1,720,969 research outputs found
Situs Liyangan Dan Sejarahnya : Peradaban Adiluhung Di Lereng Gunung (Edisi Revisi)
Buku berjudul Situs Liyangan dan Sejarahnya, Peradaban Adiluhung di Lereng Gunung ini secara khusus ditujukan untuk dunia pendidikan, sebagai bacaan yang ringan. Terbitnya buku ini sangat melegakan dan patut disambut dengan baik. Sesungguhnya, perhatian terhadap dunia pendidikan melalui publikasi hasil penelitian arkeologi selaras dengan kerangka kebijakan pemerintah, utamanya di bidang peningkatan kualitas SDM melalui penguatan pendidikan karakter. Terkait dengan hal tersebut, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional dan Balai Arkelogi di Indonesia telah menggagas strategi pemasyarakatan hasil penelitian arkeologi yang difokuskan pada sasaran dunia pendidikan. Strategi tersebut diberi tajuk Rumah Peradaban. Selain sebagai sarana pendidikan dan pencerdasan bangsa, Rumah Peradaban juga menjadi media untuk mempertemukan masyarakat dengan sejarah dan budaya masa lampaunya melalui pemahaman nilai-nilai yang terkandung di dalamnya. Kegiatan utama dalam program Rumah Peradaban adalah 1) destinasi pendidikan, 2) pembuatan peraga pendidikan, dan 3) penyusunan buku pengayaan pendidikan. Buku berjudul Situs Liyangan dan Sejarahnya, Peradaban Adiluhung di Lereng Gunung cetakan ke-2 yang juga merupakan edisi revisi ini disusun dalam rangka program Rumah Peradaban 2020 di situs Liyangan. Terlepas dari segala keterbatasan yang ada, buku ini sesungguhnya memiliki dimensi informasi dan pengetahuan baru dalam perjalanan sejarah Indonesia. Materi dan substansinya telah disederhanakan dari hasil-hasil penelitian yang tadinya bersifat ilmiah.
Sehubungan dengan hal tersebut, tidak berlebihan jika terbitnya buku ini layak disambut dan diapresasi dengan baik, bukan saja sebagai bagian dari program Rumah Peradaban tetapi juga sebagai bentuk usaha untuk mendiseminasikan hasil penelitian arkeologi kepada dunia pendidikan. Harapannya adalah agar penggalan sejarah kebudayaan dan peradaban bangsa Indonesia yang telah diungkap dapat dimaknai guna mendorong rasa cinta pada budaya dan peradaban luhur. Pada gilirannya, hal
itu sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam rangka penguatan pendidikan karakter melalui pemahaman jati diri
Benteng Van den Bosch dalam lintasan sejarah
Buku ini berisi tentang sejarah Benteng Van de Bosch yang terletak di Jawa Timur. Hadirnya buku ini diharapkan dapat menambah wawasan serajah dan peradaban kolonial di Jawa, khususnya di Jawa Timur. Selain itu juga akan bermanfaat bagi pelestarian Benteng Van de Bosch di masa sekarang dan masa yang akan datang
Lasem dalam rona sejarah Nusantara : sebuah kajian arkeologis
Banyak orang mengenal Lasem hanya sebagai sebuah kota perlintasan kecil di jalur pesisir utara Jawa Tengah. Memang Lasem “hanya” merupakan sebuah kota kecamatan di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Namun demikian sebenarnya Lasem sudah cukup terkenal―terutama karena batiknya―dan sebagai kota kuno bernuansa Cina, sehingga Lasem sering juga disebut sebagai Tiongkok Kecil. Penyebutan itu didasarkan atas dominasi etnik Cina yang bermukim di Lasem sejak beberapa abad yang lalu lengkap dengan berbagai bangunan tempat tinggal mereka yang bernuansa Cina. Sebenarnya sejarah Lasem tidak dimulai dari titik itu saja, melainkan Lasem memiliki jejak sejarah yang lebih panjang dari itu. Setidaknya sejak masa Majapahit nama Lasem sudah disebut-sebut di berbagai catatan sejarah. Penelitian arkeologi pernah dilakukan di wilayah Lasem, yaitu di antaranya di Caruban dan Bonang, sementara penelitian arsitektur juga pernah dilakukan terhadap bangunanbangunan etnis Cina
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Beberapa benteng Belanda di Jawa Tengah
Tinggalan arkeologi yang berupa bangunan pertahanan, dalam hal ini benteng, cukup banyak ditemukan tersebar diberbagai wilayah di Indonesia. Tinggalan tesebut meliputi benteng-benteng yang dibuat oleh kerajaan-kerajaan setempat di berbagai pulau di Indonesia, maupun yang didirikan oleh bangsa-bangsa asing yang pernah hadir di Nusantara
KAJIAN TENTANG RANCANG BANGUN BENTENG KOMPENI DI JEPARA
One of the means of defense dating from the colonial period in Java is the Dutch fortresses, some of which can still be seen today. The existence of these fortresses implied a conflict between community groups in the archipelago against the colonialists, which forced the colonial side to establish various means of defense to counter the people's struggle. Among a number of former Dutch forts in Java, one that can still be seen is a fort located in Jepara. This fort, known as Benteng VOC or Benteng Kompeni, is located in Ujung Batu Village, Jepara District, Jepara Regency, Central Java Province. To be precise, the fort was located at the top of a hill overlooking the Java Sea
- …
