156 research outputs found

    Partisipasi Masyarakat Dalam Pelaksanaan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat di Desa Kurrak Kecamatan Tapango Kabupaten Polewali Mandar

    No full text
    ABSTRAKSUPARDI A. Partisipasi Masyarakat Dalam Pelaksanaan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat di Desa Kurrak Kecamatan Tapango Kabupaten Polewali Mandar (dibimbing oleh Arlin Adam dan Sudirman).Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif bersifat deskriptif bertujuan untuk menganalisis Partisipasi Masyarakat Dalam Pelaksanaan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat di tinjau dari aspek kesadaran, kesempatan, kemampuan dan kemauan. Informan penelitian ini sebanyak 12 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan teknik analisis data menggunakan petunjuk miles dan huberman.Penelitian ini menyimpulkan (1) Masyarakat menyadari dan mengetahui bahwa pentingnya berpartisipasi dan adanya masalah-masalah dalam pelaksanaan program serta kurangnya kepercayaan diri masyarakat untuk berpartisipasi. (2) Partisipasi masyarakat tidak berjalan dengan baik dikarenakan tidak adanya kesempatan penuh yang diberikan oleh pemerintah dan pengelola program kepada masyarakat. Seperti kesempatan untuk terlibat dalam pengambilan keputusan dan pemecahan masalah serta kesempatan untuk menerima informasi lengkap tentang proses pelaksanaan program. (3) Masyarakat memiliki kemampuan untuk berpartisipasi seperti gotong-royong, ide, gagasan, tenaga, mengelola program, memecahkan masalah, melaksanakan konstruksi bangunan. Namun demikian, masyarakat tidak dapat berpartisipasi aktif dikarenakan adanya intervensi dari pemerintah desa dan pengelola program. Masyarakat hanya dijadikan sebagai penikmat hasil pembangunan saja, hal ini dikarenakan sistem top-down yang diterapkan dalam pelaksanaan program. (4) Kemauan masyarakat untuk berpartisipasi tidak tumbuh, hal ini dikarenakan tidak adanya transparansi kegiatan, tidak maksimalnya sosialisasi yang dilakukan sehingga masyarakat minim pengetahuan terhadap kegiatan program pamsimas yang mengakibatkan timbulnya ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa dan pengelola program. Penelitian ini menyarankan perlunya ada peningkatan pemahaman perangkat desa unsur pembangunan dan unsur masyarakat mengenai mekanisme pelaksanaan program pamsimas mulai tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pengoperasian dan pemeliharaan. Serta Perlunya penerapan konsep pemberdayaan masyarakat dengan sistem bottom-up dalam setiap kegiatan pembangunan tanpa ada intervensi dari pemerintah.Kata Kunci : Pamsimas, Partisipasi Masyarakat, Pemberdayaan Masyaraka

    FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU PROFESIONALISME KERJA PETUGAS PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI (PPI) DI RSUD LABUANG BAJI MAKASSAR

    No full text
    Iriadin Lukman. Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Profesionalisme Kerja Petugas Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi (Ppi) Di Rsud Labuang Baji Makassar. (Dibimbing Oleh Arlin Adam dan Samsualam).Rumah sakit merupakan organisasi yang sangat kompleks dan merupakan komponen yang sangat penting dalam upaya peningkatan status kesehatan bagi masyarakat. Salah satu masalah yang terjadi di Rumah Sakit adalah infeksi nasokomial. Infeksi nasokomial ini berkaitan dengan profesionalitas dari petugas kesehatan di Rumah Sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Profesionalisme Kerja Petugas Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi (Ppi) Di Rsud Labuang Baji Makassar.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi analitik. Populasi dalam penelitian ini adalah semua petugas pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) rumah sakit Labuang Baji Makassar yaitu 39 orang terdiri dari ketua komite PPIRS dan anggota, Tim PPI terdiri dari Ketua dan anggota IPCN dan IPCLN. Penelitian ini diolah menggunakan program Komputerisasi SPSS. Dengan analisis data yang digunakan adalah analisis, univariat, bivariat dan multivariat.Hasil penelitian yang diperoleh adalah ada pengaruh dukungan manajemen dimana nilai p=0,032 (p0,05), ada pengaruh uraian tugas dimana nilai p=0,004 (p0,05), ada pengaruh komitmen individu dimana nilai p=0,004 (

    FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU MASYARAKAT NELAYAN TERHADAP KEJADIAN DERMATITIS DI TAMANROYA DESA AENG BATU BATUKABUPATEN TAKALAR

    No full text
    ABSTRAKNURYANTI THAHIR. Faktor Perilaku Masyarakat Nelayan Terhadap Kejadian Dermatitis Di Tamanroya Desa Aeng Batu-Batu Kabupaten Takalar (dibimbing oleh Arlin Adam dan Afrianty Gobel).Penelitian ini dilatar belakangi oleh karena Indonesia dikenal sebagai salah satu negara maritim yang sebagian besar wilayahnya merupakan wilayah perairan,sehingga Di Indonesia secara umum, memiliki 8 penyakit keturunan, prevalensi dermatitis yang tertinggi (6,2%). Tujuan penelitian yaitu untuk menganalisis secara mendalam tentang faktor perilaku masyarakat nelayan terhadap kejadian dermatitis di desa aeng batu-batu Kabupaten Takalar.Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan analisis deskriptif, jenis penelitian kuantitatif bersifat deskriptif bermaksud untuk mengetahui factor yang mempengaruhi kejadian dermatitis di desa aeng batu-batu Kabupaten Takalar. responden penelitian ini sebanyak 70 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuisioner. Hasil penelitian, (1) Tidak ada hubungan yang signifikan antara masa kerja dengan perilaku nelayan terhadap kejadian dermatitis; (2) Ada hubungan yang signifikan antara personal hygiene dengan perilaku nelayan terhadap kejadian dermatitis (3) Ada hubungan yang signifikan antara riwayat penyakit dengan perilaku nelayan terhadap kejadian dermatitis; (4) Ada hubungan yang signifikan antara lingkungan dengan perilaku nelayan terhadap kejadian dermatitis.(5) Variabel lingkungan menjadi factor yang paling berpengaruh terhadap kejadian dermatitis di desa aeng batu-batu Kabupaten TakalarSaran, bagi peneliti selanjutnya agar lebih memperdalam pembahasan mengenai Faktor perilaku kejadian dermatitis agar hasilnya bisa lebih komprehensif sehingga dapat menjadi tambahan referensi bagi institusi pemerintah dalam mengatasi masalah penyakit dermatitis di Indonesia tertutama di wilayah pesisir pantai.Kata Kunci :masa kerja, personal hygiene, riwayat penyakit, lingkungan, dan dermatiti

    Pengaruh penyuluhan dan konsumsi minuman lokal terhadap tekanan darah Ibu hamil di Puskesmas Kassi-kassi Kota Makassar Tahun 2017

    No full text
    ABSTRAKIFDALIAH CHALID. Pengaruh penyuluhan dan konsumsi minuman lokal terhadap tekanan darah Ibu hamil di Puskesmas Kassi-kassi Kota Makassar Tahun 2017 (dibimbing oleh Andi Nurlinda dan Arlin Adam)Hipertensi pada kehamilan merupakan salah satu di antara penyebab utama kematian dan kesakitan pada ibu bersalin. Selain penyuluhan, tindakan lain yang dapat dilakukan untuk mencegah hipertensi yaitu dengan dilakukan terapi dalam bentuk non farmakologi. Salah satunya adalah diet makanan seperti meningkatkan konsumsi buah dan sayur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan dan konsumsi minuman lokal terhadap tekanan darah ibu hamil di puskesmas kassi-kassi tahun 2017 Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperimental. Karakteristik subjek dalam penelitian ini adalah Ibu hamil sebanyak 20 responden, 10 pada kelompok eksperimen (Kelompok responden yang diberikan intervensi penyuluhan dan minuman lokal) dan 10 pada kelompok kontrol (Kelompok responden yang hanya diberikan intervensi penyuluhan)Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh penyuluhan dan konsumsi minuman lokal pada kelompok intervensi terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, tindakan dan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik Ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kassi-kassi Kota Makassar dengan nilai signifikan pengetahuan sebesar 0,005; sikap : 0,004; tindakan : 0,005; tekanan darah sistolik : 0,005 dan diastolik : 0,005. Ada pengaruh penyuluhan pada kelompok kontrol terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan tindakan Ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kassi-kassi Kota Makassar dengan nilai signifikan pengetahuan sebesar 0,004, sikap sebesar 0,004 dan tindakan sebesar 0,005. Sedangkan tidak terdapat pengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada kelompok kontrol dengan nilai signifikan sistolik : 0,786 dan diastolik 0,051. Sebaiknya tenaga kesehatan setempat lebih aktif dalam memberikan penyuluhan tentang makanan dan minuman yang dapat menurunkan angka hipertensi pada Ibu hamil salah satunya dengan cara konsumsi minuman lokal. Kata Kunci :Minuman Lokal, Penyuluhan, Perilaku dan Ibu Hami

    Pengaruh penyuluhan dan konsumsi minuman lokal terhadap tekanan darah Ibu hamil di Puskesmas Kassi-kassi Kota Makassar Tahun 2017

    No full text
    ABSTRAKIFDALIAH CHALID. Pengaruh penyuluhan dan konsumsi minuman lokal terhadap tekanan darah Ibu hamil di Puskesmas Kassi-kassi Kota Makassar Tahun 2017 (dibimbing oleh Andi Nurlinda dan Arlin Adam)Hipertensi pada kehamilan merupakan salah satu di antara penyebab utama kematian dan kesakitan pada ibu bersalin. Selain penyuluhan, tindakan lain yang dapat dilakukan untuk mencegah hipertensi yaitu dengan dilakukan terapi dalam bentuk non farmakologi. Salah satunya adalah diet makanan seperti meningkatkan konsumsi buah dan sayur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penyuluhan dan konsumsi minuman lokal terhadap tekanan darah ibu hamil di puskesmas kassi-kassi tahun 2017 Penelitian ini menggunakan desain quasy eksperimental. Karakteristik subjek dalam penelitian ini adalah Ibu hamil sebanyak 20 responden, 10 pada kelompok eksperimen (Kelompok responden yang diberikan intervensi penyuluhan dan minuman lokal) dan 10 pada kelompok kontrol (Kelompok responden yang hanya diberikan intervensi penyuluhan)Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh penyuluhan dan konsumsi minuman lokal pada kelompok intervensi terhadap peningkatan pengetahuan, sikap, tindakan dan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik Ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kassi-kassi Kota Makassar dengan nilai signifikan pengetahuan sebesar 0,005; sikap : 0,004; tindakan : 0,005; tekanan darah sistolik : 0,005 dan diastolik : 0,005. Ada pengaruh penyuluhan pada kelompok kontrol terhadap peningkatan pengetahuan, sikap dan tindakan Ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Kassi-kassi Kota Makassar dengan nilai signifikan pengetahuan sebesar 0,004, sikap sebesar 0,004 dan tindakan sebesar 0,005. Sedangkan tidak terdapat pengaruh terhadap penurunan tekanan darah pada kelompok kontrol dengan nilai signifikan sistolik : 0,786 dan diastolik 0,051. Sebaiknya tenaga kesehatan setempat lebih aktif dalam memberikan penyuluhan tentang makanan dan minuman yang dapat menurunkan angka hipertensi pada Ibu hamil salah satunya dengan cara konsumsi minuman lokal. Kata Kunci :Minuman Lokal, Penyuluhan, Perilaku dan Ibu Hami

    KEGAGALAN PROGRAM TERAPI RUMATAN METADON (PTRM) DI KOTA MAKASSAR TAHUN 2016

    No full text
    ABSTRAKHERIYANTI, Kegagalan Program Terapi Rumatan Metadhon (PTRM) di Kota Makassar Tahun 2016 (Studi pada Pengguna Napza Suntik di Puskesmas Kassi-Kassi). Dibimbing oleh Arlin Adam dan Arman.Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menggali informasi secara mendalam mengenai pengetahuan, sikap, tindakan penasun, fasilitas/sarana kesehatan, serta motivasi dari keluarga yang mempengaruhi kegagalan PTRM.Pendekatan yang digunakan yaitu : kualitatif dengan pendekatan analisis deskriptif. Keseluruhan informan berjumlah 7 orang, yaitu 4 orang pasien yang masih mengikuti PTRM dan belum berhasil atau gagal, 1 orang pasien PTRM yang telah berhasil, 1 orang petugas kesehatan, dan 1 orang pendamping.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Pengetahuan dari informan sudah sangat baik karena mereka tahu tujuan dari program metadon itu sendiri dan manfaatnya apa saja. (2) sikap informan terhadap PTRM semua menanggapi baik dan semua mengikuti program karena ingin terbebas dari pengaruh narkoba. (3) Pengetahuan tentang PTRM yang dimiliki oleh informan tidak membatasi tindakan informan yang masih bergaul dengan teman-teman sesama pemakai yang aktif. (4) Fasilitas PTRM yang ada di puskesmas Kassi-Kassi sendiri sudah sangat baik dan menunjang untuk kelancaran dari program. (5) Keluarga dari pasien hanya sebatas tahu jika anaknya mengikuti program metadon, mereka tidak memberikan dukungan atau partisipasi.Kata kunci : kegagalan PTRM, Penasun, pengurangan dampak buruk, HIV dan AID

    Sistem Pengobatan dan Penyembuhan Penyakit (Studi Sosiologi Kesehatan Pada Masyarakat Sinjai Timur Sulawesi Selatan). (Dibibing oleh Idrus Abustam dan Arlin Adam)

    Get PDF
    ABSTRAK ZULKIFLI ARIFIN. Sistem Pengobatan dan Penyembuhan Penyakit (Studi Sosiologi Kesehatan Pada Masyarakat Sinjai Timur Sulawesi Selatan). (Dibibing oleh Idrus Abustam dan Arlin Adam) Tindakan manusia dalam mempertahankan kesehatan dan penyembuhan penyakit mengakibatkan pemanfaatan layanan kesehatan baik pengobatan tradisional maupun pengobatan modern. Pada masyarakat Sinjai Timur, dari berbagai lapisan sosial masih menggunakan pengobatan tradisional (Dukun) untuk mengobati penyakitnya. Penelitian bertujuan untuk: (1) menjelaskan secara mendalam respon masyarakat Sinjai Timur dalam pengobatan dan penyembuhan penyakit; (2) menjelaskan secara ilmiah faktor-faktor yang melatar belakangi masyarakat dalam pemanfaat pengobatan tradisional (Dukun) dalam pengobatan dan penyembuhan penyakit; (3) menjelaskan sistem pengobatan dan penyembuhan penyakit secara tradisional (Dukun). Lokasi penelitian adalah Kecamatan Sinjai Timur, pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan tekhnik pengumpulan data melakukan observasi, wawancara dan studi dokumentasi, sedangkan analisis data bersifat induktif dan berkelanjutan. Penentuan informan secara purposive, yang terdiri atas dukun dan masyarakat memenuhi kriteria-kriteria yang telah ditentukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan masyarakat Sinjai Timur dalam pengobatan penyakit dengan melakukan pengobatan sendiri menggunakan obat yang diracik sendiri dari tumbuhan yang ada di sekitarnya atau dengan membeli obat di apotik. Pengobatan keluar dilakukan jika pengobatan sendiri tidak dapat menyembuhkan penyakit, dengan memafaatkan pengobatan tradisional (Dukun) dan pengobatan modern (Dokter Praktek, Rumah Sakit dan Puskesmas). Di Kecamatan Sinjai Timur, Dukun merupakan salah satu alternatif pengobatan yang masih bertahan dan berjalan beriringan dengan pengobatan modern yang sangat bermanfaat dalam penyembuhan penyakit. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi masyarakat memanfaatkan pengobatan dukun adalah pengetahuan masyarakat tentang kesehatan, tradisi dan kepercayaan masyaraat, tingkat pendidikan masyarakat, dan tingkat penghasilan dan pekerjaan masyarakat. Adapun alasan masyarakat dalam memanfaatkan Dukun sebagai pengobatan, di antaranya adalah pengalaman negatif terhadap pengobatan modern, pengobatan Dukun sebagai pelengkap pengobatan, pengaruh keluarga dan lay rafeal group, dan pengobatan Dukun sebagai pengobatan yang unik, holistik dan kesejajaran kedudukan. Proses pengobatan dukun dalam menyembuhkan penyakit adalah penggunaan doa-doa atau bacaan-bacaan, air putih, dan ramuan tradisional. Pengobatan maupun diagnosis yang dilakukan dukun selalu identik dengan campur tangan kekuatan gaib ataupun yang memadukan antara kekuatan rasio dan batin

    . Implikasi Sosial Pembangunan Infrastruktur Terhadap Komunitas Nelayan di Pesisir Metro Tanjung Bunga Kota Makassar (Studi Kasus Pendangkalan Tempat Pelelangan Ikan Rajawali Kecamatan Mariso Kota Makassar), dibimbing oleh Darmawan Salman dan Arlin Adam.

    Get PDF
    ABSTRAK A. IBRAHIM. 2014. Implikasi Sosial Pembangunan Infrastruktur Terhadap Komunitas Nelayan di Pesisir Metro Tanjung Bunga Kota Makassar (Studi Kasus Pendangkalan Tempat Pelelangan Ikan Rajawali Kecamatan Mariso Kota Makassar), dibimbing oleh Darmawan Salman dan Arlin Adam. Pembangunan infrastruktur di wilayah pesisir Metro Tanjung Bunga Kota Makassar pada dasarnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat tetapi dalam proses pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut menimbulkan kerentanan terhadap penghidupan komunitas nelayan lokal akibat terjadinya pendangkalan di Tempat Pelelangan Ikan Rajawali. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi bentuk perubahan sosio spasial yang terjadi sehingga pembangunan infrastruktur di Pesisir Metro Tanjung Bunga menyebabkan pendangkalan di Tempat Pelelangan Ikan Rajawali, menganalisis dampak negatif Pendangkalan Tempat Pelelangan Ikan Rajawali terhadap penghidupan komunitas nelayan, menganalisis implikasi kesenjangan sosial antara komunitas nelayan dengan komunitas lainnya. Metode penelitian adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dengan teknik observasi lapangan, wawancara, dokumentasi foto dan audio. Data yang telah dikumpulkan diolah dan dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan pembangunan infrastruktur di Pesisir Metro Tanjung Bunga mengakibatkan terjadinya perubahan sosio spasial dan pendangkalan di Tempat Pelelangan Ikan Rajawali yang menimbulkan kerentanan penghidupan komunitas nelayan lokal dengan menurunnya hasil tangkapan, tingkat pendapatan, terjadi pergeseran mata pencaharian, perubahan lokasi wilayah penangkapan dan penambahan biaya operasional bagi komunitas nelayan, serta menimbulkan kesenjangan sosial antara komunitas nelayan lokal dengan komunitas lainnya pada lingkungannya. Livelihood digunakan sebagai pendekatan dalam mengatasi berbagai permasalahan, beberapa strategi persiapan sosial seperti pemberdayaan, pembentukan, serta adanya pelatihan bagi komunitas nelayan lokal agar mampu mempersiapkan diri dalam menghadapi dan memanfaatkan pembangunan sehingga diharapkan mampu mencapai pemenuhan kebutuhan sosial dan ekonomi. Kata Kunci : Implikasi sosial, Pembangunan Infrastruktur, Livelihoo

    KOMUNITAS SABUNG AYAM: Studi Perilaku Menyimpang Masyarakat Malakaji Kabupaten Gowa

    No full text
    The study aimed at examining the factors which cause cockfight as deviant behavior, describing the process of shifting of the function and meaning of cockfight as deviant behavior, describing the meaning of the work that the deviant behavior is coherent with the behavior of Malakaji people, and  describing the approach to be conducted so cockfight behavior becomes comformity behavior. The study employed descriptive qualitative approach. The informants were taken by employing purposive sampling technique. The categories of informants used were key informant, experst and regular with various professions as businessman, employee, entrepreneur, handyman, driver, and farmer. The criterion of the informants was the ones who do the cockfight for 3 years. The results the study were (i) cockfight (assaung) is a deviant behavior because against the cultural value, religion, and law, (ii) cockfight is a deviant behavior gave implication on the shifting of the function and meaning, (iii) the function and meaning of cockfight as the object were interpreted by the community based on its social roles, and (iv) active functions of the elements of people as social control as deconstruction of cockfight meaning from deviant behavior is a conformity behavior to create regularity of Malakaji people in Gowa district

    Meretas problematika aids

    No full text
    ix, 141 hal; 21 c
    corecore