196 research outputs found
Dynamics of Youth Population – Impact of Education Expenditure
Youth constitutes the largest segment of the Indian population and being the primary productive human resources, the socio-economic development of youth directly linked to the development process. This paper is an attempt to see the various demographic characteristics of the Indian youth population and determine the household expenditure pattern on education and related items using National Sample Survey data for two rounds (1993-94 and 2004-05). Results are presented for individual states separately for rural and urban and also for various socio-economic characteristics such as social groups, household size, level of education, occupation, etc.India, youth population, socio-economic development
Dynamics of Youth Population – Impact of Education Expenditure
Youth constitutes the largest segment of the Indian population and being the primary productive human resources, the socio-economic development of youth directly linked to the development process. This paper is an attempt to see the various demographic characteristics of the Indian youth population and determine the household expenditure pattern on education and related items using National Sample Survey data for two rounds (1993-94 and 2004-05). Results are presented for individual states separately for rural and urban and also for various socio-economic characteristics such as social groups, household size, level of education, occupation, etc.EducationEducation expenditure
IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TEMATIK DIGITAL QUR’AN DALAM MENGEMBANGKAN RELIGIUS SUBTANTIF PADA MAHASISWA UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
Di perguruan Tinggi, perkuliahan Pendidikan Agama Islam diekspektasikan dapat menuntun mahasiswa memahami dan mendalami ajaran mendasar dari agama islam yang sumber utamanya Al-Qur’an. Ekspektasi ini sejalan dengan berbagai slogan yang dikemukakan oleh para ulama dalam kurun waktu dua abad akhir ini, bahwa ini dimaksudkan supaya umat islam merujuk kembali pada Al-Quran dan As- Sunnah. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui makna beriman dalam rukun iman berdasarkan metode tematik digital Quran, (2) Untuk mengetahui makna beribadah dalam rukun Islam berdasarkan metode tematik digital Quran, (3) Untuk mengetahui makna akhlak-akhlak utama dalam Al-Quran berdasarkan metode tematik digital Quran, (4) Untuk mengetahui efektivitas metode tematik digital Quran dalam meningkatkan pemahaman religiusitas-substantif pada mahasiswa UPI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengambilan data kualitatif dengan implementasi tematik digital Qur’an dan data kuantitatif menggunakan kuisioner. Teknik pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti adalah dengan observasi, wawancara, dokumentasi dan literature review. Hasil penelitian ini adalah (1) Makna beriman dalam rukun iman berdasarkan tematik digital qur’an adalah mempercayai atau meyakini dalam hati sanubari,diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dengan perbuatan (amal sholeh). (2) Makna beribadah dalam rukun islam berdasarkan tematik digital qur’an adalah segala sesuatu yang dicintai dan di ridhoi oleh Allah swt berupa perkataan dan perbuatan baik yang lahir maupun yang bathin. (3) Makna akhlak-akhlak utama dalam Al-Qur’an berdasarkan tematik digital qur’an adalah buah dari keimanan, dimana seorang hamba senantiasa mengingat Allah swt dalam segala situasi serta mengamalkan amar ma’ruf nahi mungkar di kehidupan sehari-hari dalam upayanya menuju ridho Allah swt.
Kata Kunci: Tematik digital qur’an, Religius subtantif.
ABSTRACT
Implementation of the Digital Qur'an Thematic Learning Model in Developing Substantive Religion in Indonesian Education University Students
Lukman Affandi
2010406
In higher education, Islamic Religious Education lectures are expected to lead students to understand and explore the basic teachings of the Islamic religion whose main source is the Qur'an. This expectation is in line with the various slogans put forward by the scholars in the last two centuries, that this is intended so that Muslims refer back to the Al-Quran and As-Sunnah. The aims of this study are (1) to find out the meaning of faith in the pillars of faith based on the digital thematic method of the Quran, (2) to find out the meaning of worship in the pillars of Islam based on the digital thematic method of the Koran, (3) to find out the meaning of the main morals in the Koran. based on the Koran digital thematic method, (4) To determine the effectiveness of the Koran digital thematic method in increasing substantive-religious understanding of UPI students. This study uses qualitative and quantitative approaches with descriptive methods. Qualitative data collection techniques with the implementation of the thematic digital Qur'an and quantitative data using questionnaires. Data collection techniques carried out by researchers are observation, interviews, documentation and literature review. The results of this study are (1) The meaning of faith in the pillars of faith based on the thematic digital qur'an is to believe or believe in the heart, to be sworn in orally and proven by deeds (sholeh). (2) The meaning of worship in the pillars of Islam based on the thematic digital qur'an is everything that is loved and blessed by Allah swt in the form of words and deeds both outwardly and inwardly. (3) The meaning of the main morals in the Qur'an based on the digital thematic Qur'an is the fruit of faith, where a servant always remembers Allah swt in all situations and practices the commandments of ma'ruf nahi munkar in everyday life in his efforts towards the pleasure of Allah swt.
Keywords: Quran digital thematic, Substantive Religion
MAKNA SIMBOLIS GERAK TARI TOPENG SASIKIRANA STUDIO TARI INDRAWATI LUKMAN BANDUNG (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce)
Sasikirana merupakan pengembagan dari karya tari topeng pamindo. Hal yang menarik dalam karya sasikirana ini, banyaknya eksplorasi dan inovasi yang dilakukan baik dalam hal gerak, struktur gerak, iringan dan kostum. Sasikirana terkesan lebih modern dari segi penyajian. Penulis akan menggali maknadari tanda-tanda yang terdapat pada gerak tari sasikirana karya Indrawati Lukman menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika. Kajian terpusat pada tanda – tanda gerak dalamkarya tari topeng sasikirana, dikaji secara mendalam
sehingga mampu membongkar realitas makna dibalik karya tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap makna simbolis dari gerak tari Sasikirana karya Indrawati Lukman melalui pendekatan semiotika Charles Sanders Peirce. Tari Sasikirana dipilih sebagai objek penelitian karena memiliki kekayaan simbolis yang merefleksikan nilai budaya dan kearifan lokal yang unik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif, yang melibatkan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan teori semiotika Peirce, yang membagi tanda menjadi tiga komponen: representament, Objek, dan Interpretan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerak-gerak dalam tari Sasikirana memiliki makna simbolis yang mendalam, yang merepresentasikan feminitas, keagungan perempuan, serta filosofi hidup masyarakat yang dihormati dalam budaya setempat.
Kata Kunci: Gerak Tari Sasikirana, Indrawati Lukman, Semiotika, Charles Sanders Peirce, Makna Simbolis.
ABSTRACTTHE SYMBOLIC MEANING OF SASIKIRANA MASK DANCE MOVEMENTS OF INDRAWATI LUKMAN DANCE STUDIO BANDUNG: SEMIOTIC (ANALYSIS OF CHARLES SANDERS PEIRCE), DECEMBER 2014. Sasikirana is a development of Pamindo mask dance. The interesting things in Sasikirana dance work are the extensive exploration and innovation applied to movements, movement structure, accompaniment, and costumes. Sasikirana appears to be more modern in its presentation style. The author would examine the meaning of the symbols in Sasikirana dance movements by Indrawati Lukman, using a qualitative method with a semiotic approach. This study focuses on the symbolic movements in Sasikirana mask dance, with deep analyzing process to uncover the underlying meanings. The purpose of this research is to reveal the symbolic meanings of the movements in Sasikirana dance by Indrawati Lukman through the semiotic approach of Charles Sanders Peirce. Sasikirana dance has been selected as the research subject because of its symbolic richness reflecting unique cultural values and local wisdom. The research method used is descriptive qualitative, involving data collection through observation, interviews, and documentation. Data analysis is conducted using Peirce\u27s semiotic theory, which divides signs into three components: representament, Object, and Interpretant. The findings show that the movements in Sasikirana dance owes deep symbolic meanings, representing femininity, the majesty of women, and the community life
Naskahditerimapada,7Septemberrevisiakhir3Oktober2024 |157
philosophy respected within the local culture.
Keywords: Sasikirana Dance Movements, Indrawati Lukman, Semiotics, Charles Sanders Peirce, Symbolic Meaning
PERANAN FREIGHT FOWARDING DALAM PROSEDUR PENGIRIMAN EKSPOR BARANG ( STUDI KASUS DI ASA CARGO SURAKARTA )
ABSTRAKSI
PERANAN FREIGHT FOWARDING DALAM PROSEDUR PENGIRIMAN EKSPOR BARANG ( STUDI KASUS DI ASA CARGO SURAKARTA )
LUKMAN HIDAYAT F3108024
Tujuan penulisan tugas akhir ini adalah untuk memperoleh gambaran dan pemahaman yang lebih mendalam mengenai peranan freight fowarding dalam pengiriman barang ekspor yang dilakukan oleh Freight Fowarding ASA CARGO di Surakarta.
Metode yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah metode studi kasus, yaitu mengambil satu obyek tertentu untuk dianalisa secara mendalam dengan memfokuskan pada satu masalah. Data yang digunakan dalam penulisan tugas akhir ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer dikumpulkan melalui wawancara langsung dengan pihak ASA CARGO, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku maupun sumber bacaan lainnya.
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa peranan freight fowarding dalam prosedur pengiriman barang ekspor yang dilakukan oleh ASA CARGO di Surakarta adalah Fowarding merupakan usaha jasa pengurusan transportasi pengangkutan barang yang menengahi antara shipper/pengirim barang dengan shipping line/perusahaan yang mempunyai alat transportasi. Fowarding memiliki keunggulan dalam jasa yang ditawarkan kepada shipper yang lebih daripada langsung kepada shipping line. Fowarding juga memiliki beberapa agen di semua tujuan yang ditawarkan, karena perusahaan fowarding ini bisa terhubung dengan banyak perusahaan shipping line.
Saran yang dapat penulis berikan adalah peningkatan sarana dan prasarana perusahaan agar dapat meningkatkan kinerja perusahaan.
Kata kunci : Freight Fowarding, Shipper, Shipping Line
ABSTRACT
THE ROLE OF FREIGHT FORWARDING IN SHIPPING PROCEDURE OF GOODS EXPORT (CASE STUDY IN ASA CARGO OF SURAKARTA)
LUKMAN HIDAYAT
F3108024
The purpose of final assignment is for gaining image which is deeper concerning with freight forwarding role in export commodities shipping which is performed by Freight Forwarding of ASA CARGO in Surakarta.
Method used in this final assignment is case study method that is taking a certain object to be analyzed deeply by focusing on a case. Data used in this final assignment are primary data and secondary data. Primary data is collected by direct interview with ASA CARGO, while secondary data is gained from book or another source of text.
The result of the research can be concluded that the role of freight forwarding in procedure of export commodities shipping which are performed by ASA CARGO in Surakarta is Forwarding which constitutes business of cargo transportation service which balance between shipper and shipping line which has transportation tools. Forwarding has superiority in offered service to shipper that is more than direct to shipping line. Forwarding has also several agents in all destinations offered, because forwarding company can be connected to a lot of shipping line companies.
Suggestion which author can give is that increase of tolls and infra structure of company in order to improve company work achievement
Keywords: Freight Forwarding, shipper, shipping lin
PENERAPAN UNSUR TINDAK PIDANA JUDI ONLINE PADA SELEBGRAM YANG MEMPROMOSIKAN SITUS JUDI ONLINE DI INSTAGRAM
Penelitian ini membahas penerapan unsur tindak pidana judi online pada Selebgram yang mempromosikan situs judi online di media sosial Instagram dalam hukum pidana di Indonesia dan dampak dari putusan Pengadilan Negeri pada kasus Selebgram yang mempromosikan judi online (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Nomor 56/Pid.Sus/2023/PN. Bkt). Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach). Data yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, dan dokumen resmi, serta bahan hukum sekunder seperti jurnal ilmiah, buku, dan pendapat ahli. Data dikumpulkan melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi judi online oleh Selebgram termasuk dalam tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 27 ayat (2) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dalam kasus Mega Shinta Lukman, Selebgram terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan promosi situs judi online ROBOSLOT melalui akun Instagram, dengan imbalan finansial yang diterimanya. Putusan Pengadilan Negeri Bukittinggi Nomor 56/Pid.Sus/2023/PN. Bkt menjatuhkan pidana penjara selama 10 bulan dan denda Rp 100.000.000,00. Putusan ini memberikan efek jera serta menjadi peringatan bagi para konten kreator agar lebih bijak dalam menerima tawaran promosi
Perbandingan Sistem Manajemen Pembelajaran Atutor dan Moodle Menurut Persepsi Siswa di SMK Ma'arif 1 Kroya Tahun Ajaran 2014/2015
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan (1) fitur communication tools, (2) fitur productivity tools, (3) fitur course Delivery tools, (4) fitur content development tools, dan (5) kemudahan (usability) Moodle dan ATutor di SMK Ma'arif 1 Kroya.
Penelitian ini merupakan penelitian komparatif yang dilaksanakan di SMK Ma'arif 1 Kroya Tahun Ajaran 2014-2015. Populasi penelitian sejumlah 480 siswa SMK Ma'arif 1 Kroya. Sampel sejumlah 214 siswa ditentukan dengan menggunakan teknik proporsional sampling dan cluster random sampling dengan menggunakan bantuan tabel Krejcie & Morgan. Data variabel usability diperoleh menggunakan angket siswa dan data variabel communication tools, productivity tools, course delivery tools, dan content development tools diperoleh menggunakan angket pakar ahli. Validitas intrumen diketahui berdasarkan penilaian pakar ahli yang dianalisis dengan validitas isi dan analisis butir. Realibilitas instrumen diketahui dari nilai koefisien Alpha Cronbach. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan Uji uji beda dua sampel berpasangan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) perbandingan fitur communication tools mendapatkan persentase 82,22% sedangkan ATutor 62,04%; (2) perbandingan fitur productivity tools mendapatkan persentase 79,38% sedangkan ATutor 61,88%; (3) perbandingan fitur course delivery tools mendapatkan
persentase 85,45% sedangkan ATutor 64,77%; (4) perbandingan fitur content development tools mendapatkan persentase 85,33% sedangkan ATutor 64,%; (5) perbandingan fitur usability mendapatkan persentase 61,11% sedangkan ATutor
56,77%. Kesimpulan penelitian ini menunjukan bahwa Moodle memiliki fitur yang lebih baik dari pada ATutor karena memperoleh nilai yang lebih tinggi berdasarkan persepsi pengguna
ANALISIS PELAKSANAAN CHILD RIGHTS PROGRAM DALAM MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK JALANAN DI YAYASAN ALIT SURABAYA
Child Rights Program adalah program sebagai upaya pemberdayaan anak jalanan, dan dalam proses pemberdayaan tersebut anak jalanan diberikan kegiatan pendidikan dan pelatihan. Adanya pendidikan dan pelatihan itu sebagai bentuk pemenuhan hak-hak anak jalanan yang belum terpenuhi. Dalam pelaksanaannya child rights program terdiri dari 3 (tiga) kegiatan yaitu pendidikan anak usia dini (PAUD), pelatihan musik angklung serta pelatihan olahraga athletik. Oleh karena itu penelitian ini akan membahas pelaksanaan child rights program dalam meningkatkan kesejahteraan sosial anak jalanan. Sesuai dengan tema yang dibahas dalam penelitian maka peneliti menentukan fokus penelitian sebagai berikut, (1) bagaimana pelaksanaan Child Rights Program di Yayasan ALIT Surabaya dan (2) apakah pelaksanaan Child Rights Program dapat meningkatkan kesejahteraan sosial anak jalanan di Yayasan ALIT Surabaya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Dengan menggunakan metode pengumpulan data angket (kuesioner), wawancara, observasi dan dokumentasi. Serta menggunakan teknik analisis data yang meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Didukung dengan keabsahan data menggunakan trianggulasi sumber, teknik dan waktu.
Hasil penelitian di Yayasan ALIT Surabaya pada pelaksanaan child rights program, berjalan dengan efektif hal itu dapat dilihat dari aspek antara lain: pengorganisasian peserta, pengorganisasian tujuan dan bahan ajar, metode pelatihan/pembelajaran, alokasi waktu, dana belajar, tempat dan sarana pendukung, sumber belajar, iklim sosial pembelajaran/suasana pembelajaran serta evaluasi, dan diperkuat dengan hasil angket pada setiap kegiatan,yang menunjukkan prosentase yang baik. Selain itu hasil penelitian menunjukkan bahwa child rights program dapat meningkatkan kesejahteraan sosial anak jalanan di Yayasan ALIT Surabaya. Dengan indikator terpenuhinya hak anak jalanan meliputi: hak untuk hidup layak, hak untuk berkembang, hak untuk dilindungi, hak untuk berperan serta, serta hak untuk memperoleh pendidikan. Saran yang dapat diberikan untuk Yayasan ALIT Surabaya, sebaiknya ditambahkan kegiatan pada child rights program seperti bimbingan belajar, serta perlu dilakukan pembinaan dan pendampingan lebih lanjut.
Kata kunci : child rights program, kesejahteraan sosial anak jalanan.
ABSTRACT
Child Rights Program is a program empowerment of street childreen, and in that process, street child is given education and exercise activities. Those education and exercise as a form of fulfillment street child rights that has not been fulfilled. In the implementation, Child Rights Program consists of 3 (three) activities, those are of early childhood education, Angklung music exercise and athletics exercise. Thus, this study will discuss the implementation of Child Rights Program to increase social prosperity of street child. Based on the explanation above, the researcher focuses on: (1) How to implement Child Rights Program in ALIT fondation of Surabaya (2) Does Child Rights Program can increase social prosperity of street child in ALIT fondation of Surabaya.
This studywas designed as descriptive qualitative approach. The researcher gotthe data through (questionnaire), interview, observation, and documentation. It also uses data analyze technique which are reduction data, presentation of data, and verification data. Supported by using trianggulasi source of data, technique, and time
The result of this study in ALIT fondation of Surabaya work effectively. It can be seen through some aspects as the following: organized participant, organized purpose and material, exercise/learning method, time allocation, learning fund, supporting place and tools, source of learning, Social climate learning/ atmosphere of learning and evaluation, and now with the results reinforced on each activity, which shows a good percentage. The result of this study indicates that Child Rights Program can increase street child social prosperity in ALIT fondation of Surabaya. With Indicator fulfilled street children rights by covering: the right to life, the right to develop, the right to be protected, the right to participate, as well as the right to acquire education. The researcher suggest that ALIT fondation of Surabaya should add an activity in Child Rights Program such as learning guidance, and also need Guidance and flanking further
Key words: Child Rights Program, social prosperity of street child
Perancangan griya seni dan budaya terakota di Trawas Mojokerto: Tema re-inventing tradition
INDONESIA:
Terakota merupakan salah satu kebudayaan dan kesenian peninggalan kerajaan Majapahit yang saat ini sudah hampir punah. Seiring dengan perkembangan zaman kesenian Terakota mulai terlupakan, banyak generasi muda tidak mengenal tentang kesenian tersebut. Punahnya kesenian ini ditunjang pula dengan banyaknya penjualan ilegal situs-situs peninggalan kesenian Terakota baik keluar daerah bahkan keluar negeri yang dilakukan oleh beberapa pihak yang tidak bertanggungjawab. Diperlukan sebuah tempat yang dapat digunakan sebagai wadah mempelajari kesenian Terakota dan menjaga situs-situs peninggalannya, sehingga didesain sebuah Griya Seni dan Budaya Terakota yang dapat digunakan untuk tempat pembelajaran dan melestarikan kesenian Terakota. Lahan yang dipilih untuk tempat perancangan adalah di Kecamatan Trawas, Mojokerto. Pemilihan lokasi ini dikarenakan Terakota yang menjadi peninggalan Majapahit banyak ditemukan di daerah tersebut, selain itu Mojokerto sendiri merupakan pusat dari kerajaan Majapahit.
Tema yang digunakan dalam perancangan adalah Re-Inventing Tradition, yakni dengan membentuk / memperbarui tradisi dengan cara mengkombinasikan tradisi lokal yang ada dengan unsur-unsur dari tradisi lain sehingga terbentuk tradisi baru yang berbeda, pada perancangan ini tradisi lama yang dipertahankan adalah arsitektur Majapahit dan Jawa, sedangkan tradisi barunya adalah desain modern yang menyesuaikan dengan kebutuhan masa kini. Dengan pendekatan tema Re-Inventing Tradition, pada perancangan ini berusaha untuk mengajak masyarakat agar mengenal kembali adat-adat dan kebiasaan yang baik pada masyarakat terdahulu. Selain itu melalui prinsip-prinsip dalam tema yakni pertapakan, perangkaan, peratapan, persungkupan dan persolekan digunakan sebagai dasar perancangan, sehingga memunculkan desain perancangan yang bermanfaat, indah dan tidak merusak alam. Dilatar belakangi dengan hal tersebut dipilihlah konsep khalifah di dalam perancangan ini, konsep khalifah dipilih pada perancangan dilatarbelakangi oleh pemikiran bahwasanya pemeliharaan alam semesta dan memanfaatkan serta menjaga kebiasaan dan adat istiadat yang baik merupakan tugas dari khalifah di muka bumi.
Pada perancangan cakupan konsep ditekankan pada pengolahan tapak, bentuk bangunan, penggunaan material-material, konsep struktur bangunan, ruang-ruang, dan estetika dalam bangunan. Dengan rancangan griya seni dan budaya melalui pendekatan tema Re-Inventing Tradition tersebut dapat menghasilkan suatu karya arsitektur yang sesuai dengan koridor keilmuan Re- Inventing Tradition dan diintegrasikan dengan nilai-nilai keislaman, diupayakan perancangan nantinya dapat memunculkan kompleks bangunan yang unggul, bermanfaat dan nyaman bagi para pengunjung.
ENGLISH:
Terracotta is one of culture and the arts of Majapahit relics which are now almost extinct. Along with the development of the age the art of Terracotta are starting to be forgotten, a lot of the younger generation doesn't know about the arts. Punahnya arts is supported by the large number of illegal websites selling relics of Terracotta art good exit area even out of the country is done by some people who are not responsible. Needed a place that can be used as a container learn the art of Terracotta and keep his legacy sites, thus designed a Griya Terracotta art and culture that can be used for learning and preserving the art of Terracotta. The land chosen for the design of the place is in district of Trawas, Mojokerto. The selection of this location because the Majapahit Terracotta relic being found in the area, in addition is the Centre of Mojokerto's own Kingdom of Majapahit.
The theme used in the design is re-inventing the Tradition, namely by establishing/updating the tradition in a way combines local traditions with elements from other traditions so formed a new tradition, on the design of this old tradition preserved is the architecture of the Majapahit Javanese and, while the new tradition is a modern design that adapts to the needs of the present. With the approach of the theme re-inventing the Tradition, on the design of this trying to invite people to know back customs and habits in the community. In addition through the principles in the theme namely pertapakan, peratapan, persungkupan, perangkaan and persolekan used as the basis of design, so the design gave rise to the design of useful, beautiful and destructive nature. The event will be based with the addition of the concept of the Caliph in this design, the concept of the Caliphate was selected on the design of distributed by the thought that the maintenance of the universe and exploit as well as keep the habits and customs of the good is the task of the Caliph in the face of the Earth.
On the design of the scope of the concept is emphasized on processing footprint, building forms, the use of materials, the concept of building structures, spaces, and the aesthetics of the building. Griya design art and culture through theme re-inventing the Tradition can produce a work of architecture that suits academic corridor re-inventing Tradition and be integrated with Islamic values, have the design later could bring a superior building complex, useful and comfortable for the visitors
Corrigendum: Performance evaluation of five commercial assays in assessing seroprevalence of HEV antibodies among blood donors
The affiliation for author Lukman Thalib was incorrectly listed as number 5. It should have been listed as number 3. Please see corrected author and affiliation list below:
Enas S. Al-Absi,1,2 Duaa W. Al- Sadeq,1 Manaf H. Younis,3 Hadi M. Yassine,2 Omnya M. Abdalla,1 Areej G. Mesleh,1 Tameem A. Hadwan,1 Joshua O. Amimo,4,5 Lukman Thalib,3 and Gheyath K. Nasrallah1,2,*
1 Department of Biomedical Science, College of Health Sciences, Qatar University, Doha, Qatar
2 Biomedical Research Center, Qatar University, Doha, Qatar
3 Department of Public Health, College of Health Sciences, Qatar University, Doha, Qatar
4 Department of Animal Production, Faculty of Veterinary Medicine University of Nairobi, Nairobi, Kenya
5 Biosciences of Eastern and Central Africa-International Livestock Research Institute (BecA-ILRI), Nairobi, Kenya
The authors apologize for any inconvenience caused.
© 2019 The AuthorsNo Full Tex
- …
