakan, minuman ringan yang dikemas dalam kantong plastik tidak berlabel, tidak berbahaya bagi kesehatan tubuh. Demikian pula halnya dilihat dari jumlah bahan pengawet asam bensoat yang digunakan
Policy Analysis Reducing Under Five Stunting Children in Special Region Yogyakarta, Indonesia
Yogyakarta Special Region is a provinces with a low prevalence of stunting children in Indonesia as many as 21%. Many policies support reducing stunting children effort. This study aims to analysis of policies related to reduce stunting. The method was desk review using secondary data, literature review, policy/regulation tracing related to stunting children and discussions, presentations, Focus Group Discussion (FGD), and Round Table Discussion (RTD). Causes of stunting include distal factors such as the economy, poverty, education, and well-being. Proximate factors were baby low birth weight and adolescent pregnancy. Interventions conducted with a focus target on 1000 early day life include sensitive and specific nutritional interventions. All regional organization have taken a role in combating stunting. Also regulations both internationally, nationally and regionally support the acceleration of the decline of stunting. But the specific regulations on stunting is not available. Effort to reducing stunting have been implemented but need more synergitic and integrated intervention between regional organization with Bappeda as the leading sector.
- …
