44 research outputs found

    HUBUNGAN PERILAKU KONSUMTIF DENGAN HARGA DIRI SISWA SMA NEGERI SE KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Putri, Anggi Pratiwi. 2010. Hubungan Perilaku Konsumtif dengan Harga Diri Siswa SMA Negeri se-Kota Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd dan (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd   Kata Kunci: Perilaku konsumtif, harga diri, siswa SMA.   Perilaku konsumtif merupakan suatu fenomena yang banyak melanda kehidupan masyarakat terutama yang tinggal di perkotaan. Fenomena ini menarik untuk diteliti mengingat perilaku konsumtif juga banyak melanda kehidupan remaja kota-kota besar yang sebenarnya belum memiliki kemampuan financial untuk memenuhi kebutuhannya. Remaja memang sering dijadikan target pemasaran berbagai produk industri, antara lain karena karakteristik mereka yang labil, spesifik dan mudah dipengaruhi sehingga mendorong munculnya berbagai gejala dalam perilaku membeli yang tidak wajar. Membeli dalam hal ini tidak lagi dilakukan karena produk tersebut memang dibutuhkan, namun membeli dilakukan karena alasan-alasan lain seperti sekedar mengikuti arus mode, hanya ingin mencoba produk baru, ingin memperoleh pengakuan sosial dan sebagainya. Tujuan diadakannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai perilaku konsumtif dan harga diri siswa SMA Negeri se-Kota Malang serta untuk menguji adakah hubungan perilaku konsumtif dengan harga diri siswa SMA Negeri se-Kota Malang. Dengan diketahuinya beberapa hal tersebut maka dapat dijadikan bahan evaluasi dan masukan bagi pihak sekolah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasional. Populasi dalam penelitian adalah siswa SMA Negeri se-Kota Malang tahun ajaran 2010/2011. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster sampling, diperoleh sampel penelitian dengan jumlah 167 orang. Instrumen penelitian ini berupa angket model skala Likert. Analisis data dengan menggunakan analisis deskriptif (persentase) dan analisis korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) sangat sedikit (4,8%) siswa berperilaku sangat konsumtif, sangat banyak (89,2%) siswa berperilaku konsumtif dan sangat sedikit (6%) siswa berperilaku tidak konsumtif, (2) sangat sedikit (3,6%) siswa memiliki harga diri tinggi, sangat banyak (95,8%) siswa memiliki harga diri sedang dan sangat sedikit (0,6%) siswa memiliki harga diri rendah, (3) dari hasil pengujian hipotesis didapat rhitung (0,537) lebih besar dari rtabel (0,127) maka dinyatakan ada hubungan yang positif dan signifikan antara perilaku konsumtif dengan harga diri siswa SMA Negeri se-Kota Malang. Berdasarkan simpulan hasil penelitian ini, disarankan pada konselor dan orang tua diharapkan lebih mengarahkan untuk berpikir dan bertindak rasional terhadap kegiatan yang menimbulkan perilaku konsumtif. Serta membimbing dan memberikan dukungan kepada putra-putrinya dalam bersosialisasi dengan teman sebaya yang sehat tanpa harus berperilaku konsumtif serta tidak membiasakan hidup bermewah-mewahan kepada putra-putrinya.  Konselor memberikan layanan yang relevan kepada siswa agar mereka dapat menerima keadaan diri tanpa memaksakan merubah penampilan hingga menimbulkan perilaku konsumtif yang berlebihan. Dan memberikan pengertian bahwa segala yang dilakukan seseorang tidak harus sama dengan apa yang dilakukan orang lain.

    PENDAMPINGAN PEMBUATAN NIB (NOMOR INDUK BERUSAHA), DAN LOGO DALAM KEMASAN KERUPUK PADA UMKM USAHA KERUPUK DI DESA PASIRAWI

    No full text
    Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk membekali kemampuan danketerampilan dalam pelaksanaannya terdapat beberapa tahapan diantaranya yaitupersiapan, pembekalan, observasi, sampai tahap evaluasi, Pada pelaksanaannyamahasiswa KKN diharapkan dapat memberikan bantuan pemikiran, tenaga, serta ilmupengetahuan dalam merencanakan dan melaksanakan program pengembangan desa. Danmemberikan pemahaman mengenai pentingnya digitalisasi marketing untuk pemasaransuatu produk dan bagaimana branding yang efektif dan tepat agar dapat memengaruhipengembangan UMKM dengan pemanfaatan media sosial dan memasukan logo merekproduksi dalam kemasan salah satunya agar dapat dikenal oleh masyarakat sekitar sampaike mancanegara. Terkait Pengesahan Pendirian Nomor Induk Berusaha (NIB) danpendampingan pembuatan NIB di Desa Pasirawi, Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagaikebijakan baru dari pemerintah nyata membawa kemudahan bagi setiap investor maupunpelaku usaha UMKM, Ketentuan ini berdasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 91Tahun 2017 tentang Percepatan Pelaksanaan Usaha . pasalnya, kini pengusaha tidak lagimembutuhkan beragam surat izin hanya untuk mendirikan satu jenis usaha, karena NIBtelah memiliki kedudukan sebagai pengganti surat-surat tersebut. Dan juga pentingnyapembuatan label logo untuk sarana promosi agar produk yang di pasarkan lebih dikenaloleh banyak masyarakat serta dapat mencangkup ke mancanegara

    -

    Full text link
    Childfree merupakan salah satu fenomena yang sedang berkembang di Indonesia, childfree sendiri adalah sebuah keputusan seseorang atau pasangan untuk tidak memiliki anak. Maraknya fenomena childfree semakin trending setelah beberapa selebgram dan artis mengungkapkan keputusannya di sosial media. Hal ini membawa perbincangan di masyarakat, karena memiliki dampak bagi kehidupan sosial dan budaya. Oleh sebab itu, penulis ingin memberikan informasi dan mengedukasi masyarakat tentang fenomena childfree melalui video talkshow. Dengan menghadirkan narasumber praktisi childfree, ahli psikologi, dan ahli budayawan video talkshow ini bertujuan untuk menjawab latar belakang seseorang memilih keputusan childfree faktor psikologis seseorang memilih keputusan childfree, dan dampak bagi kehidupan sosial, dan budaya.Childfree is one of the growing phenomena in Indonesia, childfree itself is a decision of a person or couple not to have children. The rise of the childfree phenomenon is increasingly trending after several celebrities and artists revealed their decisions on social media. This brings conversation in the community, because it has an impact on social and cultural life. Therefore, the author wants to provide information and educate the public about the childfree phenomenon through video talk shows. By presenting speakers of childfree practitioners, psychologists, and cultural experts, this video talk show aims to answer the background of someone choosing a childfree decision, psychological factors of someone choosing a childfree decision, and the impact on social and cultural life

    -

    Full text link
    Childfree merupakan salah satu fenomena yang sedang berkembang di Indonesia, childfree sendiri adalah sebuah keputusan seseorang atau pasangan untuk tidak memilki anak. Maraknya fenomena childfree semakin trending setelah beberapa selebgram dan artis mengungkapkan keputusannya di sosial media. Hal ini membawa perbincangan di masyarakat, karena memiliki dampak bagi kehidupan sosial dan budaya. Oleh sebab itu, penulis ingin memberikan informasi dan mengedukasi masyarakat tentang fenomena childfree melalui video talkshow. Dengan menghadirkan narasumber praktisi childfree, ahli psikologi, dan ahli budayawan video talkshow ini bertujuan untuk menjawab latar belakang seseorang memilih keputusan childfree faktor psikologis seseorang memilih keputusan childfree, dan dampak bagi kehidupan sosial, dan budaya.Childfree is one of the growing phenomena in Indonesia, childfree itself is a decision of a person or couple not to have children. The rise of the childfree phenomenon is increasingly trending after several celebrities and artists revealed their decisions on social media. This brings conversation in the community, because it has an impact on social and cultural life. Therefore, the author wants to provide information and educate the public about the childfree phenomenon through video talk shows. By presenting speakers of childfree practitioners, psychologists, and cultural experts, this video talk show aims to answer the background of someone choosing a childfree decision, psychological factors of someone choosing a childfree decision, and the impact on social and cultural life

    Pandangan Mahasiswa Terhadap Dampak Artificial Intelligence (Ai) Dalam Profesi Akuntan

    Full text link
    Bagi pelajar dan mahasiswa, metode belajar sangat dibutuhkan demi kelancaran dalam dunia pendidikan. Salah satu metode belajar yang kini banyak digunakan yaitu metode Feynman yang digagas oleh Richard Feynman. Metode belajar ini bersistem seolah-olah mengajarkan suatu pembelajaran kepada orang lain yang telah paham sehingga orang lain dapat menganalisis tingkat pemahaman pengguna teknik Feynman, namun adanya ketidak cocokan mitra belajar menjadi masalah utama dalam metode ini. Sehingga dibutuhkannya media inovatif untuk mendukung keberlangsungan pengguna metode Feynman. Dalam mengembangkan gagasan tersebut menggunakan metode penelitian dan pengembangan, melalui adanya peluang dari kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence) dan penggunaan IPTEK yang semakin menggunung. Aplikasi ini diinisiasi sebagai suatu terobosan baru bagi pengguna teknik Feynman untuk mendapatkan mitra belajar melalui pengiriman dokumen berformat PDF (Portable Document Format) dengan AI yang memberikan panduan dan umpan balik yang disesuaikan. Algoritme AI yang diterapkan dalam aplikasi ini dapat memindai dokumen dan mengadaptasi materi yang kemudian dilakukan tanya jawab dan saling mengajarkan sesuatu menggunakan suara yang diprogram oleh voice assistant yang ramah untuk disabilitas sensorik netra. Melalui Study with Feynman, diharapkan dapat menjadi mitra belajar dalam dunia maya yang mampu memberikan pendampingan dan bimbingan belajar yang dipersonalisasi untuk mengembangkan pemahaman mendalam terkait dokumen yang dikirimkan

    Figurative Meaning Found in Kodaline’s in A Perfect World Album

    No full text
    This paper entitled “Figurative Meaning Found in Kodaline’s In a Perfect World Album” which discusses figurative language found in the song’s lyrics on the album. The method that the author used in this paper is descriptive method where the author collects data from the lyrics, identifying the lyrics, classifying sort as the type, describing the meaning, and the last get the conclusions. In this paper, author uses Kennedy’s theory (1979) about kinds of figurative language, and focus on four types of figurative which are simile, metaphor, personification, and hyperbole. In this album writer found 3 similes, 14 metaphors, 4 personifications, 9 hyperboles.Kertas karya ini berjudul “Figurative Meaning Found in Kodaline’s In a Perfect World Album” yang membahas tentang bahasa kiasan yang terdapat dalam lirik lagu album tersebut. Metode yang digunakan penulis dalam kertas karya ini adalah metode deskriptif, dimana penulis mengumpulkan data dari lirik, mengidentifikasi lirik, mengurutkan sesuai dengan tipe-nya, menjelaskan arti dari setiap kiasan, dan terakhir mendapatkan kesimpulan. Dalam kertas karya ini penulis menggunakan teori Kennedy (1979) tentang pembagian bahasa kiasan, dan fokus dengan empatti pekiasan yaitu simili, metafora, personifikasi, dan hiperbola.Dalam album ini penulis menemukan 3 data yang menggunakan simili, 14 data yang menggunakan metafora, 4 data yang menggunakan personifikasi, dan 9 data yang menggunakan hiperbola.Kertas Karya Diplom

    Produksi Talkshow " Exploitation of Teenager " (Mengenal dan Mencegah Child Grooming di Era Digital) Sebagai Director

    Full text link
    Perilaku grooming yang berfokus pasa modus manipulasi emosional dan psikologis pada dasarnya terjadi kepada orang dewasa maupun anak-anak (Sinnamon, 2017). Namun biasanya ketika kita membicarakan grooming, masyarakat cenderung terfokus pada grooming yang terjadi pada anak-anak, atau yang biasa disebut sebagai Child Grooming. Perilaku ini sendiri mengacu kepada perilaku non kekerasan sebagai salah satu modus yang digunakan oleh beberapa pelaku, yang bertujuan untuk mendapatkan akses dan kontrol atas korban yang sedang dituju oleh pelaku (Lanning, 2018). Perilaku Child Grooming ini biasanya dilakukan dengan adanya unsur pemaksaan, menipu, dan memanipulasi korban dengan usia dibawah 18 tahun yang menuju ke arah aktivitas seksual dan bisa dikatakan bahwa perilaku Child Grooming merupakan perilaku eksploitasi seksual anak (Vijver dan Harvey, 2019). Oleh sebab itu, penulis membuat video edukasi berupa talkshow yang bertujuan untuk mengajak masyarakat dalam mengenal dan mencegah perilaku Child Grooming di Era Digital. Dalam talkshow ini, penulis menghadirkan narasumber seorang praktisi Dosen Psikolog, ketua DP3APPKB Kota Salatiga, serta seorang mahasiswa berprestasi yang dapat memberikan contoh agar terhindar dari perilaku Child Grooming.Typical behavior that focuses on the mode of emotional and psychological manipulation basically applies to both adults and children (Sinnamon, 2017). But usually when we talk about bribery, people tend to focus on the characteristics that occur in children, or what is commonly referred to as child abuse. This behavior itself refers to nonviolent behavior as one of the means used by some of the perpetrators, which aim to gain access and control over the victims they are currently pursuing (Lanning, 2018). Child abuse, cheating, and manipulating victims at just under 18 years of age leading to sexual activity and is, let's just say, child abuse is child sexual exploitation (Vijver and Harvey, 2019). As a result, the authors create a educational video show as a talkshow aimed at encouraging people to get to know and prevent child welfare behavior in the digital age. In the talkshow, the author presents source, psychologist lecturer , chief of DP3APPKB Salatiga, and an honor student who can provide examples to help avoid child abuse

    PERENCANAAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU KUE SEMPRIT MENGGUNAKAN MRP MODEL LOTTING SILVER MEAL DAN PERIOD ORDER QUANTITY

    No full text
    Jika membutuhkan abstrak atau isi jurnal silahkan menghubungi author melalui e-mail [email protected] atau [email protected] Dipublikasikan tanggal: 22 Mei 202

    Evaluasi kepuasan nasabah terhadap pelayanan customer service pada bank btn sidoarjo

    Full text link
    Customer satisfaction is matter that must be considered by financial institutions, it’s emphasized not mean without alasn. Financial institutions must perform customer satisfaction in order to compete. Giving good service by a bank will be very influential on customer satisfaction, good impact if the bank provides good service but it will bad if the bank did the opposite. Customer service is a bank officer who is in front, and this makes Customer Service has an important role to describe a bank. Because of that the authors do research conducted at PT. Bank Tabungan Negara (BTN) Sidoarjo. The purpose of this study is to meet the final project and measure whether the bank BTN Sidoarjo has a good lever of customer service. Because it’s to measure customer customer satisfaction on the Service Excellent, Knowlegde of Customer Service officers on bankinbg products dan service as well as the Duties and Responsbilities of Customer Service. The type of research used is descriptive analysis which uses questionnaire given direcrtly and filled directly by customer. After that the authors will collect data obtained from the questionnaire, categorize and conclude the information received. How much valuation is given to each category according to the range of values that the author has given to facilitate the grouping of values. The author distributed forty (40) questionnaires to customers of Bank Tabungan Negara Sidoarjo, a questionnaire thet returned thirty eight (38). Keywords : Customer satisfaction, Customer Servic

    Komite Audit Memoderasi Debt Covenant dan Related Party Transaction terhadap Keputusan Perencanaan Pajak

    Full text link
    This study aims to see empirically the role of the audit committee in moderating the effect of debt covenant and transfer related parties on tax planning decisions. This type of research is quantitative research. This study uses 57 populations of consumption sector companies. The sample in this study was selected using the purposive sampling method and obtained 17 companies that meet the criteria set by the author. The data that has been collected is then processed using the e-views 10 tools. This research shows the result that debt covenant and related party transaction has an effect on tax planning decisions. Meanwhile, the Moderation Regression Test show the results that the audit committee is unable to moderate debt covenant on tax planning decision and the audit committee moderated the effect of related party transaction on tax planning decisions. Keywords: Debt Covenant; Tax Planning Decisions; Transfer Related Part
    corecore