2,490 research outputs found
Gerakan sosial keagamaan ajaran Abdul Jabbar di Bandung 1962-2005
Gerakan sosial keagamaan ajaran Abdul Jabar di Bandung (1962-2005) merupakan sebuah gerakan sosial keagamaan elementer, berupa gerakan sosial keagamaan fenomena religoius berlatar ajaran tarekat. Ajaran tarekat Abdul Jabbar berbeda dengan ajaran-ajaran tarekat yang ada. Tarekat ini berkembang pesat di Bandung pada masa-masa revolusi, kekisruhan, dan adanya kristenisasi. Pada tahun 1952 terdapat larangan kepada pendiri untuk tidak lagi mengajarkan tarekat. Pada tahun 1962 pendiri tarekat meninggal dunia. Dalam perjalanannya banyak mendapatkan tantangan, banyak yang mengkatagorikan sebagai ajaran bid’ah, disamakan dengan ajaran Hikmah dan Kebatinan, disamping bahwa kalangan Abdul Jabbar sendiri sebagai ajaran yang tertutup, dan memegang prinsip bukan ajaran yang mesti dipublikasikan, namun yang terpenting adalah pelaksanaan ibadah. Walaupun pendirinya sudah tiada, namun gerakan sosial keagamaannya terus berlanjut sebagai fenomena religius elementer lanjutan. Pada tahun 1962-2005, instrumen-instrumen ajaran banyak yang dibukukan dan pada tahun 2005 ajaran inti Lafdhul Jalalah disalin ulang untuk disebarluaskan kepada para penganutnya.
Berdasarkan uraian di atas, terdapat beberapa rumusan masalah, sebagai berikut, pertama, Bagaimana Sejarah Berdirinya Gerakan Sosial keagamaan Ajaran Abdul Jabbar di Bandung (1962-2005), kedua, Bagaimana Instrumen-instrumen Ajaran Abdul Jabbar dalam Gerakan Sosial keagamaannya, di Bandung (1962-2005) dan ketiga, Bagaimana Implementasi Gerakan Sosial keagamaan Ajaran Abdul Jabbar, di Bandung (1962-2005).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Sejarah Berdirinya Gerakan Sosial keagamaan Ajaran Abdul Jabbar di Bandung (1962-2005), Instrumen-instrumen Ajaran Abdul Jabbar dalam Gerakan Sosial keagamaannya, di Bandung (1962-2005), dan Implementasi Gerakan Sosial keagamaan Ajaran Abdul Jabbar, di Bandung tahun 1962-2005.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang dilakukan dengan empat tahapan yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Adapun landasan teoritis yang digunakan adalah filsafat sejarah Rakean Darmasiksa dan Sociological history (sejarah sosial) pada fenomena Religius Durkheim.
Berdasarkan penelitian disimpulkan bahwa, pertama Sejarah Gerakan sosial keagamaan ajaran Abdul Jabar di Bandung (1962-2005) adalah fenomena religius elementer lanjutan yang didirikan oleh mama Amilin pada tahun 1928, berlatar ajaran tarekat. Tarekat ini awalnya bernama tarekat Ruhul Kudus, kemudian berubah menjadi tarekat Ruhul Kamal, dan pada akhirnya bernama Asma Abdul Jabbar. Gerakan sosial keagamaan ajaran Abdul Jabbar di Bandung (1962-2005) sudah memakai nama Asma Abdul Jabbar. Kedua, Instrumen ajaran Abdul Jabbar terdiri dari dua yaitu Kalimah Lafdhul Jalalah (zikir) dan Tauhid Penerangan Islam (pengetahuan tauhid). Ketiga, Implementasi gerakan sosial keagamaan ajaran Abdul Jabbar di Bandung (1962-2005), diimplementasikan pada tiga bagian utama yaitu kedigjayaan, pengobatan dan penyembuhan berbagai macam penyakit serta dakwah ajaran, yang dibagi dalam tiga periode yaitu periode tahun 1962-1970, tahun 1970-1998 dan periode tahun 1998-2005
TAKWIL DALAM PERSPEKTIF ABDUL JABBAR (Sebuah Tawaran Hermeneutika al-Qur’an)
Abstract; Takwil is one of the ways to interpret Qur’an that is maintained and developed by Muktazilah. As that reason, this study focuses on Takwil initiated by Abdul Jabbar, the last Muktazilah figure. This study discussed theoretical background, object and method that are used by Abdul Jabbar in his takwil. Then, this researcher is summed up Abdul Jabbar Takwil is growing rapidly. As the reason, his takwil is in line with modern hermeneutics principals and Abdul Jabbar is one of interpreter that sees inherence between natural meaning and interpreter subjectivity.Keywords : Takwil, al-Qur’an, Abdul Jabbar</jats:p
Kareem Abdul-Jabbar
Kings-Bucks-Omaha: Bucks\u27 Kareem Abdul-Jabbar (33) towers above Kings\u27 Sam Lacey (44) on a Bucks\u27 scoring play, during the 1st half of the Kansas City-Omaha Kings-Milwaukee game 3/6. Milwaukee won, 111-99.https://digitalcommons.chapman.edu/upi_african_american/1053/thumbnail.jp
[Decentralization in Iraq between efficient governance and political parties]
[Abdul Jabbar Abdullah]Text arabischArabische Schrif
Kareem Abdul-Jabbar has no time for NBA's Covid vaccine selfishness
https://www.nbcnews.com/think/opinion/kareem-abdul-jabbar-has-no-time-nba-s-covid-vaccine-ncna128027
Analysis of the performance of a permanent- magnet A.C. machine
The work presented in this thesis is mainly involved with predicting and evaluating the performance of a hybrid permanent-magnet reluctance synchronous motor. Both computational and experimental results are presentedThe analysis of permanent-magnet machines is very complex due to the presence of both hard and soft magnetic materials, saturation, etc. Conventional methods of analysis are therefore not very suitable. A complete field solution method based on a finite element technique has been used for studying the machine performance. Various aspects of the finite element method as applied to the analysis of permanent-magnet machine fields are also discussed. In order to avoid difficulties of convergence in numerical solutions, iuse has been made of an apparent permeability in re-formulating the field equations. When the magnetic field perpendicular to the initial polarisation is large there is uncertainty about the field components in those directions. Two models for this vector representation have been suggested and tried in solving the fields of several kinds of permanent magnets. A computer program capable of solving many types of field problems has vii been developed. It has also been used in studying several important aspects of design of hybrid motors. A method of analysis, based on field solution, has been suggested for predicting the steady state performance of a hybrid permanent-magnet motor. A system for the accurate measurements of the dynamic performance of motors has been developed and described in this thesis. An analysis of the results of dynamic measurements such as currents, accelerating torques, pull-in and pull-out torques, etc. has also been presented.</p
NAQD IBN TAIMIYAH LIL-QADHI ABDEL JABBAR FI RU'YATILLAH TA'ALA
permasalahan melihat Allah adalah permasalahan yang sudah ada sejak permulaan masa Mu’tazilah dan masa Ahmad bin Hanbal. Permasalahan tersebut terus berlanjut sampai masa Al-Qadhi Abdul Jabbar dan Ibnu Taimiyyah. Melihat Allah adalah sebuah permasalahan akal, oleh karena itulah beberapa kelompok dan madzhab saling berbeda pendapat dalam menetapkan persoalan ini, sebagian mereka mengatakan bahwasanya Allah tidak dapat dilihat di dunia dan di akhirat dan sebagian lainnya menetapkan bahwa Allah dapat dilihat ketika di akhirat nanti. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui hakekat permasalahan ini melalui kritik Ibnu Taimiyyah terhadap pemikiran Al-Qadhi Abdul Jabbar tentang melihat Allah dan mengetahui metode apa yang digunakan oleh keduanya.Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif dengan memaparkan argumentasi Al-Qadhi Abdul Jabbar tentang melihat Allah dan metode analisis dengan menganalisis pemikiran Al-Qadhi Abdul Jabbar dalam permasalahan tersebut, kemudian menganalisis kritik Ibnu Taimiyyah terhadap argumentasi Al-Qadhi Abdul Jabbar tentangpermasalahan melihat Allah yang bersumber dari Al-Qur'an dan Al-HadistSetelah melakukan penelitian secara mendalam, peneliti menemukan beberapa metode yang digunakan oleh Al-Qadhi Abdul Jabbar di dalam membahas akidah yaitu : mengedepankan akal dari pada naql, menjadikan akal sebagai dalil, menolak khabar wahid dan memakai dalil dari ta’wil al kalamiy. Sedangkan metode Ibnu Taimiyyah dalam membahas masalah aqidah yaitu mengedepankan naql dari pada akal, menjadikan khabar wahid sebagai dalil , menolak ta’wil al-kalamiy, dan memakai dalil yang bersumber dari Al-Quran dan Hadist Shahih
Social Mobile Devices as Tools for Qualitative Research in Education: iPhones and iPads in Ethnography, Interviewing, and Design-Based Research
This paper’s focus is on the development of research methodologies to investigate learning in higher education. These methodologies have made use of Social Mobile Devices (SMD) for data collection, a relativity new concept in qualitative research. The paper provides examples of practice linked with discussions from the Learning Without Frontiers Conference 2011 (LWF 2011) around the constraints, affordances, and ethical issues inherent in the use of SMDs for research. While the researchers used Apple iPhones and Apple iPads, this should not limit the applicability of the paper to other devices. It is hoped that this paper will aid the development of these tools for research purposes in the future through wider discussion, use, and dissemination. Technological development of SMDs continues unabated, hence developing methodologies around their use is an important task that will enable researchers to take advantage of the future applications they provide, whilst being aware of their impact upon the research process
- …
