119 research outputs found

    NILAI PENDIDIKAN DAN NILAI SOSIAL DALAM NOVEL CEWEK KATROPOLITAN KARYA ADE JAYADIREJA DAN RELEVANSINYA TERHADAP PEMBELAJARAN DI SMA KELAS X

    No full text
    Karya Sastra merupakan bentuk atau ekspresi atau pemikiran dari pengarang terhadap fenomena yang ada melalui gagasan seseorang atau padangan terhadap lingkungan yang berada disekelilingnya dengan menggunakan bahasa yang indah, terbentuk dari hasil sebuah kisah rekaan melalui pengalaman batin pemikiran imajinasi, maupun dari pengalaman kehidupan nyata. Salah satu karya sastra yaitu novel yang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang disekelilingnya dan menonjolkan watak, sifat setiap pelaku yang disesuaikan dengan dunia yang nyata lengkap peristiwa-peristiwa di dalamnya, sehingga terlihat seperti peristiwa yang memang benar-benar terjadi. Didalam novel terkandung nilai pendidikan dan nilai sosial yang dapat di ambil nilai positifnya oleh pembaca. Tujuan penelitian ini mendeskripsikan dan menjelaskan: (1) Nilai Pendidikan dan nilai sosial yang terkandung dalam novel Cewek Katropolitan dan (2) Merelevansikan pembelajaran yang terdapat dalam novel Cewek Katropolitan Karya Ade Jayadireja pada pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA Kelas X. Fokus Penelitian ini yaitu pada nilai pendidikan dan nilai sosial yang digunakan pada novel Cewek Katropolitan karya Ade Jayadireja. Metode yang digunakan adalah metode Kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah novel Cewek Katropolitan karya Ade Jayadireja. Hasil penelitian nilai pendidikan dan nilai sosial Cewek Katropolitan ini berjumlah 40 data yang terbagi menjadi berikut: nilai pendidkan religius berjumlah 1 data, nilai pendidikan moral berjumlah 15 data, nilai pendidikan sosial berjumlah 2 data, nilai pendidikan budaya 2 data, nilai sosial vital berjumlah 17 data, nilai sosial kerohanian berjumlah 3 data, nilai pedidikan material berjumlah 9 data. Dari hasil data tersebut sudah sesuai dengan KD 3.7 yaitu mengidentifikasi nilai pendidikan sosial yang terkandung dalam cerita hikayat atau novel Kata Kunci: Nilai Pendidikan, Nilai Sosial, Novel Cewek Katropolitan Karya Ade Jayadireja, Relevansinya

    AN ANALYSIS OF LEXICAL COHESION IN NARRATIVE TEXT THREE CHILDREN STORYBOOKS OF “OLIVER AND JUMPY” BY WERNER STEJSKAL

    No full text
    Maria Ulfa, 14121320243. “An Analysis of Lexical Cohesion in Narrative Text Three Children Storybooks of Oliver and Jumpy by Werner Stejskal” This research an analysis of lexical cohesion in narrative text three children storybooks, entitled: oliver and jumpy. This research is interest because the author of that strorybooks is not English people or native speaker but the author from oliver and jumpy book’s is from Austria and the mother languange of that country is Germany. Then, the unique from the author is accuracy and language in the books good enough that is unlike English Foreign Language Learner’s. The aims of this research are to identify what types of lexical cohesion which are commonly used in Narrative texts and to identify what the elements form lexical cohesion in narrative texts. This researcher based on theory from Haliday & Hassan (1976) to find out the types of lexical cohesion. The researcher employs the descriptive qualitative research as a type of theresearch. The data sources consist of children storybooks Oliver and Jumpy by Werner. The method of collecting data is reading completely the story Oliver and Jumpy,classifying the word or sentences in every story and writing the derivationaffix. The instrument of research is documentation and technique of collecting data is documentation content analysis. Thefindings show that in the narrative children storybooks there are 6 types of lexical cohesion such as the total number of repetition devices is 62,31 %, while the total number of collocation devices is 10,14%, for instance collocation (10,14%), antonym (6,55%), hyponymy (2,89%), synonymy (15,94%), metonymy (2,17%) repetition more dominant than other. The elements form lexical cohesion in narrative texts storybooks there are affixes used in two types, prefixes and suffixes. This research concludes that it is an evidence that the author are classified as good communicator and good writer, because the author can use the word choice in good variation and effectively although the author is not native language. Keywords: lexical cohesion, narrative text, suffix, prefi

    Pengaruh Pengumuman Stpck Split Terhadap Abnormal Return Dan Abnormal Trading Volume Activity (Pada Perusahaan-Perusahaan Yang Terdaftar Di BEI Periode 2010-2014)

    No full text
    Daun pepaya (Caricae folium) merupakan tanaman yang banyak ditemukan di masyarakat dan bisa digunakan sebagai pengobatan anti bakteri. Daun pepaya (Caricae folium) mengandung senyawa karpain yang merupakan golongan alkaloid. Alkaloid memiliki kemampuan untuk menghambat replikasi bakteri, replikasi dihambat melalui interaksi dengan enzim gyrase. Salah satu enzim yang mutlak diperlukan dalam proses DNA bakteri, senyawa alkaloid memiliki kemampuan untuk berikatan dengan komplek gyrase - DNA dan membuat enzim gyrase tetap bisa memotong DNA bakteri tetapi tidak bisa menyambungnya kembali, akibatnya DNA bakteri tidak berfungsi sehingga akhirnya akan mati. Salah satu bakterinya yaitu Staphylococcus aureus, bakteri Staphylococcus aureus merupakan bakteri penyebab keracunan makanan yang menghasilkan enterotoksin, enteroktosin menyebabkan muntah dan diare. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode Difusi Agar, dimana uji efektifitas (kepekaan anti mikroba) digunakan untuk menentukan kepekaan suatu kuman terhadap antimikroba yang akan digunakan untuk pengobatan, dan pada konsentrasi keberapa cfektif dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Ada dua jenis metode yang digunakan yaitu uji pengenceran dan uji difusi, dan yang digunakan dalam penelitian yaitu uji difusi dimana uji ini dengan menggunakan kertas cakram saring atau lempengan kertas filter yang berisi zat uji dan diletakkan pada Agar Muller Hinton yang dipermukaannya telah diolesi dengan organisme uji kemudian diinkubasi, dilihat zona hambat yang terbentuk dan ditentukan konsentrasi efektif, konsentrasi yang digunakan dalam penelitian yaitu dari konsentrasi 300%, 290%, 280%, 270%, 260%, 250%, 240%, 230%, 220%, 210%, 200%. Dan hasil penelitian di dapat kosentrasi efektif pada kosentrasi 280% dengan rata-rata diameter zona hambat 25,3 mm. Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui terdapat perbedaan pada abnormal return dan abnormal trading volume activity sebelum dan sesudah dilakukannya stock split pada perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BEI yang melakukan stock split periode 2010-2014. Penelitian ini menggunakan sampel 35 perusahaan yang diambil dengan menggunakan metode purposive sampling. Periode jendela (event windows) yang digunakan dalam penelitian ini adalah 7 hari yang terdiri dari 3 sebelum, 1 hari saat, dan 3 hari sesudah stock split.Alat analisis data menggunakan uji normalitas dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada abnormal return dan abnormal trading volume activity sebelum dan sesudah stock split pada periode 2010-2014 di BEI. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar modal di Indonesia selama periode penelitian termasuk dalam pasar efisien bentuk setengah kuat. Dalam hal ini investor tidak bisa memperoleh abnormal return sehubungan dengan adanya stock split

    EVALUASI STABILITAS FISIKA SEDIAAN SEMI PADAT EKSTRAK BATANG PEPAYA DENGAN PERBEDAAN FORMULASI

    No full text
    Pepaya merupakan salah satu tanaman buah yang memiliki berbagai fungsi dan manfaat. Sebagai buah segar, pepaya banyak dipilih konsumen karena memiliki rasa yang segar, kandungan nutrisi yang baik, juga harga yang relatif  terjangkau dibanding buah lainnya. Tanaman pepaya memiliki kandungan vitamin C, flavonoid, alkaloid, saponin, glikosida dan senyawa fenol yang diketahui memiliki aktifitas sebagai antibakteri dan antioksidan. Sedangkan pada batang pepaya (Carica papaya. L) memiliki aktivitas dalam penyembuhan luka dan dapat digunakan sebagai sumber tanaman herbal. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui Bagaimanakah hasil uji evaluasi sediaan topikal ekstrak batang pepaya (Carica papayaL.)terhadap formulasi sediaan semi solid dengan variasi basis. Teknik pengambilan sampel penelitian ini menggunakan purposive sampling. Populasi pada penelitian ini adalah batang pepaya di daerah perkebunan  pepaya di Tanggamus, Lampung Selatan. Sampel yang digunakan adalah batang pepaya jenis pepaya jinggo yang diambil sepanjang 30 cm dari pangkal batang. Hasil penelitian Kedua formulasi salep telah memenuhi syarat uji evaluasi sediaan salep. Salep basis hidrofilik (F1)  memiliki daya sebar salep yang lebih baik  dari salep basis hidrokarbon (F2) sehingga lebih baik digunakan disebagai basis salep ekstrak etanol batang pepaya

    HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN PERILAKU PENGOBATAN SENDIRI (SWAMEDIKASI) YANG RASIONAL OLEH PENGUNJUNG APOTEK “X” KOTA BANDAR LAMPUNG, TAHUN 2012

    No full text
    Pengobatan sendiri adalah penggunaan obat oleh masyarakat untuk mengatasikeluhan dan penyakit ringan tanpa intervensi dokter. Presentase pengobatan sendiri diIndonesia pada tahun 2010 sebesar 68,71% dan di Provinsi Lampung sebesar 72,97%.Pengobatan sendiri dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan pengobatan (medicationerror) karena keterbatasan pengetahuan masyarakat akan obat dan penggunaannya.Dalam hal ini informasi yang tepat dibutuhkan oleh masyarakat sehingga dapat terhindardari penyalahgunaan obat (drug abuse) dan penggunasalahan obat (drugmisuse).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuandengan perilaku pengobatan sendiri yang rasional oleh pengunjung Apotek “X” KotaBandar Lampung, Tahun 2012.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatifdengan pendekatan crosssectional. Jumlah responden sebanyak 169 dipilih secara systematic randomsampling.Data diperoleh dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner. Analisisdata menggunakan Uji Chi square, dengan tingkat kepercayaan 95%.Hasil uji statistik menunjukkan adahubungan pengetahuan (p value = 0,000),keyakinan pengobatan (p value = 0,023) dengan perilaku pengobatan sendiri yangrasional. Saran, hendaknya pelayanan informasi obat di apotek diberikan langsung olehapoteker (komunikasi interpersonal) dan tersedianya brosur dan leaflet obat bebasdengan bahasa yang sederhana dan informatif..Kata Kunci : Swamedikasi, pengetahua

    PENATALAKSANAAN PENCEGAHAN PENYAKIT DIARE DI POSYANDU ANGGREK RAJABASA BANDAR LAMPUNG

    No full text
    Menurut data World Health Organization (WHO) tahun 2015, angka kematian akibat diare pada balita di Nigeria dan India sebanyak 42% dan angka kesakitan balita dengan diare sebanyak 39%. Menurut WHO, Penyakit diare adalah penyebab utama kematian kedua pada anak di bawah lima tahun, dan bertanggung jawab untuk membunuh sekitar 525.000 anak setiap tahun. Sasaran penyuluhan ini adalah ibu-ibu yang memiliki balita. Tujuannya untuk meningkatkan pengetahuan ibu terhadap penatalaksanaan pencegahan penyakit diare di Posyandu Anggrek Rajabasa Bandar Lampung. Hasil kuisioner menunjukkan peserta penyuluhan memahami pentingnya pencegahan diare setelah diberikan materi. Sebelum diberikan materi 66,6 % ibu balita yang memahami pentingnya pencegahan diare dan sesudah diberikan materi 100% ibu balita sudah paham akan pentingnya menjaga kebersihan dalam mencegah terjadinya penyakit diare. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil dari penyuluhan memberikan peningkatan pengetahuan kepada masyarakat di Posyandu Anggrek Rajabasa Bandar Lampung.

    Evaluasi tingkat pengetahuan, persepsi, dan pengalaman terhadap penggunaan obat generik pada mahasiswa medis di Universitas Malahayati

    No full text
    Background: Public knowledge about generic drugs is still low and many consider generic drugs to be low-end drugs because they are cheap. The factors that influence this thinking are the level of knowledge, perception, and experience. The purpose of this study was to evaluate the level of knowledge, perception, and experience of the use of generic drugs in medical students at Malahayati University including General Medicine, Nursing and Educating Midwives. This research was conducted with a questionnaire via online (google form). The results of this study indicate that the General Medicine Study Program has the best level of knowledge, which is 87.9%. The best level of perception in Nursing Study Program is 93.3%. Experience level> 76% of respondents have experience using generic drugs, 57.9% of respondents have used generic drugs and recovered,> 58% have experience receiving education about the use of generic drugs. Then it can be concluded that the level of knowledge about the use of generic drugs in medical students at Malahayati University was obtained at 81.9%, meaning that the level of knowledge was good. The level of perception obtained is 83.3%, meaning that the level of perception of the use of generic drugs is good. More than half of the respondents had experience using generic drugs, received education and felt cured after use. Purpose: This study aims to determine the level of knowledge, perception, and experience of the use of generic drugs among medical students at the Malahayati University. Method:  Statistical test using Chi Squere method, showed that obtained p value of 0.000 which means p <0.05. Thus, Ho is rejected and Ha is accepted or it can be stated that there is a significant difference in the level of knowledge on the use of generic drugs in students majoring in medical at Malahayati University. Results: Knowing the level of knowledge of the use of generic drugs is less 50 (27.0%) respondents, enough 77 (42.6%) respondents, good 53 (29.4%) respondents and the p-value is 0.000, the level of perception of the use of generic drugs is less 26 (14.4%) respondents , Enough 93(51.6%) respondents, Good 61(33.0%) respondents and the p-value is 0.000, Experience Level of Using Generic Drugs Less 37(20.5%) respondents, Enough 28(15.5%) respondents, Good 115(63.0%) respondents and their p-value is 0.000, Don't know Knowledge Level of Use of Generic Drugs Less 27(22.3%) respondents, Enough 71(55.36%) respondents, Good 21(17.4%) respondents and p-value is 0.000, Perception level of Generic Drug Use Less 48(40.4%) respondents, Enough 29(24.4%) respondents, Good 42(35.2%) respondents and the p-value is 0.000, Experience Level of Using Generic Drugs Less 63(52.9%) respondents, Enough 34(25.1%) respondents , Both 22(18.0%) respondents and the p-value is 0.000. Conclusion: More than half of respondents have experience using generic drugs, receive education and feel healed after use.   Keywords : Generic drug use, Knowledge level, Perception level, Experience level   Pendahuluan: Pengetahuan masyarakat mengenai obat generik masih tergolong rendah dan banyak yang menganggap obat generik adalah obat kelas bawah karena harganya murah. Faktor yang mempengaruhi pemikiran tersebut adalah tingkat pengetahuan, persepsi, dan pengalaman. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengevaluasi tingkat pengetahuan,persepsi,dan pengalaman terhadap penggunaan obat generik pada mahasiswa jurusan medis di Universitas Malahayati meliputi prodi Kedokteran Umum, Ilmu Keperawatan dan Bidan Pendidik. Penelitian ini dilakuan dengan quisioner via onlne (google form). Hasil dari penelitian ini menunjukan Program studi Kedokteran Umum memiliki tingkat pengetahuan paling baik yakni sebesar 87,9%. Tingkat persepsi paling baik pada prodi Ilmu Keperawatan yakni sebesar 93,3%. Tingkat pengalaman >76% responden memiliki pengalaman menggunakan obat generik, 57,9% responden pernah menggunakan obat generik dan sembuh, >58% memiliki pengalaman pernah menerima edukasi tentang penggunaan obat generik. Kemudian dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan terhadap penggunaan obat generik pada mahasiswa jurusan medis di Universitas Malahayati diperoleh sebesar 81,9% artinya tingkat pengetahuannya sudah baik. Tingkat persepsi diperoleh sebesar 83,3% artinya tingkat persepsi terhadap penggunaan obat generik sudah baik. Lebih dari setengah jumlah responden memiliki pengalaman menggunakan obat generik, menerima edukasi dan merasa sembuh setelah penggunaan. Tujuan: Bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan, persepsi, dan pengalaman terhadap penggunaan obat generik pada mahasiswa medis di universitas malahayati. Metode: Uji statistik menggunakan metode Chi Squere, menunjukan bahwa diperoleh p value sebesar 0,000 yang artinya p< 0,05. Dengan demikian, Ho ditolak dan Ha diterima atau dapat dinyatakan bahwa terdapat perbedaan bermakna tingkat pengetahuan terhadap penggunaan obat generik pada mahasiswa jurusan medis di Universitas Malahayati Hasil: Mengetahui Tingkat Pengetahuan Penggunaan Obat Generik Kurang 50(27.0%) responden, Cukup 77(42.6%) responden, Baik 53(29.4%) responden dan p-value nya 0.000, Tingkat persepsi Penggunaan Obat Generik Kurang 26(14.4%) responden, Cukup 93(51.6%) responden, Baik 61(33.0%) responden dan p-value nya 0.000, Tingkat Pengalaman Penggunaan Obat Generik Kurang 37(20.5%)responden, Cukup 28(15.5%) responden, Baik 115(63.0%) responden dan p-value nya 0.000, Tidak mengetahui Tingkat Pengetahuan Penggunaan Obat Generik Kurang 27(22.3%) responden, Cukup 71(55.36%) responden, Baik 21(17.4%) responden dan p-value nya 0.000, Tingkat persepsi Penggunaan Obat Generik Kurang  48(40.4%) responden, Cukup 29(24.4%) responden, Baik 42(35.2%) responden dan p-value nya 0.000, Tingkat Pengalaman Penggunaan Obat Generik Kurang 63(52.9%)responden, Cukup 34(25.1%) responden, Baik 22(18.0%) responden dan p-value nya 0.000. Simpulan: Lebih dari setengah jumlah responden memiliki pengalaman menggunakan obat generik, menerima edukasi dan merasa sembuh setelah penggunaan   Kata Kunci : Penggunaan obat generik; Tingkat pengetahuan; Tingkat persepsi; Tingkat pengalaman

    PERBANDINGAN KADAR AMPISILIN DALAM SEDIAAN TABLET DENGAN NAMA GENERIK DAN NAMA DAGANG SECARA KROMATOGRAFI CAIR KINERJA TINGGI

    No full text
    Anggapan masyarakat yang cenderung menilai bahwa obat yang berkhasiat adalah obat yang mempunyai harga mahal, persepsi yang salah tersebut menyebabakan obat generik dinilai tidak bermutu maka, dalam penelitian ini, dilakukan penetapan kadar ampisilin dalam sediaan tablet generik dan nama dagang, dan membandingkan apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara ampisilin generik dan nama dagang. Ampisilin adalah salah satu antibiotik yang digunakan untuk pengobatan infeksi pada saluran pernapasan, saluran cerna, dan saluran kemih. Agar dapat memberikan efek terapi yang diinginkan kadar ampisilin harus memenuhi persyaratan kadar yang telah ditetapkan Farmakope Indonesia Edisi IV yaitu tidak kurang dari 90,0% dan tidak lebih dari 120,0% dari jumlah yang tertera pada etiket. Sampel yang digunakan tablet ampisilin generik (A1) dan tablet nama dagang (B1). Penetapan kadar tablet ampisilin dilakukan secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) menggunakan fase gerak campuran air : asetonitril : KH2PO4 : asam asetat dengan perbandingan 909:80:10:1 laju alir 1,0 ml/menit menggunakan kolom C18 dan detektor 254 nm. Berdasarkan hasil uji linearitas dari kurva kalibrasi diperoleh koefisien    korelasi   0,9954  dengan  persamaan  regresi  Y= 277,1707 X –   2238,44 Hasil kadar yang didapat dari tablet ampisilin generik dan nama dagang masing-masing adalah 107,7431% dan 107,6156%. Kadar ampisilin yang diperoleh melalui penetapan kadar kemudian diuji signifikannya dengan menggunakan statistik, yaitu uji t. Dari uji t diperoleh tpercobaan< ttabel yaitu 0,04090<2,920 maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima dan Ha ditolak, sehingga tidak terdapat perbedaan kadar secara signifikan antara tablet ampisilin generik dengan ampisilin nama dagang. Kata kunci : Ampisilin, Generik, Nama Dagang, KCK

    FAKTOR RISIKO GANGGUAN FAAL PARU PADA TENAGA KERJA BONGKAR MUAT (TKBM) (Studi Kasus di Pelabuhan Panjang Propinsi Lampung)

    No full text
    Pengobatan sendiri adalah penggunaan obat oleh masyarakat untuk mengatasi keluhan dan penyakit ringan tanpa intervensi dokter. Pengobatan sendiri dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan pengobatan (medication error) karena keterbatasan pengetahuan masyarakat akan obat dan penggunaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan antara Sikap dengan perilaku pengobatan sendiri yang rasional oleh pengunjung Apotek “X” Kota Bandar Lampung, Tahun 2012.Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatifdengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden sebanyak 169 dipilih secara systematic random sampling.Data diperoleh dengan teknik wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan Uji Chi square, dengan tingkat kepercayaan 95%.Hasil uji statistik menunjukkan adahubungan sikap (p value = 0,000) dengan perilaku pengobatan sendiri yang rasional. Saran, hendaknya pelayanan informasi obat di apotek diberikan langsung oleh apoteker (komunikasi interpersonal) dan tersedianya brosur dan leaflet obat bebas dengan bahasa yang sederhana dan informatif.Dampak dari pencemaran udara dapat menyebabkan penurunan kualitas udara,yang berdampak negatif terhadap kesehatan paru-paru. Di antara berbagai gangguankesehatan akibat lingkungan kerja, debu merupakan salah satu sumber gangguan yangtidak dapat diabaikan. Dalam kondisi tertentu, debu merupakan bahaya yang dapatmenimbulkan kerugian besar.Penelitian ini bertujuan memahami faktor risiko riwayat penyakit pernafasan, umur,status gizi, kebiasaan olahraga, kebiasaan merokok, masa kerja, jumlah jam kerja danpenggunaan masker yang berhubungan dengan gangguan faal paru pada Tenaga KerjaBongkar Muat (TKBM) di Pelabuhan Panjang Propinsi Lampung. Jenis penelitian ini adalahpenelitian epidemiologi analitik observasional dengan pendekatan Cross Sectional denganjumlah sampel 91 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara denganresponden, pengukuran kapasitas faal paru, pengukuran berat dan tinggi badan, danpengukuran kadar debu di tiga titik/lokasi dermaga Pelabuhan Panjang PropinsiLampung. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan uji Chi Squareserta multivariat dengan uji Regresi Logistik dengan Metode Enter.Hasil analisis bivariat menunjukkan ada hubungan yang signifikan (p<0,05) antaravariabel bebas dengan variabel terikat (gangguan faal paru) yaitu riwayat penyakitpernafasaan(p value = 0,011), umur (p value = 0,018), status gizi (p value = 0,00),kebiasaan olahraga (p value = 0,000), kebiasaan merokok (p value = 0,000), jumlahjam kerja (p value = 0,000) dan menunjukkan tidak ada hubungan yaitu masa kerja (pvalue = 0,121) dan penggunaan masker (p value = 0,064). Hasil analisis multivariatmenunjukkan adanya pengaruh bersamaâ€sama antara riwayat penyakit pernafaan (Exp(β) = 3,068), status gizi (Exp (β) = 5,216) dan kebiasaan merokok (Exp (β) = 24,800)terhadap gangguan faal paru pada Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di PelabuhanPanjang Propinsi Lampung.Saran yang di rekomendasikan adalah melakukan upaya promosi kesehatan untukmeminimalkan risiko terjadinya gangguan faal paru, mewajibkan pekerja menggunakanmasker dengan benar saat bekerja serta memperhatikan riwayat penyakit pernafasan,status gizi yang baik dan mengurangi kebiasaan merokok pada Tenaga Kerja BongkarMuat (TKBM) di Pelabuhan Panjang Propinsi Lampung.Kata Kunci : Kadar partikel debu, karakteristik pekerja, fungsi par
    corecore