1,723,398 research outputs found
Bahasa Adang di Pulau Alor: Kajian Vitalitas Etnolinguistik
Language use is a critical indicator for ethnolinguistic vitality. The greater the number of domains where a language used, the stronger a language. This study aims to examine the vitality of Adang language in Adang Buom, Teluk Mutiara District, Alor Regency based on indicator of language use. The Adang use is observed in five domains such as home, religion, transaction, education, government and health institution. Data are collected using questionaire and analyzed within ethnolinguistic vitality theory. This study finds that the number of Adang domains amongst Adang Buom community has decreased. Adang is used in conjuction with Indonesian (or Malay-alor), both in private and public domains. The young generation tends to use Indonesian (or Malay-Alor) in home domain. Based on the indicator of language use, Adang could be categorized as a language with dwindling domains. Trend in Indonesian usage amongst Adang community is motivated by communicative, economic, prestigious, and religious motivations.AbstrakPenggunaan bahasa dalam ranah merupakan indikator penting vitalitas etnolinguistik. Sebuah bahasa yang digunakan di ranah yang beragam akan memiliki daya hidup yang kuat. Kajian ini bertujuan untuk mengukur tingkat daya hidup bahasa Adang di Adang Buom, Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor berdasarkan indikator penggunaan bahasa. Penggunaan bahasa Adang dilihat dalam lima ranah, yaitu rumah, ibadah, transaksi, pendidikan, dan institusi pemerintahan dan kesehatan. Data kajian dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan teori vitalitas etnolinguistik. Hasil kajian menunjukkan jumlah ranah penggunaan bahasa Adang dalam komunitas tutur Adang Buom mengalami penyusutan. Bahasa Adang digunakan bersamaan dengan penggunaan bahasa Indonesia (atau Melayu-Alor), baik di ranah yang bersifat pribadi maupun publik. Generasi muda cenderung menggunakan bahasa Indonesia (atau Melayu-Alor) di ranah rumah dengan keluarga. Dari indikator penggunaan bahasa, Adang dapat dikategorikan sebagai bahasa dengan ranah yang berkurang atau dwindling domains. Adanya kecenderungan penggunaan bahasa Indonesia di kalangan komunitas Adang didorong oleh motivasi komunikatif, ekonomi, prestisius, dan religius
Macroalgae associated with Tanjung Adang Laut seagrass meadow, Sungai Pulai estuary, Johor, Malaysia, from 2015 to 2017
The seagrass meadow in Tanjung Adang Laut shoal in Johor, Malaysia, harbors a diverse macroalgal species assemblage with a wide range of forms from the simple crustose, foliose and filamentous to complex structures. Their co-existence with seagrasses contributes significantly to the structure and function of the ecosystem. A monthly survey of macroalgae using quadrats at 10 m intervals along two fixed-line transects and random quadrat samplings around the shoal was conducted from 2015 to 2017, during land reclamation in a nearby area, to assess their species diversity, life forms, and coverage. A total of 38 species of macroalgae comprising 16 Chlorophyta, 7 Ochrophyta, and 15 Rhodophyta were present with the majority of macroalgae being epipelic. In 2015 and 2016, the macroalgae attained maximum coverage from February to May with 94–100% and 88–100% coverage, respectively, and declined in June. In 2017, the macroalgae massively proliferated from February to April with 83–100% coverage and declined in May. Amphiroa fragilissima was the dominant species followed by Hydropuntia edulis, Gracilaria salicornia, Stypopodium zonale and Avrainvillea erecta in both quadrats along the line transects and random quadrats. In Tanjung Adang Laut shoal there were a temporary shift of plant population from a decline in seagrass to an increase or mass proliferation of specific macroalgae species, e.g., A. fragilissima, H. edulis and G. salicornia, which suggests the influence of increased development pressures and environmental disturbance in the nearby area
Analisis Kepuasan Konsumen Pada Mebeul Adang Jaya Kabupaten Majalengka
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan konsumen dalam industri meubel Adang Jaya di Kabupaten Majalengka. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran kualitas produk, harga, kualitas pelayanan, faktor emosional, dan aksesibilitas terhadap tingkat kepuasan konsumen. Metode penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah metode kualitatif. Metode ini dipilih untuk memahami secara mendalam faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan konsumen dalam industri meubel Adang Jaya di Kabupaten Majalengka. Langkah-langkah yang akan diambil dalam penelitian ini diantaranya; pengumpulan data, pemilihan sampel, analisis data, validasi data, pelaporan hasil dan melakukan Analisa SWOT IFAS EFAS. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kepuasan konsumen dalam industri meubel Adang Jaya di Kabupaten Majalengka dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu kualitas produk, harga, kualitas pelayanan, faktor emosional, dan aksesibilitas. Kualitas produk. Analisa matriks SWOT menunjukkan bahwa Mebeul Adang jaya memiliki faktor-faktor kekuatan yang lebih kuat dari pada faktor-faktor kelemahan, dan memiliki peluang yang baik dari faktor-faktor ancaman. IFAS (Kekuatan 1,6 - Kelemahan 1,18), EFAS (Peluang 1,7 – Anacaman 1,18) Dapat dilihat dari diagram cartesius berdasarkan matriks SWOT dan analisa IFAS EFAS diketahui bahwa Mebeul Adang Jaya berada pada posisi 1 yang berarti berada pada posisi berkembang (Growth) yaitu strategi pengembangan pasar dan pengembangan produk. Dengan demikian strategi pemasaran yang dapat diterapkan untuk meningkatkan volume penjualan adalah strategi agresif, yaitu mengembangkan kekuatan yang sudah ada pada Mebeul Adang Jaya
Jeugdgroepen en 'goed' politiewerk'. Een empirisch onderzoek naar de aanpak in Nederland
Contains fulltext :
203643.pdf (Publisher’s version ) (Open Access)Radboud University, 27 juni 2019Promotores : Terpstra, J.B., Adang, O.M.J.263 p
Een politieprojectiel dat alleen een klap geeft, is onnodig
Niet-dodelijke munitie voor de politie om rellen te bedwingen: niet aan beginnen, zegt expert Otto Adang
MODAL SOSIAL JEJE-ADANG DALAM PEMILIHAN KEPALA DAERAH KABUPATEN PANGANDARAN TAHUN 2015
Tulisan ini menganalisis modal sosial Jeje-Adang dalam pilkada Kabupaten Pangandaran tahun 2015 sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi berhasilnya mereka dalam memenangkan kontes politik lokal (pilkada). Kepemilikan modal sosial Jeje-Adang dikaji melalui metode kualitatif dengan studi deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan dan studi lapangan melalui wawancara secara purposive dan pemeriksaan dokumen-dokumen. Hasil kajian menunjukkan bahwa modal sosial Jeje-Adang yang meliputi faktor ketokohan, kapabilitas dan integritasnya; kepercayaan dari masyarakat; interaksi sosial antara Jeje-Adang dengan pendukungnya; dan jaringan-jaringan sosial pendukung Jeje-Adang, berperan dalam perolehan kemenangan mereka
Een politieprojectiel dat alleen een klap geeft, is onnodig
Niet-dodelijke munitie voor de politie om rellen te bedwingen: niet aan beginnen, zegt expert Otto Adang
Efficient use of antirheumatic treatment in rheumatoid arthritis: Data from daily clinical practice
Item does not contain fulltextRadboud University, 03 november 2016Promotor : Riel, P.L.C.M. van Co-promotores : Kievit, W., Adang, E.M.M
Een politieprojectiel dat alleen een klap geeft, is onnodig
Niet-dodelijke munitie voor de politie om rellen te bedwingen: niet aan beginnen, zegt expert Otto Adang
- …
