278 research outputs found

    Relevansi nilai-nilai pendidikan karakter dalam Kitab “Hayatus-Shohabah” karya Maulana Muhammad Yusuf Al-Kandahlawi dalam pendidikan karakter di Indonesia

    Get PDF
    INDONESIA: Pendidikan adalah usaha untuk mengembangkan potensi yang dimiliki setiap individu sehingga dapat hidup secara optimal, sebab pendidikan menjadi media yang terbukti paling efektif dalam mewujudkan berbagai tujuan, termasuk tujuan mencetak manusia yang memiliki karakter . lewat pendidikan baik formal maupun non formal karakter seseorang dapat terbentuk. Adapun permasalahan yang diteliti dalam penulisan skripsi ini adalah (1) Apa saja Nilai-Nilai pendidikan karakter dalam Kitab Hayatus- Shohabah karya Maulana Muhammad Yusuf Al-Kandahlawi, (2) Bagaimana relevansi pendidikan karakter di dalam kitab Hayatus-Shohabbah karya Maulana Muhammad Yusuf Al-Kandahlawi dengan pendidikan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui apa saja Nilai-nilai pendidikan karakter dalam kitab Hayatus Shohabah karya Maulana Muhammad Yusuf Al-Kandahlawi, Untuk mengetahui Apa relevansi pendidikan karakter di dalam kitab Hayatus -Shohabbah karya Maulana Muhammad Yusuf Al-Kandahlawi dengan Pendidikan di Indonesia. Penelitian ini tergolong penelitian pustaka atau literatur, maka penelitian ini menggunakan paradigma kualitatif dengan pendekatan deskriptif analitis. Penulis berusaha mengkaji nilai-nilai pendidikan Karakter yang terdapat dalam kitab “Hayatus Shohabah”, dan kemudian merelevansikannya dengan pendidikan karakter di Indonesia. Penelitian ini merupakan studi kepustakaan (library research) karena penelitian ini mengkaji sumber data dari materi atau literatur dan sumber pustaka. Hasil dari penelitian nilai-nilai pendidikan karakter di dalam kitab Hayatus-Shohabah kemudian direlevansikan dengan pendidikan karakter yang ada di Indonesia, yaitu: religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, tanggung jawab, peduli sesama, peduli lingkungan. Ke delapan belas point tersebut dapat di terapkan oleh pendidik untuk mendidik karakter siswa agar menjadi manusia yang berkarakter. ENGLISH: Education is the effort to develop the potention of everyone can live optimally, because education into a medium that proved most effective in realizing a variety of purposes, including the goal of making human characters,both the formal education and non formal can form characters someone. As for the problems examined in this thesis writing is (1) What are the values of the character education in the book of “Hayatus-Shahabah” by Maulana Muhammad Yusuf Al-Kandahlawi. (2) How the relevance of character education in the book of “Hayatus-Shahabah” by Maulana Muhammad Yusuf Al-Kandahlawi with the education in Indonesia. This research aims to find out what are the values of the character education in the book of “Shohabah-Hayatus” by Maulana Muhammad Yusuf Al-Kandahlawi. To know what the relevance of character education in the book of “Hayatus-Shahabah” by Maulana Muhammad Yusuf Al-Kandahlawi with education in Indonesia. This research belong to the library research or the literature, this research uses qualitative paradigm with descriptive analytical approach. The author try to examine values character education contained in the book of "Hayatus-Shohabah", then on the right with the relevance of character education in Indonesia. This research is the study of librarianship (library research) because this research examines data from the source material or literature and references. The results of the research values character education in the book “Hayatus-Shohabah” then in relevance to the character education that exists in Indonesia, IE: religious, honest, tolerance, discipline, hard work, creative, independent, democratic, curiosity, spirit of nation, love of the fatherland, appreciate the achievements, friendly, peace-loving, an avid reader, responsibility, care, care for the environment. The eighteen point may be applied by educators to educate students to become characters as a human character

    Dampak Psikologis Tokoh Isabella Dalam Novel Isabella Karya Maulana Muhammad Saeed Dehlvi

    Get PDF
    The purpose of this research is to describe the role and impact of converting psychological character Isabella in the novel Isabella works of Maulana Muhammad Saeed Dehlvi by: (1) aspects of the Id, (2) aspects of the Ego, (3) aspects of the Super Ego. The data of this research are the word, phrase, phrases, and sentences that lead to the converting by Isabella that author expressed in the story. The data resources is founded in the novel itself. The data is collected by using descriptive methode that priorityzing the interaction interconcepts that studied empirically. The result of this research is thebpsychological impact that experienced by Isabella in the novel Isabella caused by id impulse that dominating herself

    KELAHIRAN JAKA TARUB VERSISEH MAULANA MAGHRIBI: ANALISIS RESEPSI (The Birth Jaka Tarub in Seh Maulana Maghribi\u27s Version: Reception Analysis)

    Get PDF
    This study is intended (1) to know the author\u27s reception toward the legend of Jaka Tarub\u27s birth in Babad Tanah Jawi (BTJ)(2) to comprehend the meaning of the legend on Jaka Tarub\u27s birth inn the version of Seh Maulana Maghribi. To abtain the abjective of this research, the writer uses two theoriesreception and intertext. The former is aimed at finding aut the author\u27s recep¬tion toward the legend of Jaka Tarub\u27s birth which is assumed to have weak¬ness and the latter is aimed at comprehending the babad text in relation with previous texts -hipogram. The result shows that the story of Jaka Tarub\u27s birth in old version babad (BTJ) has wealnness because Jaka Tarub was born in typical people. Therefore, in order to legitimate the power of the king in new version babad (Babad Demak), it is revealed that Jaka Tarub was Seh Maulana Maghribi\u27s son and a generation of prophet Muhammad from Arab. This legitimation is seen from the social status changes. The changes of social status is viewed from some low-class figures of BTJ who become the highclass figures, such as, Sang Rara was changed to Dewi Rasawulan, Ki Jaka to Seh Maulana Maghribi, and Ki Ageng Kembang Lampir become Kangjeng Rasul. Then to comprehend the meaning of Jaka Tarub\u27s birth, the author related to the birth of Anoman in wayang as hypogram. If the figures are put at the same level, Jaka Tarub is referred to Anjani. Turthermore, the legend pattern in babad has similarity with the legend pattern in wayang. Keywords: wayang -- babad â legitimate reception â genealogy

    UPAYA PENGUASAAN KONSEP FIQIH SANTRI MELALUI PEMBELAJARAN KITAB KIFAYATUL AKHYAR DI PONDOK PESANTREN DARUL HUDA MAYAK TONATAN PONOROGO

    No full text
    Pendidikan agama menjadi unsur yang sangat penting dalam dunia pendidikan Islam, pembelajaran agama bisa di dapatkan oleh pembelajar di lembaga-lembaga pendidikan islamiyah. Berbagai upaya yang telah dilakukan oleh para wali murid untuk membekali anak-anaknya dengan pemahaman, pengetahuan keagamaan yang cukup sebagai bekal untuk kehidupannya di dunia dan akhirat kelak. Seperti pendidikan pesantren dengan sistem pembelajaran kitab klasik yang terbilang memiliki keunggulan di bidang pengetahuan, wawasan yang sangat dalam tentang ajaran keagamaan sehingga di harapkan dapat meningkatkan religiusitas para pembelajar baik secara dzohiriyah maupun bathiniyyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengupas Bagaimana pelaksanaan pembelajaran kitab Kifayatul Akhyar sebagai bahan penguasaan konsep fiqih santri di Pondok Pesantren Darul Huda Ponorogo, kendala dan solusi pembelajaran kitab Kifayatul Akhyar dalam proses penguasaan konsep fiqih santri di Pondok Pesantren Darul Huda Ponorogo serta untuk mengetahui Implikasi pembelajaran kitab Kifayatul Akhyar dalam penguasaan konsep fiqih santri di Pondok Pesantren Darul Huda Ponorogo. Jenis penelitian yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif, Sedangkan pendekatan penulis gunakan pendekatan deskriptif, yaitu penelitian yang dimaksud untuk menjelaskan fenomena atau karakteristik individu, situasi atau kelompok tertentu secara akurat, teknik analisis data yang digunakan yakni triangulasi, metode penelitian yang digunakan adalah observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian yang dilakukan peneliti menyimpulkan bahwa; (1) pelaksanaan pengajian kitab Kifayatul Akhyar yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Darul Huda yang berbasis non formal dan bersifat tidak wajib diikuti, dalam artian santri dalam mengikuti kegiatan diperbolehkan mengikuti ataupun tidak mengikuti proses pelaksanaan pembelajaran kitab, yang diperuntukkan bagi santri khusus tingkat mahasiswa atau mahasantri, dari jumlah santri yang berada di Pondok Pesantren Darul Huda untuk jenjang mahasiswa dengan jumlah keseluruhan kurang lebih 290 orang, dari jumlah tersebut yang mengikuti proses pembelajarannya tidak semuanya mengikuti, jumlah santri yang mengikuti proses pelaksanaan pembelajaran kitab Kifayatul Akhyar berjumlah 25 santri.Pelaksanaan pembelajaran Kitab Kifayatul Akhyar yang membahas tentang pengertian Thoharoh, air yang bisa digunakan untuk bersuci seperti air hujan,air laut, air sungai, air telaga, mata air, air salju dan air embun, kemudian macam-macam air yang digunakan untuk bersuci yaitu air mutlak (air suci dan mensucikan) air musyammas,air musta’mal, air mustaghoyyar (air suci tetapi tidak mensucikan, air mutanaji (air yang najis dan tidak mensucikan) dan macam-macam air beserta jenisnya dilaksanakan di Masjid yang diampu oleh Kh. Ahmad Syaifuddin Rofi’i setiap hari Senin, Rabu dan Sabtu pada pukul 22:00 sampai 23:00 dengan jumlah 25 santri dan (2) Kendala dalam pembelajaran kitab Kifayatul Akhyar adalah adanya rasa malas, mengantuk dari diri santri karena disebabkan rasa capek dan lelah dari santri. Solusi dalam pembelajaran kitab Kifayatul Akhyar adalah dari guru pengajar menyampaikan materi dengan diselipkan beberapa lelucon diantara materi.(3) implikasi yang terdapat dalam pembelajaran kitab Kifayatul Akhyar di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak Ponorogo adalah bertambahnya suatu keilmuan yang mana materi yang disampaikan di dalam kitab tersebut lebih detail dibandingkan kitab lainnya, sehingga mendapatkan suatu tambahan ilmu khususnya di bidang fiqih yang membahas tentang hukum-hukum Islam, dapat memahami tentang pengertian dan macam-macam air dan pembagiannya dan juga disamping pengajian yang mengasyikkan dan menyenangkan sehingga timbul rasa semangat yang menjadikan para santri bersemangat dalam suatu proses bertambahnya ilmu, dan juga dampak lain yang dapat diambil dari pembelajaran kitab Kifayatul Akhyar adalah, manusia cenderung untuk hidup bersih dan menghindari sesuatu hal yang kotor dan jorok, terjaga kemuliaan dan wibawa umat Islam karena orang Islam mencintai kehiddupan masyarakat yang aman dan aman, terjaga kesehatannya dan terhindar dari penyakit yang umumnya tersebar oleh lingkungan yang kotor dan juga manusia akan dicintai oleh Allah

    Jilbab sebagai gaya hidup modern di kalangan mahasiswi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang perspektif teori Konstruksi Sosial Peter L. Berger

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh jilbab yang pada awalnya identik dengan keterkungkungan dan keterbelakangan fashion sehingga banyak wanita-wanita di Indonesia lebih memilih untuk tidak berjilbab karena dianggap sebuah keterbelakangan fashion serta dianggap sangat berlawanan dengan modernitas. Namun dalam perkembangannya jilbab berbalik arah, berkembang dan maju seiring dengan kemodernan. Dalam realitas saat ini, munculnya gaya-gaya baru berhijab yang menampilkan cara berpakaian sesuai dengan mode dan tren masa kini. sehingga Jilbab memikat hati para mahasiswi untuk berjilbab tanpa meninggalkan modernitas, dan memunculkan pemahaman jilbab yang berbeda-beda. Untuk itu peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana jilbab sebagai gaya hidup modern dikalangan mahasiswi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Dalam riset ini, penulis menawarkan bagaimana konstruk pemahaman tentang jilbab yang berbeda-beda yang telah dibangun oleh mahasiswi UIN Maulana Malik Ibarahim Malang. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui konstruk pemahaman mahasiswi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tentang jilbab (2) Untuk mengetahui dampak pemakaian fashion jilbab modern sebagai gaya hidup. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan sosiologi, jenis penelitian kualitatif (field research) jumlah sampel bukan kriteria utama tetapi lebih ditekankan pada sumber data yang dapat memberikan informasi yang sesuai dengan tujuan penelitian yang dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan reduksi data, display data, konklusi. Sedangkan untuk pegecekan validitas data dengan menggunakan uji kredibilitas, pengujian transferability, pengujian depenability, pengujian confirmability. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, konstruk pemahaman jilbab di kalangan mahasiswi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menunjukkan 3 makna yaitu (1) Jilbab sebagai syariat dan kesadaran diri (2) Jilbab sebagai budaya (3) Jilbab sebagai identitas. Kedua adalah dampak pemakaian fashion jilbab modern sebagai gaya hidup, dampak positif yaitu (1) Meningkatnya kesadaran untuk bersikap spritualistis (2) Timbulnya pemahaman bahwa ajaran Islam mampu berdialektika dengan zaman (3) Meningkatnya rasa percaya diri. Dampak negatif yaitu (1) Bergesernya pemaknaan pada jilbab. مستخلص البحث ويعود هذا البحث إلى الحجاب الذي كان في الأصل مرادفاً للخلط والتخلف في موضة بحيث تفضل العديد من النساء في إندونيسيا عدم ارتداء الحجاب لأن ذلك يعتبر تخلفاً في الموضة ويعتبر معاكساً للحداثة. لكن في تطورها ، يعكس الحجاب الاتجاه ، ويتطور ويتقدم جنباً إلى جنب مع الحداثة. في واقع اليوم ، ظهور أنماط جديدة من الحجاب يعرض الطريقة التي يرتديها وفقا للأزياء والاتجاهات اليوم. لذا فإن الجلباب يأسر الطالبات للحجاب دون ترك الحداثة ، ويثير فهمًا مختلفًا للحجاب. لهذا الباحثين المهتمين لدراسة كيفية الحجاب كنمط حياة عصري بين طلاب الجامعة مولانا مالك إبراهيم الإسلامية الحكومية مالانج في هذا البحث ، يقدم المؤلف كيفية بناء فهم للحجاب المختلفة التي تم بناؤها من قبل طالب الجامعة مولانا مالك ابراهيم الإسلامية الحكومية مالانج. الهدف من هذه الدراسة هو: (1) لمعرفة بنية فهم الطالب الجامعة مولنا مالك ابراهيم الإسلامية الحكومية مالانج حول الحجاب (2) لمعرفة تأثير ارتداء الحجاب العصري كنمط حياة. النهج المستخدم في هذا البحث هو نهج علم الاجتماع ، ونوع البحث النوعي (البحث الميداني) ، وعدد العينات ليس المعيار الرئيسي ، بل المزيد من التركيز على مصادر البيانات التي يمكن أن توفر المعلومات وفقًا لغرض البحث الذي يتم من خلال المقابلات ، والملاحظة ، والوثائق. تقنية تحليل البيانات مع الحد من البيانات ، وعرض البيانات ، والاستنتاج. فيما يتعلق بصحة البيانات من خلال استخدام اختبار المصداقية ، واختبار قابلية التحويل، واختبار قابلية التبعية ، واختبار التثبت. نتائج هذه الدراسة تشير إلى أن ، بناء الفهم الحجاب بين الطالبات من مالك إبراهيم مالانج يظهر ثلاثة معاني ، وهي (1) الجلباب كسياسية والوعي الذاتي (2) الحجاب كثقافة (3) الحجاب كهوية. والثاني هو تأثير استخدام موضة الجلباب الحديث كنمط حياة ، والتأثير الإيجابي هو (1) زيادة الوعي لتكون روحانية (2) ظهور الفهم بأن التعاليم الإسلامية قادرة علي الجدلية مع الزمن (3) زيادة الثقة. الآثار السلبية هي (1) تغيير المعنى على الحجاب ABSTRACT The research was distributed by the headscarf that was originally identical with a restraint and an underdeveloped fashion so many women in Indonesia prefer not to wear it because it is considered a veiled fashion backwardness and considered very opposed to modernity.But in its development the headscarf turned, evolved and advanced along with modernity. In the current reality, the appearance of new veiled styles showing how to dress in accordance with the fashion and trend becomes popular most. so the headscarf has succesfully interested most female students to wear it without leaving modernity and rising a new different understanding of headscarf. So researchers interested in researching under the tittle how headscarf as modern lifestyles among female students in UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. In this research, the author offers how different understanding constructs of headscarf that have been developed by female students of UIN Maulana Malik Ibrahim Malang are.This research aims (1) to find out the different understanding constructs of headscarf in UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (2) to find out the impact of the use of the modern headscarf fashion as lifestyle. The approach used in this study is the approach of sociology, qualitative research (field research) the number of samples is not a criterion but it is rather emphasized at the data source that can provide the appropriate information with the aim of research conducted through interviews, observation and documentation. Data analysis techniques with the reduction of data, display data, conclusion. while to examine the validity of the data is by using the test of credibility, transferability, depenability, and confirmability. The results of this research show that, different understanding constructs of headscarf among female students in UIN Maulana Malik Ibrahim Malang shows 3 meanings namely (1) Headscarf as Shari'a and self-awareness (2) Headscarf as a culture (3) Headscarf as an identity. The second is the impact of the use of the modern headscarf fashion as a lifestyle, the positive impact, namely (1) increasing awareness to be spiritualist (2) the incidence of understanding that Islam is able to adapt with the era (3) increasing confidence. The negative impact, namely (1) the shift of definition of headscar

    Digitalisasi Karya TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid berbasis mobile sebagai media pembelajaran interaktif untuk pelestarian peninggalan pendiri Nahdlatul Wathan

    Get PDF
    ABSTRACTTGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid is a charismatic scholar on the island of Lombok and is the founder of Nahdlatul Wathan, the largest organization in West Nusa Tenggara. The works of Maulana Shaykh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, like his books is a practice that routines are read by students and santriwati even the Nahdlatul Wathan congregation, as prayers and lessons that are practiced every time they finish worship and at critical times. Maulana Shaykh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid has many santri and santriwati in West Nusa Tenggara, even the archipelago under the Nahdlatul Wathan organization who faithfully practice his teachings and even his advice. Problems arise when his students are constrained by distance and time who want to read the books of his teacher. Therefore the author provides a solution with the Digitization of TGKH Works. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid is based on mobile as an interactive learning medium for the preservation of the legacy of the founder of Nahdlatul Wathan. That will help his students who in fact do not have the book and are hindered by distance and time. Work begins with typing the contents of the book, followed by the implementation of the application, and in the end the application can be further utilizedDOI : 10.29408/jit.v2i1.94

    Aspek pendidikan Akhlak dan dampaknya terhadap mahasiswa jurusan Pendidikan Agama Islam: Kajian Kitab Washoya Al-Aba Lil Abna Karya Syaikh Muhammad Syakir

    Get PDF
    ABSTRAK Pendidikan akhlak adalah usaha untuk membimbing dan menumbuhkan peserta didik untuk berperilaku dengan akhlakul karimah. Akhlak adalah karunia Allah untuk menunjukkan eksistensi manusia sebagai khalifah di bumi. Manusia dapat dianggap sebagai makhluk yang berperadaban karena akhlaknya. Tanpa akhlak manusia akan lebih rendah derajatnya daripada hewan. Akhlak adalah perbuatan yang dilakukan secara spontanitas dan tanpa pemikiran lebih lanjut. Sangat memprihatinkan bahwa kemerosotan akhlak tidak hanya terjadi pada kalangan muda atau pelajar, tetapi juga terhadap orang dewasa, bahkan orang tua. Kemerosotan akhlak pada anak-anak dapat dilihat dengan banyaknya pelajar yang tawuran, mabuk, berjudi, durhaka kepada orang tua bahkan sampai membunuh sekalipun. Bahkan yang marak pada saat ini lebih sering dikenal dengan istilah kenakalan remaja. Hal ini bisa terjadi karena kurangnya kontrol orang tua terhadap anaknya, sehingga anak nekat melakukan perbuatan yang meresahkan dan merugikan banyak pihak. Maka untuk menumbuhkan diperlukan pembiasaan secara kontinyu melalui bimbingan dan pendidikan akhlak sejak dini. Sedangkan metode pendidikan akhlak yang paling efektif adalah dengan metode teladan. Kitab Washoya Al-Aba Lil Abna merupakan kitab yang isinya memuat pendidikan akhlak yang sangat dibutuhkan peserta didik untuk menghadapi masa depan yang cerah dengan cara berakhlakul karimah. Berangkat dari latar belakang di atas, maka penulis ingin membahasnya dalam skripsi dengan judul: “Aspek Pendidikan Akhlak dan Dampaknya Terhadap Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam (Kajian Kitab Washoya Al-Aba Lil Abna Karya Syaikh Muhammad Syakir).” Adapun tujuan dari penelitian ini adalah penulis ingin mengetahui dan menemukan aspek pendidikan akhlak dalam kitab Washoya Al-Aba Lil Abna karya Syaikh Muhammad Syakir, dan juga ingin mengetahui dampaknya terhadap mahasiswa jurusan pendidikan agama Islam. Penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian dengan menggunakan metode campuran. Pada tahap pertama, penulis menggunakan penelitian secara deskriptif-kualitatif. Kemudian dari hasil kualitatif dikembangkan dengan instrumen penelitian. Sedangkan pada tahap kedua, penulis menggunakan penelitian secara kuantitatif. Adapun prosedur pengumpulan datanya, penulis menggunakan metode analisis isi (content analysis), metode analisis wacana (discourse analysis), dan metode studi literatur (library research). Penulis menggunakan data tunggal yaitu Kitab Washoya Al-Aba Lil Abna dan mengkomparasikan dengan literatur-literatur yang sesuai dengan kitab itu. Hasil dari penelitian yang dilakukan ini juga merupakan jawaban atas rumusan masalah di atas, hasil penelitiannya adalah bahwasannya aspek pendidikan akhlak yang ditawarkan Syaikh Muhammad Syakir dalam Kitab Washoya Al-Aba Lil Abna terdiri dari lima aspek, yaitu pertama, akhlak kepada Allah; kedua, akhlak kepada Rasulullah SAW; ketiga, akhlak kepada sesama manusia; keempat, adab peserta didik; dan kelima, macam-macam akhlak (mahmudah dan madzmumah). Sedangkan dari hasil penelitian kuantitatifnya, maka dapat diketahui bahwa dampaknya terhadap mahasiswa jurusan pendidikan agama Islam dapat dikategorikan sedang dengan prosentase 55%. Dengan demikian bahwa akhlak yang diterapkan mahasiswa memiliki dampak yang positif. ABSTRACT Moral education is an attempt to guide and nurture students to behave with good moral. Moral is God's gift to show human existence as a caliph in the earth. The human being can be regarded as civilized as depraved. Without a moral human being will be lower degree than the animals. Moral is act which done spontaneously and without thinking further. Very concerned that the decadency of moral is not only happened in young people or students, but also to adults, even parents. The decadency of moral in children can be seen by the number of students brawling, drunking, gambling, faithless to parents, even to kill though. Even at the time of the flare is more often known as juvenile delinquency. This could happen due to lack of parental control of children, so the child does something disturbing desperate and hurt many parties. It is necessary to foster habituation continuously through the guidance and moral education from the outset. While the method of moral education is most effective with the exemplary method. The Washoya Aba Al-Abna Book’s is a book whose its content contains moral education which most-needed by learners to face a bright future in a way of good moral. Departing from the above background, the author would like to discuss the thesis with the title: "Aspect of Moral Education and Its Impact on Islamic Religious Education Student (Study of Washoya Al-Aba Lil Abna Book’s by Syaikh Muhammad Syakir)." The purpose of this research is the author want to know to find aspects of moral education in the Washoya Al-Aba Lil Abna Book’s by Syaikh Muhammad Syakir, and also want to know its impact on Islamic Religious Education Student. This research included in the category of research using mixed methods. In the first stage, the author used a descriptive-qualitative study. Then from the qualitative result is developed with instrument of research. While in the second stage, the author use quantitative research. The data collection procedures, the author used content analysis method, discourse analysis method, and library research method. The author use a single data that is the Washoya Al-Aba Lil Abna Book’s and compare with literatures according to the book. Result of research conducted is also the answer on the problem formulation above, the result of his research is that aspect of moral education offered by Syaikh Muhammad Syakir in the Washoya Al-Aba Lil Abna Book’s consists of five aspects: firstly, the moral to God; secondly, the moral to Prophet Muhammad; thirdly, the moral to human being; fourthly, courtesy of learners; and fifthly, kinds of moral (disgraceful and reprehensible). While the result of quantitative research, it is known that its impact on Islamic religious education student can be categorized medium with the percentage was 55%. Thus, that the morals who applied to student have a positive impact

    Analisis putusan pembatalan penetapan ahli waris penerus tahta Kesultanan Banten: Studi Putusan Nomor 786/Pdt.G/2017/Pa.Srg dan Putusan Nomor 0017/Pdt.G/2018/PTA.Btn

    Get PDF
    INDONESIA: Pembatalan penobatan Sultan Banten ke 18 perlu didasari dengan pertimbangan yang adil dan benar. Agar mewujudkan keadilan yang hakiki, maka diperlukan analisis terhadap pertimbangan hakim yang membatalkan penetapan ahli waris Pengadilan Agama Serang Nomor: 0316/Pdt.P/2016/PA.Srg yang berbunyi “Pemohon I adalah Trah Keturunan Sultan Maulana Muhammad Shafiuddin (Sultan Banten berdaulat Terakhir) sebagai Pemilik Pertalian Darah Terkuat yang memiliki Hak Waris sebagai Penerus Tahta Kesultanan Banten”. Penulis tertarik menganalisis pertimbangan hakim dalam putusan pembatalan penetapan ahli waris Pengadilan Agama Serang nomor 786/Pdt.G/2017/PASrg dan Putusan Banding Pengadilan Tinggi Agama Banten nomor 0017/Pdt.G/2018/PTA.Btn. Kemudian menganalisis akibat hukum putusan banding No. 0017/Pdt.G/2018/PTA.Btn terutama hubungan kewarisan antara ahli waris dengan Sultan Maulana Shafiuddin dan harta warisnya. Metode penelitian ini adalah penelitian yuridis-normatif yang menggunakan pendekatan kasus dengan menelaah bahan hukum berupa Penetapan nomor 0316/Pdt.P/2016/PA.Srg, Putusan nomor 786/Pdt.G/2017/PASrg dan Putusan nomor 0017/Pdt.G/2018/PTA.Btn. Penulis juga menggunakan pendekatan perundang-undangan untuk menganalisis masalah menggunakan hukum acara peradilan agama dan hukum waris Islam dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) dengan pola penalaran logika deduktif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pengadilan Agama tidak berwenang menetapkan seseorang sebagai penerus kesultanan atau penerus tahta kerajaan karena bukan bagian dari hukum waris Islam maupun hukum perdata yang menjadi kewenangan pengadilan agama sebagaimana dimaksud dalam penjelasan pasal 49 huruf (b) UU nomor 3 tahun 2006 dan pasal 171 KHI. Pemohon I seharusnya tidak ditetapkan memiliki hubungan nasab dengan Sultan banten terkahir. Pemohon tidak dapat mewarisi harta waris dari Sultan Banten terakhir sebab peninggalan Kesultanan Banten bukan merupakan harta peninggalan (tirkah) pribadi dari Sultan. Sementara itu, perebutan asset Kesultanan bukanlah pokok perkara. ENGLISH: The annulment of the 18th Sultan of Banten must be based on fair and correct considerations. In order to bring true justice, an analysis of the judge’s decision is needed who has canceled the determination of the heirs of the Serang Religious Court Number: 0316 / Pdt.P / 2016 / PA.Srg which reads “Petitioner I is the descendant of Sultan Maulana Muhammad Shafiuddin (the last sovereign Banten Sultan) as the owner of the strongest blood linkage who has the Right of Inheritance as successor to the throne of the Banten Sultanate”. The author is interested to analyze the judge's consideration and legal basis which was used in the decision to cancel the determination of the heir of the Serang Religious Court number 786 / Pdt.G / 2017 / PASrg and the Appellate Decision of the Banten High Court of Religion number 0017 / Pdt.G / 2018 / PTA.Btn. Then the author examines the legal consequences arising from the appeal decision No. 0017 / Pdt.G / 2018 / PTA.Btn especially the inheritance relationship between heirs with Sultan Maulana Shafiuddin and the Sultan’s inheritance. This research method is a juridical-normative research that uses case approach by examining the legal materials used in the form of Determination number 0316 / Pdt.P / 2016 / PA.Srg, Decision number 786 / Pdt.G / 2017 / PASrg and Decision number 0017 / Pdt. G / 2018 / PTA.Btn. The author also uses a statutes approach to analyze the problem of using the procedural law of Islamic justice and Islamic inheritance law in the Compilation of Islamic Law (KHI) with a pattern of deductive logic reasoning. The results of this study indicate that the Religious Court has no authority to determine someone as the successor to the sultanate or successor to the royal throne because it is not part of Islamic inheritance law or civil law which becomes the authority of the religious court as referred to in article 49 letter (b) of Law number 3 of 2006 and article 171 KHI. Petitioner I should not be determined as an heir who has blood linkage with the last Sultan of Banten. The petitioner can not be inherited by the Sultan of Banten because the any Sultanate of Banten’s goods was not a personal inheritance from the Sultan. Meanwhile, the Banten Sultanate's inheritance assets which became the struggle of the parties related to its management were not part of the principal case

    Saudara Radhaah menurut Muhammad Al-Ghazali perspektif teori Maqasid Al-Syariah Imam Syatibi

    Get PDF
    ABSTRAK Asi adalah kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda (dharuriat) pasca bayi lahir. asal menyusui anaknya bagi seorang ibu hukumnya adalah sunnah, menjadi wajib jika ayah tidak mampu memberi upah kepada orang lain. fenomena sebagian ibu kandung berudzur dalam memberikan persusuannya kepada anak. Alternatif memberikan hak radha’ah kepada orang lain tentu menjadi solusi tepat bagi ibu kandung. kadar radha’ah dengan jumlah tertentu secara hukum islam akan megubah status kemahraman sibayi. menurut muhammad al-ghazali saudara radha’ah disandarkan pada terjadinya persusuan bukan kepada kadar atau jumlah hitungan tertentu. menganalisis sebuah fatwa meggunakan teori maqasid as-syariah adalah langkah yang tepat, hal ini sudah dilakukan oleh para ilmuwan islam terdahulu hingga sekarang. Berdasarkan persoalan diatas, maka penelitian ini membahas tentang metode muhammad al-ghazali dalam menetapkan kadar radha’ah kemudian dipandang dalam persepektif maqasid syari’ah imam syatibi. sebagai sinkronisasi, pendapat muhammad al-ghazali dengan konsep maqasid al-syari’ah. penelitian ini termasukt jenis library research ( kepustakaan) dengan pendekatan deskriptif-analitis. hasil dari penelitian ini adalah: muhammad al-ghazali dalam menentukan kadar radha’ah, didasari dengan metode kritik matan hadis kadar radha’ah minimal lima kali penysusuan. ada empat langkah dalam menguji matan hadis radha’ah :pertama, pengujian dengan al-qur’an, ke-dua, pengujian dengan hadis, ke-tiga, pengujian dengan sejarah, ke-empat, pengujian dengan kebenaran fakta ilmiah. dalam perspektif maqasid al-syari’ah imam syatibi, pendapat muhammad al-ghazali tidak memenuhi kriteria lima penjagaan daruriat al-khamsah, walaupun penulis hanya menerapkan tiga kaidah saja: hifdzun al-din, hifdzun nasab, hifdzun aql. berdasarkan maqâshid ada lima cara untuk mengoperasionalkan ijtihad, yaitu: pertama, memahami tujuan dari teks-teks dan hukum. kedua, mengumpulkan antara kulliyât al-âmmah dan dalil-dalil khusus. ketiga, mujtahid wajib mempertimbangkan dalil-dalil parsial untuk menghadirkan kulliyât al-syarî'ah keempat, jalbu al-mashâlih wa dar’u al-mafâsid (mendatangkan kemashlahâtan dan mencegah kerusakan). kelima, dengan mempertimbangkan akibat suatu hukum (i'tibâr al-maâlât). dari kelima langkah minimal dikerucutkan dua langkah pokok dalam menetukan ijtihad: jalbu al-mashâlih wa dar’u al-mafâsid mutlaqa’n. dan i’tibâr al-maâlât (mempertimbangkan akibat suatu hukum). ABSTRACT Breast milk is a basic need that cannot be postponed (dharuriat) after the baby is born. i) as long as breastfeeding her child for a mother is a sunnah, it becomes obligatory if the father is unable to provide wages to others. the phenomenon of some birth mothers in giving their milk to their children. the alternative of giving radha'ah rights to others is certainly the right solution for biological mothers. the level of radha'ah with a certain amount according to islamic law will change the status of the mahram of the baby. according to muhammad al-ghazali, radha'ah is based on the occurrence of breastfeeding, not on a certain level or number of counts. analyzing a fatwa using the maqasid as-shariah theory is the right step, this has been done by previous islamic scientists until no. based on the problems above, this study discusses the method of muhammad al-ghazali in determining the level of radha'ah then viewed from the perspective of maqasid syari'ah imam syatibi. as a synchronization, muhammad al-ghazali's opinion with the concept of maqasid al-syari'ah. this research is a type of library research (library) with a descriptive-analytical approach. the results of this study are: muhammad al-ghazali in determining the level of radha'ah, based on the method of criticism of the hadith, the level of radha'ah at least five times. there are four steps in testing the matn of radha'ah hadith: first, testing with the qur'an, second, testing with hadith, third, testing with history, fourth, testing with the truth of scientific facts. in the perspective of imam syatibi's maqasid al-syari'ah, muhammad al-ghazali's opinion does not meet the criteria of five daruriat al-khamsah safeguards, although the author only applies three rules: hifdzun al-din, hifdzun nasab, hifdzun aql. based on maqâshid there are five ways to operationalize ijtihad, namely: first, understand the purpose of the texts and the law. second, collecting between kulliyât al-âmmah and specific arguments. third, the mujtahid must consider partial arguments to present kulliyât al-syarî'ah. fourth, jalbu al-mashâlih wa dar'u al-mafâsid (bringing goodness and preventing damage). fifth, by considering the consequences of a law (i'tibâr al-maâlât). of the five steps, at least two main steps are narrowed in determining ijtihad: jalbu al-mashalih wa dar'u al-mafâsid mutlaqa'n. and i'tibâr al-maâlât (considering the consequences of a law). مستخلص البحث لبن الأم حاجة أساسية لا يمكن تأجيلها بعد ولادة الطفل. ط) ما دامت إرضاع ولدها لأم سنة ، وجبت إذا عجز الأب عن أجرة غيره. ظاهرة قيام بعض الأمهات بإعطاء حليبهن لأطفالهن. إن البديل عن إعطاء حقوق الرضا للآخرين هو بالتأكيد الحل الصحيح للأمهات البيولوجيات. إن مستوى الرضا بمقدار معين وفق الشريعة الإسلامية يغير من منزلة محرم المولود. ووفقًا لمحمد الغزالي ، فإن الرضاعة مبنية على حدوث الرضاعة الطبيعية ، وليس على مستوى معين أو عدد من التهم. إن تحليل الفتوى باستخدام نظرية مقاصد الشريعة هو الخطوة الصحيحة، وقد قام بذلك علماء مسلمون سابقون حتى الآن. بناء على المشاكل المذكورة أعلاه ، تناقش هذه الدراسة منهج محمد الغزالي في تحديد مستوى الرضاعة ثم عرضها من منظور مقاصد الشريعة الإمام الشاطيبي. تزامن رأي محمد الغزالي مع مفهوم المقاصد الشريعه. هذا البحث هو نوع من البحوث المكتبية (المكتبة) مع منهج وصفي-تحليلي. ونتائج هذه الدراسة هي: محمد الغزالي في تحديد مستوى الرضا ، بناء على منهج نقد الحديث ، مستوى الرضا خمس مرات على الأقل. هناك أربع خطوات في اختبار متن الحديث النبوي: أولاً: الاختبار مع القرآن ، وثانيًا ، والاختبار بالحديث ، والثالث ، والاختبار مع التاريخ، والرابع ، واختبار حقيقة الحقائق العلمية. من منظور مقاصد الإمام الصياطيبي ، فإن رأي محمد الغزالي لا يفي بمعايير الضمانات الخمس من درية الخمسة ، على الرغم من أن المؤلف يطبق ثلاثة قواعد فقط: حفظ الدين ، حفظ النساب ، حفظ العقل. بناءً على المقاصد ، هناك خمس طرق لتفعيل الاجتهاد ، وهي: أولاً ، فهم الغرض من النصوص والقانون. ثانياً: الجمع بين كلية الأمة والحجج النوعية. ثالثًا ، يجب على المجتهد أن يأخذ في الاعتبار الحجج الجزئية لتقديم كلية السيرة ، ورابعًا ، جلب الخير ودرع المفسد. خامساً: النظر في نتائج القانون. من بين الخطوات الخمس ، تم تضييق خطوتين رئيسيتين على الأقل في تحديد الاجتهاد: جلب المصالح ودرء المفاسد واعتبارالمعلات

    FUNDAMENTALS OF AGREEMENTS AND PEACE ACCORDING TO THE PERSPECTIVE OF FIQH SIYASAH RULES

    Get PDF
    The rules of fiqh are very important guidelines for Muslims to solve a legal problem faced daily. Without these guidelines, Muslims cannot limit the permissibility or impermissibility of doing something, nor can they determine which action is preferable to doing or leaving. Muslims are bound by the rules and values they espouse, which are based on their religious teachings and good customs, when they act or behave. As for this research, the author has a goal so that readers know comprehensively related to existing problems and can solve these problems without contradicting according to the existing foundation. This research method uses the Literature Review Method which compiles the problems of a topic systematically, this research discusses problems related to the elements of the agreement and peace and the basis for resolving these matters, so that they are in accordance with existing laws, especially Fiqhiyah law, in this study the author also hopes that readers can broadly understand in carrying out the mathematics of the agreement or matters relating to peace.Keywords: Systematic, Method, Law, Treat
    corecore