1,721,130 research outputs found

    Tradisi Mallanca Pada Masyarakat Belawae Desa Ajang Pulu Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone

    Full text link
    ABSTRAK Asnidar, 1168040001 “Tradisi Mallanca Pada Masyarakat Belawae Desa Ajang Pulu Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone”di bawah bimbingan Darman Manda, selaku pembimbing I dan Muhammad Syukur, selaku pembimbing II Program Studi Pendidikan Antropologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar 2015. Penelitian ini bertujuan: untuk mengetahui persepsi masyarakat Belawae terhadap tradisi Mallanca, nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Mallanca, perubahan dalam tradisi Mallanca yang terjadi dalam masyarakat Belawae Desa Ajang Pulu Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone. Penelitian ini di laksanakan pada masyarakat Belawae Desa Ajang Pulu Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone, dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data di kumpulkan dari informan lewat wawancara, observasi langsung dan dokumentasi. Tehnik analisis data menggunakan pendekatan sosial pada masyarakat Belawae. Data yang di peroleh di organisasi ke dalam kategori dan di jabarkan ke dalam unit-unit, memilih mana yang penting dan di buat kesimpulan agar mudah dipahami. Untuk mencari validitas data menggunakan memberchek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Persepsi masyarakat Belawae terhadap tradisi Mallanca. Tradisi Mallanca merupakan suatu tradisi secara turun temurun di lakukan oleh masyarakat Belawae yang sudah mendarah daging. Meskipun berlangsung keras tetapi tidak ada rasa dendam antara pemain yang satu dengan pemain yang lainya. Karena memupuk tali persaudaraan dan menjadi ajang silaturahmi. 2. Nilai dalam tradisi Mallanca yaitu Nilai Sosial, Nilai Budaya dan Nilai Agama. 3. Perubahan yang terjadi pada dasarnya yang mengalami perubahan hanya beberapa hal yang bersifat material saja. Namun, aspek spritualnya tetap tidak mengalami perubahan

    PENINGKATAN KEMAMPUAN SOSIAL ANAK MELALUI KEGIATAN BERMAIN KOOPERATIF DI TAMAN KANAK-KANAK PATTOLA PALALLO KECAMATAN CINA KABUPATEN BONE

    Full text link
    ASNIDAR. 2012. Peningkatan Kemampuan Sosial Anak Melalui Kegiatan Bermain Kooperatif Di Taman Kanak-Kanak Pattola Palallo Kecamatan Cina Kabupaten Bone. Skripsi dibimbing oleh Dr. Parwoto,M.Pd. dan Azizah Amal, S.S. M.Pd. pada Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Makassar. Masalah utama dalam penelitian ini adalah apakah melalui kegiatan bermain kooperatif, kemampuan sosial anak di Taman Kanak-kanak Pattola Palallo Kecamatan Cina Kabupaten Bone dapat meningkat ? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan sosia anak melalui kegiatan bermain kooperatif di Taman Kanak-kanak Pattola palallo Kecamatan Cina Kabupaten Bone. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yaitu berusaha mengkaji dan merefleksikan secara mendalam antara kemampuan sosial pada anak melalui kegiatan bermain kooperatif dalam proses belajar mengajar di Taman Kanak-kanak. Subjek penelitian adalah 20 anak dan 1 orang guru pada kelompok B, dengan menggunakan desain penelitian tindakan kelas. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan kemampuan sosial pada anak melalui kegiatan bermain kooperatif di Taman Kanak-kanak Pattola Palallo Kecamatan Cina Kabupaten Bone.Hal ini menunjukkan bahwa nilai kemampuan anak sesudah perlakuan lebih tinggi di bandingkan nilai sebelum perlakuan. Dengan demikian disarankan kepada semua Taman Kanak-kanak untuk menggunakan kegiatan bermain kooperatif dalam upaya meningkatkan kemampuan sosial pada ana

    PENERJEMAHAN METAFORA DARI BAHASA PRANCIS KE BAHASA INDONESIA DAN RELEVANSINYA DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI MEDIASI BERSTANDAR EROPA

    Full text link
    PENERJEMAHAN METAFORA DARI BAHASA PRANCIS KE BAHASA INDONESIA DAN RELEVANSINYA DALAM PENGEMBANGAN KOMPETENSI MEDIASI BERSTANDAR EROPA Yusi Asnidar Yusi [email protected] Linguistik Terapan ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan pengembangan bentuk dan modulasi penerjemahan metafora dari bahasa Prancis ke bahasa Indonesia, penggunaannya dalam konteks komunikatif peristiwa tutur. Selanjutnya penelitian ini juga melihat relevansi hasil penerjemahan bentuk dan modulasi tersebut denga kompetensi mediasi, plurilingual dan plurikultural dalam kemahiran berbaahsa berstandar Eropa CEFR. Sumber data yang digunakan adalah Novel VINGT-MILLES LIEUES SOUS LES MERS karya JULES VERNE dan Novel terjemahannya 20.000 MIL DI BAWAH LAUTAN oleh N.H. Dini. Data dalam penelitian ini adalah metafora dalam arti luas. Bentuk penerjemahan metafora yang paling dominan digunakan adalah reproduksi. Selanjutnya, terdapat substitusi dan parafrasa. Bentuk gabungan reproduksi+parafrasa ditemukan dalam penerjemahan metafora VLM. Kesepadanan makna diperoleh dengan menggunakan modulasi eksplisitasi dan implisitasi, makna khusus dan umum, serta sudut pandang konteks peristiwa tutur turut andil dalam menghasilkan penerjemahan yang sepadan dan wajar. Hasil penerjemahan ini menunjukkan bahwa kegiatan penerjemahan merupakan kegiatan berbahasa yang kompleks dan membutuhkan ketelitian serta ketepatan. Mengacu pada deskriptor mediasi, plurilingual dan pluricultural CEFR serta hasil penelitian pada Teknik bentuk dan modulasi, penelitian ini menghasilkan kerangka acuan pengembangan kurikulum mata kuliah Penerjemahan dengan capaian Pembelajaran sasaran pada level B2 dan C1 Penelitian ini menghasilkan luaran: 1) Buku Pedoman dengan judul Pengajaran Penerjemahan dan Penerjeman metafora dari bahasa Prancis ke bahasa Indonesia, 2) 2) Artikel Form and modulation of Vingt-mille lieues sous les mers diterbitkan dalam jurnal English Review, 3) artikel pada prosiding ICEL, 4) artikel Bunga Rampai, CIF. Kata Kunci: metafora, bentuk penerjemahan metafora, modulasi, kompetensi mediasi, kompetensi plurilingual dan plurikultural TRANSLATION OF METAPHORS FROM FRENCH INTO INDONESIAN AND THEIR RELEVANCE WITH MEDIATION COMPETENCES DEVELOPMENT IN CEFR Yusi Asnidar Yusi [email protected] Applied Linguistics ABSTRACT This research aims to develop the form and modulation of metaphor translation from French to Indonesian, its use in the communicative context of speech events. Furthermore, this study also looks at the relevance of the results of the translation of the form and modulation with mediation, plurilingual and pluricultural competences in the CEFR European standard language proficiency. The data sources used are the Novel Vingt-Milles Lieues Sous Les Mers by Jules Verne and its translated novel 20.000 Mil di Bawah Laut by N.H. Dini. The data in this study is a metaphor in a broad sense. The most dominant form of metaphor translation used is reproduction. Next, there are substitutions and paraphrases. The combined form of reproduction+paraphrasing is found in the VLM metaphor translation. Equivalence of meaning is obtained by using explicit and implicit modulation, special and general meanings, and point of view. The context of speech events contributes to producing an equivalent and natural translation. The results of this translation indicate that translation activities are complex language activities and require precision and accuracy. Based on CEFR mediation, plurilingual and pluricultural descriptors as well as the results of research on form and modulation techniques, this study resulted in a framework of reference for developing the curriculum for translation course with intended learning outcomes at the B2 and C1 levels. This research resulted in the following outputs: 1) Handbook with the title Teaching Translating and Translating metaphors from French to Indonesian, 2) Form and modulation of Vingt-mille lieues sous les mers article, published in the English Review journal, 3) article on proceeding, ICEL, 4) article, CIF. Keywords: metaphor, forms of metaphor translation, modulation, mediation competence, plurilingual and pluricultural competenc

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Full text link
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Full text link
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Full text link
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS V SD INPRES PERUMNAS I KELURAHAN BONTO MAKKIO KECAMATAN RAPPOCINI KOTA MAKASSAR

    Full text link
    Asnidar, 2016. Penerapan Model Pembelajaran Role Playing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada mata Pelajaran bahasa Indonesia Kelas V SD Inpres Perumnas 1 Kelurahan Bonto Makkio kecamatan Rappocini Kota Makassar. Skripsi. Dibimbing oleh Dra.Amrah, S.P.d dan Dr.Ansar,M.Si Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Makassar. Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah gambaran penerapan model pembelajaran role playing pada mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas V SD Inpres Perumnas 1 Kelurahan Bonto Makkio kecamatan Rappocini Kota Makassar? Bagaimanakah gambaran hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa indonesia di kelas V SD Inpres Perumnas 1 makassar? Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran hasil belajar siswa kelas V SD Inpres Perumnas 1 makassar .Untuk mengetahui hasil belajar bahasa indonesia melalui model role playing pada siswa kelas V SD Inpres Peumnas 1 makassar. Hipotetis tindakan penelitian ini adalah jika model pembeljaran role playing diterapkan,maka hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa indonesia kelas V SD Inpres Prumnas I dapat meningkat.. Pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari dua siklus, dimana tiap siklus terdiri dari dua pertemuan dengan tahapan kegiatan meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Fokus dalam penelitian ini adalah penerapan model pembelajaran role playing dan peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia. hasil belajar bahasa Indonesia. Setting penelitian ini bertempat di SD Inpres Perumnas 1 Kelurahan Bonto Makkio kecamatan Rappocini Kota Makassar, dengan subjek penelitian yang terdiri dari guru dan siswa kelas V yang berumlah 35 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas guru pada siklus I menunjukkan kategori cukup dan pada siklus II berada pada kategori baik. Hal tersebut diikuti dengan meningkatnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dari kategori cukup pada siklus I menjadi kategori Baik pada siklus II. Dengan demikian dapat di simpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran role playing dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas V SD Inpres Perumnas Makassar

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Full text link
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods
    corecore