1,720,989 research outputs found
Hubungan sikap dan kemampuan kerjasama terhadap pembelajaran online menggunakan pendekatan tutor teman sebaya pada materi siklus sel mata kuliah biologi sel di IAIN Palangka Raya
Upaya membangun sikap positif dalam pembelajaran karakter merupakan bagian dari kurikulum diera revolusi 4.0 yaitu menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan literasi baru meliputi revolusi data, literasi teknologi dan literasi manusia yang berakhlak. Pembelajaran di era revolusi 4.0 memiliki tujuan utama dalam menanamkan pendidikan karakter yang kuat pada mahasiswa. Karakter yang diharapkan tercermin dalam sikap dan kemampuan saling bekerjasama antar individu.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap mahasiswa dalam pembelajaran online dan mengetahui kemampuan kerjasama mahasiswa dalam pembelajaran online. Serta mengetahui hubungan antara sikap mahasiswa dan kemampuan kerjasama terhadap hasil belajar dalam pembelajaran online menggunakan pendekatan tutor teman sebaya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Jenis penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Variabel yang akan dikaji yaitu sikap mahasiswa, kemampuan kerjasama dan hasil belajar. Data diambil melalui angket dan soal. Teknik analisis data terdiri atas tiga tahap, yaitu tahap analisis skala likert, uji n-gain dan uji korelasi product moment. Uji hipotesis menggunakan korelasi product moment dengan bantuan aplikasi SPSS 21.
Hasil penelitian ini menunjukkan sikap dan kemampuan kerjasama terhadap hasil belajar mahasiswa berkorelasi positif baik secara persial maupun secara simultan. Sikap terhadap hasil belajar kognitif mahasiswa berkorelasi positif di lambangkan dengan r hitung sebesar 0,534. Kemampuan kerjasama r hitung sebesar 0,417. Hubungan antara sikap dan kemampuan kerjasama mahasiswa terhadap hasil belajar online berkorelasi secara simultan dengan korelasi sebesar 0,001.
Abstract
Efforts to build a positive attitude in character learning are part of the revolution era 4.0 curriculum, which is to produce graduates with new literacy skills including data revolution, technological literacy and moral human literacy. Learning in the revolutionary era 4.0 has the main objective of instilling strong character education in students. The expected character is reflected in the attitude and collaboration skills to work together between individuals.
This study aims to determine student attitudes in online learning and determine the collaboration skills of student cooperation in online learning. As well as knowing the relationship between student attitudes and the collaboration skills to work together on learning outcomes in online learning using the peer tutor approach.
This study uses a quantitative approach. This type of research uses a quantitative descriptive approach. The variables to be studied are student attitudes, collaboration skills and learning outcomes. The data were collected through questionnaires and questions. The data analysis technique consists of three stages, namely the Likert scale analysis stage, the n-gain test and the product moment correlation test. Hypothesis testing uses product moment correlation with the help of the SPSS 21 application.
The results of this study indicate that the attitude and collaboration skills on student learning outcomes are positively correlated both partially and simultaneously. Attitudes towards student cognitive learning outcomes have a positive correlation, which is represented by r count of 0.534. The collaboration skills r count is 0.417. The relationship between the attitude and ability of student cooperation on online learning outcomes is simultaneously correlated with a correlation of 0.001
Pengaruh Keberadaan Industri Air Kemasan terhadap Aktivitas Wisata Permandian Alam Waetuwo di Desa Waetuwo Kabupaten Bone
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Perkembangan kegiatan wisata secara signifikan mengalami peningkatan salah satunya jumlah pengunjung tiap tahunnya yang bertambah dari tahun 2016-2020 tertinggi ditahun 2019 dengan jumlah pengunjung 16.774 orang dan terendah ditahun 2016 yaitu 8.455 orang serta penambahan sarana prasarana dari tahun 2016 sampai 2020 terbanyak di tahun 2019 jumlah yang terbangun sangat meningkat, dari segi perkembangan industri yaitu mengalami perubahan industri air kemasan dilihat dari penambahan jumlah sarana, jangkauan kegiatan, jumlah tenaga kerja penambahan luas bangunan serta pembukaan cabang industri baru. Sedangkan terkait pengaruh keberadaan industri keberadaan industri
air kemasan terhadap aktivitas wisata permandian alam Waetuwo terdapat pengaruh yang signifikan diantaranya jumlah pengunjung, prasarana wisata, atraksi, dan aksesibilitas, dan tingkat kerusakan lingkungan adapun yang tidak berpengaruh dengan keberadaan industri air kemasan diantaranya sarana wisat
Pengaruh Sarana dan Prasarana Perpustakaan terhadap Minat Kunjungan Siswa di SMA Negeri 11 Bone
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana dan prasarana perpustakaan
berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 71%. Minat kunjungan
siswa di perpustakaan juga berada pada kategori sedang dengan persentase
sebesar 74%. Adapun hasil analisis statistik inferensial menunjukkan bahwa t hitung
= 8,096 > t tabel = 1,969 pada taraf signifikansi 5%, maka Ho ditolak dan Ha
diterima. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara sarana dan prasarana
perpustakaan terhadap minat kunjungan siswa di SMA Negeri 11 Bone
Hubungan Antara Peer Group dengan kemandirian Belajar Mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi Angkatan 2015/2016 UIN Alauddin Makassar
Hasil penelitian berdasarkan analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa kemandrian belajar berada pada kategori rendah dengan nilai rata-rata 88,56 dan peer group berada pada kategori sedang dengan nilai rata-rata 87. Sedangkan hasil analisis statistik inferensiasi diperoleh hasil bahwa r x hitung lebih besar dari r atau 0,27 ≥ 0,24, HO ditolah dan H 1 tabel diterima, artinya ada hubungan antara peer group dengan kemandirian belajar mahasiswa Jurusan Pendidikan Biologi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Alauddin Makassar. Dimana nilai sig. 2-tailed adalah 0,00 ≤ 0,05
Bridal Shower: Tren Perayaan Melepas Masa Lajang di Kalangan Perempuan di Kota Makassar
Bridal shower is a celebration of letting go of single status adopted from European and American culture. This has become a new form of ceremony held by a friendship group, as the bridesmaids. It examines the adoption process of bridal shower, the process of the celebration itself, and the meaning of such celebration from both bridesmaids and bride to be.
This qualitative research was conducted in the capital city of Makassar, It involved 14 informant whose age between 21 and 26 years. They consist of eight bridesmaids who make and plan a bridal shower, four bride to be who have received a surprise bridal shower celebration, and two party planners who have five years experience in organizing such celebration. Data was collected using the combination of in-depth interview and observation, examining 18 cases of bridal shower celebration.
The study indicates that bridal shower is conducted as a moment of separation and as a form of support from bridesmaids to the bride to be who will be heading to a new life. The reasons behind the celebration of bridal shower includes the presence of group awareness, moment of letting go of friend, as a form of group support, following trend, and as a form of reciprosity. The celebration of bridal shower includes five stages. First, welcoming bride to be with a number of surprises. Second, embedding of attributes with the use of a crown to show the privileges of the bride to be and a shawl as a medium for writing funny messages that generally relate to the transfer of status and sexuality. Third, playing games in the form of questions with sanctions. Fourth, disclosing messages and impressions from the bridesmaid to the bride to be; Fifth, ending up eating together while reminiscing. Although each stage has its own purpose, they are all meant to make the bride to be happy. Bridal shower celebration is full of meanings, namely: as a status switch, as a medium for self reflection and introspection, and as a moment for friendship group existence. Bridesmaids support is very significant considering that the transition from one status to another and incoming new responsibilities both create fears to the bride to be. Thus, bridal shower celebrations become a transitional ritual at the critical moment because, on the one hand, bride to be has already "bound" by the acceptance of groom’s proposal; on the other hand, the status of marriage has not been grasped, a moment which Van Gennep (1960) termed as "rites de passage". A bridal shower celebration is a moment in which the bride to be stretches herself towards getting married. Bridal shower is also a medium for reflection and introspection, accompanied by the expression of messages of "farewell", discourses or advice to the bride to be. Bridal shower is also a moment to show the existence of a friendship group through uploading photos/videos of bridal shower celebration on social media and an event to display status, for both bridesmaids and brides to be
Dampak Pengungkapan Intellectual Capital terhadap Harga Saham dengan Penguatan Financial Performance (Studi pada Perusahaan Manufaktur yang Listing pada Bursa Efek Indonesia Tahun 2017-2018)
Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa value added human capital meningkatkan harga saham. Structural capital velue added dan costumer
value added human capital meningkatkan harga saham. Variabel moderasi yakni financial performance memperkuat dampak pengungkapan value added human capital terhadap harga saham. Akan tetapi, dalam penelitian ini financial performance tidak memperkuat dampak pengungkapan structural capital value added dan costumer capital value added terhadap harga saham
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INSIDE OUTSIDE CIRCLE (IOC) TERHADAP HASIL BELAJAR BAHASA INDONESIA SISWA KELAS V SDN 27 WOJA
Peserta didik kurang aktif (pasif) dalam mengemukakan pendapat dan pengetahuannya terkait materi pembelajaran model pembelajaran yang digunakan guru dalam kegiatan pembelajaran adalah model pembelajaran lansung dengan menggunakan metode ceramah. Masalah yang sama juga terjadi di SDN 27 Woja dimana tenaga pengajar masih sering menggunakan metode belajar ceramah dalam kegiatan belajar. hal tersebut tentunya berdampak kepada minat dan antusiasme belajar siswa dalam mengikuti pelajaran, dan berdampak pula kepada hasil belajar siswa. Hal tersebut membuat penulis mencoba melakukan sebuah eksperimen yaitu Penerapan model pembelajaraninside outside circle (ioc) terhadap hasil belajar pada tema 2 subtema 2 pembelajaran ke-2 siswa kelas V SDN 27 Woja
Metode penelitian yang digunakan dalam peneltian ini adalah metode penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian eksperimen. tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pengunaan model pembelajaran Inside Outside Circle(IOC) terhadap hasil belajar siswa kelas V SDN 27 Woja metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan menggunakan instrument.
Hasil penelitian adalah hasil uji tes kelas pre test atau kelas control mendapakan nilai rata-rata 14,067 sementara kelas eksperimen atau kelas post test mendapatkan nilai yang lebih tinggi yaitu dengan rata-rata 18,2. Hal tersesebut menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan yang disebabkan oleh penggunaan model pembelajaran Inside Outside Circle(IOC) terhadap hasil belajar siswa kelas V.SDN 27 Woja Hasil uji Paired Samples Test diamana nilai signifikansi yang ditemukan adalah 0,000 yang artinya lebih kecil.dari 0,05 yang artinya adalah adanya perbedaan yang signifikan antara variabel awal dengan variabel akhir. Dengan demikinan maka Ho yang berbunyi tidak ada perbedaan rata-rata antara hasil belajar pretesr dan posttest yang artinya tidak ada pengaruh penggunaan model pembelajaran isnde outside circle (IOC) terhadap hasil belajar siswa di tolak, dan Ha yang berbunyi ada perbedaan rata-rata antara hasil pre test dan pos test adalah pengaruh model pembelajaran inside outside cirlec( IOC) terhadap hasil belajar siswa diterima
Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Nyaring Melalui Metode Demonstrasi Siswa Kelas III MI Muhammadiyah Kertak Hanyar Kabupaten Banjar
Astina. 2015. Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Nyaring Melalui Metode Demonstrasi Siswa Kelas III MI Muhammadiyah Kertak Hanyar Kabupaten Banjar. Skripsi, Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan.
Pembimbing: Dr. H. Ridhani Fidzi, M.Pd.
Kata Kunci: Membaca Nyaring, Metode Demonstrasi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar membaca nyaring melalui metode demonstrasi siswa kelas III MI Muhammadiyah Kertak Hanyar Kabupaten Banjar dan bagaimana aktivitas guru dan siswa selama pembelajaran.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research), yaitu bentuk pembelajaran yang bersifat reflektif untuk memperbaiki kondisi pembelajaran dan meningkatkan kemantapan rasional dari tindakan melaksanakan tugas dengan proses pengkajian berdaur, yaitu merencanakan, melaksanakan tindakan, mengamati, dan merefleksi tentang permasalahan yang diteliti. Untuk itu direncanakan tindakan kelas selama dua siklus. Pada setiap siklus yakni siklus 1 dan siklus 2 terdiri atas dua kali pertemuan. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas III MI Muhammadiyah Kertak Hanyar Kabupaten Banjar yang berjumlah 20 orang. Pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh melalui teknik observasi dan evaluasi, sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah rata-rata dan persentasi.
Hasil penelitian ini diperoleh (1) Kegiatan guru dalam pembelajaran membaca nyaring melalui metode demonstrasi siswa kelas III MI Muhammadiyah Kertak Hanyar Kabupaten Banjar sebagaimana direncanakan guru sebelumnya berlangsung dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari meningkatnya aktivitas guru setiap pertemuan hingga mencapai katagori baik (89,47%). (2) Aktivitas siswa dalam pembelajaran membaca nyaring melalui metode demonstrasi di kelas III MI Muhammadiyah Kertak Hanyar Kabupaten Banjar cukup mendukung dan aktif, hal ini dapat dilihat pada observasi aktivitas siswa hingga mencapai katagori aktif (85,83%). (3) Hasil belajar membaca nyaring melalui metode demonstrasi siswa kelas III MI Muhammadiyah Kertak Hanyar Kabupaten Banjar menunjukkan nilai yang meningkat setiap siklusnya. Pada siklus I pertemuan 1 siswa yang tuntas dalam belajar hanya 20% (4 orang), meningkat pada siklus I pertemuan 2 menjadi 35% (7 orang). Siklus II pertemuan 1 siswa yang tuntas dalam belajar adalah 55% (11 orang) meningkat pada siklus II pertemuan 2 semua siswa tuntas dalam belajar (100%) dan tidak ada siswa yang tidak tuntas
Hubungan Sikap Dan Kemampuan Kerjasama Terhadap Pembelajaran Online Menggunakan Pendekatan Tutor Teman Sebaya
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sikap mahasiswa dalam pembelajaran online dan mengetahui kemampuan kerjasama mahasiswa dalam pembelajaran online. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif
Vaksinasi Meningitis pada Jamaah Umroh di Kantor Kesehatan Pelabuhan Ambon
The number of pilgrims at the time of the Umrah pilgrimage is very large from various countries, so there is a risk of spreading meningitis. So that a government regulation regarding meningitis vaccination is enforced for Hajj pilgrims who want to go for Hajj in Saudi Arabia. The purpose of this activity is to prevent the pilgrims from getting meningitis. The methods used are health screening, vaccination injection, data validation by KKP. The results of this examination are pilgrims whose istithaah status is declared sick but are allowed to go for Umrah. However, assistance is needed such as drug assistance so that the health of Hajj/Umrah pilgrims is guaranteed by Law No. 8 of 2019 concerning the implementation of Hajj and Umrah.
 
- …
