35 research outputs found
STUDI PENGELOLAAN UNIT PRODUKSI DAN JASA BIDANG KEJURUAN LISTRIK DI SMK MUHAMMADIYAH PEKALONGAN
ABSTRAK Setiawan, Ade Putra. 2014. Studi Pengelolaan Unit Produksi dan Jasa Bidang Kejuruan Listrik di SMK Muhammadiyah Pekalongan. Skripsi, Jurusan Teknik Elektro, Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Slamet Wibawanto, M.T., (II) Yuni Rahmawati, S.T., M.T. Kata kunci: studi, pengelolaan, unit produksi, kejuruan. Unit produksi listrik SMK Muhammadiyah Pekalongan berdiri pada tahun 2004. Unit produksi listrik merupakan bagian dari unit teachingfactory“Surya Utama Teknika” yang di miliki oleh SMK Muhammadiyah Pekalongan. Pelayanan yang diberikan adalah jasa instalasi listrik, service AC, serta perbaikan dan perawatan peralatan rumah tangga lainnya. Produk yang dihasilkan yakni lampu “moedikal”, pelorot batik otomatis yang bekerja sama dengan unit teachingfactory, kompor listrik, dan alat sablon elektrik. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan unit produksi listrik di SMK Muhammadiyah Pekalongan yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pengelolaan unit produksi listrik. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa paparan deskriptif yang di dapatkan dari hasil wawancara beberapa narasumber. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.Untuk menjaga keabsahan data maka dilakukan tahapan triangulasi data dan membercheck. Dari hasil analisa data menunjukkan bahwa pengelolaan unit produksi listrik dilaksanakan dengan baik. Unit produksi listrik pada awal operasi menggunakan modal bantuan dari sekolah, dari modal tersebutkemudian dikembangkan sehingga untuk kegiatan produksi selanjutnya ditunjang menggunakan pendapatan yang telah diperoleh. Dalam proses produksi, unit produksi listrik memanfaatkan peralatan yang ada di laboratorium listrik dan pelaksanaan produksi dikerjakan oleh siswa serta guru jurusan teknik instalasi tenaga listrik sendiri. Keterlibatan siswa disesuaikan dengan level order yang diterima oleh unit produksi listrikdan tetap pada pengawasan guru, jika order tersebut dirasa tidak sesuai dengan kapasitas kemampuan siswa maka guru sendiri yang mengerjakannya. Produk yang dihasilkan merupakan hasil kerja unit produksi listrik sendiri, adapun kerja sama untuk mengolah produk dilakukan dengan unit teachingfactory yang dimiliki oleh SMK, jadi jika unit teachingfactorymendapatkan order terkait electricalmaka unit produksi listrik yang mengerjakannya. Dalam proses pemasaran produk maupun layanan jasa, unit produksi menggunakan media online seperti website SMK Muhammadiyah Pekalongan, facebook, dan menggunakanserta spanduk. Dalam pelaksanaannya, unit produksi listrik melakukan evaluasi terhadap kinerja personil dan kegiatan kerja yang telah dilaksanakan. Evaluasi terhadap kinerja personil dilaksanakan setelah menyelesaikan order sedangkan untuk evaluasi kegiatan kerja dilakukan ketika rapat jurusan
UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES FRAKSI ETIL ASETAT DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) PADA MENCIT DIABETES AKIBAT INDUKSI ALOKSAN
Diabetes mellitus (DM) atau kencing manis adalah penyakit dimana tubuh
penderita DM tidak mampu mengendalikan tingkat glukosa dalam darah. Penderita
mengalami gangguan metabolisme glukosa karena tubuh tidak dapat memproduksi
insulin dalam jumlah yang cukup, atau tidak mampu menggunakan insulin secara
efektif sehingga glukosa dalam darah berlebihan.
Salah satu pengobatan alternatif dalam mengobati penyakit DM adalah
dengan memanfaatkan bahan alam, seperti daun jambu biji (Psidium guajava L.)
yang secara empiris digunakan oleh masyarakat untuk mengobati DM. Untuk lebih
memberikan dasar bagi bukti manfaatnya, perlu dilakukan suatu penelitian.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek menurunkan kadar glukosa
darah dari fraksi etil asetat daun jambu biji dan untuk mengetahui perbedaan efek
penurunan kadar glukosa darah berbagai dosis fraksi etil asetat daun jambu biji.
Prosedur pengujian aktivitas antidiabetes fraksi etil asetat daun jambu biji dalam
penelitian ini adalah menggunakan mencit diabetes akibat induksi aloksan. Hewan
coba yang digunakan dalam penelitian ini adalah mencit jantan Galur Balb-C.
Aloksan adalah suatu senyawa diabetogen yang sering digunakan untuk penelitian
DM menggunakan hewan coba. Hewan coba dikatakan DM jika kadar glukosa
darahnya melebihi kadar glukosa normal pada mencit yaitu 62,8-176 mg/dL.
Pengukuran kadar glukosa darah menggunakan alat GlucoDrTM blood glucose meter
AGM-2200.Berdasarkan analisis menggunakan one way Anova dengan taraf kepercayaan
95% dan dilanjutkan dengan uji Least Significant Different (LSD) menunjukkan
bahwa kelompok uji fraksi etil asetat daun jambu biji dosis70 mg/kgBB tidak
memiliki perbedaan bermakna dengan kontrol positif yaitu glibenklamid dengan
dosis 1,3 mg/kgBB, yang berarti memiliki aktivitas antidiabetes yang sebanding
dengan kontrol positif, sedangkan kelompok uji fraksi etil asetat daun jambu biji
dosis 140 mg/kgBB dan 280 mg/kgBB menunjukkan perbedaan bermakna dengan
kontrol positif. Keseluruhan kelompok dosis memiliki perbedaan yang bermakna
dengan kontrol negatif yaitu CMC Na .
Data rata-rata persen penurunan fraksi etil asetat daun jambu biji dosis 70
mg/kgBB adalah sebesar 36,54%, dosis 140 mg/kgBB sebesar 54,83%, dan dosis 280
mg/kgBB sebesar 72,98%. Dari data tersebut menunjukkan bahwa fraksi etil asetat
daun jambu biji dosis 280 mg/kgBB memiliki rata-rata persen penurunan kadar
glukosa darah yang paling tinggi.
Senyawa aktif yang diduga memiliki aktivitas sebagai antidiabetes adalah
senyawa polifenol dan flavonoid terutama kuersetin. Kedua senyawa ini bekerja
sinergis dalam menurunkan kadar glukosa darah mencit.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat daun jambu biji
memiliki aktivitas sebagai antidiabetes dan aktivitas antidiabetes fraksi etil asetat
daun jambu biji (P. guajava L.) pada dosis 70 mg/kgBB memiliki rata-rata penurunan
sebesar 36,54%, dosis 140 mg/kgBB memiliki penurunan sebesar 54,83% dan dosis
280 mg/kgBB memiliki penurunan sebesar 72,98%
Pengaruh Doping Na-Cl Terhadap Sifat Magnetik Zno Dengan Pendekatan Teori Fungsi Kerapatan
Pengaruh atom Natrium dan Klor terhadap Sifat magnetik material ZnO, telah diteliti dengan perhitungan Teori Fungsi Kerapatan. Hasilnya mengindikasikan bahwa ZnO didoping dengan atom Natrium dan Klor pada kondisi Antiferromagnetik memiliki energi lebih rendah yang menunjukkan bahwa keadaan magnetiknya yang paling stabil adalah Antiferromagnetik. Hasil perhitungan total magnetisasi ZnO yang didoping atom Natrium dan Klor menunjukkan adanya peningkatan magnetisasi dibandingkan ZnO murni. Pengaruh doping atom sodium terhadap kenaikan sifat magnetik ZnO lebih tinggi dibandingkan pengaruh atom Klor
UJI AKTIVITAS ANTIDIABETES FRAKSI ETIL ASETAT DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) PADA MENCIT DIABETES AKIBAT INDUKSI ALOKSAN
Diabetes mellitus (DM) atau kencing manis adalah penyakit dimana tubuh
penderita DM tidak mampu mengendalikan tingkat glukosa dalam darah. Penderita
mengalami gangguan metabolisme glukosa karena tubuh tidak dapat memproduksi
insulin dalam jumlah yang cukup, atau tidak mampu menggunakan insulin secara
efektif sehingga glukosa dalam darah berlebihan.
Salah satu pengobatan alternatif dalam mengobati penyakit DM adalah
dengan memanfaatkan bahan alam, seperti daun jambu biji (Psidium guajava L.)
yang secara empiris digunakan oleh masyarakat untuk mengobati DM. Untuk lebih
memberikan dasar bagi bukti manfaatnya, perlu dilakukan suatu penelitian.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek menurunkan kadar glukosa
darah dari fraksi etil asetat daun jambu biji dan untuk mengetahui perbedaan efek
penurunan kadar glukosa darah berbagai dosis fraksi etil asetat daun jambu biji.
Prosedur pengujian aktivitas antidiabetes fraksi etil asetat daun jambu biji dalam
penelitian ini adalah menggunakan mencit diabetes akibat induksi aloksan. Hewan
coba yang digunakan dalam penelitian ini adalah mencit jantan Galur Balb-C.
Aloksan adalah suatu senyawa diabetogen yang sering digunakan untuk penelitian
DM menggunakan hewan coba. Hewan coba dikatakan DM jika kadar glukosa
darahnya melebihi kadar glukosa normal pada mencit yaitu 62,8-176 mg/dL.
Pengukuran kadar glukosa darah menggunakan alat GlucoDr
viii
TM
blood glucose meter
AGM-2200. Berdasarkan analisis menggunakan one way Anova dengan taraf kepercayaan
95% dan dilanjutkan dengan uji Least Significant Different (LSD) menunjukkan
bahwa kelompok uji fraksi etil asetat daun jambu biji dosis70 mg/kgBB tidak
memiliki perbedaan bermakna dengan kontrol positif yaitu glibenklamid dengan
dosis 1,3 mg/kgBB, yang berarti memiliki aktivitas antidiabetes yang sebanding
dengan kontrol positif, sedangkan kelompok uji fraksi etil asetat daun jambu biji
dosis 140 mg/kgBB dan 280 mg/kgBB menunjukkan perbedaan bermakna dengan
kontrol positif. Keseluruhan kelompok dosis memiliki perbedaan yang bermakna
dengan kontrol negatif yaitu CMC Na .
Data rata-rata persen penurunan fraksi etil asetat daun jambu biji dosis 70
mg/kgBB adalah sebesar 36,54%, dosis 140 mg/kgBB sebesar 54,83%, dan dosis 280
mg/kgBB sebesar 72,98%. Dari data tersebut menunjukkan bahwa fraksi etil asetat
daun jambu biji dosis 280 mg/kgBB memiliki rata-rata persen penurunan kadar
glukosa darah yang paling tinggi.
Senyawa aktif yang diduga memiliki aktivitas sebagai antidiabetes adalah
senyawa polifenol dan flavonoid terutama kuersetin. Kedua senyawa ini bekerja
sinergis dalam menurunkan kadar glukosa darah mencit.
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa fraksi etil asetat daun jambu biji
memiliki aktivitas sebagai antidiabetes dan aktivitas antidiabetes fraksi etil asetat
daun jambu biji (P. guajava L.) pada dosis 70 mg/kgBB memiliki rata-rata penurunan
sebesar 36,54%, dosis 140 mg/kgBB memiliki penurunan sebesar 54,83% dan dosis
280 mg/kgBB memiliki penurunan sebesar 72,98%
Histopatologi Hati Lele Dumbo (Clarias gariepenus) yang Dipelihara Dengan Sistem Akuaponik Budikdamber Dengan Padat Tebar Berbeda
Budidaya ikan lele merupakan usaha yang diminati masyarakat karena permintaan pasar yang tinggi dan didukung oleh kemudahan dalam proses budidaya. Salah satu kemudahan budidaya ikan lele yang bisa dilakukan pada berbagai media seperti ember atau dikenal nama lain budikdamber. Budidaya dengan ember ini termasuk dalam sistem akuaponik karena didalamnya dapat ditambahkan tanaman yang berfungsi sebagai filter sekaligus memberikan nilai tambah secara ekonomis. Permasalahan yang dihadapi dalam budikdamber adalah keterbatasan tempat sehingga ikan yang dipelihara rentan mengalami stress. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui histopatologi hati ikan lele dumbo (Clarias gariepenus) yang dipelihara dengan sistem akuaponik budikdamber. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental. Parameter utama dalam penelitian ini adalah histopatologi hati ikan lele dumbo. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pada penelitian ini menggunakan 3 perlakuan dengan 3 ulangan. Hasil pengamatan pada penelitian ditemukan beberapa kerusakan dan gangguan indikasi histopatologi seperti kongesti, nekrosis dan melano macrophages Center (MMC). Persentase kerusakan nekrosis lebih dominan terjadi dibandingkan kongesti dan melano macrophages centre pada semua perlakuan.Total skoring kerusakan pada masing-masing perlakuan berada pada persentase dibawah ≤ 25%, angka tersebut menunjukkan bahwa kondisi struktur hati ikan yang dipelihara pada sistem akuaponik budikdamber masih berada pada kondisi normal
Analisis Perhitungan Quantity Take Off Menggunakan Metode Bim (Allplan) Pekerjaan Struktur Beton Dan Baja Tulangan (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Jembatan Slab on Pile Sungai Raya Desa Pematang Duku Kec. Bengkalis)
The calculation of work volume (quantity taken off) mostly uses conventional methods which in fact require a lot of time and labor. To reduce the amount of labor and streamline time, there are other ways that can be used, one of which is by using the Building Information Modeling (BIM) method. In this research, the author compares the results of the calculation of the volume of concrete and reinforcement between conventional methods and Building Information Modeling (BIM) methods using Allplan software, to find out how much difference the resulting volume makes. The author analyzes the volume of work of concrete structural elements and reinforcement in the project of Bridge Construction Beam I Sungai Pematang Duku Kec. Bengkalis. After an in-depth analysis of the volume calculation using Allplan software has a difference of 3% from the calculations carried out by conventional methods, this is because Allplan 2023 has not been able to calculate the reinforcement overlap automatically on the main reinforcement. Based on the results of this analysis, the use of Allplan in calculating the volume of concrete and reinforcement produces accurate results. Service providers can use Allplan to benefit in terms of time savings and the use of human resources (HR)
Waktu Efektif Pelaksanaan Pekerjaan Pembangunan Jaringan Reklamasi Rawa di Kotawaringin Barat
Pembuatan rencana suatu proyek konstruksi selalu mengacu pada perkiraan yang ada saat rencana pembangunan, Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efisiensi pemberian waktu pelaksanaan pekerjaan oleh pemilik pekerjaan (owner) dan factor penghambat pekerjaan. Penelitian ini dilakukan pada proyek pembuatan jaringan reklamasi rawa di Kabupaten Kotawaringin Barat. Tujuan yang ingin dicapai dari analisis ini adalah (a) mengevaluasi efektivitas penetapan jangka waktu pelaksanaan proyek, (b) mengetahui waktu efektif rata-rata penyelesaian pekerjaan pembuatan saluran reklamasi rawa dan (c) mengetahui faktor-faktor umum yang sering menghambat penyelesaian pekerjaan. Objek penelitian adalah pihak-pihak yang menangani pekerjaan pembangunan jaringan reklamasi rawa di Kotawaringin Barat tahun 2012 dan 2013, yang terdiri dari pemilik kegiatan, pelaksana kegiatan, serta pengawas kegiatan. Metode penelitian yang dilakukan adalah penelitian survei dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa (a) waktu efektif rata-rata penyelesaian pekerjaan pembuatan saluran reklamasi rawa adalah 67 hari, (b) waktu pelaksanaan proyek yang diberikan masih terlalu lama berdasarkan perbandingan antara waktu efektif rata-rata dengan waktu kontrak rata-rata yaitu 67 hari, sedangkan waktu kontrak rata-rata adalah 132 hari dan (c) tidak ada faktor yang masuk kategori tidak berpengaruh di mana peranannya hampir merata dalam menghambat penyelesaian pekerjaan pembuatan saluran jaringan reklamasi rawa. Adapun faktor-faktor yang menduduki peringkat 1 sampai 5 adalah (1) cuaca, musim dan gejala alam lainnya, (2) ketersediaan alat, (3) kerusakan alat, (4) keamanan lingkungan dan (5) kecelakaan kerja
PENGARUH PENERAPAN SAP DAN SPIP TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH KOTA BOGOR DENGAN KOMPETENSI SDM SEBAGAI VARIABEL MODERATING
Local goverment financial statement in Bogor City for the last five years are still given fair opinion withthe exception by BPK. This research aims to determine effect of application Government AccountingStandards, and the Government Internal Control System on the quality of local goverment financialstatement in Bogor City with the Competence of Human Resources as moderating variable. The method ofthis research design is using survey methods with data collection method using questionnaires. Thepopulation in this research were employees in 39 financial administration officials in Regional Work unit(SKPD) of Bogor City, with using purposive sampling technique, so that the selected 195 employees thatthe research sample. The analysis technique used is MRA. The result of the analysis showed that simultantest or partial test, application of the Government Accounting Standards and Government Internal ControlSystem have significant impact on the quality of local government financial statement. The competence ofhuman resources as moderating variables can moderated the effect of the Government AccountingStandards and Government Internal Control System on the quality of local government financial statement.Coefficient of determination of 61,4 percent, while the rest 38,6 percent is explained by other variables
Pengaruh Kompetensi, Independensi, Tekanan Ketaatan, Sisitem Pengendalian Intern Dan Due Professional Care Terhadap Kinerja Audit Internal Pada Inspektorat Kota Surakarta
Information technology innovation in sports learning: understanding global trends and challenges
This study examines global trends and challenges using information technology innovations in sports learning. The research method used is a systematic literature study with the prism model, which includes the search for scientific literature in the Scopus database from 2019-2024. The results showed that the main trend in the use of IT in sports learning includes increased interest in technology such as fitness tracking, sports training applications, online learning, virtual reality, augmented reality, deep learning, and the Internet of Things (IoT). The positive impact of this trend includes increased effectiveness, interactivity, and personalization of sports learning. However, the global challenges faced include lack of resources, technical barriers, ineffective integration in the curriculum, and security and accessibility issues. To overcome this challenge, collaboration is needed between researchers, practitioners, and policymakers to create a more responsive and digit-connected sports education environment. By utilizing IT innovation effectively, sports learning can improve effectiveness, accessibility, and personalization worldwide. [ABSTRACT FROM AUTHOR]Este estudio examina las tendencias y desafíos globales que utilizan las innovaciones de la tecnología de la información en el aprendizaje deportivo. The used research methodology is a systematic literature review using the prisma model, which includes a search for scientific literature in the Scopus database for the period 2019-2024. Los resultados mostraron que la principal tendencia en el uso de TI en el aprendizaje deportivo incluye un mayor interés en tecnologías como el seguimiento del estado físico, aplicaciones de entrenamiento deportivo, aprendizaje en línea, realidad virtual, realidad aumentada, aprendizaje profundo e Internet de las cosas (IoT). El impacto positivo de esta tendencia incluye una mayor eficacia, interactividad, y personalización del aprendizaje deportivo. Sin embargo, los desafíos globales que enfrentan incluyen la falta de recursos, barreras técnicas, una integración ineficaz en el plan de estudios, y problemas de seguridad y accesibilidad. Para superar este desafío, se necesita la colaboración entre investigadores, profesionales, y formuladores de políticas para crear un entorno de educación deportiva más receptivo y conectado digitalmente. Al utilizar eficazmente la innovación de TI, el aprendizaje deportivo puede mejorar la eficacia, la accesibilidad, y la personalización en todo el mundo
