1,720,993 research outputs found

    PROPAGANDA POLITIK ADE ARMANDO DALAM MEDIA SOSIAL

    No full text
    Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui propaganda politik Ade Armando dan mengetahui dampak yang ditimbulkan dari komunikasi politik Ade Armando. Teori yang digunakan dalam penelitian adalah teori propaganda politik menurut Harold D. Laswell. Metode penelitian jenis penelitian yang digunakan dalam skripsi ini adalah penelitian kepustakaan (library research), sumber data sekunder dalam penelitian ini data sekunder bersumber langsung dari media sosial Ade Armando, dan sumber data tersier bersumber dari buku-buku, dan jurnal mengenai komunikasi politik Ade Armando. Hasil penelitian Komunikasi politik Ade Arrmando dalam politik Indonesia yang disampaikan melalui unggahan-unggahan media sosialnya baik itu akun facebook, instagram, maupun twitter. Dibalik unggahan postingan media sosialnya ditulis dalam kalimat atau foto yang mengandung hinaan, cacian, sindiran halus hingga sindiran kasar dan terdapat motif dibaliknya yaitu adanya rasa bangga diri sehingga merasa hebat dalam setiap postingan yang selalu menjadi sorotan publik, menjadi provokator. Terdapat dampak dari komunikasi politik Ade Armando yaitu berulang kali ditetapkan sebagai tersangka dengan berbagai pelanggaran hukum hingga pada Pasal 21 ayat (1) dan 21 ayat (4) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) karena yang bersangkutan telah berulangkali mengulangi membuat pernyataan dan status-status di media sosial yang berpotensi memecah belah NKRI. Selain itu dampak lain yang didapat Ade Armando adalah menjadi korban pengeroyokan pada aksi demo gedung DPR/MPR pada hari Senin, tanggal 11 April 2022. Kata kunci: Komunikasi Politik, Ade Armand

    MEME ANIES BASWEDAN JOKER OLEH ADE ARMANDO PADA MEDIA ONLINE DETIK.COM

    Full text link
    This research originated from the author’s interest in the many cases of Ade Armando who played a role with various problems, the most exciting of which was the case of Ade Armando regarding the photo contamination of DKI Jakarta governor Anies Baswedan with the title “Framing Analysis of Anies Baswedan Joker’s Meme News Content By Ade Armando in the Media Online Detik.Com, Ade Armando made a meme containing a photo of the Governor of DKI Jakarta in the form of a notorious fictional Joker character. The photo of the meme contains the phrase “the evil governor starts from a dismissed minister”. Here the researcher wants to see how the online media Detik.com frames the news, there are various frames that represent the reality of the Anies Baswedan Joker meme case by Ade Armando. The author chooses online media detik.com because online media reveals a lot of these cases with 16 news stories compared to other online media. The author conducted a qualitative research by analyzing several news stories of the Anies Baswedan meme case using the Zhongdang Pan and Gerald M Kosicki’s framing analysis approach which has four dimensions, namely syntactic analysis (the way journalists compile facts), scripts (how journalists tell facts), thematic (the way the writer writes facts) and rhetorical (the journalist’s way of emphasizing the facts).   Keywords: Framing Analysis, Meme, Anies Baswedan Joker, Ade Armando

    Interpretasi Kontroversial Ade Armando terhadap Al-quran di Media Sosial

    Full text link
    Interpretasi terhadap al-Quran yang terjadi di media sosial seringkali menjadi kontroversi. Kontroversi penafsiran ayat al-Quran tidak hanya terjadi di dunia akademis, tetapi bahkan lebih ramai dibicarakan di dunia maya (media sosial). Salah satu tokoh yang sering melontarkan atau mengupload isu-isu kontroversial ialah Ade Armando. Melalui skripsi ini akan menganalisis apa saja isu kontroversial terkait al-Quran yang dikemukakan Ade Armando di media sosial, bagaimana interpretasi Ade Armando terhadap isu-isu al-Quran dan bagaimana respon para ulama sertanetizen atas pemikiran Ade Armando, dengan cara mengumpulkan data kualitatif berupa unggahan di media sosial dari situs Madina Online, Worldpress, Facebook, Twitter dan Youtube, kemudian membaca dan menganalisis isi, metode dan asal usul sumber pemikiran (rujukan) serta membandingkan pemikiran tokoh lainnya. Pada akhirnya didapatkan hasil pemikiran Ade Armando di media sosial di antaranya hukum dalam al-Quran?, LGBT, dan Langgam Jawa. Kemudian dasar pemikirannya ialah, beliau merujuk Quraish Shihab dalam penetapan dalil pembolehan langgam Jawa, sedangkan pendapat yang lain beliau menggunakan pemikirannya sendiri dengan pandangan logis (akal). Sedangkan mengenai respon ada yang mendukung dan ada yang menolak, seperti pendapat mengenai ijtihad yang bisa dilakukan dan itu sah-sah saja selama memenuhi kriteria, sedangkan kalau masalah LGBT alasan mereka menerima karena itu fitrah lahir, dalil al-Quran (an-Nûr : 31), dll, sedangkan yang menolak mereka beranggapan bertentangan dengan dalil al-Quran surah Hûd 77-79. Dan tentang langgam ada dalil perintah agar membaca tidak menirukan nada orang fasik, kelompok yang ix menerima mereka menemukan bahwa dalil itu tidak kuat, sedangkan yang menolak mereka menggunakan dalil itu dan adanya kekhawatiran bila pembolehan menggunakan nada lain selain latar belakang pembaca mereka khawatir ayat al-Quran akan dimain-mainkan

    Analisis Framing Berita Pengeroyokan Ade Armando Saat Demo 11 April 2022 pada Portal Media Online detik.com dan tempo.co

    Full text link
    Analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M.Kosicki menjelaskan bahwa framing sebagai proses meningkatkan sebuah pesan lebih menonjol, memposting informasi lebih dari yang lain sehingga audiens lebih fokus pada pesan tersebut. Detik.com fokus pada keadaan Ade Armando dan kekerasan dalam demo tersebut, sementara Tempo.co menekankan bahwa ia adalah korban yang tidak seharusnya terjadi. Detik.com menggunakan framing melalui struktur sintaksis, skrip, tematik, dan retoris, sedangkan Tempo.co memberikan deskripsi yang deskriptif. Detik.com menekankan kronologi peristiwa, konteks, dan narasi melibatkan Ade Armando sebagai korban, sedangkan Tempo.co lebih fokus pada kronologi peristiwa dan menyertakan pernyataan Ade Armando dan tanggapan Immanuel Ebenezer. Detik.com lebih singkat dalam skrip dengan fokus pada video dan pernyataan narasumber, sementara Tempo.co menggunakan data dari foto dan pengamatan wartawan. Detik.com fokus pada kondisi Ade Armando sebagai korban, sementara Tempo.co menyoroti kronologi pengeroyokan dan respons. Detik.com memberikan deskripsi keadaan fisik Ade Armando secara objektif, sedangkan Tempo.co mengecam tindakan kekerasan dan menekankan posisi Ade Armando sebagai korban yang tidak bersalah

    PEMBERITAAN ANARKISME DI REPUBLIKA.CO.ID (ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN PENGEROYOKAN ADE ARMANDO PADA AKSI DEMONSTRASI 11 APRIL 2022)

    Full text link
    Ade Armando menjadi korban pemukulan oleh sejumlah massa dalam aksi demonstarsi yang digelar di depan gedung DPR RI, Jakarta pada tanggal 11 April 2022. Diketahui Ade datang dalam rangka meliput untuk konten Youtube tetapi situasi menjadi tidak kondusif yang kemudian menyebabkan Ade menjadi korban pengeroyokan. Kasus ini menjadi viral dan diberitakan di berbagai kanal media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui framing media massa dalam pemberitaan pengeroyokan Ade Armando. Penelitian ini menggunakan pendekatan deksriptif kualitatif. Unit observasinya adalah media Republika.co.id. Model framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki digunakan sebagai model analisis. Dalam konsep Zhongdang Pan dan Kosicki framing berita dibedah melalui empat kerangka struktural yaitu sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa framing Republika.co.id dalam pemberitaannya yaitu Republika berusaha menonjolkan kebrutalan aksi pengeroyokan Ade Armando sehingga memupuk empati pembaca terhadap Ade, tetapi kemudian dengan menceritakan kebengisan aksi anarkisme ini Republika lantas tidak m

    DUGAAN PENGHINAAN DAN PENCEMARAN NAMA BAIK PADA CUITAN ADE ARMANDO DI TWITTER : Kajian linguistik forensik

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh dugaan tindak penghinaan dan pencemaran nama baik yang terdapat dalam cuitan Ade Armando pada laman media sosial Twitter. Cuitan-cuitannya tersebut kerap mengusik nalar publik karena dianggap telah menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan antar golongan serta dengan sengaja melakukan penodaan terhadap agama tertentu (SARA). Tujuan penelitian ini adalah (1) mendekripsikan implikatur dalam tuturan Ade Armando pada cuitannya di Twitter yang diduga sebagai ujaran penghinaan dan pencemaran nama baik; (2) mendeskripsikan daya ilokusi Ade Armando pada cuitannya di Twitter yang diduga sebagai ujaran penghinaan dan pencemaran nama baik; dan (3) mengukur tingkat validitas tindak tutur Ade Armando pada cuitannya di Twitter yang diduga sebagai penghinaan dan pencemaran nama baik. Data dalam penelitian ini diambil dari cuitan Ade Armando pada akun @adearmando1 dengan rentang waktu bulan Mei 2015 sampai April 2016 dengan total cuitan sebanyak 476 cuitan. Data yang telah didapatkan kemudian mengalami seleksi dan reduksi dengan melihat ada tidaknya ciri-ciri tuturan yang menghina dan mencemarkan nama baik. Setelah data diseleksi dan direduksi, didapatkan 30 data yang menjadi bahan analisis dalam penelitian ini. Data-data tersebut dianalisis menggunakan analisis linguistik forensik dengan kajian pragmatik sebagai landasan utama. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implikatur percakapan dari tuturan Ade Armando pada cuitannya di Twitter mayoritas melanggar maksim kualitas. Hal tersebut karena tuturannya tidak dapat dibuktikan kebenarannya. Selain itu, daya ilokusi pada penelitian ini lebih banyak tergolong sebagai tindak tutur asertif. Cuitannya sering kali menyatakan suatu hal yang dianggap benar oleh penuturnya sendiri. Berdasarkan analisis tingkat validitas ditemukan bahwa tuturan Ade Armando valid dinyatakan sebagai tuturan yang berdimensi tindakan menghina, mencemarkan nama baik, dan menodai agama tertentu sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku. Kata Kunci: Ade Armando, Linguistik Forensik, Penghinaan, Twitter This research was motivated by the notion of humiliations and defamations contained in Ade Armando's tweets on social media page, Twitter. His tweets often disturb the public reason, because they are considered to cause a sense of hatred and hostility between groups and intentionally blaspheme certain religions (SARA). The purpose of this study is (1) to describe the implicature in Ade Armando's tweets on his point on Twitter which are alleged to be an expression of insults and defamations; (2) to describe Ade Armando's illocutionary power on his account on Twitter which is alleged to be an expression of insult and defamation; and (3) to measure the level of validity of Ade Armando's tweets on his Twitter account which are suspected of being insults and defamations. The data in this study were taken from Ade Armando's account on the @ adearmando1 account with a period of May 2015 to April 2016 with a total of 476 tweets. The data that have been obtained, then undergoes selection and reduction by seeing whether or not there are speech characteristics that are insulting and defamatory. After the data were selected and reduced, 30 data were obtained which were the material of the analysis in this study. These data were analyzed using forensic linguistic analysis with pragmatic studies as the main foundation. The method used in this study is a qualitative descriptive research method. The results of this study indicate that conversational implicatures from Ade Armando's tweets on his Twitter counterparts predominantly violate quality maxims. This is because his tweets cannot be verified. In addition, the illocutionary power in this study is mostly classified as assertive speech . His tweets often state something that is considered true by the speakers themselves. Based on the analysis of the level of validity, it is found that Ade Armando's valid speech is expressed as a speech that has the dimensions of insulting, defaming, and tarnishing certain religions in accordance with applicable legal regulations. Keyword: Ade Armando, Forensic Linguistic, Humiliations, Twitte

    ANALISIS RESEPSI MASYARAKAT TERHADAP KONTEN YOUTUBE COKROTV SEGMEN LOGIKA ADE ARMANDO HENTIKAN PAMERAN KEMEWAHAN

    Full text link
    Teknologi yang kini tengah memunculkan fenomena new media salah satunya Yotube, menjadikan media sosial Yotube menjadi sebuah fenomena baru dalam masyarakat, dimana fenomena ini membuat masyarakat saling berlomba untuk membuat konten yang menghasilkan uang, dan orang-orang tersebut disebut sebagai Youtuber. Status sosial menjadi hal yang perlu dipertahankan untuk menjadi terkenal dan populer di kalangan masyarakat. Banyak cara yang mereka lakukan untuk mempertahankan status sosial mereka seperti, pamer kekayaan, pamer kemesraan dengan pasangan, hingga membuat konten bagi-bagi uang. Hal ini biasanya banyak dilakukan oleh para selebriti. Adapun Channel Youtube CokroTV segmen Logika Ade Armando: Hentikan Pamer Kemewahan hadir untuk mengkritisi hal-hal tersebut. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk melihat pandangan penonton Youtube CokroTV dalam menilai argumentasi Ade Armando mengenai pamer kemewahan pada segmen 199 dan 201. Penelitian ini menggunakan teknik deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknin Analisa data analisis resepsi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat dua narasumber yang berada pada posisi negotiated code, dua narasumber pada posisi opposite code, dan tidak ada narasumber yang dominan hegemonic posisinya terhadap konten Youtube CokroTV Logika Ade Armando segmen 199 dan 201
    corecore