1,721,067 research outputs found
Corrosion inhibition of honeycomb waste extracts for 304 stainless steel in sulfuric acid solution
The extract of honeycomb waste was studied as a corrosion inhibitor on 304 stainless steel in H2SO4 solutions. The honeycomb waste was obtained from beekeeping at Lawang-Malang, East Java, Indonesia. Electrochemical and scanning electron microscopy methods were used to investigate the performance of the corrosion inhibition process. The inhibition efficiency of the inhibitor (2000 mg/L) reached 97.29% in 0.5 M H2SO4 and decreased with the acid concentration. Kinetic parameters were calculated to explain the effect of acid concentration on the inhibition process. The study on the adsorption behavior of the extracts followed the Frumkin isotherm model. The adsorption of the inhibitor on the 304 stainless steel surface was confirmed by the negative and lower values of Gibbs free energy. The obtained scanning electron microscopy (SEM) images were confirmed by comparing the surface of the specimens with and without inhibitor after corroding for one week. The results indicated that the extract acted as a good inhibitor for 304 stainless steel in acid corrosion
Evaluasi Proses Chemical Milling terhadap Perilaku Perambatan Retak Lelah pada Panduan Aluminium
Proses chemical milling merupakan proses non traditional yang mampu mengurangi dimensi benda, apabila pada proses traditional machine sulit dilakukan. Akan tetapi kelemahan dari proses chemical milling adalah terjadi pengikisan permukaan, sehingga menyebabkan permukaan menjadi kasar. Kekasaran permukaan akibat proses chemical milling akan menimbulkan konsentrasi tegangan, dan hal itu berakibat timbul initial crack, sehingga akan mempercepat laju perambatan retak. Keberhasilan proses chemical milling juga sangat ditentukan oleh larutan etsa serta jenis maskant yang digunakan. Larutan etsa yang biasa digunakan untuk proses chemical milling adalah: NaOH, Na2S, HCl, dan HNO3. Sedangkan bahan maskant yang digunakan meliputi neoprene, polyvinilcloride, dan polyethiline
Pengaruh Penggunaan Bahan Dasar dan Bahan Tambah pada Minyak Pelumas terhadap Gejala yan Timbul pada KEndaraan Bermotor
Pengaruh Penggunaan Bahan Dasar dan Bahan Tambah pada Minyak Pelumas terhadap Gejala yan Timbul pada KEndaraan Bermoto
Pengaruh Bilangan Oktana Bensin di Dalam Proses Pembakaran Kendaraan Bermotor
Pengaruh Bilangan Oktana Bensin di Dalam Proses Pembakaran Kendaraan Bermoto
Prediksi Kebangkrutan Perusahaan Berdasarkan Analisa Model Z-Score Altman Studi Kasus pada PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel)
This study was conducted to determine whether the PT. Telkomsel Tbk.
predicted to be bankrupt according to Z-score model analysis of the 2010-2012
annual report.
Population of this research consists of 7 companies, namely: 6 companies
listed on the Stock Exchange add up with PT. Telkomsel Tbk., with 6 companies
taken as sample by purposive sampling method Data used in this study is
secondary data in the form of financial statements of each sample, which is
published in www.telkomsel.com , www.bakrietelecom.com , www.indosat.com ,
www.inovisi.com , www.smartfren.com , www.xl.co.id , and www.idx.co.id.
Independent variables used are Working Capital to Total Assets Ratio (X1),
Retained Earnings to Total Assets Ratio (X2), Earnings Before Interest and Taxes
to Total Assets Ratio (X3), Book Value Equity to Book Value of Total Liabilities
Ratio (X4), with the value of the Z-Score as the dependent variable. Analysis
technique that is being used is Altman Z-Score analysis, descriptive statistics as
well as the Mann Whitney test.
The analysis of the Altman Z-Score to PT. Telkomsel Tbk., shows ZScore
value of 4.557 in 2010, 5.581 in 2011, and 6.899 in 2012, so PT.
Telkomsel Tbk. is within the safe zone because the Z - Score value is greater than
2.60. Based on the Mann Whitney test, shows that the PT. Telkomsel Tbk. have
significant differences in the value of the Z-Score with PT. Bakrie Telecom Tbk.
(Z-Score year 2012-2010 = -0.044; 2.297; 3.783), PT. Indosat Tbk. (Z-Score year
2012-2010 = 4.714; 4.442; 4.372), PT. Smartfren Telecom Tbk. (Z-Score year
2012-2010 = 0.251; -0.511; -3.373), PT. XL Axiata Tbk. (Z-Score in 2012-2010
= 4,837; 4,734; 5.406), whereas PT. Infracom Tbk. (Z-Score year 2012-2010 =
11.298; 8.902; 8.857) had no significant difference in the value of the Z-score
with PT. Telkomsel Tbk. The financial condition of PT. Telkomsel Tbk.
relatively better than other telecom companies listed on the Stock Exchange from
2010-2012.77 HalamanSkripsi Sarjan
PERANCANGAN PROGRAM SIMULASI DETEKSI WAJAH DENGAN SUPPORT VECTOR MACHINES - VIOLA JONES
PERANCANGAN PROGRAM SIMULASI DETEKSI WAJAH DENGAN SUPPORT VECTOR MACHINES - VIOLA JONE
HUBUNGAN FREKUENSI OLAHRAGA DENGAN KADAR GULA DARAH PUASA PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE II DI RUMAH SAKIT NATAR MEDIKA PROVINSI LAMPUNG TAHUN 2016
Angka kejadian diare pada balita di Puskesmas Batu Nangkop cukup tinggi yaitu 140 balita, sebanyak 82 balita mengalami dehidrasi ringan dan delapan balita mengalami dehidrasi berat. Resiko dehidrasi disebabkan oleh penanganan diare di rumah yang dilakukan oleh ibu yang belum tepat karena kurangnya pengetahuan ibu. Peranan ibu dalam pemberian cairan rehidrasi oral (CRO) untuk mencegah dehidrasi dan kematian sangat mutlak dan menentukan. Penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu tentang diare dengan pelaksanaan pemberian cairan rehidrasi oral (CRO) pada balita. Jenis penelitian ini adalah deskriptif korelasi dengan desain Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu-ibu yang datang berkunjung ke Puskesmas yang mempunyai anak balita dan anaknya pernah terkena diare atau sedang menderita diare yang berjumlah 140 orang, dan pengambilan sampel dengan metode purposive sampling adalah sebanyak 104 orang. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan Chi Square. Hasil penelitian diperoleh data bahwa Ibu yang berpengetahuan baik tentang diare berjumlah 59 orang (56,7 %), dan Ibu yang melaksanakan pemberian Cairan Rehidrasi Oral (CRO) dengan kategori baik berjumlah 76 orang (73,9 %). Hasil uji statistik diperoleh p value 0,001 pada a 0,05 disimpulkan ada hubungan pengetahuan ibu tentang diare dengan pelaksanaan pemberian cairan rehidrasi oral (CRO) pada balita diare. Hasil analisis diperoleh pula nilai OR 5,100 yang artinya ibu dengan pengetahuan kurang baik mempunyai peluang 5,100 kali untuk melaksanakan pemberian cairan rehidrasi oral pada balita diare dengan kurang baik. Saran pada penelitian ini diharapkan petugas kesehatan agar lebih giat lagi dalam memberikan penyuluhan kesehatan sehingga masyarakat mempunyai pengetahuan yang baik tentang diare dan dapat melaksanakan pemberian Cairan Rehidrasi Oral (CRO) sedini mungkin.Latar Belakang : Pengelolaan diabetes mellitus bertujuan untuk mempertahankan kadar gula darah dalam rentang
normal. Aktivitas olahraga ringan sangat bermanfaat untuk menghambat proses degeneratif atau proses penuaan.
Berdasarkan RISKESDAS tahun 2013 menunjukkan prevalensi rerata nasional diabetes melitus sebesar 2,1% dengan
prevalensi di Provinsi Lampung sebanyak 0,8%.
Tujuan : Mengetahui hubungan frekuensi olahraga dengan kadar gula darah puasa pada pasien Diabetes Mellitus
tipe II Di Rumah Sakit Natar Medika Provinsi Lampung Tahun 2016.
Metode : Desain penelitian survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Sample penelitian ini sebanyak 75
sampel sesuai kriteria inklusi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling, tempat penelitian di Rumah Sakit
Natar Medika Provinsi Lampung sejak bulan Januari - Maret Tahun 2016.
Hasil : Hasil penelitian diketahui pasien DM tipe II yang melakukan olahraga rutin (senam 4x/bulan) dengan gula
darah puasa (GDP
PENGGUNAAN CAMPUR KODE DALAM BAHASA POLITIK DI ACARA “DEMOCRAZY”
Tujuan penelitian ini adalah 1.) Mendiskripsikan bentuk kalimat campur
kode yang digunakan dalam bahasa debat pada acara “Democrazy” dan 2)
Mendeskripsikan jenis campur kode dalam bahasa debat pada acara
“Democrazy”.
Data dalam penelitian ini adalah dialog dari partisipan yang mengandung
campur kode. Adapun sumber data dalam penelitian ini berupa kutipan-kutipan
dialog, yang mengandung campur kode dalam acara debat politik “Democrazy” di
televisi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik
pustaka dan carat. Teknik analisis data yang digunakan adalah metode padan
intralingual dan metode pada ekstralingual.
Hasil dari penelitian ini adalah berdasarkan bentuknya ditemukan 6
campur kode yang digunakan dalam bahasa debat di acara “Democrazy” atau
sekitar 75% dari jumlah keseluruhan data. Terdapat pula 3 campur kode
metaphorical yang digunakan dalam bahasa debat di acara “Democrazy” atau
sekitar 37,5% dari keseluruhan data. Penggunaan campur kode situasional lebih
dominant di dalam bahasa debat di acara “Democrazy”, hal itu disebabkan karena
didalamnya partisipan terdiri dari orang-orang dengan beragam pendidikan tinggi,
sehingga mereka pandai dalam mengatur gaga bahasa mereka untuk menunjukkan
kemampuan mereka dalam debat. Di dalam campur kode dalam acara debat
“Democrazy” berdasarkan faktor penggunaannya terdapat 5 campur kode need
feeling motive atau sekitar 50% dan ada 5 campur kode prestige filling motive atau
sekitar 50%. Dalam Label ini menunjukkan ketidak seimbangan dalam
penggunaan campur kode karena dapat dilihat dari dominasi penggunaan campur
kode berdasarkan faktor penggunaannya lebih banyak need feeling motive
Efektivitas Pelayanan Pemberian Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di Dinas Tata Ruang Dan Tata Bangunan Kota Medan
Salah satu cara untuk menanggulangi lemahnya pelayanan aparatur pemerintah yang menyebabkan tidak optimalnya fungsi pelayanan yang diberikan kepada masyarakat adalah dengan mengalihkan aspek-aspek dan fungsi-fungsi pemerintahan konvensional melalui penggunaan teknologi baru. Salah satu usaha konkrit adalah dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam bentuk pelayanan perijinan yang terpadu (one stop service) yang sering disebut Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu. Hasil dari bentuk terobosan yang dilakukan pemerintah tersebut adalah dibentuknya Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT). Tujuan pembentukan badan ini adalah untuk mendorong peningkatan pelayanan publik yang dianggap kurang transparan atau kurang terbuka. Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PPTSP) disini adalah penyelenggaraan perizinan mulai dari tahap permohonan sampai tahap penerbitan dokumen (penyerahan izin pada pemohon), dilakukan secara terpadu dalam satu tempat
The Effect of Sales Growth and Capital Intensity on Tax Avoidance in Property and Real Estate Companies
Taxes are one of the most crucial instruments in Indonesia. Indonesia's main income derives from taxes collected by local governments and used by the government to spend on state development such as the development of infrastructures and other needs of the state. Company is one of the state’s highest tax contributors. However, the amount of tax paid by the company is calculated as the company's burden. The company's main goal is to maximize net profit. Therefore, the company strives to minimize tax payments through tax avoidanceThis research aims to determine the effect of sales growth and capital intensity on tax avoidance in Property and Real Estate companies listed on the Indonesia Stock Exchange within the period of 2019-2020.The analysis of this research uses SPSS 26.0 to run the multiple linear regression analysis. Result depicts that sales growth has no effect on tax avoidance partially, capital intensity has no effect on tax avoidance partially, and sales growth and capital intensity have an effect on tax avoidance simultaneously
- …
