1,720,955 research outputs found

    SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT FEBRILE SEIZURES MENGGUNAKAN METODE FORWARD CHAINING DAN TEOREMA BAYES

    Get PDF
    Febrile seizures adalah kondisi medis yang umum terjadi pada anak‑anak, biasanya disebabkan oleh demam tinggi akibat dari infeksi atau kondisi lainnya. Meskipun umumnya tidak berbahaya, diagnosis yang cepat dan akurat sangat penting untuk mengidentifikasi penyebab serta menentukan penanganan yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pakar yang dapat mendiagnosis penyakit Febrile Seizures pada anak dengan menggunaka dua metode inferensi yaitu, Forward Chaining dan Teorema Bayes. Sistem pakar dikembangkan dengan mengumpulkan pengetahuan dari pakar medis, yang kemudian diterjemahkan menjadi basis pengetahuan berupa aturan dan probabilitas yang digunakan dalam sistem. Penelitian ini menerapkan metode Forward Chaining dan Teorema Bayes. Pada sistem ini diuji menggunakan 30 data kasus yang telah divalidasi oleh pakar. Hasil uji coba menunjukkan bahwa metode Forward Chaining memiliki akurasi sebesar 96% dengan 29 data dari 30 data, hasil diagnosis yang sesuai dengan diagnosis pakar. Di sisi lain, metode Teorema Bayes memperoleh akurasi 90% dengan 27 data hasil diagnosis yang sesuai. Selain itu, tingkat kemiripan hasil diagnosis antara kedua metode mencapai 93,33% dengan selisih hanya 6,67%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kedua metode ini dapat digunakan dalam sistem pakar untuk diagnosis Febrile Seizures. Metode Forward Chaining lebih unggul dalam hal akurasi dibandingkan Teorema Bayes pada sistem yang dibangun

    AUDIT MANAJEMEN TERHADAP DISTRIBUSI KOSMETIK ILEGAL DI KOTA PALOPO

    Get PDF
    xx ABSTRAK Almunadia, 2022 : “Audit Manajemen Terhadap Distribusi Kosmetik Ilegal Di Kota Palopo”. Skripsi Program Studi Manajemen Bisnis Syariah, Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Palopo. Dibimbing Oleh Muh. Shadri Kahar Muang, S.E., M.M. Maraknya peredaran kosmetik ilegal di Kota Palopo semakin meningkat pesat, hal ini ditandai dengan banyaknya pedagang pedagang di pasar sentral kota Palopo yang menjual kosmetik ilegal secara terang terangan, tidak hanya di sekitar pasar sentral Palopo saja, bahkan sampai ke toko toko besar hingga ke warung warung kios, penjualan kosmetik ilegal dijual secara terang – terangan tanpa harus menutupi merk produk, padahal di Kota Palopo sudah didirikan BPOM sejak tahun 2018, namun kosmetik ilegal masih beredar hingga saat ini. Berdasarkan fenomena tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas dari rantai distribusi terhadap proses pendistribusian kosmetik ilegal di kota Palopo dengan menggunakan sistem audit manajemen untuk mengidentifikasi dan mencari kelemahan dan kekurangan terhadap perusahaan Cv. X, sekaligus menilai keefektifitasan dari proses pendistribusian kosmetik ilegal di kota Palopo. Penelitian ini berfokus pada proses pendistribusian kosmetik ilegal yang dilakukan oleh Cv. X. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dengan menggunakan pendekatan persuasif, komunikasi secara khusus untuk mempengaruhi sikap, dan pendapat terhadap narasumber. Hasil dari penelitian yang diperoleh bahwa terdapat 30 (tiga puluh) produk kosmetik ilegal jenis skincare perpaket maupun 2in1, produk kosmetik tersebut mengandung bahan yang sangat berbahaya seperti merkuri, hydroquinon, dan tretinoin. Distributor Cv. X masih terus memasarkan kosmetik ilegalnya dengan cara menyalurkan kosmetik ilegal ke beberapa reseller yang berada di kota Palopo, hal tersebut dilakukan secara tertutup, dibutuhkan kesinergian antara pihak distributor, reseller, dan isntansi terkait, agar proses pendistribusian tetap berjalan dengan efektif dan efisien, pendistribusian masih terus berjalan hingga saat ini, hal tersebut terjadi karena banyaknya faktor permintaan kosmetik ilegal dari konsumen di lapangan, konsumen menginginkan produk yang murah dan memberikan hasil yang nyata secara instant. xxi Kata Kunci : Audit Manajemen, Distribusi, Kosmetik Ilega

    PEMANFAATAN MEDIA FLIPCHART DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN IBU TENTANG KONSUMSI SAYUR DAN BUAH

    No full text
    ABSTRAK. Sayur dan buah-buahan merupakan pangan mudah didapat di Indonesia, dan memiliki ciri khas menurut kondisi daerah. Provinsi Aceh khususnya Aceh Besar konsumsi sayur dan buah-buahan hanya 0,8% atau masih rendah. Mendukung program Gerakan Masyarakat Sehat, salah satunya yaitu meningkatkan konsumsi sayur dan buah maka dapat dilakukan penyuluhan kepada masyarakat secara baik melalui penggunaan media. Tujuan penelitian untuk mengukur pemanfaatan media penyuluhan terhadap peningkatan pengetahuan ibu tentang manfaat mengkonsumsi sayur dan buah. Penelitian berdesain Quasi Experiment, dengan subjek sebanyak 40 ibu rumah tangga terdiri dari kelompok kasus (20 ibu) dan kontrol (20 ibu), lokasi penelitian Kecamatan Kuta Baro Aceh Besar dan dilakukan pada bulan Agustus - September 2017. Pengumpulan data melalui wawancara dan observasi baik sebelum dilakukan maupun setelah pelatihan.Data dianalisis menggunakan uji T-Test Data. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelatihan menggunakan media flipchart (p= 0,000) dan ceramah (p= 0,020)berpengaruh signifikan (p-value 0,05) dalam meningkatkan pengetahuan ibu, namun demikian penggunaan media flipchart lebih baik atau mempunyai nilai efektifitas tinggi (p= 0,000) dalam meningkatkan pengetahuan ibu tentang konsumsi sayur dan buah-buahan dibandingkan tanpa media atau ceramah (p-value 0,05). Kesimpulan, penyuluhan menggunakan media maupun tanpa media sangat bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan, tetapi penyuluhan menggunakan media flipchart lebih baik dibandingkan tanpa media atau ceramah dalam merubah pengetahuan ibu tentang konsumsi sayur dan buah. Disarankan kepada petugas kesehatan baik di dinas kesehatan atau di puskesmas sebaiknya untuk menggunakan media seperti infocus dan flipchart dalam melakukan penyuluhan tentang sayur dan buah, sehingga capaian program Gerakan Masyarakat Sehat dapat berhasil.</jats:p

    Going Beyond Counting First Authors in Author Co-citation Analysis

    Get PDF
    The present study examines one of the fundamental aspects of author co-citation analysis (ACA) - the way co-citation counts are defined. Co-citation counting provides the data on which all subsequent statistical analyses and mappings are based, and we compare ACA results based on two different types of co-citation counting - the traditional type that only counts the first one among a cited work's authors on the one hand and a non-traditional type that takes into account the first 5 authors of a cited work on the other hand. Results indicate that the picture produced through this non-traditional author co-citation counting contains more coherent author groups and is therefore considerably clearer. However, this picture represents fewer specialties in the research field being studied than that produced through the traditional first-author co-citation counting when the same number of top-ranked authors is selected and analyzed. Reasons for these effects are discussed

    Variations on the Author

    Get PDF
    “Variations on the Author” discusses two of Eduardo Coutinho’s recent films (Um Dia na Vida, from 2010, and Últimas Conversas, posthumously released in 2015) and their contribution to the general question of documentary authorship. The director’s filmography is characterized by a consistent yet self-effacing form of authorial self-inscription: Coutinho often features as an interviewer that rather than express opinions propels discourses; an interviewer that is good at listening. This mode of self-inscription characterizes him as an author who is not expressive but who is nonetheless markedly present on the screen. In Um Dia na Vida, however, Coutinho is completely absent form the image, while Últimas Conversas, on the contrary, includes a confessional prologue that moves the director from the margins to the center of his films. This article examines the ways in which these works stand out in the filmography of a director who offers new insights into the notion of cinematic authorship

    Appropriate Similarity Measures for Author Cocitation Analysis

    Get PDF
    We provide a number of new insights into the methodological discussion about author cocitation analysis. We first argue that the use of the Pearson correlation for measuring the similarity between authors’ cocitation profiles is not very satisfactory. We then discuss what kind of similarity measures may be used as an alternative to the Pearson correlation. We consider three similarity measures in particular. One is the well-known cosine. The other two similarity measures have not been used before in the bibliometric literature. Finally, we show by means of an example that our findings have a high practical relevance.information science;Pearson correlation;cosine;similarity measure;author cocitation analysis

    Dispelling the Myths Behind First-author Citation Counts

    Get PDF
    We conducted a full-scale evaluative citation analysis study of scholars in the XML research field to explore just how different from each other author rankings resulting from different citation counting methods actually are, and to demonstrate the capability of emerging data and tools on the Web in supporting more realistic citation counting methods. Our results contest some common arguments for the continued use of first-author citation counts in the evaluation of scholars, such as high correlations between author rankings by first-author citation counts and other citation counting methods, and high costs of using more realistic citation counting methods that are not well-supported by the ISI databases. It is argued that increasingly available digital full text research papers make it possible for citation analysis studies to go beyond what the ISI databases have directly supported and to employ more sophisticated methods

    Author Index

    No full text
    Nao informado

    koamabayili/VECTRON-author-checklist: VECTRON author checklist

    No full text
    We have done our best to complete the author checklist relating to the use of animals in the hut study. Note that the objective for the hut study was to evaluate the IRS treatment applications for residual efficacy against Anopheles mosquitoes, including the local An. coluzzii mosquito population. Cows were only used to attract mosquitoes into the huts and no tests were carried out directly on the cows. The author checklist is intended for use with studies where experiments are carried out on animals, which is why we have had such difficulty in completing this for the hut study, as many of the questions do not relate to how the cows were used
    corecore