169 research outputs found

    RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI WARGA RW 10 BERBASIS WEBSITE (STUDI KASUS DI RW 10 KELURAHAN WONOKUSUMO KOTA SURABAYA)

    Get PDF
    RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI WARGA RW 10 BERBASIS WEBSITE (STUDI KASUS DI RW 10 KELURAHAN WONOKUSUMO KOTA SURABAYA) Oleh : Achmad Affandi Pembimbing : Made Kamisutara, S.T., M.Kom ABSTRAK Penelitian ini dilatar belakangi oleh kegiatan organisasi balai RW dalam melakukan proses pelayanan dokumentasi warga yang masih menggunakan cara manual, pencatatan data warga dan akumulasi keseluruhan warga. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat sebuah sistem informasi pencatatan data warga berbasis web, sehingga dapat digunakan organisasi RW dan sluruh warga dalam mencari informasi. Dengan adanya sistem ini nantinya akan dapat mempermudah organisasi RW maupun warga mendapatkan informasi. Keyword : Sistem Informasi, Sales, Organisasi R

    Achmad Affandi's Quick Files

    No full text
    The Quick Files feature was discontinued and it’s files were migrated into this Project on March 11, 2022. The file URL’s will still resolve properly, and the Quick Files logs are available in the Project’s Recent Activity

    Back to simple- disruptive methods for the improvement of the building performance of the Museum Affandi

    No full text
    no german version: There is an ongoing trend to implement complex HVAC systems to maintain comfortable indoor conditions. Despite the benefits they are also connected to a number of disadvantages, for instance high energy consumption, expensive operation, and the use of hazardous substances for operation. A disruption to this development is the rethinking of passive methods. One recent trend in improving thermal building performance is the employment of low-tech approaches. This contribution highlights the efforts pertaining to testing various approaches for the adaptation of the museum Affandi in Yogyakarta, targeting better thermal comfort and lower energy expenses. Thereby state of the art methods were used for extensive evaluation of different retrofit scenarios. The tested cooling scenarios reduced the overheating tendencies significantly. This paper encompasses methods and results as well as layout of the applied digital workflow.There is an ongoing trend to implement complex HVAC systems to maintain comfortable indoor conditions. Despite the benefits they are also connected to a number of disadvantages, for instance high energy consumption, expensive operation, and the use of hazardous substances for operation. A disruption to this development is the rethinking of passive methods. One recent trend in improving thermal building performance is the employment of low-tech approaches. This contribution highlights the efforts pertaining to testing various approaches for the adaptation of the museum Affandi in Yogyakarta, targeting better thermal comfort and lower energy expenses. Thereby state of the art methods were used for extensive evaluation of different retrofit scenarios. The tested cooling scenarios reduced the overheating tendencies significantly. This paper encompasses methods and results as well as layout of the applied digital workflow

    Pengaruh latihan kelincahan dan kecepatan terhadap kemampuan dribble anak usia 14 tahun di sekolah sepakbola assyabaab bangil Kabupaten Pasuruan

    No full text
    ABSTRAK   Affandi, Achmad. 2014. Pengaruh latihan kelincahan dan kecepatan terhadap kemampuan dribble anak usia 14 tahun di sekolah sepakbola assyabaab bangil Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Pendidikan Jasmani dan Kesehatan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) I Nengah Sudjana, S.Pd, M.Pd. (II) Fahrial Amiq, S.Or, M.Pd.   Kata Kunci: latihan kelincahan dan kecepatan, sepakbola, kemampuan dribble   Sepakbola adalah permainan tim yang terdiri dari sebelas pemain termasuk seorang penjaga gawang, yang dalam permainannya menggabungkan unsur dari kemampuan teknik individu untuk menghasilkan gol sebanyak-banyaknya. Berdasarkan hasil observasi yg dilakukan oleh peneliti selama latihan, pelatih cenderung memberikan latihan ball feeling, selain itu untuk latihan dribble pelatih memberikan hanya 1 variasi. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh latihan kelincahan dan kecepatan terhadap kemampuan dribble anak usia 14 tahun di sekolah sepakbola Assyabaab Bangil Kabupaten Pasuruan. Prosedur penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen semu, karena terdapat kelompok pembanding, yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, penelitian ini juga melalui beberapa tahap, antara lain: 1) tahap awal, 2) tahap pelaksanaan, 3) tahap pengolahan data. Instrumen yang digunakan adalah tes dribble slalom. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa sekolah sepakbola Assyabaab Bangil usia 14 tahun. Setelah dilakukan analisis data, diperoleh data tes awal dribble sebelom perlakuan dengan rata-rata hasil tes sebesar 10,35, standar deviasi sebesar 1,02, dan rentangan skor sebesar 3,48. Data tes akhir dribble setelah diberikan perlakuan selama 16 pertemuan rata-rata hasil tes sebesar 9,34, standar deviasi 0,74 dan rentang skor sebesar 2,68. Untuk hasil uji normalitas (kolmogorov-smirnov) diperoleh skor sebesar 0,933 lebih besar dari nilai signifikan α=0,05 maka dari itu data yang diperoleh mempunyai makna berdistribusi normal. Hasil uji homogenitas menunjukkan nilai signifikan 1,000 lebih besar dari nilai signifikansi α=0,05 sehingga data tidak berbeda (homogen) Dari hasil uji-t sebesar t 3,684 dengan derajat kebebasan N-1=19. Sedangkan untuk nilai sig(2-tailed) p=0,000 dengan taraf < 0,05 yang berarti hipotesis diterima. Hal ini menunjukkan ada pengaruh yang signifikan latihan kelincahan dan kecepatan terhadap kemampuan dribble anak usia 14 tahun di sekolah sepakbola Assyabaab Bangil Kabupaten Pasuruan. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa latihan kelincahan dan kecepatan memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap kemampuan dribble anak usia 14 tahun di sekolah sepakbola Assyabaab Bangil Kabupaten Pasuruan

    PERWUJUDAN PRINSIP EKUITAS DALAM PASAL 19 AYAT (1) UNDANG-UNDANG NOMOR 40 TAHUN 2004 TENTANG SISTEM JAMINAN SOSIAL NASIONAL TERKAIT MANFAAT PELAYANAN BAGI PESERTA

    No full text
    Achmad Haris Affandi, Prof. Dr. A. Rachmad Budiono, S.H., M.H, Ratih Dheviana Puru HT, S.H., LLM Fakultas Hukum Universitas Brawijaya Email : [email protected]   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perwujudan prinsip ekuitas dalam Pasal 19 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional terkait manfaat pelayanan bagi peserta. permasalahan yang menjadi fokus dalam penelitian ini yaitu, bagaimana perwujudan prinsip ekuitas dalam Pasal 19 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional terkait manfaat pelayanan bagi peserta. Penelitian ini merupakan penelitian hukum, dengan pendekatan penelitian menggunakan pendekatan perundang-undangan (statute approach) yaitu pendekatan dengan menelaah dan menganalisis peraturan perundang-undangan. Jenis bahan hukum terdapat Bahan Hukum Primer, Bahan Hukum Sekunder dan Bahan Hukum Tersier yang dianalisis dengan menelaah pada isu hukum yang terjadi dengan kekaburan klausula perwujudan prinsip ekuitas dalam Pasal 19 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional. Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat diketahui bahwa Prinsip ekuitas dalam Pasal 19 ayat (1) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional terikait manfaat pelayanan bagi peserta tidak terwujud dan diatur secara khusus dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial, Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2013 tentang Jaminan Kesehatan, Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2014 tentang Pedoman Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan dan Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 1 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Jaminan Kesehatan. Kata Kunci: Perwujudan, Prinsip Ekuitas, Sistem Jaminan Sosial Nasional ABSTRACT This study aims to analyze the embodiment of the principle of equity in Article 19 paragraph (1) of Law Number 40 of 2004 on National Social Security System related service benefits for participants. issues that are the focus of this research is, how the embodiment of the principle of equity in Article 19 paragraph (1) of Law Number 40 of 2004 on National Social Security System related service benefits for participants. This research is legal, the research approach using the approach of law (statute approach) that the approach by examining and analyzing legislation. Types of legal materials contained Primary Legal Materials, Legal Materials Secondary and Tertiary Laws material was analyzed by examining the legal issues that occur with the principle of equity haziness embodiment clause in Article 19 paragraph (1) of Law Number 40 of 2004 on National Social Security System. Based on the results of this study it can be seen that the principle of equity in Article 19 paragraph (1) of Law Number 40 of 2004 on the National Social Security System related to service benefits for participants has not materialized and set specifically in Law Number 24 of 2011 on the Agency Social Security Organizer, Presidential Regulation of the Republic of Indonesia Number 12 of 2013 on Health Insurance, Regulation of the Minister of Health Number 28 of of 2014 on Guidelines for the Implementation of Health Insurance Program and BPJS Health Regulation Number 1 of 2014 on the Implementation of Health Insurance. Keywords: Realization, Principle of Equity, National Social Security Syste

    IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGEMBANGAN USAHA MIKRO MELALUI LEMBAGA KREDIT MIKRO MASYARAKAT (LKMM)

    No full text
    Pengusaha mikro adalah pelaku ekonomi terbesar di Indonesia. Persoalan yang terbesar bagi mereka adalah kesulitan dalam memperoleh akses modal, khususnya dari lembaga-lembaga formal yang ada. Penelitian ini ingin menjawab persoalan, bagaimana implementasi kebijakan pengembangan usaha mikro, khususnya melalui program Lembaga Kredit Mikro Masyarakat (LKMM)? Fokus penelitian dipusatkan pada peran lembaga informal masyarakat dalam rumusan program LKMM serta peran lembaga informal dalam implementasinya. Lokus penelitian adalah LKMM yang berada di Kabupaten Jember. Secara khusus LKMM yang didirikan antara tahun 2005 sampai dengan 2009. Untuk menjawab persoalan tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif dengan model “bottom up”. Pertama, menganalisa asumsi-asumsi, baik yang bersifat filosofis maupun teoritis yang dijadikan dasar dalam merumuskan kebijakan program LKMM. Asumsi-asumsi tersebut oleh perumus kebijakan diwujudkan dalam bentuk tujuan dan pedoman pelaksanaan dari program LKMM yang dibuatnya. Ke dua, dipusatkan pada pemahaman tentang strategi yang digunakan oleh pengurus LKMM dalam mengelola lembaganya. Yang dimaksudkan dengan strategi di sini adalah upaya dari pengurus LKMM dalam memaknai dan mewujudkan tujuan dari program dibuatnya LKMM dengan situasi dan kondisi di lapangan. Dari penelitian di lapangan dihasilkan temuan sebagai berikut. Pertama, Dinas Koperasi Dan UMKM Kabupaten Jember dalam membuat desain program LKMM berupaya memanfaatkan tokoh-tokoh informal di tingkat dusun sebagai pengurus LKMM, tujuannya adalah untuk mengurangi biaya transaksi dalam pengelolaan lembaga tersebut. Ke dua, pembentukan pengurus LKMM yang memanfaatkan tokoh-tokoh informal di tingkat dusun dan peran pemerintah sebagai fasilitator telah berhasil menjadikan LKMM sebagai lembaga kredit mikro yang berkelanjutan dan berkembang

    Rancang Bangun Aplikasi Perangkat Bergerak Pendataan Kondisi Bencana (Studi Kasus: MDMC Jawa Timur)

    No full text
    Bencana merupakan keresahan tersendiri bagi masyarakat yang menjadi korban. Segala bentuk bencana baik bencana alam, non-alam, ataupun sosial merupakan permasalahan bersama yang dihadapi masyarakat. Proses pencegahan dan mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi dilakukan untuk meminimalkan dampak dari bencana yang akan atau telah terjadi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merupakan lembaga utama yang mengoordinasikan berbagai lembaga-lembaga penanggulangan bencana di Indonesia. Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) merupakan salah satu lembaga sosial kebencanaan yang berada di bawah Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam hal pelaksanaan penanggulangan bencana, MDMC dibantu oleh berbagai relawan dari regional Muhammadiyah. MDMC Jawa Timur sebagai salah satu regional juga turut membantu segala bentuk penanggulangan bencana yang terjadi di Indonesia. Dalam proses pengiriman bantuan pada umumnya diperlukan proses pendataan yang tepat dan cepat agar kebijakan lebih lanjut dapat segera dilaksanakan. Pengembangan aplikasi mobile disaster assessment berbasis Android dapat ditujukan untuk memudahkan relawan dalam proses pendataan kondisi dan kebutuhan saat terjadinya bencana. Dalam hal mengurangi risiko kurangnya akses terhadap internet, teknologi document oriented database dapat dimanfaatkan untuk tetap menyimpan data pada ponsel. Pada penelitian ini dikembangkan aplikasi Android yang dapat dijalankan dengan baik pada versi Android Marshmallow+. Aplikasi dapat menyimpan data saat tidak ada koneksi internet dan secara langsung mengirimkan data saat perangkat kembali terkoneksi ke internet. ===================================================================================================== Disaster is a struggle and problems for both society and its victims, whether its natural or social disaster. The process of mitigating, anticipating disaster, spreading awareness, rehabilitating victims and reconstructions of the aftermath is important to minimize and control the damage of past and incoming disasters. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) or National Body of Disaster Relief is the first and foremost institute to coordinate and handles the many disaster relief efforts in Indonesia. Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) is one of the disaster relief programs under the Muhammadiyah Institution. MDMC is helped by volunteers from across the regional Muhammadiyah branches in helping disaster victims, one of them is the MDMC East Java branch. In its effort in disaster relief, it is essential to have an accurate and efficient assessment of the disaster so that further efforts can be readily implemented. The development of an Android-based mobile disaster assessment application can help the volunteers in assessing the needs and condition of the damage and victims caused by disasters. To anticipate a lack of internet access during a disaster, a document-oriented technology database is used to keep the data offline in volunteers' mobile phones. The result of this research is application that well run at Marshmallow+ Android version. The application store data when disconnected from internet, and push the data to database directly when connected

    ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI PAJAK TANGGUHAN PADA PT MITRA TRITUNGGAL ABADI

    Get PDF
    2016Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penyajian laporan keuangan PT Mitra Tritunggal\ud Abadi setelah menerapkan akuntansi pajak tangguhan sesuai dengan PSAK No. 46.\ud Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data wawancara dan studi kepustakaan.\ud Metode analisis data yang digunakan adalah descriptive-quantitative. Hasil analisis yang\ud dilakukan menunjukkan bahwa pelaksanaan koreksi fiskal pada PT Mitra Tritunggal Abadi\ud terdapat kewajiban pajak tangguhan sebesar Rp 716.326 untuk tahun 2013 dan Rp 563.620\ud untuk tahun 2014. Hasil analisis perbandingan akuntansi pajak penghasilan menurut\ud perusahaan dengan akuntansi pajak penghasilan menurut PSAK No. 46 menunjukkan\ud perusahaan belum menerapkan akuntansi pajak penghasilan sesuai dengan PSAK No. 46\ud yang dalam pelaksanaannya perusahaan belum melakukan pemisahan kewajiban pajak kini\ud dan kewajiban pajak tangguhan.\ud Kata kunci: penerapan akuntansi pajak tangguhan, koreksi fiskal, kewajiban pajak\ud tangguha

    Perancangan mesin pemotong biji pinang

    No full text

    ADMINISTRASI KEUANGAN

    No full text
    The world of education is a world where there are learning activities between teachers and students, these two components cannot be eliminated in an educational process because if one of them is lost there will never be a learning goal. However, on the other hand there are components that also play a role as supporting learning activities both directly and indirectly. No less important components are facilities and infrastructure. Administration of educational facilities and infrastructure is very supportive of achieving a goal of education, as a personal education we are required to master and understand the administration of facilities and infrastructure, to improve work power effectively and efficiently and be able to respect the work ethics of personal education, so harmony, comfort can create pride and a sense of belonging both from the school community and the residents of the surrounding communit
    corecore