1,721,100 research outputs found

    Kepemimpinan KH. Baidhowi Muslich dalam membentuk kultur pesantren study di Pondok Pesantren Anwarul Huda Karang Besuki Malang

    Get PDF
    INDONESIA: Seiring perkembangan zaman budaya dalam dunia pendidikan mempunyai peranan penting dalam kehidupan dan perkembangan manusia karena kebudayaan merupakan wahana dimana anak-anak untuk pertama kali dan seterusnya mengalami proses pembelajaran menjadi manusia melalui relasinya dengan sesamanya, alam yang maha tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga pendidikan dalam pesantren sebagai media pengkaderan pemikir-pemikir agama (centre of excellent), mencetak manusia yang berkarakter, membangun pola pikir, sikap, dan perilaku peserta didik agar menjadi pribadi yang positif, berakhlak karimah, berjiwa luhur, dan bertanggung jawab dalam proses mencetak manusia yang berkarakter ini perlulah seorang pemimpin yang memberikan bimbingan, mengarahkan dan mengatur agar mereka mau melakukan hal yang berkaitan dengan suatu tujuan yang diinginkan oleh lembaga pendidikan pesantren. Berangkat dari inilah penulis kemudian ingin membahasnya dalam Penelitian dan mengambil judul peran KH. Baidhowi Muslikh dalam mengembangkan kultur pondok pesantren (studi kasus di pondok Pesantren Anwarul Huda karang besuki malang ). Tujuan dilakukan penelitan ini adalah untuk mengetahui apa saja budaya yang dikembangkan oleh KH. Baidhowi Muslikh, bagaimana peran KH. Baidhowi Muslikh dalam mengembangkan budaya yang ada di pondok pesantren anwarul huda dan juga untuk mengetahui proses, faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan budaya di pondok pesantren anwarul huda malang. Pengumpulan datanya dilakukan dengan menggunakan metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Sedangkan analisis datanya menggunakan analisis deskriftif yang bertujuan menggambarkan keadaan yang ada dilapangan. Sedangkan jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian yang peneliti dapat bahwa peran KH. Baidhowi Muslikh dalam mengembangkan budaya sangatlah besar. sebagai pengasuh dan pemimpin PP. Anwarul Huda beliau yang mengawal jalannya Proses pengembangan budaya yang dilakukan di PP. Anwarul Huda. Faktor pendukung dari peran kyai dalam membentuk budaya atau kultur dipondok pesantren anwarul huda yaitu : sarana dan prasarana yang menunjang, lingkungan yang kondusif dan peran orang tua yang mendukung dan ikut berperan aktif dalam pengembangan pondok pesantren. Sedangkan yang menjadi penghambatanya antara lain yaitu : dari santri yang tidak disiplin, sistem manajemen yang kurang optimal dan sebagian guru yang tidak mendukung dalam proses pembentukan kultur pondok pesantren. ENGLISH: As the times of culture in educational field has an important role in the life and human development because culture is as a vehicle in which the children experience the learning process for the first time and so on to be human through their relationships with each other, the great nature in the everyday life. Therefore a medium of education in a islamic boarding school is cadre of religious thinkers (center of excellence), create human character, build mindset, attitudes, and behaviors of students to become personal positive, good moral, noble-minded, and responsible in the process of printing human character is needed by a leader to give guidance, direct and manage in order they want to do things related to a desired destination by boarding educational institutions. Departing from this the author then wants to discuss the study and take the title KH. Baidhowi Muslikh’s role in developing a culture of boarding school (in the case study of Anwarul Huda Islamic Boarding Schools Karang Besuki Malang). The purpose of this research is to find out what the culture developed by KH. Baidhowi Muslikh, how the role of KH. Baidhowi Muslikh in developing a culture that is in Anwarul Huda islamic boarding school and also to know the process, motivating and inhibiting factors in the development of culture in the Anwarul Huda islamic boarding school Malang. Data collection is done by using the method of observation, documentation and interviews. The data analysis using descriptive analysis that aims to describe the existing situation in the field. While this type of research is a descriptive qualitative research with case study approach. The results of the study in which researcher obtains that KH. Baidhowi Muslikh’s role in developing a culture is enormous. as caregivers and leader of Anwarul Huda islamic boarding school. He is guiding the cultural development process which is conducted in Anwarul Huda islamic boarding school. Factors supporting the role of priest in shaping cultures in Anwarul Huda Islamic boarding schools, namely: infrastructure and facilities support, enabling environment and the role of parents who support and take an active role in the development of islamic boarding school

    HUBUNGAN PERILAKU MEROKOK DENGAN KEJADIAN INSOMNIA PADA REMAJA DI SMK 1 SEDAYU

    Get PDF
    Latar Belakang: Perilaku merokok merupakan masalah yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat karena dapat menimbulkan berbagai penyakit bahkan dapat menyebabkan kematian baik bagi perokok aktif maupun orang yang ada disekitarnya (perokok pasif). Gangguan kesehatan yang terjadi akibat mengkonsumsi rokok tidak hanya pada gangguan kardiovaskuler dan pernafasan tetapi dapat menyebabkan gangguan insomnia pada perokok tersebut. Insomnia adalah ketidakmampuan individu untuk mencukupi kebutuhan tidurnya baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Penyebab Insomnia yang terjadi pada perokok diakibatkan oleh zat nikotin yang terdapat pada rokok. Tujuan Penelitian: Tujuan dalam penelitian untuk mengetahui hubungan antara perilaku merokok dengan kejadian insomnia pada remaja di SMKN 1 Sedayu Metode penelitian: Jenis penelitian adalah analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Metode sampling yang digunakan ialah simple random sampling, menggunakan instrumen penelitian berupa kuesioner. Analisis data menggunakan uji statistik Kendal Tau. Hasil Penelitian: Uji korelasi Kendal tau dan didapatkan p-value 0,000 < 0,05 artinya terdapat hubungan yang signifikan antara perilaku merokok dengan insomnia pada remaja yang merokok di kelas X dan XI Jurusan Teknik Kendaraan Ringan dan Jurusan Pengelasan SMKN 1 Sedayu. Kesimpulan: Ada hubungan antara perilaku merokok dengan insomnia pada remaja yang merokok di kelas X dan XI Jurusan Teknik Kendaraan Ringan dan Jurusan Pengelasan SMKN 1 Sedayu. Kata Kunci: Remaja, Perilaku, Rokok, Merokok, Perokok, Insomni

    Pendidikan dalam Perspektif Islam

    Get PDF
    Sinceitsbirth,Islamisareligionthathasconcernedoneducation.The firstverseofAl-Qur’anfortheProphetMuhammadandtheprophetic missionofMuhammadshowthisconcern.Theconditionofignorance that dominated the Arab society in the past was tried to be changed by Islam. The Islamic education is often called tarbiyah and ta’lim al-tarbiyah which means education that includes aspects of science and morality. Therefore, Islamic education is to cultivate humans’ minds and to regulate humans’ characters and attitudes based on the Islamic teachings. Meanwhile al-ta’lim in Islamic education means teaching, which only gives knowledge to the students. According to Islamic teachings, humans have two potentials (evil and piety). The teachings of Islam acknowledge the differences of people’s talents but the differences do not mean that they cannot be formed at all. In order to achieve the goals well, education needs to be adapted with the development of thestudents. Keywords: Islam, education, tarbiyah, and ta’lim. Sejak kemunculannya, Islam adalah agama yang konsen dengan pendidikan. Ayatyangpertamaturundanmisikenabian Muhammad menunjukkan hal tersebut. Kondisi kebodohan yang mendominasi masyarakat Arab pada waktu itu berusaha untuk dirubah oleh Islam. Pendidikan Islam sering diistilahkan dengan tarbiyah dan ta’lim al-tarbiyah yang berarti pendidikan yang mencakup aspek ilmu dan akhlak. Oleh karena itu, pendidikan menurut Islam ialah menumbuhkan pikiran manusia, serta mengatur akhlak dan perangainya berdasarkan ajaran Islam. Sedangkan al-ta'lim dalam dunia pendidikan berarti pengajaran, yang hanya memberikan ilmu semata kepada anak didik. Menurut ajaran Islam, manusia itu mempunyai dua potensi (jahat dan takwa atau positif). Ajaran Islam mengakuiadanyaperbedaanbakatpembawaanpadadiriseseorang, namun perbedaan tersebut bukan berarti tidak bisa dibentuksama sekali.Agarmencapaisasarandanberhasildenganbaik,pendidikan perlu disesuaikan dengan perkembangan anak didik. Kata kunci: Islam, pendidikan, tarbiyah, ta’li

    PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK TERPADU (SIKADU) BERBASIS PERILAKU PENGGUNA DOSEN UNTUK MENINGKATKAN KINERJA AKADEMIK UNNES

    Get PDF
    The objective of this study is to analyze the development of Integrated Academic Information System (Sistem Informasi Akademik Terpadu/SIKADU) at Semarang State University (UNNES) especially on lecturers as the user. Then, the research problem is there any influence of SIKADU as task-technology fit and utilization toward the lecturers’ performance in doing academic tasks? Thus; the aim of the study is to explain the influences of SIKADU for task-technology fit and utilization by using Technology-to-Performance Chain (TPC) model. The sample of this study was 90 UNNES lecturers as the SIKADU user selected by sample random sampling (SRS). The data was collected by questionnaire method, and then analyzed by multiple linier regressions. The result of the research showed that the task-technology fit and utilization of SIKADU was positively significant influencing the performance of UNNES lecturers to perform their academic tasks. Therefore; based on task-technology fit and utilization theory, the result of the research empirically supported the development of SIKADU at UNNES especially on lecturers as the users.  </em

    Model Pengajaran Langsung Media Permainan Ular Tangga Materi Nama Malaikat dan Tugasnya di SDN Ngembung Cerme Gresik

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui: (1) keterampilan siswa dalam menerapkan model pengajaran langsung dengan menggunakan permainan ular tangga, (2) kinerja siswa selama menggunakan permainan ular tangga dalam pengajaran langsung, dan (3) peningkatan hasil belajar siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Ngembung Cerme Gresik.Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) Penerapan Model Pengajaran Langsung dengan menggunakan permainan ular tangga berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa, peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa tiap putaran yaitu untuk putaran I sebesar 53,85%, putaran II sebesar 71,79%, sedangkan pada putaran III sebesar 87,18%, (2) Keterampilan siswa diperoleh dari kinerja siswa selama menerapkan media permainan ular tangga sebagai umpan balik siswa dalam pengajaran langsung mengalami peningkatan, dan (3) Keterampilan guru dalam menerapkan penilaian guru tiap putaran mengalami peningkatan . Pada putaran pertama memperoleh nilai rata-rata 2,56, pada putaran kedua dengan nilai rata-rata 2,85, dan pada putaran ketiga memperoleh nilai rata-rata 3,54

    Kajian Ma'anil Hadits Tentang Hukuman Mati Bagi Orang Murtad

    Get PDF
    Discourse on the law of apostasy still leaves a debate. The text of the hadith explicitly states the execution of death for those who migrate from Islam, man baddal dīnahu faqtulūh. On the other hand the Qur’an gived a signal that there is no compulsion in Islam lā ikrāha fi al-Dīn. Humans have a prerogative to decide their choice without any intervention of other authorities. The dualism of the understanding of Islamic law resulting from these two contradictory above propositions requires further discussion in order to reveal the law given to apostates. This qualitative study attempts to expose the opinions of ulama on execution of death for apostates as well as attempts to compromise the dualism of understanding of religious texts above. Keywords: apostasy, dualism of Islamic law, Hadith Vol. XIV, No. 2, 2018 ~ 161 Abstrak Diskursus tentang hukum pindah agama (murtad) masih menyisakan perdebatan. Teks hadis secara tegas menyatakan eksekusi mati bagi mereka yang migrasi dari islam, man baddal dīnahu faqtulūh. Disisi lain al-Qur’an memberikan isyarat, bahwa tidak ada paksaan dalam islam lā ikrāha fi al-Dīn. Manusia memiliki hak prerogatif untuk menentukan pilihannya tanpa ada intervensi otoritas lain. Dualisme pemahaman hukum islam yang dihasilkan dari kedua dalil yang nampak kontradiktif diatas perlu adanya pembahasan lebih mendalam guna mengungkap hukum yang diberikan bagi orang murtad. Penelitian kualitatif ini mencoba untuk memaparkan pendapat ulama tentang hukuman mati bagi orang murtad serta usaha untuk mengkomprokikan dualisme pemahaman teks keagamaan di atas. Kata Kunci: Murtad, Dualisme Hukum Islam, Hadi

    Problematika guru pendidikan agama Islam dalam menerapkan Kurikulum 2013 di SMP Negeri 13 Malang

    Get PDF
    Kurikulum 2013 telah diimplementasikan mulai Tahun Pelajaran 2013/2014. Meskipun pemerintah telah melakukan berbagai persiapan untuk mendukung pelaksanaan Kurikulum 2013 agar berjalan lancar, akan tetapi di tengah pejalanan masih ditemukan berbagai persoalan terutama bagi guru. Sosialisasi kurikulum 2013 sangatlah penting dilakukan, agar semua pihak yang terlibat paham dengan perubahan kurikulum tersebut. Kurikulum 2013 mengusung tema menghasilkan insan indonesia yang produktif kreatif, inovatif dan efektif (berkarakter), melalui pengetahuan sikap. Dari tema tersebut diperlukan perubahan Mindset guru, terutama dalam peroses dan penilaian pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses penerapan kurikulum 2013 yang dilakukan oleh guru PAI, dan untuk mengetahui masalah-masalah yang di hadapi guru PAI terkait penerapan kurikukulum 2013 dalam pembelajaran, serta untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mendukung keberhasilan penerapan kurikulum 2013 di dalam pembelajaran. Untuk mencapai tujuan diatas, digunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan deskriptif. Instrumen kunci adalah peneliti sendiri sekaligus sebagai pengamat partisipan, adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Setelah itu, data dianalisis dengan cara triangulasi, pengecekan anggota dan perpanjangan kehadiran, kemudian memaparkan data dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Proses penerapan kurikulum 2013 yang dilakukan guru PAI terdiri dari persiapan guru PAI yang meliputi: mengikuti pelatihan kurikulum 2013 dan menyusun perangkat pembelajran (prota, promes, analisis silabus dan menyusun RPP) sesuai format kurikulum 2013. Pelaksanaan pembelajaran kurikulum 2013 meliputi: Kegiatan awal, kegiatan inti dengan pendekatan saintifik (lima Em), kegiatan penutup serta evaluasi dengan menggunakan penilaian autentik sebagaimana standar penilaian kurikulum 2013. (2) Problem guru PAI dalam menerapkan kurkulum 2013 terdiri dari dua kategori yaitu problem teoritik meliputi: sulitnya guru PAI mengubah mindset kebiasaan lama dalam mengajar, rendahnya pemahaman guru PAI terhadap pendekatan saintifik, dan rendahnya pemahaman guru PAI terhadap penilaian autentik. Kemudian Problem teknis meliputi: kurang maksimalnya pelatihan kurikulum 2013, tidak tersedianya buku pegangan guru maupun siswa, kondisi siswa kurang mendukung dan waktu yang kurang memadai untuk melaksanakan pendekatan saintifik. (3) Faktor yang mendukung Guru PAI dalam menerapkan kurikulum 2013 meliputi: Sarana-prasarana (adanya LCD, Lab PAI, Musollah, dan perpustakaan sekolah). Semangat guru-guru tinggi dalam menerapkan kurikulum 2013 (antusias dalam mengikuti pelatihan). Serta akitfnya pihak sekolah dalam mengadakan kegiatan pendukung kurikulum 2013 (mengadakan pelatihan secara mandiri)

    Implementasi pembelajaran fiqih kelas V semester 2 dengan pendekatan active knowledge sharing untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik di MI Al Wathoniyah 02 Siandong Larangan Brebes tahun ajaran 2010/2011

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas V semester 2 MI Al Wathoniyah 02 Siandong Larangan Brebes Tahun Ajaran 2010/2011 melalui pembelajaran aktif dengan pendekatan active knowledge sharing. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini terlaksana dalam 2 siklus dengan setiap siklus terdiri dari 2 pertemuan. Partisipan dalam penelitian adalah guru mata pelajaran fiqih dan siswa kelas kelas V semester 2 MI Al Wathoniyah 02 Siandong Larangan Brebes. Data hasil penelitian diperoleh dari hasil pengamatan yang dilakukan ketika tindakan dilaksanakan, hasil wawancara dengan guru dan siswa, tes, dan dilengkapi dengan data keaktifan siswa melalui LOS. Hasil penelitian disimpulkan sebagai berikut: (1) Pembelajaran fiqih dengan bantuan kolaborator yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dilaksanakan dengan 5 aspek keaktifan siswa yaitu: (a) peserta didik bekerjasama dalam kelompoknya; (b) peserta didik antusias dalam mengerjakan tugas individu; (c) peserta didik aktif dalam mengeluarkan pendapat selama pembelajaran berlangsung; (d) peserta didik sering bertanya kepada teman; (e) peserta didik mau menghargai pendapat orang lain. Adapun implementasinya yaitu: (a) peneliti menjelaskan kompetensi yang dicapai serta manfaat dari proses pembelajaran; (b) siswa dibagi dalam beberapa team; (c) siswa mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya di depan kelas; (d) pemberian tes kepada siswa secara individu berbentuk soal pilihan ganda yang memuat materi yang dipelajari. (2) Berdasarkan hasil pengamatan, ada peningkatan hasil belajar siswa setelah dilakukan pembelajaran fiqih dengan pendekatan active knowledge sharing. Hasil analisis lembar pengamatan menunjukkan adanya peningkatan dari siklus satu ke siklus selanjutnya. Selain itu juga dilengkapi dengan hasil analisis hasil belajar yang menunjukkan peningkatan. Demikian juga hasil belajar peserta didik yang diukur melalui tes ulangan juga mengalami peningkatan, sebagaimana peningkatan yang terjadi pada siklus 1 sampai siklus 2 dapat dilihat rata-rata pada masing-masing siklus, yaitu 6,6 meningkat menjadi 7,4, meningkat menjadi 8,1 dan peningkatan tersebut di atas Kriteria Ketuntasan Minimal yaitu 7,0. Peningkatan lima aspek keaktifan belajar berdasarkan hasil analisis yaitu: 60 % meningkat menjadi 80 %, meningkat menjadi 96 % dan mayoritas siswa memenuhi lima 5 aspek keaktifan belajar

    HOMESCHOOLING DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM DAN UNDANG-UNDANG SISDIKNAS

    Get PDF
    Tulisan ini mengkaji tentang homeschooling dalam sudut pandang pendidikan islam dan undang-undang sisdiknas.  Berdasarkan hasil analisis kepustakaan,  diperoleh hasil bahwa homeschooling adalah sebuah kegiatan belajar yang dilakukan di rumah dan tidak di lembaga sekolah dengan sistem yang terprogram. Di Indonesia mempunyai pijakan yang sangat kuat yaitu berdasarkan undang- undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 27 termasuk pendidikan informal, dasar lain yang bisa di jadikan pijakan adalah dasar filosofi yaitu pembukaan UUD 1945 dimana pemerintah diwajibkan melindungi seluruh rakyatnya.  Sedangkan  homeschooling berda- sarkan perspektif Pendidikan Islam mempunyai dasar dalam al- Qur’an dan as-Sunnah dan telah di lakukan oleh para penyebar agama Islam yang telah mendidik masyarakat Islam dengan nilai- nilai al-Qur’an di surau, masjid dan pondok pesantren.kata kunci: Homeschooling, Perspektif, Pendidikan, islamHOMESCHOOLING  IN THE PERSPEKTIVE  OF ISLAMIC EDUCATION AND SISDIKNAS RULES. This  study  aims  to examine about home schooling in islamic education and sisdiknas rules point of view. Based on the analysis of literature, the result showed that homeschooling  is a learning activity that is done at home and not in school institutions  with programmed  systems. Indonesia has a very strong foundation  to hold it.   That is based  on Law No. 20, 2003Article 27, including informal education. Another  foundation  is the basic philosophy of the opening of UUD 1945 in which the government is obliged  to protect all citizens. While  based on the perspective of Islamic Education, homeschooling has basis in the Qur’an and Sunnah and has been done by Muslim missionaries who have educated Islamic society with the values of the Koran in the mosque and boarding. Keywords: Homeschooling , Perspective, Islamic, Educatio

    Sistem presidensial dengan format koalisi menurut UUD 1945 dalam perspektif siyasah dusturiyah

    Get PDF
    Skripsi ini bertujuan untuk menjawab dua masalah yaitu: pertama, bagaimana sistem presidensial dengan format koalisi menurut UUD 1945 dan k.edua, bagaimana perspektif siyasah dusturiyah terhadap penyelenggaraan sistem presidensial dengan format koalisi menurut UUD 1945. Penilitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan metode deskriptif verifikatif yaitu dengan memberikan gambaan secara mendalam mengenai penyelenggaraan sistem pemerentihan presidensial menurut UUD 1945 dan kemudian memverikasikannya berdasarkan perspektif siyasah dusturiyah dengan menggunakan metode deduktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem presidensial dengan format koalisi menurut UUD 1945 didasarkan pada pasal 6A ayat 2 UUD 1945, yang berbunyi Pasangan calon presiden diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilihan umum sebelum pelaksanaan pemilihan umum,: dan juga berdasarkan pada UU No. 42 Tahun 2008 tentang pemilu presiden, UU No.2 Tahun 2008 tentang partai politik. Ditinjau dati perspektif siyasah dushniyah penyelenggaraan sistem presidensial dengan format koalisi menurut UUD 1945 terdapat relevansinya yaitu sama-sama mencerminkan adanya konsep a'sabiyah di dalam pemilihan kepala Negara. Berdasarkan hasil penelitian ini maka bagi para pelaku politik khususnya yang ikut terkait dengan adanya format koalisi hendaknya selalu melandaskan setiap kegiatan pemerintahannya dengan berdasarkan pada ketentuan yang sudah diatur di dalam undang-undang sehingga dapat tercipta penyelenggaraan tata pemerintahan yang memberikan keadilan bagi rakyat dan tidak hanya berdasarkan kepentingan pribadi maupun golongan semata
    corecore