42 research outputs found
PERAN LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP SISWA DENGAN GANGGUAN AUTISTIK DI SDN PERCOBAAN 1 MALANG
ABSTRAK Priyambodo, Aji Bagus. 2010. Peran Lingkungan Sekolah Terhadap Siswa dengan Gangguan Autistik di SDN Percobaan 1 Malang. Program Studi Psikologi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Hj. Sri Weni Utami, M. Si (II) Hetti Rahmawati, S. Psi, M. Si Kata kunci: peran, lingkungan sekolah, anak dengan gangguan autistik Salah satu program pendidikan yang berkembang bagi anak-anak autis adalah pendidikan inklusi. Pendidikan inklusi memungkinkan anak berkebutuh khusus dapat belajar di sekolah umum yang ada di lingkungan mereka. Semen ditunjuk sebagai sekolah yang melaksanakan program pendidikan inklusi p tahun 2002, SDN Percobaan 1 Malang mulai menerima siswa yang berkebutuh khusus, salah satunya siswa dengan gangguan autistik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran lingkungan sekolah terhadap siswa dengan ganggu autistik di SDN Percobaan 1 Malang. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif termasuk dalam jenis penelitian studi kasus. Subyek penelitian ini adalah kepala sekolah, para guru dan teman sebaya siswa dengan gangguan autistik di SDN Percobaan 1 Malang. Alat pengumpul data adalah wawancara, observasi dan studi dokumen. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah, induksi, reduksi data kategorisasi, keabsahan data, menafsirkan dan penyimpulan. Untuk pengecekan keabsahan data dengan menggunakan triangulasi sumber, triangulasi teknik dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan sekolah memiliki peran yang besar terhadap siswa dengan gangguan autistik di SDN Percobaan 1 Malang. Kepala sekolah telah berperan sebagai evaluator, supervisor, inovator dan motivator. Para guru telah berperan sebagai pengajar, menumbuhkan sense of industry dan sebagai pelaksana program pembelajaran individual. Teman sebaya telah berperan sebagai kawan, pendorong, pemberi dukungan fisik dan ego, sebagai perbandingan sosial dan membina keakraban. Lingkungan sekolah berperan positif dalam mengembangkan kemampuan komunikasi sosial, interaksi sosial dan memberikan bimbingan perilaku pada siswa dengan gangguan autistik di SDN Percobaan 1 Malang. Selain itu lingkungan sekolah juga berperan positif dalam menumbuhkan rasa percaya diri siswa. Lingkungan sekolah kurang dapat berperan baik dalam mengatasi kekurang mampuan di bidang kognitif, dalam hal ini sekolah belum menerapkan sebuah program pembelajaran individual yang efektif. Interaksi dengan teman sebaya di sekolah juga memiliki peran negatif dalam megajarkan perilaku kurang terpuji seperti mengumpat, suka memeluk dan mencium. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi kepala sekolah dapat bekerjasama dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan asesmen ulang terhadap siswa dengan gangguan autistik kemudian menyusun sebuah program pembelajaran yang efektif. Untuk para guru hendaknya dapat lebih fleksibel menjalankan kurikulum pada siswa dengan gangguan autistik. Untuk teman sebaya hendaknya dapat menjadi contoh yang baik dan dapat memperlakukan siswa dengan gangguan autistik secara wajar.
Implementasi Pendidikan Karakter Semangat Kebangsaan Dan Cinta Tanah Air Pada Sekolah Berlatar Belakang Islam Di Kota Pasuruan
Semakin berkembangnya radikalisme beragama di tengah masyarakat menjadi ancaman bagi kesatuan bangsa Indonesia. Salah satu upaya strategis menangkal radikalisme beragama di Indonesia adalah melalui program pendidikan karakter di sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi pendidikan karakter semangat kebangsaan dan cinta tanah air di sekolah berlatar belakang islam di Kota Pasuruan. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif termasuk dalam jenis penelitian studi kasus. Subyek penelitian ini adalah kepala sekolah, para guru dan para siswa di beberapa sekolah berlatar belakang islam di Kota Pasuruan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa telah terdapat komitmen pada ketiga pimpinan sekolah yang berlatar belakang Islam di Kota Pasuruan untuk melaksanakan pendidikan karakter semangat kebangsaan dan cinta tanah air namun penyediaan sarana prasarana yang menunjang masih minim, evaluasi dan tindak lanjut keberhasilan pendidikan karakter juga masih belum dilaksanakan
PENGGUNAAN STRATEGI SELF MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN SELF-REGULATED LEARNING PADA MAHASISWA BARU FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS AIRLANGGA
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji penggunaan strategi self management untuk meningkatkan self-regulated learning pada mahasiswa baru. Subjek penelitian adalah 20 mahasiswa baru Fakultas Psikologi Universitas Airlangga yang memiliki self-regulated learning kategori rendah dan sangat rendah. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan bantuan SPSS 16 for windows dengan menggunakan independent samples t test, dengan taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai t = 6,071 dengan signifikansi = 0,00. Signifikansi 0,00 < 0,05, maka penggunaan strategi self management dapat meningkatkan self-regulated learning pada mahasiswa baru. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa terdapat peningkatan self-regulated learning yang lebih tinggi pada kelompok eksperimen dibandingkan pada kelompok kontrol. Kata-kata kunci : strategi self management, self-regulated learnin
PENGGUNAAN KONSELING REALITAS UNTUK MENINGKATKAN SELF-REGULATED LEARNING PADA MAHASISWA UNDERACHIEVER
Mahasiswa underachiever adalah mahasiswa yang pada dasarnya memiliki potensi intelektual yang tinggi, namun pada realitanya justru mereka memiliki prestasi akademik yang cenderung rendah. Salah satu masalah yang menyebabkan rendahnya prestasi akademis mahasiswa underachiever adalah kurangnya kemampuan self-regulated learning. Penelitian ini bertujuan menganalisis penggunaan konseling realitas bagi mahasiswa underachiever dalam rangka meningkatkan self-regulated learning mahasiswa tersebut. Penelitian ini melibatkan 20 mahasiswa di Universitas Negeri Malang. Penelitian ini merupakan model penelitian eksperimen quasi dengan jenis non-randomize pre and post test design. Teknik analisis data yang digunakan antara lain analisis deskripstif dan uji asosiasi berupa uji beda. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa t = 6,071 dengan signifikansi 0,00 sehingga disimpulkan ada perbedaan self-regulated learning antara kelompok yang menggunakan konseling realitas dengan yang tidak menggunakan. Terdapat perbedaan mean gain score antara kelompok eksperimen dengan kelompok kontrol, dimana dalam hal ini kelompok yang menggunakan konseling realitas memiliki peningkatan self-regulated learning yang lebih signifikan dibandingkan dengan kelompok yang tidak menggunakan.Kata Kunci: konseling realitas, self-regulated learning, underachieverDOI: http://dx.doi.org/10.17977/um023v8i12019p19
The Correlation Between Self-Control and Cyberbullying at Private High School X in Bogor
Teenagers try to develop their identity. Adolescents who fail to realize their identity may develop problematic behaviors. Technological developments have had a major impact, such as the emergence of new forms of bullying, namely cyberbullying carried out through electronic media. Juvenile delinquency such as cyberbullying can be influenced by several factors, including the lack of individual self-control. Individuals who have good self-control should be able to regulate their behavior in a more positive direction. This study aimed to determine whether there is a correlation between self-control and cyberbullying in Private High School X in Bogor. The study sample consisted of 95 students recruited through purposive sampling. The study employed a quantitative method with a Cyberbullying Scale comprised of 26 items with a 0.873 reliability, and a Self-Control Scale comprised of 22 items with a 0.853 reliability. Validity was evaluated by testing content with expert lecturers. Data were analyzed using the product-moment correlation technique. The study results produced an r of –0.465 (p < 0.05), indicating a significant negative correlation between self-control and cyberbullying in students at Private High School X in Bogor.
Keywords: cyberbullying, self-control, teenager
Correlation Between Organizational Commitment and Employee Performance When Working from Home During the Covid-19 Pandemic
The aim of this study was to examine the correlation between organizational commitment and performance in employees working from home in Surabaya. A quantitative descriptive approach was used. 151 participants were recruited through purposive sampling. All participants were employees with work domiciles in Surabaya who worked from home during the Covid-19 pandemic. Data were collected using questionnaires. The performance instrument was compiled based on the theory of Bernardin & Russel which consists of six aspects namely: (i) quality; (ii) quantity; (iii) timeliness; (iv) cost-effectiveness; (v) the need for supervision; and (vi) interpersonal impact. Meanwhile, the organizational commitment instrument was based on Mayer and Allen’s theory which consists of three aspects, namely: (i) affective; (ii) continuance; (iii) normative. Data were analyzed using Pearson Correlation. The results indicated that there was a significant positive relationship between organizational commitment and the performance of employees in Surabaya who worked from home during the Covid-19 pandemic.
Keywords: organizational commitment; performance; employees; Covid-1
The Correlation Between Emotion Regulation and Assertiveness in Students at Senior High School X Jember Regency
This research aimed to determine the relationship between emotion regulation and assertiveness in students at Senior High School X Jember Regency. 154 students at Senior High School X Jember Regency participated in the study. Data were collected using an assertiveness scale and an emotion regulation scale. Pearson’s product moment correlation was used to analyze the data, which resulted in a correlation coefficient of 0.246 with a p-value of 0.002 (p < 0.05). The findings therefore indicated that there was a significant positive relationship between emotion regulation and assertiveness in students at Senior High School X Jember Regency.
Keywords: assertiveness, emotion regulation, student
The Correlation Between Conformity and Self-Efficacy in Career Decision Making Among 12th Grade High School Students
This study aimed to determine the characteristics of conformity and self-efficacy in career decision-making and the relationship between conformity and self-efficacy in career decision-making in class XII students. This study used a quantitative correlational method with a sample of class XII students at SMA Negeri 2 Nganjuk who were selected using a cluster random sampling technique. The instruments used were a conformity scale and a self-efficacy scale of career decision-making compiled by researchers based on theory. The data analysis techniques used were descriptive and Pearson product-moment correlation analyses. The results showed that there is a relationship between conformity and self-efficacy towards career decision-making in class XII high school students.
Keywords: Conformity, Career decision, Self-efficacy, High school student
The Impact of Psychoeducation on Healthy Diet in Children with ASD during the Covid-19 Pandemic
Covid-19 has created new habits in society, including for parents of children on the autistic spectrum. Parents become less confident in food that is processed outside the home, however Gluten Free Casein Free (GFCF) food ingredients which can be beneficial for children on the autistic spectrum, can be acquired and prepared at home. This research is an experimental study using One Group Pre-Test Post-Test and sample selection of purposive sampling technique. There were 3 people who consented to be the subject of this study. The instrument used was the comprehension instrument which consisted of 3 aspects: cognitive, affective, and psychomotor. There was also a control table for the application of the healthy diet to children to validate the consistency of parents in adopting a healthy diet after receiving psychoeducation. The analysis technique used the Mann-Whitney with the results showing a significance of 0.046 (p <0.05), which means that there is a different in the score between the pre-test and post-test results in the subject group. The results show that a GFCF diet education improves parental understanding of the healthy diet of Children with ASD.
Keywords: parents of children with autism spectrum disorder, psychoeducation, understanding healthy die
PENGEMBANGAN POTENSI DESA SRIGONCO MELALUI PENGOLAHAN BUAH PISANG MENJADI PRODUK OLAHAN TAHAN LAMA
Abstrak: Desa Srigonco yang merupakan salah satu Desa di Kecamatan Bantur memiliki potensi pisang yang sangat berlimpah. Sayangnya, sejak adanya pandemi COVID-19, tingkat penjualan buah pisang menurun. Kami sebagai pelaksana kegiatan Kegiatan Pengabdian Masyarakat Universitas Negeri Malang mencoba membantu menggali potensi buah pisang Desa Srigonco melalui penggabungan metode analisis Strength, Weakness, Opportunity, Threat dan Participatory Rural Appraisal. Dengan kedua metode tersebut, diharapkan tujuan kegiatan ini bisa tercapai. Adapun tujuan yang dimaksud meliputi 1) Peningkatan potensi sumber daya manusia di desa, 2) Memotivasi masyarakat untuk menjadi sumber daya manusia yang kreatif dan inovatif, 3) Pemberdayaan industri pengolahan buah pisang dengan program rebranding, dan 4) Pengembangan industri kecil yang sudah ada dengan menambah jenis produk olahan. Dalam pelaksanaannya, kami merancang strategi yang disusun berdasar analisis, dilanjut dengan perencaan jenis produk olahan buah pisang. Setelahnya, kami membuat desain untuk kemasan produk yang akan dibuat untuk menunjang keawetan. Kegiatan dilanjut dengan demonstrasi cara mengolah buah pisang menjadi produk yang lebih tahan lama dan penyuluhan yang berisikan materi pentingnya program pengolahan buah pisang untuk kesejahteraan masyarakat. Abstract: Srigonco Village, which is one of the villages in Bantur District, has abundant banana potential. Unfortunately, since the COVID-19 pandemic, banana sales have declined. We, as the implementers of the Community Service Activities at the State University of Malang, try to help explore the potential of bananas in Srigonco Village by combining Strength, Weakness, Opportunity, Threat and Participatory Rural Appraisal analysis methods. With these two methods, it is hoped that the objectives of this activity can be achieved. The objectives in question include 1) Increasing the potential of human resources in the village, 2) Motivating the community to become creative and innovative human resources, 3) Empowering the banana processing industry with a rebranding program, and 4) Development of existing small industries by adding types of processed products. In practice, we design a strategy based on analysis, followed by planning the types of banana processed products. After that, we make designs for product packaging that will be made to support durability. The activity continued with demonstrations on how to process bananas into more durable products and counseling containing material on the importance of banana processing programs for the welfare of the community
