1,722,504 research outputs found
THE EFFECT OF N-NH3 INCLUSION ON THE DEGRADATION OF TANNIN OF SORGHUM GRAIN BY RUMEN MICROBES
Two experiments were conducted to study the effect of N-NH3 inclusion in the rumen liquor on the degradation of tannin of whole sorghum grain. The first experiment was carried out to determine the effect of N-NH3 inclusion doses in the rumen liquor on the degradation of sorghum grain tannin. The urea as a source of N-NH3 were included in rumen liquor at doses of 0, 0.5, 1.0, and 1.5% from the weight of whole sorghum grain (w/w). The degradation of sorghum grain tannin was increased (P<0.05) by the doses of N-NH3 inclusion, but the degradation of sorghum grain tannin began to decrease at 1.5% of N-NH3 inclusion dose. In the second experiment, the 1% of N-NH3 inclusion dose was used to evaluate the duration of fermentation in the rumen liquor. The whole sorghum grain were fermented for 12h, 24h, 48h, and 48h in the rumen liquor. The 48h of fermentation gave a highest production of total protein
production. The growth of tannase producing rumen microbes could be enhanced by inclusion of N-NH3
Pemikiran Pendidikan Agama Islam dalam Perspektif Prof. Achmadi
Penelitian ini mencoba untuk mengetahui konsep pendidikan Islam dalam perspektif Prof. Achmadi. Studi ini berfokus pada: 1) bagaimana posisi pendidikan Islam dalam kerangka pendidikan nasional; 2) bagaimana dasar dan tujuan pendidikan Islam; 3) bagaimana pandangan Achmadi menggunakan pendekatan pendidikan Islam; 4) bagaimana isi pendidikan Islam; 5) bagaimana relevansi pendidikan Islam dengan konteks saat ini. Analisis ini menggunakan metode analisis isi. Berdasarkan hasil, maka dapat dirumuskan bahwa posisi pendidikan Islam di Indonesia menjadi semakin terlihat dengan adanya UU Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003. Sejalan dengan hal tersebut pendidikan agama Islam menurut Prof. Achmadi, baik landasan maupun tujuan, sesuai dengan nilai-nilai Ilahi. Pemikiran Prof. Achmadi sebagai pendekatan fungsional, pendekatan humanis, pendekatan rasional kritis, pendekatan budaya dalam studi Islam bisa dilakukan untuk memajukan pendidikan Islam di Indonesia dalam jangka panjang. Materi pendidikan agama Islam menurut Prof. Achmadi terdiri dari pengetahuan abadi dan pengetahuan yang diperoleh. Pendidikan agama Islam menurut Prof. Achmadi sangat sesuai dengan konteks saat ini, tapi masih memerlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai bentuk pendidikan ideologi yang berkembang sesuai dengan perubahan zaman. This study seeks the concept of Islamic education in the perspective of Prof. Achmadi. The study focuses on: 1) how is the Islamic education position within the framework of national education; 2) how is the foundation and purpose of Islamic education; 3) how Achmadi views on the approach in Islamic education; 4) how is the content of Islamic education; 5) how is the relevance of Islamic education with the context of nowadays. This study applies a content analysis method. The results show that the position of Islamic education in Indonesia takes part more and more to the presence of the Law of National Education System No. 20/2003. In line with the law, he argues that Islamic religious education includes foundation and purpose in accordance with the values of the Divine. Prof. Achmadi’s thought as functional, humanist, critical rational, and cultural approach in Islamic studies can be implemented to promote long term Islamic education in Indonesia. He proposes that Islamic religious education materials consist of perennial and gained knowledge. It is relevant to the today context, but still requires improvement to the quality of human resources as a form of ideological education which is developed in accordance with the times changing. Kata Kunci : pendidikan islam, sudut pandang, Prof. Achmadi</jats:p
Pemikiran Pendidikan Agama Islam Dalam Perspektif Prof. Achmadi
Penelitian ini mencoba untuk mengetahui konsep pendidikan Islam dalam perspektif Prof. Achmadi. Studi ini berfokus pada: 1) bagaimana posisi pendidikan Islam dalam kerangka pendidikan nasional; 2) bagaimana dasar dan tujuan pendidikan Islam; 3) bagaimana pandangan Achmadi menggunakan pendekatan pendidikan Islam; 4) bagaimana isi pendidikan Islam; 5) bagaimana relevansi pendidikan Islam dengan konteks saat ini. Analisis ini menggunakan metode analisis isi. Berdasarkan hasil, maka dapat dirumuskan bahwa posisi pendidikan Islam di Indonesia menjadi semakin terlihat dengan adanya UU Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003. Sejalan dengan hal tersebut pendidikan agama Islam menurut Prof. Achmadi, baik landasan maupun tujuan, sesuai dengan nilai-nilai Ilahi. Pemikiran Prof. Achmadi sebagai pendekatan fungsional, pendekatan humanis, pendekatan rasional kritis, pendekatan budaya dalam studi Islam bisa dilakukan untuk memajukan pendidikan Islam di Indonesia dalam jangka panjang. Materi pendidikan agama Islam menurut Prof. Achmadi terdiri dari pengetahuan abadi dan pengetahuan yang diperoleh. Pendidikan agama Islam menurut Prof. Achmadi sangat sesuai dengan konteks saat ini, tapi masih memerlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai bentuk pendidikan ideologi yang berkembang sesuai dengan Perubahan zaman. This study seeks the concept of Islamic education in the perspective of Prof. Achmadi. The study focuses on: 1) how is the Islamic education position within the framework of national education; 2) how is the foundation and purpose of Islamic education; 3) how Achmadi views on the approach in Islamic education; 4) how is the content of Islamic education; 5) how is the relevance of Islamic education with the context of nowadays. This study applies a content analysis method. The results show that the position of Islamic education in Indonesia takes part more and more to the presence of the Law of National Education System No. 20/2003. In line with the law, he argues that Islamic religious education includes foundation and purpose in accordance with the values of the Divine. Prof. Achmadi's thought as functional, humanist, critical rational, and cultural approach in Islamic studies can be implemented to promote long term Islamic education in Indonesia. He proposes that Islamic religious education materials consist of perennial and gained knowledge. It is relevant to the today context, but still requires improvement to the quality of human resources as a form of ideological education which is developed in accordance with the times changing
Konsep fitrah manusia menurut Prof. Dr. Achmadi dan implementasinya dalam pendidikan akhlak anak : analisis filosofis
Penelitian ini berangkat dari dua Rumusan Masalah: 1) Bagaimana konsep fitrah manusia menurut Achmadi. 2) Bagaimana implikasi konsep fitrah manusia menurut Achmadi dalam pendidikan akhlak.Sedangkan tujuan penelitian ini adalah: 1) mengetahui konsep fitrah manusia menurut Achmadi. 2) mengetahui Implikasi konsep fitrah manusia menurut Achmadi dalam pendidikan akhlak.
Jenis penelitian yang digunakan adalah intelektual biograpi dalam hal ini dilakukan untuk mengetahui kehidupan Achmadi dalam hubungannya dengan masyarakat, sifat watak, pengaruh-pengaruh internal dan eksternal yang membentuk pemikirannya, penelitian ini juga menggunakan pendekatan fenomenologi yaitu mengamati kemungkinan-kemungkinan yang terjadi pada masa kehidupan tokoh. Metode pengambilan data dilakukan dengan Library Research, dan wawancara, sumber data yang dipakai adalah data primer dan data sekunder, kemudian semua data dianalisis dengan menggunakan: 1) Metode Deskriptif Analisis untuk mendeskripsikan dan sekaligus menganalisis pemikiran-pemikiran Achmadi tentang fitrah manusia dan implementasinya dalam pendidikan akhlak anak, 2) Metode content analisis yaitu untuk mengetahui kerangka berfikir Achmadi tentang fitrah manusia dan implementasinya dalam pendidikan akhlak
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Menurut Achmadi fitrah adalah ciptaan asal atau blue print yang diciptakan Allah SWT kepada manusia, dalam blue print itu, pada diri manusia diberikan sumber daya atau potensi menuju pada tujuan penciptaan manusia yaitu menjadi Abid dan khalifah, yang ujungnya nanti menjadikan manusia yang beribadah dan memelihara semua karunia dari allah. 2) Implikasi dari konsep fitrah menurut Achmadi dalam pendidikan akhlak adalah terbentuknya manusia yang berakhlakul karimah dan mampu melaksanakan tugasnya sesuai tujuan penciptaan manusia diatas. Pendidikan akhlak yang ditanamkan sejak dini pada anak-anak dengan sendirinya akan menjadi bagian dari unsur-unsur kepribadiannya.. Konsep yang ditawarkan oleh Achmadi adalah proses pendidikan akhlak yang bersifat humanisme teosentris yang menitik beratkan pada penjunjungan tinggi harkat manusia yang berdasarkan pada ketauhidan yang ujungnya nanti manusia akan mendapatkan kebahagiaan.
Penelitian yang diperoleh merupakan sumber data penelitian ilmiah dalam bidang pendidikan yang dapat digunakan sebagai wawasan keilmuan terutama dalam merancang sistem pendidikan yang baik
Pemikiran Pendidikan Agama Islam dalam Perspektif Prof. Achmadi
Penelitian ini mencoba untuk mengetahui konsep pendidikan Islam dalam perspektif Prof. Achmadi. Studi ini berfokus pada: 1) bagaimana posisi pendidikan Islam dalam kerangka pendidikan nasional; 2) bagaimana dasar dan tujuan pendidikan Islam; 3) bagaimana pandangan Achmadi menggunakan pendekatan pendidikan Islam; 4) bagaimana isi pendidikan Islam; 5) bagaimana relevansi pendidikan Islam dengan konteks saat ini. Analisis ini menggunakan metode analisis isi. Berdasarkan hasil, maka dapat dirumuskan bahwa posisi pendidikan Islam di Indonesia menjadi semakin terlihat dengan adanya UU Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003. Sejalan dengan hal tersebut pendidikan agama Islam menurut Prof. Achmadi, baik landasan maupun tujuan, sesuai dengan nilai-nilai Ilahi. Pemikiran Prof. Achmadi sebagai pendekatan fungsional, pendekatan humanis, pendekatan rasional kritis, pendekatan budaya dalam studi Islam bisa dilakukan untuk memajukan pendidikan Islam di Indonesia dalam jangka panjang. Materi pendidikan agama Islam menurut Prof. Achmadi terdiri dari pengetahuan abadi dan pengetahuan yang diperoleh. Pendidikan agama Islam menurut Prof. Achmadi sangat sesuai dengan konteks saat ini, tapi masih memerlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia sebagai bentuk pendidikan ideologi yang berkembang sesuai dengan perubahan zaman.
This study seeks the concept of Islamic education in the perspective of Prof. Achmadi. The study focuses on: 1) how is the Islamic education position within the framework of national education; 2) how is the foundation and purpose of Islamic education; 3) how Achmadi views on the approach in Islamic education; 4) how is the content of Islamic education; 5) how is the relevance of Islamic education with the context of nowadays. This study applies a content analysis method. The results show that the position of Islamic education in Indonesia takes part more and more to the presence of the Law of National Education System No. 20/2003. In line with the law, he argues that Islamic religious education includes foundation and purpose in accordance with the values of the Divine. Prof. Achmadi’s thought as functional, humanist, critical rational, and cultural approach in Islamic studies can be implemented to promote long term Islamic education in Indonesia. He proposes that Islamic religious education materials consist of perennial and gained knowledge. It is relevant to the today context, but still requires improvement to the quality of human resources as a form of ideological education which is developed in accordance with the times changing.
Kata Kunci : pendidikan islam, sudut pandang, Prof. Achmad
- …
