1,720,956 research outputs found
ANALISIS TUBRUKAN CRANE MV. PANCARAN I 5505 DENGAN GANTRY CRANE PELABUHAN SURALAYA
ABSTRAK
AMIRIL MUKMININ. NIT: 572011127786 N, 2024, “Analisis Tubrukan Crane
MV PANCARAN I 5505 Dengan Gantry Crane Pelabuhan Suralaya”,
skripsi. Program Diploma IV, Program Studi Nautka, Politeknik Ilmu
Pelayaran Semarang, Pembimbing I: Manungku Trinata Pramudhita.,
S.Si.T., M.Pd. Pembimbing II: Pranyoto, S.PI, M.AP.
Kapal merupakan armada transportasi yang beroperasi di laut dan di peraian,
dalam operasiannya kapal melakukan bongkar muat di pelabuhan maupun kapal
ke kapal dengan menggunakan crane sebagai penunjang kegiatan bongkar muat.
Dalam penelitian ini, peneliti telah melaksanakan praktek laut di atas kapal MV
PANCARAN I 5505 dan menemukan masalah, yaitu ketika kapal telah selesai
melakukan kegiatan bongkar muatan di pelabuhan suralaya, kapal melaksakan
olah gerak meninggalkan pelabuhan namun saat olah gerak kapal mengalami
sebuah insiden yakni crane nomor 1 kapal MV PANCARAN I 5505 menabrak
gantry crane nomor 4 Pelabuhan Suralaya. Dengan terjadinya masalah tersebut
peneliti merumuskan masalah yaitu, apa penyebab crane MV. PANCARAN I
5505 menabrak gantry crane Pelabuhan Suralaya, apa dampak dari Insiden
tubrukan antara crane MV. PANCARAN I 5505 dengan gantry crane Pelabuhan
Suralaya, dan bagaimana upaya yang dilakukan crew kapal agar insiden tubrukan
crane tidak terulang kembali di MV. PANCARAN I 5505.
Metode penelitian yang peneliti gunakan dalam penyusunan penelitian ini
adalah metode deskriptif kualitatif, pengumpulan data menggunakan observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data dianalisa menggunakan diagram
fishbone.
Berdasarkan hasil pembahasan yang telah dilakukan peneliti terhadap
tubrukan crane kapal MV PANCARAN I 5505 dengan gantry crane pelabuhan
suralaya bahwa faktor penyebabnya adalah kurangnya perhitungan jarak crane
kapal dengan gantry crane pelabuhan, kesalahan dalam menarik keluar kapal yang
dilakukan oleh tug boat di bagian depan, dan cuaca buruk angin berkecepatan
tinggi dan gelombang air laut yang tinggi
ANALISIS PUTUSAN NO. 299/Pdt.G/2011/PA.BKN TENTANG CERAI THALAQ DENGAN ALASAN HAKIM SUAMI MELANGGAR SIGHAT TAKLIK THALAQ
Dalam hal ini penulis hanya memfokuskan pada putusan nomor 299/Pdt.G/2011/PA.BKN yang telah diputus oleh Drs. H. Sudirman, M.H ( Hakim Ketua), Dra. Nurzauti, SH, M.H dan Drs. M. Zen, SH, M.H (Hakim anggota) dan dibantu oleh Nasri Alamsa, SH sebagai Panitera, putusan ini merupakan kasus cerai thalaq yang di ajukan oleh doni (bukan nama sebenarnya) dengan alasan didalam rumah tangga sering terjadi perselisihan dan pertengkaran dikarenakan termohon telah menikah lagi dengan pria lain. Selanjutnya majlis Hakim memberi izin kepada pemohon untuk menjatuhkan thalaq satu raj’I kepada termohon dan menetapkan perkara tersebut kedalam pasal 19 huruf (g) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo, pasal 116 huruf (g) Kompilasi Hukum Islam, yang berbunyi : “suami melanggar sighat taklik thalaq”. Jika ditinjau kembali putusan dengan nomor 299/Pdt.G/2011/PA.BKN ini termasuk dalam kasus cerai thalaq, bukan gugatan perceraian.
Lokasi penelitian ini ialah di Pengadilan Agama Kelas 1B Bangkinang dengan tujuan untuk mengetahui Bagaimana putusan Pengadilan Agama Bangkinang No. 299/Pdt.G/2011/PA.BKN dalam menetapkan kasus cerai thalaq dengan alasan hakim menetapkan suami melanggar sighat taklik thalaq, untuk mengetahui apa alasan dan pertimbangan hakim Pengadilan Agama Bangkinang dalam menetapkan putusan No. 299/Pdt.G/2011/PA.BKN dalam menetapkan kasus cerai thalaq dengan alasan suami melanggar sighat taklik thalaq dan bagaimana analisa penulis terhadap putusan tersebut.
Adapun hasil penelitian ini adalah:
Pertama, putusan nomor 299/Pdt.G/2011/PA.BKN merupakan putusan cerai thalaq dengan alasan pemohon didalam rumah tangga sering terjadi perselisihan dan pertengkeran dikarenakan termohon telah menikah lagi dengan pria lain. Selanjutnya memberi izin kepada pemohon untuk menjatuhkan thalaq satu raj’I kepada termohon. Putusan tersebut diputus berdasarkan pasal 19 huruf (g) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo, pasal 116 huruf (g) Kompilasi Hukum Islam, dimana huruf (g) tersebut berbunyi : “suami melanggar sighat taklik thalaq”.
Kedua, adapun alasan yang disampaikan oleh majlis hakim berdasarkan hasil wawancara, penulis dapat menyimpulkan bahwa : “ antara pemohon dan termohon telah pisah selama dua tahun berturut-turut, dalam hal ini selama dua tahun tersebut jelas pemohon tidak memberi nafkah wajib selama tiga bulan lamanya, dan juga tidak memperdulikan termohon selama enam bulan lamanya. sesuai dengan yang disampaikan oleh salah seorang Hakim anggota bahwa tugas pokok seorang hakim ialah untuk memberikan keadilan.
Ketiga, Menurut penulis putusan nomor 299/Pdt.G/2011/PA.BKN lebih adil dan lebih pantas lagi untuk diputus kedalam pasal 19 huruf (g) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jo, pasal 116 huruf (f) yang mana berisikan : “Antara suami dan isteri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga”. Dimana berdasarkan ketentuan penjelasan pasal 39 ayat 2 huruf (f) undang-undang Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan jo. Pasal 19 huruf (f) peraturan pemerintah nomor 9 tahun 1975 jo. Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam
ESTIMASI PARAMETER DISTRIBUSI WEIBULL TERSENSOR-II MENGGUNAKAN MLE
Inferensi statistik adalah proses yang menggunakan sampel statistik untuk menduga atau menaksir hubungan parameter populasi. Pengambilan kesimpulan tentang parameter-parameter populasi berdasarkan data sampel yang diambil dari populasi. Dengan demikian penaksiran parameter merupakan suatu metode yang digunakan untuk memprediksi karakteristik suatu populasi berdasarkan sampel yang diambil.
Salah satu distribusi yang sering digunakan dalam uji data hidup adalah distribusi Weibull yang diperkenalkan oleh fisikawan Swedia yaitu Waloddo Weibull. Distribusi Weibull selama bertahun-tahun menjadi salah satu model data statistik yang memiliki jangkauan luas dalam uji data hidup dan dengan kelebihan utama dalam keakuratan kegagalan.
Salah satu metode estimasi adalah metode estimasi maksimum likelihood. Maksimum likelihood mendasarkan inferensinya pada sampel, dan juga metode ini salah satu metode untuk menaksir parameter berdistribusi Weibull. Ide dasar metode estimasi maksimum likelihood adalah mencari nilai parameter yang memberi kemungkinan (likelihood) paling besar untuk mendapatkan data observasi sebagai estimator dan digunakan untuk menentukan parameter yang memaksimalkan kemungkinan dari data sampel. Metode maksimum likelihood, metode estimasi parameter lebih mudah, sehingga banyak digunakan. Akan tetapi metode ini hanya dapat digunakan bilamana distribusi populasi diketahui. Selain itu, metode maksimum likelihood sangat sensitive terhadap data ekstrim sehingga berpengaruh terhadap nilai rata-rata maupun variansi.
Pengamatan berpusat pada bagaimana menentukan estimator paramete
Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis
The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation
counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings
are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that
only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into
account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed
Variations on the Author
“Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship
Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis
We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts
We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued
use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation
counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more
sophisticated methods
koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist
We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
- …
