1,721,104 research outputs found

    PENGARUH CITRA MEREK (BRAND IMAGE) TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIANMINUMAN LUWAK WHITE KOFFIE (Studi Pada Masyarakat Kota Padang)

    Get PDF
    PENGARUH CITRA MEREK (BRAND IMAGE) TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN MINUMAN LUWAK WHITE KOFFIE (Studi Pada Masyarakat Kota Padang) Skripsi S1 Oleh : Mayang Amalia Fitri Pembimbing : Dr. Verinita, SE, M.Si ABSTRAK Citra Merek (Brand Image) adalah seperangkat keyakinan, ide dan kesan yang dimiliki oleh seseorang terhadap suatu merek. Keputusan pembelian adalah tindakan dari konsumen untuk mau membeli atau tidak terhadap produk. Pada penelitian ini tujuannya adalah untuk melihat seberapa besar pengaruh Citra merek ( Brand Image) sebagai variael independen terhadap pengambilan keputusan pembelian sebagai variabel dependen pada minuman Luwak White Koffie pada masyarakat Kota Padang. Teknik pengambilan sampel purposive sampling, sementara jumlah sampel sebanyak 130 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner dengan menggunakan skala Likert 5 point untuk mengukur 14 indikator. Teknik pengolahan data menggunakan program SPSS versi 17. Kata kunci : citra merek, Pengambilan Keputusa

    PERAN PUSAT PELAYANAN TERPADU PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK (P2TP2A) DALAM MEMBERIKAN PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK KORBAN KEKERASAN SEKSUAL DAN FISIK DI KOTA PAYAKUMBUH

    Get PDF
    ABSTRAK Suci Amalia Fitri Away, (2024) : Peran Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dalam Memberikan Perlindungan Terhadap Anak Korban Kekerasan Seksual dan Fisik di Kota Payakumbuh Penelitian skripsi ini dilatarbelakangi dengan adanya permasalahan mengenai perlindungan anak korban kekerasan seksual dan fisik yang belum terlaksana secara maksimal, ditemukan fakta yang terjadi dilapangan bertentangan dengan apa yang terdapat dari isi peraturan hukum yang berlaku. Ketidaksesuaian isi dari Peraturan Daerah Kota Payakumbuh Nomor 11 Tahun 2016 Tentang Perlindungan Perempuan dan Anak dengan peran Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dalam memberikan perlindungan terhadap anak korban kekerasan seksual dan fisik di kota Payakumbuh. Jenis penelitian adalah hukum empiris yang bersifat deskriptif. Penelitian langsung ke lapangan yang berlokasi di Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) tepatnya pada Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Payakumbuh. Informan penelitian terdiri dari 8 orang yang terdiri dari 1 orang Kepala Perlindungan Anak, 1 orang Sub Substansi Perlindungan khusus Anak, 1 orang Pengurus P2TP2A, dan 5 orang tokoh masyarakat. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data penelitian ini terdiri dari observasi, wawancara, dan studi Pustaka. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif. Hasil dari penelitian terhadap peran Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dalam memberikan perlindungan terhadap anak korban kekerasan seksual dan fisik di kota Payakumbuh masih belum terlaksana secara optimal ditemukan fakta bahwa dalam penanganan kasus terdapat ketidaksesuaian isi peraturan hukum yang berlaku dengan penerapannya dilapangan, hal ini dikarenakan P2TP2A belum berbentuk Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD). Serta adanya kendala dalm memberikan perlindungan terhadap anak korban kekerasan seksual dan fisik, yaitu anggaran dana dan personi atau pengurus Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A). Kata Kunci: Perlindungan Anak, Kekerasan Seksual, Kekerasan Fisik

    PERJANJIAN JUAL BELI RUMAH BERSUBSIDI PADA PERUMAHAN BMW TULUNGAGUNG DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NO. 08 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DAN HUKUM ISLAM

    Get PDF
    Amalia Fitri Permatasari, NIM. 17101153002, Perjanjian Jual Beli Rumah Bersubsidi Pada Perumahan BMW Tulungagung Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 08 Tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen dan Hukum Islam, Jurusan Hukum Ekonomi Syariah, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2022, Dibimbing oleh Hj. Indri Hadisiswati, M.H. Kata Kunci : Perjanjian Jual Beli Rumah Subsidi, Undang-Undang Perlindungan Konsumen, Hukum Islam. Dalam mewujudkan kebutuhan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), pemerintah memberikan kemudahan dalam memperoleh rumah melalui KPR FLPP (Subsidi) yang bekerja sama dengan pengembang perumahan dan bank pelaksana. Namun tidak jarang dalam jual beli rumah bersubsidi, sering ditemukan adanya pemenuhan hak yang tidak sesuai dengan yang dijanjikan oleh pengembang perumahan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : (1) Bagaimana perjanjian jual beli rumah bersubsidi di perumahan BMW Tulungagung ditinjau dari Hukum Positif? (2) Bagaimana perjanjian jual beli rumah bersubsidi di perumahan BMW Tulungagung ditinjau dari Hukum Islam? (3) Bagaimana pemenuhan hak terhadap konsumen rumah subsidi ditinjau dari Undang-Undang No. 8 tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen? Adapun tujuan dari penelitian ini adalah : (1) Untuk menjelaskan perjanjian jual beli rumah bersubsidi di perumahan BMW Tulungagung menurut hukum positif (2) Untuk menjelaskan perjanjian jual beli rumah bersubsidi di perumahan BMW menurut hukum Islam (3) untuk mengetahui pemenuhan hak terhadap konsumen rumah bersubsidi menurut Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi data, menyajikan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Perjanjian jual beli rumah bersubsidi sudah sesuai berdasarkan KUHPerdata dan PermenPUPR No:11/PRT/M/2019 Tentang Sistem Pendahuluan Jual Beli Rumah. (2) Perjanjian jual beli rumah ini menurut Hukum Islam termasuk ke dalam akad jual beli pesanan (Istishna’). Sebagian ketentuan dalam perjanjian ini sudah sesuai dengan ketentuan akad Istishna’, asalkan tidak terdapat al-jahalah (ketidakjelasan) mengenai penyerahan objek akad. (3) Pemenuhan hak terhadap konsumen berdasarkan perjanjian tersebut dalam praktiknya sudah sesuai dengan pasal 04 Undang-Undang Perlindungan Konsumen

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR SUSTAINABILITAS UMKM TEMPE KERIPIK RUMAHAN DI TRENGGALEK

    Get PDF
    Skripsi dengan judul “Analisis Faktor-Faktor Sustainabilitas UMKM Tempe Keripik Rumahan di Trenggalek” yang ditulis oleh Reni Amalia Fitri, NIM. 12402193040 Jurusan Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, pembimbing Dr. Muhammad Aswad, M.A. Usaha tempe keripik yang menjadi industri terkenal di Trenggalek, seperti halnya di Desa Wonorejo Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek tepatnya di Usaha Dagang Rara, Srategi penjualan pada usaha tempe keripik rumahan sebagai hal-hal yang mempengaruhi keberlanjutan Usaha Dagang Rara tersebut persaingan bisnis yang semakin ketat sehingga membuat para pelaku usaha dituntut untuk terus mengembangkan usahanya. Adapun faktor sustainabilitas dalam usaha ini sangat menentukan keberhasilan suatu usaha. Dimana faktor berkelanjutan dalam ber usaha yang sangat memerlukan modal, tenaga kerja, teknologi, Strategi pengembangan dan pengelolaan, sumjber daya manusia dan kecakapan tata laksana (managerial skill) serta kualitas dalam produknya yang juga harus didukung dengan kemampuan serta keahlian dari masing-masing pengusaha industri agar usaha tetap berlanjut secara maksimal yang dapat menjadikan suatu usaha tempe keripik berkelanjutan dan berkembang. Rumusan masalah penelitian ini adalah (1) Apakah modal usaha yang mempengaruhi sustainabilitas usaha industri tempe keripik rumahan di Trenggalek ? (2) Apakah teknologi dan tenaga kerja yang mempengaruhi sustainabilitas usaha industri tempe keripik rumahan di Trenggalek ? (3) Apakah kualitas produk yang mempengaruhi sustainabilitas usaha industri tempe keripik rumahan di Trenggalek ? dan apa pengaruh dari faktor-faktor sustainabilitas dalam UMKM tempe keripik di UD Rara tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Dimana proses pengumpulan data dengan menggunakan metode wawancara, dokumentasi, observasi. Teknis analisis data dalam penelitian ini adalah dengan kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian terhadap faktor-faktor sustainabilitas UMKM tempe keripik di Usaha Dagang Rara tersebut dimana produk yang dijual adalah tempe keripik. Yang menggunakan modal pribadi sebagai produksi tempe keripik yang dapat mempengaruhi keberlanjutan UMKM tempe keripik tersebut. Strategi pengembangan dan pengelolaan yang dilakukan oleh Usaha Dagang Rara tersebut ada hal yang paling utama pada pengembangan produk dimana produk yang dikembangkan merupakan inovasi dari produk sebelumnya yang didukung oleh terjaganya kualitas dan mematok harga yang terjangkau untuk semua kalangan strategi yang diterapkan meningkatkan omzet penjualan yang mampu bersaing dengan acuan sasaran yang ingin dituju yang akan menghasilkan laba yang banyak. Kualitas sumber daya manusia yang cukup, persediaan bahan baku yang memenuhi kebutuhan, teknologi mesin dalam pembuatan produk, dan lingkungan yang kondusif sehingga dapat mendukung kelancaran usaha dan dapat meunjang terjadinya sustainabilitas dalam Usaha Dagang Rara tersebut. Kata kunci: Sustainabilitas, SDM, Modal, Teknologi, Omzet Penjuala

    TRANSAKSI PEMBELIAN PULSA ELEKTRONIK PONSEL PADA APLIKASI FLIP DITINJAU DARI AKAD MURABAHAH DAN UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2024 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK

    Get PDF
    Rizqi Amalia Fitri, NIM. 126101211074, Transaksi Pembelian Pulsa Elektronik pada Aplikasi Flip Ditinjau dari Akad Murabahah dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Program Studi Hukum Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, 2025, Pembimbing: Dr. Budi Kolistiawan, S.Pd., M.E.I. Kata kunci: Transaksi Elektronik, Flip, Pulsa Elektronik, Akad Murabahah, Undang-undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh praktik transaksi pembelian pulsa melalui aplikasi Flip yang menimbulkan persoalan terkait transparansi harga dan kepemilikan barang sebelum transaksi. Pengguna hanya mengetahui harga akhir tanpa rincian struktur harga, sehingga hanya dapat memperkirakan besaran keuntungan yang diperoleh penyedia layanan. Dari aspek hukum positif, transaksi ini perlu ditinjau berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, khususnya terkait validitas bukti elektronik, keabsahan kontrak, serta tanggung jawab penyelenggara sistem elektronik. Tujuan penelitian ini mencakup: (1) Untuk mengetahui mekanisme pembelian pulsa elektronik ponsel melalui aplikasi Flip; (2) Untuk mengetahui dan menganalisis kesesuaian mekanisme pembelian pulsa elektronik ponsel pada aplikasi Flip dengan ketentuan akad murabahah; (3) Untuk mengetahui dan menganalisis kesesuaian mekanisme pembelian pulsa elektronik ponsel pada aplikasi Flip dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Jenis penelitian ini menggunakan normatif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data diperoleh dari observasi langsung terhadap mekanisme pembelian pulsa pada aplikasi Flip, wawancara mendalam dengan pengguna dan Customer Support Flip, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; (1) Proses pembelian pulsa di Flip mulai dari setelah membuka aplikasi melakukan pengisian nomor, pemilihan nominal pulsa, hingga pembayaran dan konfirmasi transaksi, maka pulsa akan masuk; (2) Transaksi pembelian pulsa melalui Flip belum sepenuhnya sesuai dengan akad murabahah. Flip tidak memiliki pulsa sebelum transaksi dan tidak transparan dalam menyampaikan harga pokok dan margin keuntungan. Pulsa sebagai objek akad sah, namun belum sepenuhnya dimiliki saat akad. Transaksi disetujui secara digital tanpa rincian struktur harga., (3) Transaksi tersebut telah sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, termasuk dalam aspek keabsahan bukti elektronik, perlindungan data pribadi, dan kontrak elektronik yang sah secara hukum

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis
    corecore