26 research outputs found
Pengaruh PenerapanStrategi Belajar Aktif Tipe Practice Rehearsal Pairs terhadap Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Muara Bungo
Student learning outcomes look low. This is one factor that can show that students' mastery of mathematical concepts is still weak. This problem is estimated because learning is still centered on the lecturer, to overcome this problem is by implement learning aktif tipe Practice rehearsal pairs. This research aims to determine whether students' conceptual understanding of statistical learning aktif tipe Practice rehearsal pairs type active learning is better than understanding students' concepts with conventional learning.
This type of research is experimental research with the subject random design. The population in this research were STKIP students. The sampling technique is random, selected sample class. The instrument used in this research is the final test of learning in the form of essays. The data obtained were analyzed using normality test, homogeneity test and t-test.
Based on the results of data analysis obtained the average learning outcomes of students who received treatment were 78,33 higher and the percentage of each indicator understanding the concept in the higher class. From the results of the t statistic test, it was obtained tcount = 2,15and ttable = 1,71, so that tcount > ttable and from MINITAB software obtained p-value = 0.010. It can be seen that p-value is smaller than α = 0.05. It can be concluded that the understanding of the concept of students who use Giving Question and Getting Answer type active learning is better
Pengaruh Pembelajaran Aktif Tipe Collaborative Learning Groups terhadap Pemahaman Konsep dan Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa Kelas VIII SMPN di Kecamatan Lembah Gumanti
The ability of understanding mathematical concepts and communication skills was a math learning goals stated by the Ministry of Education, and was a very important aspect in learning mathematics. Lack of communication skills and understanding of mathematical concepts students will affect the quality of student learning that result in low student achievement in school, it was also happening in SMP N Lembah Gumanti. Coperative learning group learning strategies was one alternative to improve the liveliness and creativity of students in learning. This research is a Quasi Experiment. The population in this study were students of SMP N Lembah Gumanti District. The samples in this study were students of class VIII 2 SMPN 2 Lembah Gumanti as experimental class and VIII A SMPN 1 grade students as a class randomly selected controls. Instrument used was a written test. The data obtained were analyzed using test mann- whitney u. The results showed that the ability of understanding the overall concept and capable students who are taught by low initial learning activen learning higher than students taught with conventional learning, communication skills and capable overall high initial learning strategies taught by ctiven learning higher than the students who taught by conventional learning
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE SNOWBALL THROWING DAN DIIRINGI TEKA-TEKI SILANG PADA PEMBELAJARAN KOMSEP DASAR MATEMATIKA STKIP MUHAMMADIYAH BUNGO
Setelah diadakan observasi selama pembelajaran berlangsung diperoleh gambaran mengenai aktivitas mahasiswa selama penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dan diiringi Teka-Teki Silang. Aktivitas belajar siswa pada kelas eksperimen secara keseluruhan terjadi peningkatan persentase siswa yang melakukan aktivitas untuk setiap pertemuan dan untuk setiap indikator. Berdasarkan data hasil belajar siswa pada kedua kelas sampel, setelah dilakukan uji hipotesis dengan uji-t pada taraf ? = 0,05 diperoleh dan . karena t > t maka hipotesis yang diajukan diterima yaitu hasil belajar matematika siswa setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dan diiringi Teka-Teki Silang lebih baik dari siswa yang menggunakan pembelajaran konvensiona
PENGARUH PEMBELAJARAN AKTIF TIPE GIVING QUESTION AND GETTING ANSWER TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP MAHASISWA PADA PEMBELAJARAN STATISTIK
Hasil belajar mahasiswa terlihat rendah. Ini merupakan salah satu faktor yang dapat menunjukkan bahwa penguasaan mahasiswa terhadap konsep matematika juga masih rendah. Masalah ini diperkirakan karena pembelajaran masih terpusat pada dosen,untuk mengatasi masalah tersebut yaitu dengan melaksanakan pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran aktif tipe Giving Question and Getting Answer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah pemahaman konsep mahasiswa pada pembelajaran statistik dengan menerapkan pembelajaran aktif tipe Giving Question and Getting Answer lebih baik dari pada pemahaman konsep mahasiswa dengan pembelajaran konvensinal. Jenis penelitian ini penelitian eksperimen dengan rancangan random subjek. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa STKIP. Teknik pengambilan sampel adalah secara acak,terpilih kelas sampel Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes akhir belajar dalam bentuk essay. Data diperoleh di analisis dengan menggunakan uji normalitas, uji homogenitas dan uji-t. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh rata-rata hasil belajar mahasiswa kelas yang mendapat perlakuan adalah 77,14 lebih tinggi dan persentase tiap-tiap indikator pemahaman konsep pada kelas lebih tinggi. Dari hasil uji statistik t diperoleh thitung=2,44 dan ttabel=1,645, sehingga thitung > ttabel dan dari software MINITAB diperoleh p-value=0.010. Terlihat bahwa p-value lebih kecil dari pada , dapat disimpulkan pemahaman konsep mahasiswa yang menggunakan pembelajaran aktif tipe Giving Question and Getting Answer lebih baik
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK DUA TINGGAL DUA TAMU DENGAN MENGGUNAKAN LKS PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA SISWA KELAS X SMAN 1 LEMBAH GUMANTI
Kemampuan memahami konsep matematika dan keterampilan komunikasi merupakan tujuan pembelajaran matematika yang dinyatakan oleh Departemen Pendidikan, dan merupakan aspek yang sangat penting dalam pembelajaran matematika. Kurangnya keterampilan komunikasi dan pemahaman konsep matematika siswa akan mempengaruhi kualitas belajar siswa yang mengakibatkan rendahnya prestasi belajar siswa di sekolah, hal itu juga terjadi di SMA N Lembah Gumanti. Koperatif tipe two stay two stray adalah salah satu alternatif untuk meningkatkan keaktifan dan kreativitas siswa dalam belajar. Penelitian ini adalah Eksperimen Kuasi. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA Negeri N Lembah Gumanti. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas X3 SMAN 1 Lembah Gumanti sebagai kelas eksperimen dan siswa kelas X4 SMAN 1 sebagai kelas kontrol yang dipilih secara acak. Instrumen yang digunakan adalah tes tertulis. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji u. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan memahami konsep keseluruhan dan kemampuan siswa yang diajar dengan pembelajaran awal rendah mengaktifkan pembelajaran lebih tinggi daripada siswa yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional, keterampilan komunikasi dan keseluruhan strategi pembelajaran awal yang mampu tinggi. yang diajar dengan pembelajaran konvensional
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball throwing dan diiringi Teka-Teki Silang Pada Pembelajaran Statistik STKIP Muhammadiyah Bungo
There are some factors affect the low result of learning Math, one of them is the students are not serious in studying, and the students' activity in learning is still less. The group works given by the teacher are only done by the smart students in the group, while the other group members do not do anything. To overcome this problem, one of the models that can be implemented is the cooperative learning using Snowball Throwing with the crossword puzzle.After conducting the observation during the class by implementing the cooperative learning using snowball throwing and crossword puzzle, it was found that there was an improvement of learning activity at the experiment classroom.Based on the result from both of experiment and control groups, after doing the hypothesis test at α = 0,05, it was found and . because t > t , so the hypothesis was proved that the result of studying at the group with the implementation of cooperative learning using snowball and crossword puzzle is better than the group with a conventional way.Rendahnya hasil belajar matematika mahasiswa disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah mahasiswa kurang serius dalam belajar matematika dan aktifitas mahasiswa dalam pembelajaran matematika juga masih rendah. Tugas-tugas kelompok yang diberikan hanya dikerjakan oleh mahasiswa yang pintar saja, sedangkan anggota kelompok lain banyak yang bermain-main. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar adalah dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dan diiringi Teka-Teki Silang.Setelah diadakan observasi selama pembelajaran berlangsung diperoleh gambaran mengenai aktivitas mahasiswa selama penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dan diiringi Teka-Teki Silang. Aktivitas belajar mahasiswa pada kelas eksperimen secara keseluruhan terjadi peningkatan persentase mahasiswa yang melakukan aktivitas untuk setiap pertemuan dan untuk setiap indikator. Berdasarkan data hasil belajar mahasiswa pada kedua kelas sampel, setelah dilakukan uji hipotesis dengan uji-t pada taraf α = 0,05 diperoleh dan . karena t > t maka hipotesis yang diajukan diterima yaitu hasil belajar matematika mahasiswa setelah menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Snowball Throwing dan diiringi Teka-Teki Silang lebih baik dari mahasiswa yang menggunakan pembelajaran konvensiona
Pengaruh Blended Learning terhadap Pamahaman Konsep dan Keterampilan Komunikasi dalam Pembelajaran IPA Mahasiswa PGSD di STKIP Muhammadiyah Muara Bungo
Tujuan penelitian kuasi eksperimen ini untuk mengetahui: (1) pengaruh keterampilan komunikasi mahasiswa/i yang diberi metode blended learning dengan mahasiswa yang diberi pembelajaran konvensional; (2) pengaruh keterampilan komunikasi dengan pemahaman konsep tinggi yang menggunakan metode blended learning dibandingkan yang menggunakan pembelajaran konvensional; (3) pengaruh keterampilan komunikasi dengan pemahaman konsep rendah yang menggunakan metode blended learning dibandingkan yang menggunakan pembelajaran konvensional; (4) interaksi antara metode pembelajaran dengan pemahaman konsep terhadap keterampilan komunikasi dalam pembelajaran IPA. Subjek penelitian ini mahasiswa/I semeseter genap (6) tahun ajaran 2020/2021 kelas A dan B. Jumlah sasaran sebanyak Kelas A 30 orang dan kelas B 30 orang. Jenis penelitian ini pretest-posttest nonequivalent group design. Teknik pengumpulan data : dengan lembar tes tertulis dan lembar observasi simulasi pengajaran. Hasil penelitian menunujukan bahwa: (1) keterampilan komunikasi mahasiswa/i yang diberi metode blended learning lebih tinggi thitung = 1,910 > ttabel = 1,708; (2) Keterampilan komunikasi dengan pemahaman konsep tinggi menggunakan metode blended learning dan konvensional tidak ada perbedaan yang signifikan thitung = 1,87 t tabel = 2,56; (4) tidak terdapat interaksi antar metode pembelajaran dengan pemahaman konsep terhadap keterampilan komunikasi dalam pembelajaran IP
PENINGKATAN PROSES DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL NUMBER HEAD TOGETHER (NHT) DI SEKOLAH DASAR
This research is motivated by the problem of the process and learning outcomes of students in learning mathematics in Class V SD Negeri 101/II Muara Bungo is still low, as evidenced by the results of initial observations, of 43 students only 15 (35%) students who meet the KKM. The reason is that educators still dominate learning by using the lecture method, so that it is less attractive to students to learn. The purpose of this study was to describe the application of the NHT model in improving the process and learning outcomes of mathematics in class V. The type of research used in this study was CAR. This research was carried out in two cycles, each cycle consisting of two meetings. Data collection techniques used observation, and learning outcomes tests, while data analysis used quantitative and qualitative approaches. The results showed that: (1) in the first cycle the application of the NHT model in the learning process of the educator aspect reached 88% and the student aspect reached 72%. While in the second cycle there was an increase in the aspect of educators 94% and aspects of students 88%. (2) In the second cycle the application of the NHT model, the students' learning outcomes reached 70% completeness and in the second cycle they increased to 84%. Based on the results of the study, it can be concluded that the process and learning outcomes of fifth grade mathematics at SD Negeri 101/II Muara Bungo can be improved through the use of the NHT model.Penelitian ini dilatarbelakangi permasalahan proses dan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran matematika di Kelas V SD Negeri 101/II Muara Bungo masih rendah, dibuktikan pada hasil observasi awal, dari 43 peserta didik hanya 15 (35%) peserta didik yang memenuhi KKM. Penyebabnya adalah pendidik masih mendominasi pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah, sehingga kurang menarik minat peserta didik untuk belajar. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan model NHT dalam meningkatkan proses dan hasil belajar matematika di kelas V. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah PTK. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dan tes hasil belajar, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pada siklus I penerapan model NHT dalam proses belajar aspek pendidik mencapai 88% dan aspek peserta didik mencapai 72%. Sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan dari aspek pendidik 94% dan aspek peserta didik 88%. (2) Pada siklus II penerapan model NHT hasil belajar peserta didik mencapai ketuntasan 70% dan pada sklus II mengalami peningkatan mencapai ketuntasan 84%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proses dan hasil belajar matematika kelas V SD Negeri 101/II Muara Bungo dapat ditingkatkan melalui penggunaan model NHT
Matematika SD
Kajian ini disusun sebagai referensi pembelajaran bagi guru dan mahasiswa PGSD dengan pendekatan yang sederhana, praktis, dan mudah dipahami. Materi yang disajikan mencakup topik-topik inti sesuai Kurikulum Nasional, dilengkapi dengan ringkasan materi dan rumus yang efisien untuk memudahkan pemahaman. Kajian ini bertujuan membantu menciptakan suasana belajar matematika yang menyenangkan, serta mendorong siswa agar lebih tertarik dan percaya diri dalam mempelajari matematika sejak dini
Asesmen Pembelajaran: Strategi Evaluasi, Teknik Penyusunan Soal, dan Pelaporan Hasil Belajar
Dengan pendekatan yang sistematis dan aplikatif, kajian ini mengajak pembaca untuk memahami dasar-dasar evaluasi dan pengukuran dalam pembelajaran, mengenal prinsip dan teknik penilaian yang sesuai dengan karakteristik siswa SD, serta mengembangkan instrumen asesmen yang adil dan efektif.
