23 research outputs found
Occupational noise exposure and blood pressure among steel industry workers / Wan Nurul Munirah Wan Hamdan, Abdul Mujid Abdullah
Studies on the relationship between noise exposure at the workplace and hearing impairment among workers have been conducted extensively compared to the effects on non-auditory effects such as blood pressure, stress disorders and sleep disturbance. The purpose of this study was to investigate the effect of occupational noise exposure on workers' blood pressure. A cross-sectional study was conducted among 60 workers from 12 different sections at a steel manufacturing plant. Recruitment of participants was based on inclusive and exclusive criteria as well as voluntary participation. The noise levels exposed to the participants were measured using the Dosimeter for 8 hours working period. Blood pressure was measured using an Automatic Sphygmomanometer before, during, and after working hours. There was a significant relationship between noise exposure and blood pressure; r = 0.51, p < 0.001. There were also significant differences in blood pressure between before, during and after exposure to noise, p <0.05. Exposure to occupational noise can be associated with changes in blood pressure
Partikel ternafas (PM10) dan hubungannya dengan sistem respiratori di kalangan kanak-kanak sekolah, di Sungai Siput Utara, Perak
Satu kajian keratan rentas telah daalanlcan ke atas kanak-lcanak yang tinggal 0.5 km dari sebuah lcuari di Sungai Siput Utara. Objelctif kajian ini ialah untulc mengkaji hubungan PM10 dengan fungsi paru-paru kanak-kanak tersebut. Seramai 51 orang kanak-/canak yang ringgal berhampiran kuari dan terdedah dengan debu kaur tehih dipilih, manakala 37 orang kanak-kanak yang tinggal berjauhan tetapi di daerah yang sama telah dipilih sebagai perbandingan untuk lag ian ini. Borang soalselidik telah digunakan untuk mendapatlcan maklumat latarbelakang dan sejarah respiratori dari ibu bapa kanalc-kanak terlibat. Fungsi paru-paru kanak-kanak pula diukur dengan menggunakan Pony Graphic S pirometer. Min kepekatan PM1 0 selama 24 jam di dalam rumah kediaman di kawasan terdedah ialah 76.66 (g/m3 dan di kawasan perbandingan 41 .55 (g/m3. Perbezaan kepekatan PM10 di antara kedua kawasan ini adalah signifikan (p=0.01). Hasil ujian fungsi paru-paru menunjukkan perbezaan yang signifikan di antara fungsi paru-paru kanalc-kanalc terdedah dengan kanak-kanak perbandingan dari segi FVC % jangkaan (t = -8.227, p = 0.01) dan FEV1 % jangkaan (t = -8.729, p = 0.01). Min fungsi paru-paru kanak-kanak lelaki di kawasan terdedah, (FVC % jangkaan = 68.05, FEV1 % jangkaan = 73.71) adalah lebih rendah daripada kawasan perbandingan (FVC % jangkaan= 89.78, FEV1 %~ jangkaan = 86.97). Min fungsi paru-paru kanak-kanak perempuan di kawasan terdedah (FVC % jangkaan= 69.64, FEV1 % jangkaan =74.90) juga adalah lebih rendah daripada hawasan perbandingan ( F VC % jangkaan = 90.99, FEV1 % jangkaan : 87 .7 9). Prevalens kejejasan parurparu FVC % jangkaan l<anal<-kanak terdedah ialah 82.4% dan kanak-kanak perbandingan ialah 5 .4%. Prevalen kejejasan paru-paru F EV1 % jangkaan kanak-kanak terdedah ialah 56.9 % manakala kumpulan perbandingan pula iabh 5 .4 %. Terdapat korelasi songsang yang signifikan antara fungsi para-paru kanak-kanak dengan pendedahan kepada PM10 iaitu FVC %jangkaan (r = -0.478, p < 0.010) dan FEV1 jangkaan (r = -0.482, p = 0.00). Sirnptom respiratori iaitu
berkahak ((2 = 15.286, p < 0.010) dan batuk ((2 = 15.399, p = 0.010) adalah lebih tinggi secara signijikan di kalangan kanak-kanak terdedah Korelasi songsang yang signifihan juga didapati di antara fungsi paru-paru kanak-kanak FVC % jangkaan (r = -0.529, p = 0.010=) dan FEV1 % jangkaan (r = -0.525, p < 0.010) dengan skor simptom respiratori. Kesimpuhinnya, kajian ini rnenunjukkan PM10 menjejaskan sistem respiratori lcanak-l<anal< hawasan terdedah dari segi kejejasan fungsi paru-paru serta terdapamya simptom respiratori yang berlebihan
Strategi Citra Merek, Kualitas Pelayanan, dan Harga terhadap Minat Melanjutkan Sekolah Menengah Kejuruan (Studi Kasus Pada SMK Karya Guna 1 Bekasi)
Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh Citra Merek, Kualitas
Pelayanan, dan Harga terhadap Minat Melanjutkan Sekolah Menengah Kejuruan.
Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dan melakukan pengelolaan data
mengunakan SPSS. Jumlah sampel 77 yang mengisi atau mengembalikan kuesioner
dengan mengunakan metode sampling jenuh. Hasil dari penelitian menunjukan
bahwa secara parsial citra merek terdapat pengaruh signifikan terhadap minat
melanjutkan sekolah menengah kejuruan, kualitas pelayanan terdapat tidak
pengaruh signifikan terhadap minat melanjutkan sekolah menengah kejuruan, harga
terdapat pengaruh signifikan minat melanjutkan sekolah menengah kejuruan.
Sedangkan dari hasil perhitungan statistic uji simultan menunjukan bahwa hipotesis
diterima dengan kata lain citra merek, kualitas pelayanan dan harga secara simultan
berpengaruh terhadap minat melanjutkan Sekolah Menengah Kejuruan Karya Guna
1 Bekasi
Pengaruh Strategi Self Regulated Learning dan Locus of Control Terhadap Hasil Belajar IPA FISIKA Peserta Didik Kelas VIII SMP Negeri 1 Tutallu Kabupaten Polewali Mandar.
ABSTRAK
Jenis penelitian adalah penelitian quasi eksperimen dengan rancangan factorial 2 x 2, yang bertujuan untuk mengetahui: (1) ada tidaknya perbedaan hasil belajar IPA Fisika antara yang diajar menggunakan strategi self regulated learning dan yang diajar menggunakan strategi pembelajaran ekspositori (2) ada tidaknya perbedaan hasil belajar IPA Fisika kelompok locus of control tinggi antara yang diajar menggunakan strategi Self Regulated Learning dan yang diajar menggunakan strategi pembelajaran ekspositori (3) ada tidaknya perbedaan hasil belajar IPA Fisika kelompok locus of control rendah antara yang diajar menggunakan strategi Self Regulated Learning dan yang diajar menggunakan strategi pembelajaran ekspositori (4) ada tidaknya interaksi antara strategi pembelajaran dan locus of control dalam pencapaian hasil belajar IPA Fisika. Penelitian menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen yang diajar dengan strategi self regulated learning dan kelas kontrol dengan strategi pembelajaran ekspositori. Populasi dalam penulisan ini adalah seluruh peserta didik kelas VIII SMP Negeri 1 Tutallu, terdiri atas empat kelas dengan jumlah keseluruhan peserta didik 86, sedangkan sampelnya yaitu kelas VIIID sebagai kelas eksperimen dan Kelas VIIIA sebagai kelas kontrol dengan jumlah sampel 42 orang. Hasil penelitian menunjukkan (1) secara keseluruhan terdapat perbedaan hasil belajar IPA Fisika antara yang diajar menggunakan strategi self regulated learning dan yang diajar menggunakan strategi pembelajaran ekspositori, dimana SRL lebih unggul dibanding SPE (2) terdapat perbedaan hasil belajar IPA Fisika kelompok locus of control tinggi antara yang diajar menggunakan strategi Self Regulated Learning dan yang diajar menggunakan strategi pembelajaran ekspositori di mana SPE lebih unggul daripada SRL. (3) terdapat perbedaan hasil belajar IPA Fisika kelompok locus of control rendah antara yang diajar menggunakan strategi Self Regulated Learning dan yang diajar menggunakan strategi pembelajaran ekspositori di mana SPE lebih unggul daripada SRL. (4) tidak terdapat interaksi antara strategi pembelajaran dan locus of control dalam pencapaian hasil belajar IPA Fisika
Natural convection in high heat flux tanks at the Hanford Waste Site / [by] Mark van der Helm and Mujid S. Kazimi
"February 1996."Series statement handwritten on title-pagePage 118 blankAlso issued as an M.S. thesis written by the first author, and supervised by the second author, MIT Dept. of Nuclear EngineeringIncludes bibliographical references (pages 115-117)A study was carried out on the potential for natural convection and the effect of natural convection in a High Heat Flux Tank, Tank 241-C-106, at the Hanford Reservation. To determine the existence of natural convection, multiple computations based on analytical models were made knowing the tank geometry and contents' thermal characteristics. Each computation of the existence of natural convection was based on the determination of the onset of natural convection generalizing the tank as a 1-D porous medium. Computations were done for a range of permeabilities considering the porous medium alone, with a superposed fluid layer, and with a salt gradient. Considering only the porous medium, the higher permeability value, 3.2 *10-10 ft2, allowed convection, though the lower permeability, 2.6*10-14 ft2, did not. The presence of the superposed layer induced convection throughout the porous medium for the full range of permeabilities.Considering the effect of the salt gradient and superposed layer together, the effect of the superposed layer is expected to induce convection despite the stabilizing salt gradient. Therefore, natural convection is expected to exist in Tank 241-C-106. Secondly, because temperature measurements indicated lower temperatures at a location near the center of the tank, a thermal model was used to compute the local effects of a convective annulus around a thermocouple tree at that location. A conduction model of the tank and surroundings was used to bound the local model. The local model allowing convection in the annulus set the size of the annulus based on the known temperature measurements of the thermocouple tree and the boundary conditions set by the conduction model. Previous published calculations on Tank 241-C-106, allowing for only conduction within the tank, reported a steam region at the bottom of the tank with an approximately 24 foot radius.In the present analysis, using the computer code, TEMPEST, it is found that the cooling effect of the annulus creates a region with a 12 foot radius surrounding the thermocouple tree in which the temperature is suppressed below the saturation temperature due to the effects of the convective annulus. The annulus gap width for matching temperatures and the boundary conditions is on the order of 1 inch
Karakteristik sintaksis ayat-ayat makiyah
ABSTRAK Tulisan ini adalah hasil penelitian pada teks ayat-ayat al-Qur�an al-Karim dengan menggunakan perangkat Sintaksis Arab (ilmu Nahwu). Semua pola ungkapan yang dibicarakan dalam pembahasan-pembahasan Sintaksis Arab ditelusuri dan di kumpulkan dan semua ayat al-Qur�an diklasifikasikan ke dalam kategori ayat Makiyah dan Madaniyah yang kemudian diperiksa pola-pola Sintaksisnya, dikategorikan, dianalisis dan disimpulkan. Penelitian ini menemukan banyak pola Sintaksis Arab tidak terdapat dalam ayat-ayat al-Qur�an. Hanya sekitar 73% dari 430 pola yang diteliti ditemukan terdapat dalam al-Qur�an. Beberapa pola Sintaksis tertentu ditemukan terdapat hanya dalam ayat-ayat Makiyah dan beberapa pola lainnya ditemukan terdapat hanya dalam ayat-ayat Madaniyah. Tesis ini � �Karakteristik Sintaksis Ayat-Ayat Makiyah� � menelusuri polapola Sintaksis Arab yang digunakan ayat-ayat Makiyah. Penelitian diarahkan pada eksplorasi pola-pola Sintaksis Arab yang kemudian digunakan untuk menyaring dan menganalisis ayat-ayat al-Qur�an. Karena itu ayat-ayat al-Qur�an menjadi fokus utama dalam penelitian yang menggunakan Sintaksis Arab sebagai saringannya ini. Ayat-ayat Makiyah menggunakan sekitar 71% pola Sintaksis Arab, sedangkan ayat-ayat Madaniyah menggunakan sekitar 66% saja. Pola Sintaksis Arab yang ditemukan terdapat dalam ayat-ayat Makiyah dan tidak terdapat dalam ayatayat Madaniyah ada sekitar 8%, sedangkan pola yang ditemukan terdapat dalam ayat-ayat Madaniyah dan tidak terdapat dalam ayat-ayat Makiyah ada sekitar 3%. Penelitian ini membuktikan klaim Q. S. al-Mulk : 3-4. ??????? ?????? ?????? ?????????? ???????? ??? ????? ??? ?????? ?????????? ???? ????? ? ??? ????????? ????????? ???? ????? (?- ???? ?? ? ????. ?? ? ? ??????? ????????? ?????????? ?????????? ???????? ????????? ???????? ?? ? ??? ???????. (???? ?????: ? vi Tulisan ini juga menunjukkan bahwa salah satu kemukjizatan al-Qur�an pada ayat-ayat Makiyah adalah karakteristik dan kecenderungannya dalam memilih penggunaan pola-pola Sintaksis yang mampu menyampaikan pesan secara umum dan mengandung makna relatif banyak. seperti penggunaan al-Amsi>, Tahdhi>r, Talla>hi dan lainnya
The effects of backpack loads and placements on postural deviation in healthy Malaysian school children
Background: Studies on the effects of children's backpacks continue to receive attention from researchers despite it being extensively discussed over the past decade. This concern has a strong basis because scientific literature has revealed significant associations between carrying heavy backpacks and the immediate or future health effects on children, including musculoskeletal pain as well as physiological, biomechanical and psychosocial effects. The purpose of this study was to investigate the effects of backpack load and placement on postural deviation in healthy Malaysian school children.
Methods: A randomized control experimental study was conducted on 136 healthy school children in Malaysia using systematic random sampling. Inclusion criteria were school children aged between 6 and 12 years old, free from any musculoskeletal diseases or disorders, able to stand upright and happy to wear biking shorts and tight t-shirts. Nine postural angles were measured during interventions namely the trunk, neck, gaze, head on neck, lower limb, tragus, acromion and pelvic. An intervention condition comprises the combinations of three backpack loads (5%, 10% or 15% BW) and three placements on the back (T7, T12 or L3). Photographs of the sagittal and frontal plane were taken during unloaded (baseline) and interventions. Postural angles were measured using the UTHSCSA Image Tool software. Changes in postural angles were assessed using the repeated measures ANOVA. The Pearson’s correlation test was performed to determine the relationship between postural angles with the participants’ characteristics (age, gender and BMI) while the Chi-square test was performed to identify the association between participants’ physical characteristics and perception of discomforts.
Results: The angle of the trunk, neck, gaze, head on neck, lower limb changes significantly when carrying the backpack load of 10% BW placed at T7 and T12. All postural angles (the trunk, neck, gaze, head on neck, lower limb, tragus, acromion and pelvic, tragus, acromion and pelvic) changed significantly when carrying a backpack load of 15% BW regardless of placement (T7, T12, L3); p < 0.01. A significant association was also found between age and the angle of trunk and neck as well as BMI and the angle of the neck and lower limb; p < 0.05. However, no significant association was found between participants’ physical characteristic and perceptions of discomfort.
Conclusions: School children should not carry backpack loads exceeding 15% BW and the backpack should be placed at a lower location on the back (L3) to reduce postural deviations
