17 research outputs found
Perkembangan Islam di Kerajaan Bone: Studi Peranan Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim (1931-1946)
Hasil penelitian ini menemukan, pertama: kondisi Kerajaan Bone pada saat menjelang pemerintahan Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim mengalami ketidakstabilan karena Kerajaan Bone pada tahun 1905 M berhasil ditaklukkan oleh
pemerintah Belanda. Penaklukkan tersebut dikenal dengan Rumpa'na Bone. Pemerintahan dijalankan Ade’ Pitue atas kekuasaan pemerintah Belanda. Kedua: Pada masa pemerintahan Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim mengalami banyak perubahan, seperti diadakannya “Pertemuan Ulama Celebes Sulawesi Selatan” pada tahun 1932 M. Tahun 1933 M didirikanlah Al-Madrasah Amiriyyah Al-Islamiyyah
Watampone, politik dan ekonomi juga mengalami banyak perubahan, dan berkontribusi dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Ketiga: Andi Mappanyukki berkontribusi dalam bidang agama dan bidang edukasi dan moral, seperti, beliau mendirikan Masjid Raya Watampone. Madrasah yang berhasil didirikan Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim memiliki banyak kontribusi terhadap masyarakat dan mampu melahirkan banyak tokoh-tokoh agama di Sulawesi Selatan. Implikasi penelitian ini yaitu: Upaya untuk menelusuri perkembangan Islam di Kerajaan Bone. Sehingga penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangan yang positif untuk melestarikan nilai-nilai agama pada masyarakat Bone
dan dapat dijadikan sebagai referensi atau rujukan untuk mengkaji dan mengetahui tentang perkembangan Islam pada masa Andi Mappanyukki Sultan Ibrahim
The analysis of ellipsis in the novel The Short Second Life of Bree Tanner by Stephanie Meyer (a syntatic approach)
the purpose of this research was to find out the types of elliptica sentence are used by the author in this novel, and the functions of each types of elliptical sentence which are found in this novel. the researcher found that there are three types of elliptical sentence occurred in the novel and their functions.x, 71 page
ELLIPSIS TYPES IN STEPHENIE MEYER’S “THE SHORT SECOND LIFE OF BREE TANNER” USING A SYNTACTIC ANALYSIS
Ellipsis is an omitting part of the sentence that may occur in the English novel. Some authors write a novel tend to use ellipsis in their work. Learners who read English novel are likely to find the author’s writing style which study is aimed to explain the types of the elliptical sentence used by the author in the novel The Short Second Life of Bree Tanner. This research applied a qualitative method and employed a source of data from Stephenie Meyer’s Novel and some references to support this study. A further technique of analyzing data in this research is always linked to the theory and methods based on Syntactic Analysis. Subsequently, this research uses the syntactic analysis form, Noam Chomsky. As a result, the researcher found that there are three types of elliptical sentence occurred in the novel. The types of elliptical sentence are a nominal ellipsis, verbal ellipsis, and clausal ellipsis. Therefore, based on the research findings, the researcher concludes that the types of ellipsis the author used in her novel based on the evidence are verbal ellipsis, nominal ellipsis, and clausal ellipsis. As a suggestion, it is essential to learn light on the readers or writers’ ability to employ ellipsis types in their work as it is necessary in more economizing and conceiving sentence
PENGARUH NARASI BAHASA DALAM LABEL PRODUK TERHADAP PERSEPSI KONSUMEN
AbstractThis study aims to explore how a language narrative placed on a product can influence consumer perceptions in their decision making. The strategy in placing language as the selling point of a product is a product that is characteristic of a particular region. The results of research conducted using quantitative methods with samples selected by purposive sampling and processed using regression analysis. The results of the regression test show that there is a correlation between the independent variable knowledge of narrative / label on the dependent variable of perception formed.Keywords: Language, Product Label, Perception, Consumer Behavior AbstrakPenelitian ini bertujuan mendalami bagaiman sebuah narasi Bahasa yang ditempatkan pada suatu produk mampu mempengaruhi persepsi konsumen dalam pengambilan keputusannya. Strategi dalam menempatkan bahsa sebagai nilai jual sebuah produk diantaranya merupakan produk yang berciri khas suatu wilayah tertentu. Hasil penelitian yang dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan sampel yang dipilih secara purposive sampling dan diolah menggunakan analisis regresi. Hasil uji regresi menunjukan bahwa terdapat korelasi antara variabel independen pengetahuan narasi / label terhadap variabel dependen persepsi yang terbentuk.Kata Kunci: Bahasa, Label Produk, Persepsi, Perilaku Konsume
ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA ASING MEMBANGUN CITRA MEREK PRODUK DALAM MEMPENGARUHI PERILAKU PEMBELIAN KONSUMEN
Penelitian ini bertujuan melihat bagaimana bahasa asing mampu membangun citra merek pada sebuah produk dan mempengaruhi perilaku pembelian konsumen. Berdasarkan hasil olah data menggunakan regresi baik secara parsial maupun simultan diketahui bahwa variabel merek berbahasa asing berpengaruh positif dan memiliki signifikansi terhadap keputusan pembelian yang dilakukan oleh mahasiswa jurusan Manajemen Bisnis Syariah IAIN Ambon sebagai konsumen. Hasil olah data juga memperlihatkan variabel dominan. Penggunaan merek produk yang berbahasa asing memiliki pengaruh positif terhadap keputusan pembelian konsumen pada mahasiswa jurusan Manajemen Bisnis Syariah IAIN Ambon. Artinya bahwa mahasiswa sebagai konsumen lebih memilih produk yang bermerek berbahasa asing dikarenakan memiliki citra merek yang lebih baik dan lebih bergengsi. Persepsi produk yang lebih baik dikarenakan konsumen berasumsi bahwa Bahasa asing merupakan bahasa global dan produk-produk tersebut telah Go-International sehingga muncul rasa bangga dalam menggunakan produk-produk tersebut.Kata Kunci: Bahasa Asing, Citra Merek, Produk, Perilaku Konsume
LOCAL WISDOM IN THE STORY OF NENE LUHU: LITERATURE RECEPTIONS OF THE MALUKU COMMUNITY
AbstractThis research aims to examine local wisdom in the folk tale of Nene Luhu, which is one of the folk stories from Maluku. This study employs an experimental synchronous reception research with a structural approach to assess respondents' reception of the structure and local values in the Nene Luhu story. The sample consists of productive-aged individuals in Maluku, specifically those aged 18-25, comprising both males and females who have read or heard the Nene Luhu story. The results of the research indicate that the Nene Luhu story vividly portrays values of diversity, tradition, archipelagic wisdom, and the rich and diverse customs of Maluku. The narrative also conveys moral messages emphasizing the importance of trust, justice, loyalty, courage, and environmental care. In conclusion, the Nene Luhu story is not merely a narrative but also a reflection of noble values and wisdom inherent in Maluku cultureKeywords: Nene Luhu, values, local, wisdom, diversit
The Analysis of Ellipsis in the Novel the Short Second Life of Bree Tanner by Stephenie Meyer (A Syntactic Approach)
The functions of each
types of elliptical sentence which are found in the novel. The method in this research is
qualitative method. The source of data in this research was the novel The Short
Second Life of Bree Tanner by Stephenie Meyer, which is published in 2010, and the
books reference to support this research. The technique of analyzing data in this
research is always linked to the theory and methods based on the Syntactic
Approach. This research uses the syntactic theory of Noam Chomsky.
In the novel The Short Second Second Life of Bree Tenner, the researcher
found that there are three types of elliptical sentence occurred in the novel and their
functions. The types of elliptical sentence are nominal ellipsis, verbal ellipsis, and
clausal ellipsis. The functions of nominal ellipsis is as head of noun group, verbal
ellipsis and clausal ellipsis are as a statement, question or answer
Analisis Bahasa Slang Dalam Advertising: Studi Kualitatif Persepsi Konsumen dan Dampak Sosial
Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena penggunaan bahasa slang dalam advertising, khususnya dalam hubungannya dengan respons konsumen dan dampak sosial dari penggunaan bahasa slang dalam iklan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik depth interview dalam pengambilan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan bahasa slang dalam advertising dapat mempengaruhi persepsi konsumen terhadap merek dan kampanye iklan, terutama jika disesuaikan dengan target pasar yang dituju. Meskipun demikian, terdapat juga risiko penggunaan bahasa slang yang tidak tepat atau yang dianggap ofensif oleh konsumen, yang dapat merusak citra merek dan memengaruhi keputusan pembelian. Oleh karena itu, merek perlu memperhatikan konteks budaya dan sosial dalam penggunaan bahasa slang dalam advertising dan berhati-hati dalam memilih kata-kata yang digunakan. Dalam kesimpulannya, penelitian ini memberikan wawasan penting bagi praktisi pemasaran dalam merencanakan kampanye iklan yang efektif dan memperkuat citra merek melalui penggunaan bahasa slang yang tepat
Kearifan Lokal Dalam Perilaku Sosial Remaja Di Desa Waimiting Kabupaten Buru
Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi perilaku sosial remaja di Desa Waimiting; 2) menganalisis nilai-nilai kearifan lokal dalam perilaku sosial remaja di Desa Waimiting. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Data diperoleh dari data primer dan data sekunder dengan sumber data berasal dari para remaja, tokoh masyarakat, dan masyarakat desa Waimiting. Metode dalam penelitian ini adalah observasi non partisiatif dengan teknik survei lapangan (field study), wawancara (interview), studi dokumentasi, dan studi literatur. Tahap analisis data, meliputi pereduksian data, penyajian data, verifikasi data, dan analisis data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku sosial remaja di Desa Waimiting terbagi atas dua, yakni 1) perilaku sosial internal remaja di Desa Waimiting yang meliputi persaingan (persaingan yang bersifat pribadi dan persaingan yang bersifat kelompok), kerja sama (gotong royong dan tawar menawar), simpati, empati, membagi, meniru, nasionalis, patuh, dan cinta lingkungan; 2) perilaku sosial ekternal remaja di Desa Waimiting, antara lain lebih banyak menghabiskan waktu dengan gedget, sikap egois, kurang bersosialisasi, cendering bebas dalam menampilkan diri. Nilai-nilai kearifan lokal dalam perilaku sosial remaja di Desa Waimiting, yakni dilihat dari wujud adat istiadat nilai kearifan lokal meliputi kepatuhan, kebersamaan, nilai pendidikan, saling menghormati; dilihat dari wujud sikap positif terhadap limgkungan atau alam, antara lain cinta dan saling menghargai; wujud kegiatan masyarakat yang dilandasi oleh aspek keagamaan, pendidikan, dan sosial budaya, yakni berkeyakinan, tanggung jawab, dan saling membantu serta kerja sama. Nilai-nilai kearifan lokal yang bergeser dalam perilaku sosial remaja di Desa Waimiting, yakni nilai kebersamaan dan nilai kerja sama
