1,720,968 research outputs found
Puisi Amor Fati Karya Arif Bagus Prasetyo: Telaah Semiotik”
Puisi adalah karya sastra yang memiliki konvensi atau tanda yang memiliki
makna secara semiotika. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan puisi Amor Fati
karya Arif Bagus Prasetyo dalam telaah semiotik. Metode yang digunakan adalah
kualitatif dengan pendekatan semiotika. Teknik pengumpulan data yang
digunakan adalah studi pustaka. Teknik analisis data menggunakan teori
semiotika model Riffaterre. Hasil penelitian adalah sebagai berikut: (1)
Ketidaklangsungan ekspresi pada puisi Amor Fati meliputi: (a) Penggantian arti
ditunjukkan pada penggunaan majas metafora dan metonimia, (b) Penyimpangan
arti terjadi disebabkan adanya ambiguitas dan kontradiksi, (c) Penciptaan arti
terjadi disebabkan adanya enjambemen, rima, dan tipografi; (2) Pembacaan
heuristik mengisahkan perjalanan seorang gadis bernama Riri di tengah daerah
konflik. Pembacaan hermeneutik menjelaskan takdir Riri dan orang di
sekelilingnya. Alih-alih takluk oleh takdir seperti tokoh lain, Riri justru mampu
melawan takdir; (3) Matriks pada puisi adalah ‘Melawan takdir’. Model pada
puisi ini adalah ‘Takdir’. Model tersebut ditransformasikan menjadi tujuh varian
yang tersebar di keseluruhan bait puisi; (4) Hipogram dalam puisi adalah
hipogram potensial berupa ‘Melawan takdir’ dan hipogram aktualnya adalah
konsep filosofi “Amor fati” atau ‘Cinta akan takdir” yang diusung oleh Friedrich
Nietzsche pada tahun 1882.71 halamanSkripsi Sarjan
METAKRITIK UNTUK SUBAGIO SASTROWARDOYO
troke-width: 0px; "> Abstract
Subagio Sastrowardoyo produces good structural analysis in a number of literary studies. One is the study
of Sitor Situmorang‘S poetry Sosok Pribadi dalam Sajak. The essay is submitted by Teeuw “as an example and
very precise topic” about endeavor of searching the hidden meanings in unanimity and elusive of modern poetry. In
Situmorang‘s poetry , the focus discussion of Sastrowardoyo about literature and culture is based on a reading Sosok
Pribadi dalam Sajak (SPdS), Sastra Hindia Belanda dan Kita, SHBdK dan Bakat Alam dan Intelektualisme.
Overall, the SPDs are written which prioritizes the interpretation of the inner world , psychiatric or “private figure”
author as depicted on the content of his work. Content, strong romantic and modernist understanding that puts the artist
at the center of artistic creation, has encouraged Sastrowardoyo to blur quality of assessment and work of the author
personally, and to blur the distinction between art criticism and morality criticism, and the issue of aesthetics and ethics
matters. Sharpness, accuracy, and diligence analysis are often dimmed by passion on doing “holy inquisition” against the
author. In SHBdK, Sastrowardoyo shifts away from expressive to structural approach, though he never lost interest in
the “private figure” of the author.
Keywords: meta-critic , Subagio, SPDs, aesthetics, ethic
Saksi Kata
Bagian pertama buku ini menyajikan kritik prosa dan puisi sejumlah penyair dan prosais besar seperti Chairil Anwar, Amir Hamzah, dan lain-lain. Bagian kedua membahas problema serius dalam kritik sastra Indonesia. Bagian terakhir mengupas perbandingan terjemahan Indonesia The Old Man and the Sea dengan teks asli dari Ernest Hemingway serta terjemahan Kakawin Sumanasantaka dan Dharma Patanjala.352 hlm; 20 c
Prosedur Dan Metode Penerjemahan Artikel Inggris-Indonesia ?Lost In Translation Japan?
Kajian ini fokus pada prosedur dan metode penerjemahan yang diterapkan oleh penerjemah dalam menerjemahkan teks sumber berbahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia.Teks yang dikaji adalah artikel bahasa Inggris-Indonesia berjudul ?Lost in Translation Japan?. Data dikumpulkan dari Majalah maskapai Garuda Indonesia dengan membandingkan Bahasa Sumber dan Bahasa Sasaran. Data yang diperoleh kemudian dianalisa menggunakan prosedur dan metode penerjemahan.Prosedur penerjemahan yang digunakan sebagai instrumen untuk mengidentifikasi teknik penerjemahan yang diterapkan oleh penerjemah adalah prosedur dari Vinay and Darbelnet, Molina dan Albir, dan metode penerjemahan dari Newmark. Hasil kajian memperlihatkan bahwa sejumlah prosedur dan metode yang diterapkan adalah Peminjaman, Calque, Transposisi, dll
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
- …
