1,721,160 research outputs found
Penerimaan Masyarakat Sidenreng Rappang Terhadap Dakwah KH. Abdul Muin Yusuf
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, KH. Abdul Muin Yusuf memiliki konsep pemikiran dakwah Kultural dan menggunakan metode dakwah Bil Kitabah atau Bil-Qalam (tulisan). Sedangkan gerakan dakwah anregurutta
KH. Abdul Muin Yusuf mencakup Sedangkan gerakan dakwah anregurutta KH. Abdul Muin Yusuf mencakup beberapa aspek, yaitu; Gerakan dakwah sebagai ulama (Qadhi), Tokoh Politik, dan sebagai Pendidik. Kedua, Pesan-pesan dakwah Islam yang disampaikan anregurutta KH. Abdul Muin Yusuf kepada masyarakat mengandung arti dakwah Islam secara lafdziyah atau harfiah. Pesan-pesan dakwah anregurutta KH. Abdul Muin Yusuf terhadap masyarakat yaitu, pesan dakwah pada aspek politik, pesan dakwah pada aspek aqidah,
pesan dakwah pada aspek akhlak dan pesan dakwah pada aspek budaya lokal. Implikasi dari penelitian ini adalah: (1) Dengan mengetahui sejarah hidup anregurutta KH. Abdul Muin Yusuf dalam menjalankan dakwahnya di Kabupaten
Sidenreng Rappang diharapkan dapat menjadi acuan dan pedoman bagi para penyampai dakwah dalam memberikan pemahaman ajaran-ajaran agama kepada masyarakat Indonesia. (2) Dengan adanya penelitian ini diharapkan bisa menjadi salah satu pendukung dalam pengembangan ilmu-ilmu dakwah, baik pada kaum akademik, masyarakat dan peneliti itu sendiri
Pemikiran dan Gerakan Gakwah Kh. Abdul Muin Yusuf di Kabupaten Sidenreng Rappang
This research aims to examine, analyze, and reveal the Movements and Thoughts as well as the messages of Islamic preaching by KH. Abdul Muin Yusuf in Sidenreng Rappang Regency. The main issues are: How are the thoughts and preaching movements carried out by Anregurutta K.H. Abdul Muin Yusuf in Sidenreng Rappang Regency? This research is a qualitative descriptive study using a preaching approach. The data collection methods used are observation, interviews, and documentation. Then, data processing and analysis techniques are carried out through three stages: data reduction, data display, and conclusion drawing. The results of this research indicate that: First, KH. Abdul Muin Yusuf has a concept of Cultural Preaching thought and uses the Book or Writing (Bil-Kitabah or Bil-Qalam) method of preaching. Meanwhile, the preaching movements of Anregurutta KH. Abdul Muin Yusuf encompass several aspects, namely; preaching movements as a religious scholar (Qadhi), Political Figure, and as an Educator.Pemikiran serta pesan-pesan dakwah KH. Abdul Muin Yusuf di Kabupaten Sidenreng Rappang. Dengan Pokok masalah yaitu; Bagaimana pemikiran dan gerakan dakwah yang dilakukan oleh Anregurutta K.H. Abdul Muin Yusuf di Kabupaten Sidenreng Rappang? Jenis penelitian ini ialah kualitatif deskritif dengan menggunakan pendekatan pendekatan dakwah. Selanjutnya metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Lalu, teknik pengolahan dan analisis data dilakukan dengan melalui tiga tahapan, yaitu: reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, KH. Abdul Muin Yusuf memiliki konsep pemikiran dakwah Kultural dan menggunakan metode dakwah Bil-Kitabah atau Bil-Qalam (tulisan). Sedangkan gerakan dakwah anregurutta KH. Abdul Muin Yusuf mencakup Sedangkan gerakan dakwah anregurutta KH. Abdul Muin Yusuf mencakup beberapa aspek, yaitu; gerakan dakwah sebagai ulama (Qadhi), Tokoh Politik, sebagai sebagai Pendidik
K.H. Abdul Muin Yusuf: Perjuangan, Pemikiran, dan Pengaruhnya di Sulawesi Selatan
Disertasi ini membahas tentang K.H. Abdul Muin Yusuf: Perjuangan, Pemikiran, dan Pengaruhnya di Sulawesi Selatan. Masalah pokok yang dikemukakan dalam disertasi ini adalah: Pertama, Bagaimana latar belakang keluarga, Pendidikan, dan lingkungan sosial budaya yang mempengaruhi Penikiran, Perjuangan, dan Pengaruh K.H. Abdul Muin Yusuf ? Kedua, Bagaimana Perjugangan K.H. Abdul Muin Yusuf dalam revulusi kemerdekaan, DI/TII, NU, dan Golkar, serta MUI ? Ketiga, Bagaimana Pemikiran K.H. Abdul Muin Yusuf dalam bidang teologi, fiqi, dan sosial budaya? Keempat, Bagaimana Pengaruh K.H. Abdul Muin Yusuf menurut pandangan tokoh masyarakat, murid-murid, dan kolleganya? Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan tentang K.H. Abdul Muin Yusuf : Perjuangan, Pemikiran, dan Pengaruhnya di Sulawesi Selatan.
Untuk mengurai pokok permasalahan, penulis menggunakan pendekatan interdisipliner, di antaranya pendekatan historis, sosiologis, dan teologis. Tujuannya untuk menganalisis secara utuh dari profil K.H. Abdul Muin Yusuf baik dari segi perjuangannya, maupun dari segi pemikiran dan pengaruhnya di Sulawesi Selatan. Dalam mengumpulkan data, penulis menggunakan penelitian lapangan (field research), dan penelitian kepustakaan (library research). Cara kerjanya yaitu penulis melakukan observasi ke daerah penelitian dan mewawancarai beberapa tokoh kunci dan pada tahap berikutnya data yang telah terkumpul kemudian diolah dan dianalisis dengan metode dan teknik penelitian untuk merusmuskan kesimpulan-kesimpulan.
Temuan penelitian ini dapat dikemukakan sebagai berikut: Pertama, K.H. Abdul Muin Yusuf adalah seorang sosok ulama multidimensi. Dia tidak hanya sebagai seorang agamawan, tetapi ia juga seorang negarawan. Ia adalah seorang tokoh yang sangat konsisten dan tegas pada prinsip. Selain itu, Dia juga seorang aktifis organisasi yang mumpuni. Dia ada di mana-mana, namun demikian ia tidak ke mana-mana. Kedua, Semasa hidup hingga akhir hayatnya, K.H. Abdul Muin Yusuf telah banyak menorehkan karya nyata dan buah-buah pemikiran yang dapat menjadi suri teladan bagi generasi berikutnya. Beberapa karya dan prestasi yang diraihnya menunjukkan bahwa Dia adalah seorang ulama yang susah dicari bandingannya. Sumbangan yang nyata telah banyak Dia berikan, sejak dari zaman perjuangan kemerdekaan sampai zaman mempertahankan kemerdekaan, atau sejak zaman Orde Lama dan Orde Baru sampai pada Orde Reformasi. Ketiga, Dalam sisi pemikiran, K.H. Abdul Muin Yusuf tidak pernah menganjurkan murid-muridnya untuk bersikap fanatik pada salah satu mazhab tertentu. Walaupun Dia sendiri mempunyai corak tersendiri bahkan dapat dikatakan Dia mempunyai mazhab tersendiri dalam menyampaikan dakwah Islamiyah dimana dakwahnya mampu diserap dan dicerna oleh semua golongan, baik dari golongan awam sampai golongan kelas atas. Dari sudut pandang keilmuan, dakwah K.H. Abdul Muin Yusuf itu lengkap dari sudut ontologi dan epistemologi, bahkan aksiologinya juga terukur karena orang yang mendengarkan dakwahnya langsung bisa mempraktekkannya. Dalam menyampaikan dakwah Islamiyah, K.H. Abdul Muin Yusuf betul-betul meletakkan prinsip “rahmatan lil ‘alamien” (kasih sayang bagi alam semesta) dan ia menyampaikan dakwahnya sesuai kondisi masyarakat. Walaupun dakwahnya tersebut disampaikan dalam bahasa Bugis, ceramahnya menukik dan tepat sasaran karena didasari oleh pengkajian-pengkajian keilmuan. Dari segi kepribadian dan keilmuannya, K.H. Abdul Muin Yusuf sangat konsisten menjalankan independensinya sebagai seorang ulama dalam arti tidak didikte dan dikontrol oleh pemerintah
KOMPARASI TARI PENYAMBUTAN MARELLAU PAMMASE DEWATA CIPTAAN ANIDA DENGAN TARI PENYAMBUTAN ALUSU’ CIPTAAN ABDUL MUIN
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perbandingan baik berupa persamaan maupun perbedaan ragam gerak, pola lantai, kostum, musik iringan, penari, properti dan segala aspek bentuk penyajiannya secara
keseluruhan mengenai Tari Penyambutan Marellau Pammase Dewata Ciptaan ANIDA dengan Tari Penyambutan Alusu’ Ciptaan Abdul Muin .
Tari penyambutan ciptaan ANIDA dengan tari penyambutan ciptaan Abdul Muin
merupakan tari kreasi baru yang dapat memperkenalkan dan melestarikan
budaya daerah dan merupakan salah satu asset Nasional. Penelitian ini
merupakan penelitian deskriptif dengan rancangan analisis kualitatif, yaitu
menggambarkan atau memaparkan secara langsung hasil penelitian yang
diperoleh di lapangan apa adanya, sesuai dengan tujuan penelitian. Narasumber
yang memberikan informasi ialah seorang budayawan, seniman dan terlibat
langsung dengan titik fokus masalah. Teknik yang digunakan dalam
pengumpulan data adalah teknik observasi (pengamatan), wawancara, dan
dokumentasi (foto, video dan dokumen tertulis). Hasil penelitian dari tari
penyambutan Marellau Pammase Dewata ciptaan ANIDA dengan tari
penyambutan Alusu’ ciptaan Abdul Muin memiliki perbedaan dan persamaan.
Di mana perbedaannya terletak pada struktur gerak dan bentuk penyajiannya,
baik berupa ragam gerak, pola lantai, kostum, musik pengiring, properti, dan
juga tata panggung. Tari penyambutan ciptaan ANIDA dapat ditampilkan di
panggung maupun di arena, namun tari penyambutan ciptaan Abdul Muin
hanya ditampilkan di arena. Adapun persamaannya yaitu memilki fungsi tari
yang sama, di mana dapat digunakan sebagai tari penyambutan tamu agung dan
tamu istimewa, penarinya diperankan oleh kaum perempuan dan musik serta
gerakannya menggambarkan ciri khas etnik Bugis.
Kata kunci: Komparasi tari penyambutan, struktur gerak
TAREKAT SUFIYAH ISLAM DALAM PEMIKIRAN TASAWUF H. ABDUL MUIN HIDAYATULLAH
This paper describes only the existence of Islamic Sufiyah tarekat (TSI) in the thought of H. Abdul Muin Hidayatullah. The results show that the TSI was built by H. Abdul Muin since 1955 after he was brought into a spiritual meeting with Rasulullah, Prophet Adam and Moses as well as 40 leaders of an Islamic state. At that time, he had been inducted as a murshid Zabir tarekat, while Murshid is the Messenger of Allah. That's when it started developing tarekat until he passed away, 1995 at the age of 87 years. Murshid was replaced by his own son, K.H. Abdullah al-Mahdi and develop it until now. The Islamic Sufiyah Tarekat is growing quite rapidly; reaching 7,000 people are now members, consisting of listeners, students, followers and supporters. They spread in South Kalimantan, especially in Banjarmasin, and in the District Tabunganen Tabalong, and actively carry out the teaching daily deed specified. It is in meaningful, positive impact on the development of faith and piety of its members.</jats:p
TAREKAT SUFIYAH ISLAM DALAM PEMIKIRAN TASAWUF H. ABDUL MUIN HIDAYATULLAH
This paper describes only the existence of Islamic Sufiyah tarekat (TSI) in the thought of H. Abdul Muin Hidayatullah. The results show that the TSI was built by H. Abdul Muin since 1955 after he was brought into a spiritual meeting with Rasulullah, Prophet Adam and Moses as well as 40 leaders of an Islamic state. At that time, he had been inducted as a murshid Zabir tarekat, while Murshid is the Messenger of Allah. That's when it started developing tarekat until he passed away, 1995 at the age of 87 years. Murshid was replaced by his own son, K.H. Abdullah al-Mahdi and develop it until now. The Islamic Sufiyah Tarekat is growing quite rapidly; reaching 7,000 people are now members, consisting of listeners, students, followers and supporters. They spread in South Kalimantan, especially in Banjarmasin, and in the District Tabunganen Tabalong, and actively carry out the teaching daily deed specified. It is in meaningful, positive impact on the development of faith and piety of its members
Penjagaan aurat dan pengamalan solat dalam kalangan atlet murid Sekolah Sukan Negeri Perak / Faiz Syahrin Abdul Muin
Sekolah Sukan Negeri merupakan satu institusi pendidikan diwujudkan bagi melahirkan atlet murid yang cemerlang dari aspek akademik dan sukan elit serta seimbang dari aspek jasmani, emosi, rohani dan intelek. Namun demikian, terdapat dalam kalangan atlet murid yang mendedahkan aurat serta meninggalkan solat meskipun telah diberi penekanan dalam silibus kurikulum Pendidikan Islam sekolah rendah dan menengah. Kajian ini bertujuan mengetahui kefahaman, pengamalan, faktor-faktor yang mempengaruhi serta hubung kait di antara kefahaman dengan amalan melalui Kurikulum Pendidikan Islam dalam aspek aurat dan solat dalam kalangan atlet murid. Data yang diperoleh daripada borang soal selidik mengandungi lima skala likert yang diproses menggunakan perisian SPSS (Statistical Package for Social Science) versi 23 di mana sampel kajian tersebut terdiri daripada 162 orang yang mewakili keseluruhan 260 atlet murid di Sekolah Sukan Negeri Perak . Dapatan daripada soal selidik berkenaan mendapati bahawa min kefahaman atlet murid di Sekolah Sukan Negeri Perak terhadap aurat dan solat berada pada tahap sangat tinggi. Faktor utama yang mempengaruhi penjagaan aurat dan pengamalan solat adalah jati diri daripada didikan awal ibu bapa diikuti dengan guru, jurulatih dan persekitaran institusi pendidikan. Kefahaman terhadap aurat dan solat mempunyai hubungan yang signifikan terhadap penjagaan aurat dan pengamalan solat atlet murid
A survey on the repair and maintenance cost of machinery at Sime Darby Plantation, Serkam-Kemendore divion for the year 2015 / Abdul Muin Abdul Balim
As the population of the world increases, the demand for cooking fat has steadily increases. One of product that can cope with the demand is palm oil. Although there is no problem with the demand, there is a problem with production. The main factors that limit the production are the availability of land for oil palm planting. One of the available options is to increase efficiency of oil palm production. TIns make the task is very labor intensive and has very low coverage per working day. In the plantation level, to increase the efficiency of production is with the implementation of mechanization and with the implementation of mechanization, the efficiency could be improved. The ratio of work done is said to be 1 to 1.83. Macmne efficiency is crucial to maintain high level of output. Properly maintained and adjusted macmne also reduces field breakdown. The more field downtime incurred the mgher the operating cost and ultimately decrease profit level. The research is done in three parts which are the satisfaction level survey, the repair and maintenance cost model and the division between the internal and external repair done on the machine. The results are illustrated in the form of a graph and table displaying the skewness test result. Efficiency of the machine must be improve and the cost must lowered to increase the profit level of plantatio
Supporting and engaging isolated language learners in Open and Distance Learning (ODL) classes a comparative study between a Malaysian and an Indonesian university undergraduate students / Norhaiyati Abdul Muin
Covid-19 has suddenly shifted physical classrooms to fully online. Not only educators, but also students are forced to resort to fully Open and Distance Learning (ODL) classes overnight. With lack of preparation, there are multitude of problems faced by both. Initially, the students welcomed the ability of studying at the comfort of their homes; later however, many have complained on difficulties faced in coping with ODL classes. At the same time, in changing the modes, a one-size-fits-all approach is often employed by the lecturers. In other words, internal content is converted into a form that they believe suitable for an external delivery. However, there is a significant problem with this approach, especially with students who feel isolated and disengaged from the physical classrooms. When compared to their counterparts who are more self-regulated learners, these students often face some barriers that they may not experience in face-to-face or blended learning environment to fully participate in their coursework. The online environment also poses challenges for many academic staff who need to master technological competency and proficiency within a limited time period. This paper provides one lecturer’s findings and perspectives facilitating students learning online. Primary data collected from a self-administered online survey questionnaire are analysed descriptively in a general survey of trends, involving 162 survey respondents among degree students from UiTM Kelantan and an Indonesian university. It also includes students’ responses and critical commentaries on some of the challenges faced by the students and the implications of more ODL classes in futur
- …
