53 research outputs found
CAWISAN DARI KULTUR KE STRUKTUR: Studi tentang Perubahan Sistem Pembelajaran Islam Tradisional
Аннотированный список мохообразных Левобережного Полесья (Украина).
Бойко М. Ф. 2011: Анотований список мохоподібних Лівобережного Полісся (Україна). Чорноморськ. бот. ж., Т.7, № 2:У статті подано список видів мохоподібних Лівобережного Полісся (у межах Київської, Чернігівської, Сумської областей України). Для кожного виду вказуються місця збору, коротка характеристика місцезростань, дата збору, прізвища збирачів. Крім власних матеріалів, наводяться гербарні матеріали (KW, KHER), які були в основному визначені або переглянуті автором статті, а також відомості з літературних джерел. Види розташовані за системою, яка прийнята у Чеклісті мохоподібних України. The list of bryophyta species of Left-bank Polissja ( in the limits of Kiev, Chernigov and Sumy regions of Ukraine) is given. For each species the places and dates of collection and short characteristics of habitats, surnames of collectors are pointed out. Besides the author's materials the herbarium data (KW, KHER) are presented, which were looked through by the author of the article as well as information from the literary sources. The species are ranged according to the system, adopted in the Checklist of Bryophyta of Ukraine. В статье подано список видов мохообразных Левобережного Полесья (в пределах Киевской, Чениговской и Сумской областей Украины). Для каждого вида указываются места сбора и короткая характеристика местопроизрастаний, дата сбора, фамилия сборщиков. Кроме собственных материалов, приводятся гербарные материалы (KW, KHER), которые были определены или просмотрены автором статьи, а также сведения из литературных источников. Виды расположены по системе, которая принята у Чеклисте мохообразных Украины
Annotated cheklist of the Bryobionta of the Left-bank Polissja (Ukraine)
Бойко, М.Ф. 2011: Анотований список мохоподібних Лівобережного Полісся (Україна). Чорноморськ. бот. ж., Т. 7, № 2:144-187.У статті подано список видів мохоподібних Лівобережного Полісся (у межах Київської, Чернігівської, Сумської областей України). Для кожного виду вказуються місця збору, коротка характеристика місцезростань, дата збору, прізвища збирачів. Крім власних матеріалів, наводяться гербарні матеріали (KW, KHER), які були в основному визначені або переглянуті автором статті, а також відомості з літературних джерел. Види розташовані за системою, яка прийнята у Чеклісті мохоподібних України. В статье подано список видов мохообразных Левобережного Полесья (в пределах Киевской, Чениговской и Сумской областей Украины). Для каждого вида указываются места сбора и короткая характеристика местопроизрастаний, дата сбора, фамилия сборщиков. Кроме собственных материалов, приводятся гербарные материалы (KW, KHER), которые были определены или просмотрены автором статьи, а также сведения из литературных источников. Виды расположены по системе, которая принята у Чеклисте мохообразных Украины. The list of bryophyta species of Left-bank Polissja ( in the limits of Kiev, Chernigov and Sumy regions of Ukraine) is given. For each species the places and dates of collection and short characteristics of habitats, surnames of collectors are pointed out. Besides the author's materials the herbarium data (KW, KHER) are presented, which were looked through by the author of the article as well as information from the literary sources. The species are ranged according to the system, adopted in the Checklist of Bryophyta of Ukraine
Rabbani's Character in Social Media: A Study of the Relevance of Al-Qur'an Meme's Instagram Mubadalah.id with Interpretations of Mufasir Nusantara
This article aims to examine the idea of Instagram Mubadalah.id about the character of Rabbani in the Qur’an. In the post that was uploaded in the form of a meme on its website, Mubadalah.id seems to have contributed thoughts about the character of Rabbani that men and women must have. This is interesting to study further, considering that Mubadalah.id is an Instagram social media that actively posts issues around Islam, especially those related to gender. By using qualitative methods and a virtual ethnographic approach, this article concludes that Mubadalah.id’s Instagram provides the idea of nine Rabbani characters based on verses of the Koran which are packaged in the form of memes, namely: having faith in Allah, always doing good deeds, protecting oneself from lust for the world, intertwin hablun minan-nas, have commendable morals, do not oppress women, are aware of their potential, are aware of slander within themselves, and behave in rahmatan lil ‘alamin. The nine characters of Rabbani in the Qur'an offered by Mubadalah.id are very relevant to the interpretation of Mufasir Nusantara against the verses which are used as a benchmark to designate the character of Rabbani. Therefore, the nine Rabbani characters need to be applied in Indonesian social life to achieve a better life
Munasabah Al-Qur’an Surah Juz ‘Amma: Relasi antara Kandungan Makna dengan Nama
Artikel ini bertujuan menjelaskan relasi antara kandungan makna al-Qur’an dengan nama-nama surah, khususnya dalam juz ‘Amma. Agar penjelasan tidak terlalu meluas, penulis hanya memfokuskan pada empat surah yaitu al-Naba’, al-Takwir, al-Insyirah dan al-Nashr. Dengan menggunakan jenis penelitian kepustakaan murni secara content analysis, hasil kajian menunjukkan bahwa munasabah al-Qur’an dalam kajian ‘Ulum al-Qur’an merupakan sebuah ilmu yang membahas keterkaitan antara ayat satu dengan ayat lainnya, atau ayat satu dalam suatu surah dengan ayat lainnya dalam surah yang berbeda. Keterkaitan ini tidak lain untuk saling melengkapi sebuah pemahaman kandungan makna sehingga rahasia cakrawala al-Qur’an dapat tersingkap, dan hal-hal yang dimaksudkan oleh Allah dapat terungkap. Sementara relasi antara kandungan makna dengan nama surah yang ada dalam Juz ‘Amma, dapat diketahi dari penjelasan nama-nama surah secara bahasa yang mengandung korelasi kuat dengan penjelasan ayat-ayat berikutnya. Meskipun nama-nama surah Juz ‘Amma sering diambil dari ayat pertama, tetapi ketika dipahami kandungan maknanya secara keseluruhan, tampak adanya keserasian (munasabah) antar keduanya. Dengan demikian, penulis berasumsi bahwa adanya keterkaitan antara kandungan makna dengan nama-nama surah Juz ‘Amma ini, dapat menambah khazanah macam-macam munasabah al-Qur’an berupa munasabah antara nama surah dengan kandungan makna kelompok surah pertama
Belajar Al-Qur’an di Era Disrupsi: Peluang, Tantangan dan Solusi
Artikel ini membahas tentang bagaimana belajar al-Qur’an di era disrupsi mulai dari tantangan, peluang serta solusinya. Dengan menggunakan studi pustaka melalui metode kualitatif yang bersifat deskriptis-analitis, artikel ini menyimpulkan bahwa di era disruspsi terdapat banyak perubahan terjadi yang menimbulkan berbagai tantangan dalam belajar Al-Qur’an. Hal tersebut dapat diimbangi dengan meningkatkan peluang belajar di era disrupsi, yakni dengan jiwa inovatif yang bisa dikembangkan, jiwa kreatif yang bisa dimunculkan, serta jiwa dinamis yang bisa diwujudkan. Dari peluang tersebut dapat memunculkan solusi dalam belajar di era disrupsi dengan menanamkan teori dari Muhammad Abid al-Jabiri yakni Irfani, Bayani, dan Burhani. Teori yang ditawarkan al-Jabiri ini menyerukan untuk meningkatkan tauhid dan rasa keagamaan serta kemuanusiaan, dan tidak menutup diri dari hal-hal yang terus berkembang di luar kehendak diri manusia, terutama dari beragam pemikiran keagamaan. Di samping itu, teori ini juga memberi arahan agar terus berusaha mengkontekstualisasikan nilai-nilai yang pernah diterima oleh Nabi SAW berupa al-Qur’an serta konteks dari al-Qur’an itu sendiri pada sejarah kenabian untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.Artikel ini membahas tentang bagaimana belajar al-Qur’an di era disrupsi mulai dari tantangan, peluang serta solusinya. Dengan menggunakan studi pustaka melalui metode kualitatif yang bersifat deskriptis-analitis, artikel ini menyimpulkan bahwa di era disruspsi terdapat banyak perubahan terjadi yang menimbulkan berbagai tantangan dalam belajar Al-Qur’an. Hal tersebut dapat diimbangi dengan meningkatkan peluang belajar di era disrupsi, yakni dengan jiwa inovatif yang bisa dikembangkan, jiwa kreatif yang bisa dimunculkan, serta jiwa dinamis yang bisa diwujudkan. Dari peluang tersebut dapat memunculkan solusi dalam belajar di era disrupsi dengan menanamkan teori dari Muhammad Abid al-Jabiri yakni Irfani, Bayani, dan Burhani. Teori yang ditawarkan al-Jabiri ini menyerukan untuk meningkatkan tauhid dan rasa keagamaan serta kemuanusiaan, dan tidak menutup diri dari hal-hal yang terus berkembang di luar kehendak diri manusia, terutama dari beragam pemikiran keagamaan. Di samping itu, teori ini juga memberi arahan agar terus berusaha mengkontekstualisasikan nilai-nilai yang pernah diterima oleh Nabi SAW berupa al-Qur’an serta konteks dari al-Qur’an itu sendiri pada sejarah kenabian untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
Mencuri Potong Tangan Dalam Al-Qur’an Surah Al-Maidah Ayat 38 (Studi Komperatif Tafsir An-Nuur Dan Tafsir Al-Azhar)
Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan Tafsir An-Nuur dan Tafsir Al-Azhar, terhadap Surah Al-Maidah ayat 38. Ayat ini membahas tentang hukuman potong tangan bagi pencuri sebagai bentuk sanksi yang ditetapkan oleh Allah. Masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana Tafsir An-Nuur dan Tafsir Al-Azhar menafsirkan Surah Al-Maidah ayat 38, serta bagaimana perbedaan dan persamaan penafsiran tersebut mempengaruhi penerapan hukum potong tangan bagi pencuri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data primer diperoleh dari kitab tafsir An-Nuur dan Tafsir Al-Azhar, sementara data sekunder diperoleh dari berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua tafsir sepakat bahwa hukuman potong tangan adalah sanksi yang ditetapkan oleh Allah untuk memberikan efek jera dan mencegah tindak pencurian. Namun, terdapat perbedaan, Tafsir An-Nuur menekankan hukuman potong tangan hanya diberlakukan bagi pencuri yang sudah melakukan pencurian berkali-kali. Sebaliknya, Tafsir Al-Azhar lebih cenderung pada penafsiran tekstual yang ketat. Implikasi hukum dari penafsiran Tafsir An-Nuur cenderung lebih fleksibel dan mempertimbangkan aspek kemanusiaan, sementara Tafsir Al-Azhar menekankan pada penerapan hukum yang tegas dan konsisten
Keeping Pets from the Hadith Perspective
This study aims to discuss keeping pets from the perspective of the hadith. This study uses a qualitative approach by applying the analytical descriptive method. The formal object of this research is the hadith of the Prophet Muhammad regarding pets. The results of this research and discussion show that we are taught to love each other with fellow living beings, including pets. This study concludes that it is permissible to keep animals that are not prohibited by the Shari\u27a such as dogs and the importance of paying attention to the things that are needed by the pets they have, from eating, drinking, sheltering and so on
Dialektika Ideologi Islam Tradisionalis dan Reformis: Analisis Pemahaman Bisri Musthafa dan Hasbi Ash-Shiddieqy
Tidak dapat dipungkiri bahwa ideologi yang dianut oleh setiap mufasir tidak dapat dilepaskan dari dalam dirinya etika menafsirkan sebuah ayat al-Qur’an. Studi ini mengkaji tentang dialektika antara ideologi Islam tradisionalis dan reformis yang terdapat dalam tafsir al-Ibriz karya Bisri Musthafa dan tafsir an-Nur karya Hasbi ash-Shiddieqy. Dalam kajian ini, penulis menggunakan studi pustaka (library research) murni dengan menggunakan teori sosiologi pengetahuan dari Karl Mannheim secara deskriptif-komparatif. Dengan demikian, kajian ini menghasilkan bentuk-bentuk dialektika di antara kedua tafsir yang meliputi seputar masalah taqlid, tawassul, dan bid’ah. Dari berbagai masalah tersebut, kedua mufasir memiliki pedapat yang saling bertolak belakang. Bisri sebagai pembela muslim Tradisionalis menerima praktik-praktik tersebut. Sementara Hasbi sebagai pembela Muslim reformis dengan tegas menolaknya. Dialektika tersebut berdampak pada perkembangan ilmu pengetahuan, pola pikir generasi setelah mufasir tersebut, dan memiliki kontribusi terhadap perkembangan khazanah tafsir al-Qur’an di Indonesia.Tidak dapat dipungkiri bahwa ideologi yang dianut oleh setiap mufasir tidak dapat dilepaskan dari dalam dirinya etika menafsirkan sebuah ayat al-Qur’an. Studi ini mengkaji tentang dialektika antara ideologi Islam tradisionalis dan reformis yang terdapat dalam tafsir al-Ibriz karya Bisri Musthafa dan tafsir an-Nur karya Hasbi ash-Shiddieqy. Dalam kajian ini, penulis menggunakan studi pustaka (library research) murni dengan menggunakan teori sosiologi pengetahuan dari Karl Mannheim secara deskriptif-komparatif. Dengan demikian, kajian ini menghasilkan bentuk-bentuk dialektika di antara kedua tafsir yang meliputi seputar masalah taqlid, tawassul, dan bid’ah. Dari berbagai masalah tersebut, kedua mufasir memiliki pedapat yang saling bertolak belakang. Bisri sebagai pembela muslim Tradisionalis menerima praktik-praktik tersebut. Sementara Hasbi sebagai pembela Muslim reformis dengan tegas menolaknya. Dialektika tersebut berdampak pada perkembangan ilmu pengetahuan, pola pikir generasi setelah mufasir tersebut, dan memiliki kontribusi terhadap perkembangan khazanah tafsir al-Qur’an di Indonesia
- …
