393 research outputs found

    PERLINDUNGAN HAK ANAK DI MYANMAR BERDASARKAN CONVENTION ON THE RIGHT OF THE CHILD 1989

    No full text
    Pada tahun 2016 terjadi penyerangan oleh Pemerintah Myanmar terhadap etnis Rohingya, dalam penyerangan tersebut banyak memakan korban terhadap penduduk sipil yang seharusnya dilindungi dan juga terjadi pelanggaran terhadap hak anak seperti pembunuhan terhadap anak berumur 8 bulan, anak berusia 5 tahun dan seorang anak berusia 6 tahun ditikam sampai mati dirumahnya masing-masing. Tindakan-tindakan tersebut jelas telah melanggar Convention on the right of the Child 1989. Permasalahan yang akan diteliti adalah mengenai pengaturan perlindungan hak anak berdasarkan Convention on the Right of the Child 1989 dan penegakan hukum tentang perlindungan hak anak di Myanmar. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif. Dari hasil penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa pengaturan perlindungan hak anak berdasarkan Convention on the Right of the Child 1989 digolongkan menjadi 4 hak utama yaitu hak kelangsungan hidup (Survival Right), hak perindungan (Protection Right), hak tumbuh berkembang (Development Right), dan hak berpartisipasi (Participation Right). Penegakan hukum tentang perlindungan hak anak di Myanmar oleh pemerintah Myanmar tidaklah menjalankan perlindungan hak anak sesuai dengan Convention on the Right of the Child 1989 karena masih adanya pelanggaran-pelanggaran hak anak yang dilakukan. Karena pada tahun 1991, Myanmar telah meratifikasi Convention on the Right of the Child 1989. Kata kunci: Konvensi hak anak, Convention on the Right of the Child 1989, Myanmar, etnis Rohingy

    KIPRAH BASUKI RAHMAT DALAM BIDANG MILITER TAHUN 1945-1966

    No full text
    ABSTRAK Dalam penelitian yang berjudul “Kiprah Basuki Rahmat dalam Bidang Militer Tahun 1945-1966” ini terdapat beberapa permasalahan yang dikaji di antaranya yaitu mengenai latar belakang kehidupan Basuki Rahmat, faktor yang memengaruhi keputusan Basuki Rahmat untuk berkecimpung ke dalam bidang militer, dan kontribusi Basuki Rahmat terhadap negara Indonesia melalui bidang militer pada tahun 1945-1966. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi yang jelas dan tepat mengenai permasalahan yang dikaji. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian sejarah atau disebut juga sebagai metode historis yang terdiri dari empat tahapan, yaitu heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Berdasarkan hasil penelitian, Basuki Rahmat merupakan seorang prajurit yang lahir pada 4 November 1921 di Tuban, Jawa Timur. Pendudukan Jepang dan kondisi Indonesia menjelang kemerdekaan menjadi faktor Basuki Rahmat berkecimpung dalam bidang militer. Kontribusi Basuki Rahmat melalui bidang militer dimulai pada tahun 1945 dalam usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Melalui kecakapan militer yang dimilikinya, Basuki Rahmat selalu ikut andil dalam berbagai peristiwa di Indonesia dari tahun 1945-1966, mulai dari perang kemerdekaan saat melawan Belanda, berbagai pemberontakan dalam negeri, operasi Irian Barat, Gerakan 30 September 1965, dan peristiwa paling bersejarah pada tahun 1966 mengenai Surat Perintah 11 Maret (Supersemar). Basuki Rahmat sebagai seorang pemimpin yang bertanggungjawab atas prajurit-prajurit di bawahnya memiliki sifat yang tenang, namun tetap tegas dalam menyikapi suatu permasalahan sehingga ia seringkali dipercaya untuk mengemban jabatan dengan tanggungjawab yang besar dalam bidang militer. Kata Kunci: Basuki Rahmat, Perjuangan, Militer ABSTRACT In this research entitled “The Gait of Basuki Rahmat in the Military Field in 1945-1966” there are several problems studied, including the background of Basuki Rahmat’s life, the factors that influenced Basuki Rahmat’s decision to engage in the military field, and Basuki Rahmat’s contribution to the Indonesian state through the military field in 1945-1965. The purpose of this research is to obtain clear and precise information about the problems studied. In this research, the author uses historical research methods or also known as historical methods which consist of four stages, these include heuristics, source critism, interpretation, and historiography. Based on the result of the research, Basuki Rahmat was a soldier who was born on 4th November 1921 in Tuban, East Java. The Japanese occupation and the condition of Indonesia before independence became a factor in Basuki Rahmat’s involvement in the military. Basuki Rahmat contribution through the military began in 1945 in an effort to defend Indonesia’s independence. Through his military skills, Basuki Rahmat always took part in various events in Indonesia from 1945-1966, starting from the war of independence against the Dutch, various domestic rebellions, the West Irian operation, The 30 September 1965 Movement, and the most historic event in 1966 about the 11 March Order (Supersemar). Basuki Rahmat as a leader who was responsible for the soldiers under him had a calm nature, but was still firm in addressing a problem so that he was often trusted to take positions with great responsibility in the military. Keywords: Basuki Rahmat, Struggle, Militar

    PROSES KREATIF MAMAT RAHMAT DALAM KENDANG TARI TRADISI SUNDA

    No full text
    ABSTRAKMamat Rahmat adalah sosok pengendang tari tradisi Sunda yang pada saat ini masih konsisten dalam bidangnya sebagai pengendang. Kemampuannya dalam kendang tari tradisi Sunda banyak didedikasikan untuk ISBI Bandung karena telah memberikan penghidupan bagi dirinya. Di sisi lain, kemampuannya pun banyak diminta oleh sanggar sanggar tari yang ada di kota Bandung seperti Studio tari Indra, Pusbitari, dan sebagainya. Sebagai pengendang tari tradisi Sunda, ia mampu memberikan pengungkapan karakter dalam tari tradisi Sunda melalui tepakan kendangnya. Maka[PO1]  tidaklah berlebihan dan sepantasnya apabila ia menyandang gelar sebagai maestro kendang tari. Dalam tulisan ini akan diungkap bagaimana proses kreatif Mamat Rahmat dalam mencapai kompetensinya sebagai pengendang tari Tradisi Sunda. Penulis akan mengupas pembahasannya melalui metode observasi dan wawancara. Adapun hasil dari penelitian ini adalah Mamat Rahmat mampu menjadi seorang pengendang tari Sunda yang kreatif, karena ditunjang oleh faktor keturunan (genetik), keterampilan, pengalaman, kepribadian, dan juga bisa menari.Kata Kunci: Mamat Rahmat, Proses Kreatif, Kendang Tari Sunda.  ABSTRACTA Creative Process of Mamat Rahmat in Sundanese Traditional Dance Kendang, June 2020. Mamat Rahmat is a figure of drummer of Sundanese traditional dance who is still consistent in his field as a drummer. His skill in Sundanese traditional dance drums (kendang) is mostly dedicated to ISBI Bandung because he has been given his livelihood here. On the other hand, his skill has been much demanded by many dance studios in Bandung such as Indra dance studios, Pusbitari, and so on. As a drummer of Sundanese traditional dance, he is able to provide the expression of character in Sundanese traditional dance through his drum beat. So it is not excessive and appropriate if he bears the title as a maestro of dance kendang. In this paper, it will be revealed how is the creative process of Mamat Rahmat in achieving his competence as a drummer of Sundanese traditional dance. The author will explore the discussion through the method of observation and interviews. The result of this study shows that Mamat Rahmat is able to become a creativeSundanese dance drummer because he is supported by heredity (genetic), skills, experience, personality, and dancing ability.Keywords: Mamat Rahmat, Creative Process, Sundanese Dance Kendang.   [PO1]Oleh sebab itu

    Konsep jiwa perspektif Ibnu Sina dan Al-Ghazali : Studi komparatif Tasawuf

    No full text
    Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah yang paling sempurna. Salah satu keunikan yang terdapat dalam diri manusia adalah adanya jiwa yang sifatnya tidak dapat terlihat dari luar diri manusia itu sendiri. Jiwa merupakan potensi keagamaan yang secara fitrah dan berasal langsung dari Allah sebagai pencipta. Jiwa berpusat dalam tubuh manusia, karena itu jiwa memiliki dua kecendrungan pada setiap diri manusia. salah satu kecenderungan yang terdapat pada jiwa adalah kecenderungan pada perbuatan tercela sehingga masih banyak rahasia yang terdapat dibalik jiwa manusia. Jiwa menjadi pembahasan yang banyak diulas oleh para Ilmuwan Muslim termasuk Ibnu Sina dan Al-Ghazali. Penulis tertarik untuk menelaah konsep jiwa Ibnu Sina dan Al-Ghazali terlebih lagi Al-Ghazali juga banyak berkiblat pada Ibnu Sina dalam bidang keilmuan lainnya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana konsep jiwa menurut Ibnu Sina dan juga Al-Ghazali. Kemudian juga apakah terdapat persamaan serta perbedaan antara konsep keduanya. Penelitian ini termasuk penelitian kualitatif yang berfokus pada kajian perpustakaan (library research). Metode yang digunakan yakni metode pendekatan komparatif untuk membandingkan antara konsep jiwa Ibnu Sina dengan konsep jiwa Al-Ghazali. Sumber data yang dugunakan adalah data primer yang merupakan buku karangan kedua tokoh serta data sekundernya yaitu Psikologi Sufi karya Robert Frager, Penyucian Jiwa (Tazkiyat al-nafs) & Kesehatan Mental karya Drs. A.F. Jaelani dan beberapa referensi lainnya yang berkaitan dengan pembahasan. Hasil dari penelitian ini yaitu jiwa merupakan bentuk kesempurnaan awal bagi manusia. jiwa merupakan poros dari semua tindakan dan aktivitas manusia. Ibnu Sina dan Al-Ghazali sama-sama berpendapat bahwa jiwa merupakan unsur immateri (tak terlihat) pada manusia dan terbagi menjadi jiwa hewan, jiwa tumbuhan serta jiwa manusia. Jiwa bersifat abadi sehingga setelah manusia meninggal dan badannya hancur tapi jiwanya tetap hidup serta akan mempertanggungjawabkan segala perbuatannya. Perbedaan dari konsep kedua tokoh terdapat pada pembagian jiwa dan juga daya-daya yang dimiliki jiwa

    Analysis of the Accuracy and Completeness of SINTA Author Data Extraction

    No full text
    The advancement of information technology has increased the use of web scraping for scientific data collection, including from the SINTA (Science and Technology Index) platform, which provides researcher profiles, affiliations, publications, and citation data. However, scraping SINTA poses challenges, particularly when multiple authors share identical scores that trigger changes in display order. This instability can lead to duplicated or missing entries when using a single-pass scraping approach. This study evaluates the accuracy and completeness of SINTA author data collection by implementing repeated scraping as a strategy to handle dynamic data ordering. Experiments were conducted on the Universitas Muslim Indonesia (UMI) affiliation, targeting 915 active authors. The methodology involved page-structure analysis, spider development using Python and Scrapy, sequential scraping through pagination, and validation of data completeness and uniqueness. A three-second delay between requests was applied to maintain responsible scraping practices. The results show that a single scraping attempt failed to retrieve all authors, capturing an average of only 877.2 authors (95.86%). Due to unstable ordering, repeated iterations were required. Through 4–8 scraping cycles per trial, all 915 authors were successfully collected without duplication. These findings indicate that for platforms with dynamic data structures such as SINTA, repeated scraping provides a more reliable method for ensuring data completeness and accuracy, supporting the development of stable and responsible publication-data automation systems.The advancement of information technology has increased the use of web scraping for scientific data collection, including from the SINTA (Science and Technology Index) platform, which provides researcher profiles, affiliations, publications, and citation data. However, scraping SINTA poses challenges, particularly when multiple authors share identical scores that trigger changes in display order. This instability can lead to duplicated or missing entries when using a single-pass scraping approach. This study evaluates the accuracy and completeness of SINTA author data collection by implementing repeated scraping as a strategy to handle dynamic data ordering. Experiments were conducted on the Universitas Muslim Indonesia (UMI) affiliation, targeting 915 active authors. The methodology involved page-structure analysis, spider development using Python and Scrapy, sequential scraping through pagination, and validation of data completeness and uniqueness. A three-second delay between requests was applied to maintain responsible scraping practices. The results show that a single scraping attempt failed to retrieve all authors, capturing an average of only 877.2 authors (95.86%). Due to unstable ordering, repeated iterations were required. Through 4–8 scraping cycles per trial, all 915 authors were successfully collected without duplication. These findings indicate that for platforms with dynamic data structures such as SINTA, repeated scraping provides a more reliable method for ensuring data completeness and accuracy, supporting the development of stable and responsible publication-data automation systems

    PENERAPAN DIVERSI DALAM SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK MENURUT UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2012 (Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Demak Nomor 2/Pid.Sus-Anak/2021/PN Dmk)

    No full text
    Fenomena kenakalan remaja dan tindak pidana yang dilakukan anak setiap tahun semakin meningkat. Upaya pencegahan dan penanggulangan yang telah dilakukan pemerintah Indonesia adalah dengan membentuk undang-undang Sistem Peradilan Pidana Anak yang menerapkan restorative justice, termasuk diversi sebagai alternatif penyelesaian. Meski pada kenyataannya, sebagian masyarakat dan aparat penegak hukum cenderung selalu ingin menghukum anak yang berhadapan dengan hukum, sehingga banyak anak yang pada akhirnya dimasukkan ke dalam penjara. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan diversi dalam sistem peradilan pidana anak khususnya yang telah diterapkan pada perkara Nomor 2/Pid.Sus -Anak/2021/PN Dmk Pendekatan penelitian menggunakan metode pendekatan secara yuridis sosiologis dan Spesifikasi penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Dalam penelitian ini menggunakan metode analisis data secara kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat diketahui bahwa pelaksanaan diversi dalam sistem peradilan pidana anak khususnya yang telah diterapkan pada perkara Nomor 2/Pid.Sus-Anak/2021/PN Dmk belum berjalan sepenuhnya karena pihak korban tidak menghendaki/menyetujui untuk melakukan musyawarah diversi sehingga penyelesaiannya melalui persidangan Anak, hal ini dapat dilihat dari perkara anak yang masuk ke pengadilan tapi tidak berhasil Diversi, sehingga menimbulkan kesenjangan antara aturan hukum dan pelaksanaanya di lapangan. Fungsi-fungsi dalam sistem peradilan pidana terkait pelaksanaan diversi tidak terlaksana dengan baik dan adanya perbedaan persepsi mengenai makna keadilan oleh para pelaku diversi, baik dari pihak korban dan keluarganya, pelaku dan keluarganya, aparat penegak hukum, Bagian Pemasyarakatan, Pekerja Sosial, tokoh masyarakat, psikolog, pendidik dan Lembaga Swadaya Masyarakat yang terhadap pelaksanaan diversi Kata Kunci : Diversi, Peradilan Pidana Ana

    The Implementation of the Right of Restitution against Victims of the Crime of Trafficking in Person

    No full text
    The aims of this research are to study and analyze law enforcers in an effort to fulfill the right of restitution for victims of human trafficking and to study and analyze the fulfillment of the right of restitution for victims of human trafficking. This study uses a sociological juridical approach. The results of this study showIt is necessary to have the role of law enforcers at the level of the police, public prosecutors and judges so that the application of restitution can be given to victims of the crime of trafficking in persons andLaw enforcement carried out by the Court has not provided serious protection for victims of the crime of trafficking in persons. In imposing sanctions on the defendant, the judge only focuses on sentencing the defendant

    PENGARUH LAYANAN TRANSPORTASI ONLINE (GOJEK) TERHADAP PERLUASAN LAPANGAN KERJA BAGI MASYARAKAT DI KOTA BANDUNG

    No full text
    Kemajuan teknologi di bidang transportasi, menjadi kebenaran sosial budaya yang terjadi di masyarakat, bahwa saat ini internet sangat mempengaruhi warga masyarakat dalam menjalani aktivitas di masyarakat. Banyaknya pengguna ponsel pintar atau smartphone, baik pada sistem android ataupun iOS membuat masyarakat menjadi ketergantungan pada smartphone dan internet. Kesempatan tersebut yang membuat pengagas bidang usaha Ojek online (Gojek) memperkenalkan ojek berbasis aplikasi online. Fenomena transportasi online saat ini sedang ramai diperbincangkan, karena pemesanan berbasis aplikasi yang mudah di unduh oleh pengguna smartphone baik sistem android ataupun iOS. Pemesanan melalui aplikasi yang sederhana membuat Ojek online diterima dengan cepat di kalangan masyarakat, serta berbagai macam pilihan layanan yang diberikan sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang jasa (Anis Agustin, 2017). Gojek menjadi jalan penyambung untuk pengendara dan penumpang. Perusahaan Gojek memiliki komitmen untuk memberikan dampak sosial yaitu kesejahteraan bagi mitra kerjanya, tidak terkecuali kepada pengendara. Gojek memulai komitmen dengan menyampaikan kepada seluruh masyarakat bahwa Gojek adalah perusahaan rintisan atau startup asli Indonesia yang mempunyai misi sosial. Gojek ingin meningkatkan kesejahteraan sosial melalui ketepatan pasar. Dalam bidang teknologi, Gojek berusaha menyebarluaskan dampak sosial yaitu kehidupan untuk masyarakat yang lebih baik dengan menciptakan lapangan pekerjaan guna meningkatkan jumlah pendapatan mereka. Melalui bidang teknologi, Gojek berusaha menyebarluaskan dampak sosial yaitu kehidupan yang lebih baik untuk masyarakat dengan menciptakan lapangan pekerjaan guna meningkatkan jumlah pendapatan mereka. Adanya layanan seperti ojek online atau gojek sangat penting untuk kota dengan tingkat lalu lintas yang begitu ramai seperti Kota Jakarta dan kota lainnya di mana mereka beraktivitas. Gojek menawarkan manfaat besar baik untuk para pelanggan dan penyedia jas

    EFEKTIVITAS DIVERSI DALAM PENYIDIKAN ANAK TERHADAP TINDAK PIDANA KEKERASAN SEKSUAL ANAK (STUDI KASUS POLRES DEMAK)

    No full text
    Perkembangan zaman saat ini, banyak anak dibawah umur yang melakukan kejahatan (pidana) yang dikenal dengan Anak Berhadapan Hukum (ABH). Salah satu tindak criminal ini adalah kasus kekerasan seksual. Anak yang berhadapan dengan hukum, terutama kasus kekerasan seksual harus diupayakan untuk dilaksanakan diversi. Pelaksanaan diversi di Indonesia dilakukan pada tingkat awal dalam sistem peradilan pidana, yaitu pada tahap pre judicial atau penyidikan. Penelitian ini bertujuan efektivitas diversi dalam penyidikan anak terhadap tindak pidana kekerasan seksual anak (Studi Kasus Polres Demak). Metode penelitian ini menggunakan pendekatan secara yuridis sosiologis atau socio-legal research. Spesifikasi penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis. Sumber dan jenis data penelitian ini adalah data primer dengan studi lapangan wawancara dengan penyidik di Polres Demak. Data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan. Data dianalisis secara kualitatif menggunakan teori Peradilan Pidana Anak, teori penegakan hukum, teori keadilan restoratif dan diversi. Hasil penelitian didapatkan pelaksanaan diversi dalam penyidikan atas kasus tindak pidana kekerasan seksual anak di Polres Demak Penyidikan mencari dan menemukan suatu keadaan atau peristiwa yang berhubungan dengan tindak pidana sebagai langkah investigasi. Melakukan penyidikan untuk mencari serta mengumpulkan bukti melalui keterangan saksi, keterangan ahli, surat visum et repertum, petunjuk, keterangan terdakwa. Melakukan tindakan penahanan. Melakukan interogasi dan menahan tersangka. Pelaksanaan diversi dalam penyidikan anak terhadap tindak pidana kekerasan seksual anak (Studi Kasus Polres Demak) dilakukan mengupayakan keadilan restorative agar tidak diteruskan pada tingkat penuntutan. Akan tetapi tidak semua kasus ditangani secara diversi karena ada beberapa pertimbangan. Faktor yang menjadi kendala dan solusi bagi kepolisian dalam melakukan penyidikan yaitu faktor Internal meliputi: kurangnya koordinasi diantara anggota tim penyidik. Kemampuan petugas penyidik yang masih kurang. Faktor Eksternal meliputi: Perilaku keluarga tersangka yang tidak bersedia untuk memberikan informasi keberadaan tersangka. Perilaku masyarakat yang tidak berusaha untuk tidak memberikan keterangan atas terjadinya suatu perkara karena masyarakat tidak mau terlibat didalamnya. Kata Kunci: Diversi, Penyidikan, Tindak Pidana, Kekerasan Seksual Ana

    Literasi Menulis Sekolah Dasar (Studi Kasus di SD Plus Rahmat Kota Kediri)

    No full text
    Research Purpose. The research conducted by the author aims to describe the stages of wiritng liletacy in SD Plus Rahmat Kediri. Methods. This study uses a qualitative method, with the type of case study research at the 4-6 grade level at SD Plus Rahmat Kota Kediri. The number of informants was 8 people consisting of teachers, students, librarians, and school principals using the purposive sampling technique. Data collection techniques are carried out by observation, Interview and Documentation. Data Analysis. The data analysis technique uses the concept of Miles and Huberman: Reduction, Presentation and Drawing Conclusions. Result and Discussion. The results of the study show that there are 3 stages in writing literacy, namely (1) the Habituation Stage, where students get used to resuming books they have read by writing the author's name, title, and contents. (2) Development Stage, availability of reading spots in the school environment. (3) Learning Stage, literacy classes are provided which are directly given by librarians who teach about writing
    corecore