4 research outputs found

    MEKANISME PENYELESAIAN KONFLIK SOSIAL MELALUI PENDEKATAN KEWILAYAHAN (STUDI KASUS ANTARA PEKERJA DI KECAMATAN BAHODOPI KABUPATEN MOROWALI)

    No full text
    Penelitian ini membahas konflik sosial yang terjadi antara para pekerja di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, yang dipicu oleh kesalahpahaman, perbedaan kepentingan, dan lemahnya komunikasi antar kelompok. Peneliti menggunakan pendekatan kewilayahan sebagai metode penyelesaian konflik, dengan mempertimbangkan kondisi sosial, budaya, dan geografis wilayah setempat. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi terhadap tokoh masyarakat, pemerintah, dan perwakilan pekerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyelesaian konflik dilakukan melalui kerjasama lintas sektor, seperti pembatasan kegiatan kelompok tanpa izin dan penguatan peran tokoh kerukunan. Peran pemerintah sangat penting dalam mediasi dan pengawasan sosial, terutama melalui regulasi dan komunikasi lintas etnis. Pendekatan kewilayahan terbukti efektif dalam menciptakan suasana damai dan mencegah konflik serupa terulang kembali

    Inisiasi Pendampingan Sekolah Berwawasan Lingkungan Dan Mitigasi Bencana Alam (SWALIBA) Di SMA Negeri 5 Sigi Kabupaten Sigi

    No full text
    Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan satuan pendidikan (sekolah) dapat mengintegrasikan karakter sadar lingkungan dan meningkatkan kapasitas dalam kesiapsiagaan terhadap bencana. Rincian masalah tersebut dapat diurai dengan mempertanyakan (1) bagaimana pemahaman pendidikan lingkungan dan kebecanaan komunitas sekolah, (2) bagaimana kesiapan sekolah dalam integrasi kebijakan program lingkungan dan kebencanaan, dan (3) bagaimana kapasitas sumberdaya sekolah dalam mendesain dan mengimplementasi program sekolah berwawasan lingkungan dan mitigasi bencana. Jenis penelitian ini bersifat kualitatif. Metode menggunakan metode terapan dengan teknik Focus Grup Discusion (FGD) dan workshop (pendampingan). Pelaksanaan penelitian ini dibedakan menjadi 3 tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap analisis. Hasil kajian Berdasarkan hasil evaluasi yang telah dilaksanakan bahwa dapat  dikatakan warga sekolah butuh peningkatan kapasitas dalam kesiapsiagaan terhadap bencana dan pemahaman warga sekolah tentang edukasi bencana masih sangat kurang. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa inisiasi program Swaliba perlu diimplementasikan di sekolah

    Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal Masyarakat Desa Tompe Kabupaten Donggala

    No full text
    Kearifan lokal merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh masyarakat dalam mengurangi dampak bencana. Kearifan lokasi juga merupakan warisan atau tradisi turun temurun pada suatu kelompok masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mitigasi bencana masyarakat berbasis kearifan lokal desa Tompe Kecamatan Sirenja. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan ekologi atau kelingkungan. Informan penelitian ini terdiri dari 20 masyarakat, 1 tokoh agama, dan 1 tokoh adat. Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat nama lokal dalam masyarakat desa Tompe atau toponimi yang digunakan masyarakat dalam menyebutkan wilayah atau bencana alam. Tompe yang berarti lumpur diartikan bahwa desa Tompe pada zaman dulu yaitu berlumpur. Istilah tsunami sendiri diartikan sebagai lembotalu atau ombak yang besar. Untuk nama gempa masyarakat Tompe menyebutkan dengan linggu dan istilah ogo adalah air. Selain itu, masyarakat masih menjaga dan melestarikan kearifan lokal budaya setempat.

    STRATEGI PENGEMBANGAN EKOWISATA BAHARI SEBAGAI SUMBER BELAJAR GEOGRAFI PARIWISATA

    No full text
    Learning is good to support the quality of learning. The development of marine ecotourism can be used as a learning resource for the tourism geography courses teaching materials appropriate to the needs of students. This type of research is a case study, with the stages of research done of preliminary studies, surveys and data verification, feasibility analysis and final stage is to do situational analysis (SWOT) to analyze the condition of strategic environmental developments. The results of the feasibility analysis of marine ecotourism in the category Donggala feasible or good for the development of marine ecotourism. Students know the strengths, weaknesses, opportunities and threats, as well as marine ecotourism development priority order by using SWOT analysis. Pembelajaran yang baik dapat menunjang kualitas pembelajaran. Pengembangan ekowisata bahari dapat dijadikan sebagai sumber belajar matakuliah geografi pariwisata untuk bahan ajar yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Jenis penelitian ialah penelitian studi kasus, dengan tahapan penelitian yang dilakukan yaitu studi pendahuluan, survei dan verifikasi data, analisis kelayakan dan tahap terakhir yaitu melakukan analisis situational (SWOT) untuk menganalisis kondisi lingkungan strategis kawasan pengembangan. Hasil analisis kelayakan ekowisata bahari Kabupaten Donggala berada pada kategori layak atau baik untuk pengembangan ekowisata bahari. Mahasiswa tahu kekuatan, kelemahan, peluang dan ancamannya, serta urutan prioritas pengembangan ekowisata bahari dengan menggunakan analisis SWOT
    corecore