1,721,092 research outputs found
Teknik Persuasif Dalam Buku Hidup Sekali, Berarti, Lalu Mati Karya Ahmad Rifa'i Rif'an
This research is entitled persuasive techniques in the book of life once, means, then dies by ahmad rifa'i rif'an. Then reason for choosing this title is because a book that life once, means, then dies is the bestselling motivational book by ahmad rifa'i rif'an so that author wants to know the persuasive techniques he uses. Persuasive techniques are very important to research because of the requirements that must be met by the author in his work as a motivational book. This research includes qualitative research using data collection through documentation. The mehod used is content analysis. The data analysis technique used was data reduction, data presentation and drawing final conclusions. The results of research on persuasive techniques in the book Life Once, Means, Then Mati by Ahmad Rifa'i Rif'an found 71 data, including persuasive techniques 1) rationalization of 17 data, (2) identification of 35 data (3) suggestion of 8 data (4) conformity of 4 data (5) compensation of 4 data (6) replacement of 1 data, (7) projection of 2 data. Based on the findings of the research above, it can be concluded that the persuasive technique used by Ahmad Rifa'i Rif'an in the book life Once, Means, Then dies is more dominant using the persuasive identification technique because the book life Once, Means, then dies by Rifa'i Rif 'an and tend to use special and interesting things to influence readers, followed by rationalization, suggestion, conformity, compensation, replacement and projection
Konsep tauhid KH. Ahmad rifa'i dalam perspektif tauhid amali Muslim A. Kadir
Penelitian ini membahas tentang konsep tauhid KH. Ahmad Rifa'i dalam perspektif Tauhid Amali Muslim A. Kadir. Tujuan dari penelitian ini adalah, pertama, mendalami hubungan antara praktik tauhid KH. Ahmad Rifa'i dengan Tauhid Amali Muslim A. Kadir. Kedua, mengungkap hasil dari implikasi perspektif Tauhid Amali KH. Ahmad Rifa'i. Kajian Tauhid Amali termasuk bagian dan cabang filsafat yang berfungsi sebagai kerangka ilmu pengetahuan dengan tujuan menggali makna kehidupan manusia, menyelidiki, serta menetapkan pemahaman atas segala fakta konkret hingga esensi yang mendasar.
Penelitian ini menggunakan metodologi pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian library research atau studi kepustakaan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara dokumentasi, yaitu mengumpulkan seluruh data dan informasi yang berkaitan dengan topik penelitian. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis kualitatif untuk mengkaji dan kemudian dianalisis secara mendalam.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, pertama, analisis konsep tauhid KH. Ahmad Rifa'i dalam perspektif Tauhid Amali mempunyai relevansi yang sama yaitu bertujuan pada konsentrasi religiusitas dan pendalaman prinsip tauhid secara totalitas, yang bergantung pada Allah SWT. Kedua, penelitian ini mengidentifikasi implikasi Taslim dan Inqiyad sebagai inti pemikiran tauhid amali KH. Ahmad Rifa'i yang memberikan formula prinsip keimanan dan keberagamaan yang kuat bagi individu dalam membuat keputusan yang tepat dalam berbagai konteks kehidupan. Dengan demikian, Tauhid Amali menjadi pondasi karakter religiusitas setiap individu yang dapat mendorong terciptanya masyarakat madani
Tafsir surat Al-Ikhlāṣ dalam naskah taṣfiyah karya K. H. Ahmad Rifa'i Kalisalak tahqiq K. H. Shohibul Imdad
Surat al-Ikhlāṣ memiliki banyak keistimewaan, diantaranya adalah setara dengan sepertiga al-Qur'an, orang yang membacanya disukai Allah, dan dimasukkan ke surga-Nya. Surat ini menjelaskan sifat-sifat Allah yang terkumpul dalam empat ayat. Perkembangan tafsir Nusantara menjadi hal menarik untuk dikaji. Salah satu ulama tafsir adalah K.H. Ahmad Rifa'i Kalisalak. Karyanya cukup banyak dengan memiliki gaya yang khas yakni berbentuk nazam dengan menggunakan bahasa Jawa dan beraksara pegon tidak terkecuali dalam naskah Taṣfiyah. Naskah tersebut memuat surat al-Fātihah, bacaan Taḥiyyat, dan surat al-Ikhlāṣ. Sesuai adat yang ada di kalangan Rifa'iyah yang hendak menyalin terlebih dahulu memfoto-copy dengan menutup warna tinta yang merah lalu menulisnya sendiri dengan tinta yang berwarna merah juga. Hal demikian juga yang telah dilakukan oleh K.H. Shohibul Imdad yang telah menyalin sebanyak 48 jilid dengan judul yang berbeda dari karangan K.H Ahmad Rifa'i Kalisalak.
Hal di atas kemudian muncul pertanyaan apa metode dan corak yang digunakan K.H. Ahmad Rifa'i dalam menafsirkan surat al-Ikhlāṣ dalam naskah Taṣfiyah serta bagaimana penafsirannya dalam naskah tersebut yang telah ditahqiq oleh K.H. Shohibul Imdad.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang berbasis kepustakaan. Salinan kitab naskah Taṣfiyah yang telah ditahqiq oleh K.H Shohibul Imdad menjadi sumber primer dengan didukung kitab-kitab atau buku-buku lainnya yang relevan dan diperkuat dengan wawancara langsung dengan penyalin naskah tersebut dan pengurus Rifa'iyah.
Dengan metodologi tersebut, terdapat hasil penelitian yang menunjukkan bahwa metode yang digunakan dalam menafsirkannya adalah metode ijmaly atau global dengan corak adabi ijtima'iy atau sastra kebudayaan masyarakat juga mengandung makna bermanhaj haroki. Meskipun K.H. Ahmad Rifa'i tidak banyak mengutip dalil nash namun penjelasannya sejalan denga napa yang ada di dalam al-Quran dan al-Hadis
The interpretation of KH Ahmad Rifa'i in Tasyrihatal Mukhtaj manuscript : study of methodology and contextualization of interpretation
Efforts to provide an understanding of the Qur’anic teaching to the public at the time of the development of interpretation in the archipelago were mostly carried out by scholars. Taking into account the context of the community, some scholars interpret the Qur'an using local languages, such as Malay, Sundanese, Javanese, and Balinese, to facilitate the understanding of the people who read it. Some of which were carried out by KH. Ahmad Rifa'i preached through his book called the book of tarajumah. One of his many books, the Tasyriḥatal Mukhtaj book, is a manuscript book that discusses the issue of muamalah fiqh. It also includes verses from the Qur'an, interpreted using ancient Javanese language and written in Arabic letters pegon.
Writing this thesis aims to determine the method, style, and contextuality of the interpretation of KH. Ahmad Rifa'i with Hans George Gadamer's Hermeneutics approach in the book. so this research focuses on the title The Methodology Interpretation Of KH Ahmad Rifa'i In Tarajumah (Tasyriḥatal Mukhtaj Manuscript)
This research is library research with qualitative research methods. That is understanding the Qur'an by going through the process of collecting data, interpreting data, and writing other narratives. with the primary source being the Tasyriḥatal Mukhtaj book. At the same time, the secondary sources are books related to KH. Ahmad Rifa'i, the book of Abyanal Hawaij, is also related to the explanation of interpretation in the book of Tasyriḥatal Mukhtaj, as well as other books.
From the analysis of the Tasyriḥatal Mukhtaj book, the researchers found several findings, namely 1). The book of Tasyriḥatal Mukhtaj uses the ijmali interpretation methods, 2). The style is fiqhi, Adabi al-ijtima'i and Tauhidi. As well as writing the commentary in the form of rhyming naẓam. 3). This book's interpretation follows the contextualization at that time and is still relevant and used today
Konsep makrifatullah menurut KH. Ahmad Rifa'i dan relevansinya dalam menanggulangi dekadensi moral
Permasalahan yang menyangkut dekadensi moral, akhir-akhir ini menjadi permasalahan yang sangat krisis di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Islam telah menyumbangkan suatu konsep penataan jalan hidup yang komprehensif, salah satunya adalah taṣawuf. Adanya tasawuf di tengah-tengah zaman saat ini menjadi ikhtiyar solutif dalam memecahkan permasalahan dekadensi moral. Solusi tasawuf yang di bahas dalam penelitian ini adalah memfokuskan pada konsep makrifatullah menurut KH. Ahmad Rifa'i.Beliau memiliki pengalaman spiritual dan pengalaman agama yang diperoleh dari belajarnya, yaitu membuka kesadaran masyarakat untuk menjadikan Islam sebagai pedoman hidup dan semangat perjuangan, selain itu beliau juga memiliki corak pemikiran tasawuf di bidang zuhud, tawakal, makrifat, khauf, mahabah, ikhlas, dan tarikat.Penelitian ini adalah penelitian kualitatif, dengan metode content analysis dengan memperhatikan pokok pikiran dalam setiap deskripsi pembahasan penelitian, yang diambil literaratur kitab karya KH. Ahmad Rifa'i dan literatur literatur yang lain.
Hasil penelitian ini diharapkan bahwa makrifatullah menurut KH. Ahmad Rifa'i dapat memberikan kontribusi besar dalam menanggulangi dekadensi moral. Konsep makrifatullah menurut KH. Ahmad Rifa'i menjelaskan bahwa orang yang sudah mencapai tingkat makrifatullah, hatinya senantiasa melihat semua perbuatan dan kejadian di alam ini adalah baik, karena semua itu merupakan perbuatan Allah Swt. Konsep makrifatullah menurut beliau didasarkan pada tahapan-tahapan seperti takholli, tahalli, sehingga memunculkan perasaan takut (khauf) dan cinta (maḥabbah) kepada Allah Swt, setelah itu tercapailah puncak tajalliyah berupa makrifatullah. Maka dari itu dapat diketahui bahwa apabila seorang hamba telah mencapai tingkat makrifatullah, ia akan selalu merasa diawasi oleh Allah Swt dalam setiap tindakan dan perbuatannya. Dengan begitu, ia berusaha untuk menekan segala faktor penyebab terjadinya perbuatan tercela dan dapat mengurangi potensi terjadinya dekadensi moral
Gerakan Protes K.H. Ahmad Rifa'i terhadap Birokrasi Kolonial Belanda di Jawa Tengah: Cerminan Sebuah Dialog Budaya
Gerakan Rifa'i adalah gerakan sosial-keagamaan yang muncul di desa Kalisalak, kecamatan Limpung, Kabupaten Batang Jawa Tengah, pada tahun 1850. Gerakan ini merupakan Reformasi dan revivalisme Islam, yang kemudian berkembag menjadi gerakan protes terhadap birokrat tradisional dan pemerintah Kolonial Belanda. Adapun pemimpin gerakan Rifa'iyah ini adalah Kyai Haji Ahmad Rifa'i, yang membawa ajaran pemurnian Islam dari Makkah, kemudian dikembangkan ke Jawa Tengah dan sekitarnya. Ia menyusun sekitar 50 kitab agama Islam, yang merupakan terjemahan dari Al-Qur'an dan Hadidith serta karangan ulama-ulama Timur-Tengah ke dalam bahasa Jawa. Oleh karena itu ajarannya disebut Tarjumah. Selain itu, gerakan Rifa'iyah juga sering disebut Islam Budiah, sebab ajaran-ajarannya sebagian besar mengenai ubudiah, yaitu masalah peribadatan kepada Allah swt.
Sebagai gerakan dan pengamalan Islam di tanah air, yang dianggapnya sudah menyimpang dari ajaran Islam murni. Pemahaman dan pengamalan Islam oleh masyaraakt Jawa dianggap sudah tercemar oleh faham ajaran pra Islam, termasuk didalamnya khurofat dan shirik. Oleh karena itu kepercayaan Islam yang demikian itu perlu dibersihkan dan dikembalikan pada ajaran yang murni, sesuai tuntutan Al-Qur'an dan Hadith. Sebagai gerakan Revivalisme Islam, Rifa'iyah berupaya untuk memperkuat kembali kepercayaan Islam. Hal ini muncul dalam rangka menghadapi pembaharuan sosial-politik di bawah pemerintahan Kolonial Belanda. Pembaharuan kehidupan sosial-politik di bawah kolonialisme Belanda, membawa dampak kepada pengamalan Islam dalam masyarakat. Menurut pandangan Rifa'iyah, masyarakat di bawah pemerintahan kolonial Belanda, pengamalan Islamnya semakin kendor, dan syari'at Islam kurang dita'ati oleh masyarakat. Oleh karena itu perlu dikembalikan intensitas ummat terhadap keyakinan Islam dan rajin menjalankan syari'at agamanya. Adapun yang menjadi pokok ajaran Rifa'iyah adalah : Fikih, yaitu hukum syari'at Islam; Usuluddin, mengenai kepercayaan Islam; dan Tasawuf, dtekankan pada etika kehidupan Islam.
Di samping Reformasi dan Revivalisme, Gerakan Rifa'iyah juga menjadi gerakan protes menentang birokrat tradisional dan pemerintah Kolonial Belanda. Doktrin-doktrin protesnya dituangkan dalam kitab-kitab yang dikarangnya sendiri sebagai pelengkap kitab Tarjumah. Kadar protes yang dialkukan oleh Kyai Haji Ahmad Rifa'i hanya sampai pada penanaman rasa anti Belanda dan Birokrat Tradisional. Sikap anti pemerintah Belanda dan Birokrat Tradisional ini, juga ditunjukkan denagn jalan tidak menta'ati dan tidak memngakui perintah dari lembaga formal yang ada. Gerakan Rifa'iyah mengecam dan menganggap emeh para penguasa formal, dan menganjurkan pada pengikutnya untuk tidak mematuhi perintahnya. Disamping itu, mengadakan pembinaan ummat sendiri secara eklusif, menjauhkan diri dari pengaruh luar yang dianggapnya fasik (rusak).
Gerakan Rifa'iyah dianggap membuat kerusuhan oleh pemerintah Belanda, kemudian K.H. Ahmad Rifa'i diasingkan ke Ambon. Gerakan Rifa'iyah kemudian mengubah pola gerakan dari radikal pada gerakan yang lunak. Murid-murid K.H. Ahmad Rifa'i tetap memelihara jama'ahnya, meskipun mendapat pengawasan ketat dari pemerintah kolonial Belanda. Adanya perubahan pola gerakan, dan pemeliharaan jama'ah Rifa'iyah denagn tetap mengajarkan kitab-kitab Tarjumah, maka Gerakan Rifa'iyah dapat selamat, masih tetap hidup sampai dengan dekade tahun 1980-an ini. Oleh karena itu Rifa'iyah merupakan gerakan yang cukup tua, bertahan hidup selama hampir saatu setengah abad, tepatnya 137 tahun
K.H. AHMAD RIFA'I ARIEF DAN PERJUANGANNYA DALAM MENDIRIKAN PONDOK PESANTREN DAAR EL QOLAM DI GINTUNG, JAYANTI, TANGERANG, 1968-1997
Sebagai jawaban dari rumusan masalah maka penulis menyimpulkan beberapa ha!: Pertama, K.H. Ahmad Rifa'i Arief adalah seorang tokoh yang tidak mengenal lelah dalam perjuangannya untuk mendirikan sebuah lembaga pendidikan yaitu Pondok Pesantren Daar El-Qolam. Segala rintangan yang menghalanginya dihadapi dengan kepala dingin, Hal ini menunjukkan kepada kesungguhannya dalam perjuangan. Sifat ulet dan pantang menyerah kepada setiap rintangan kemudian membawanya kepada keberhasilan untuk mewujudkan niatnya dalam mendirikan Pondok Pesantren Daar EI-Qolam. Pembawaan dan sikap hidupnya yang selalu menunjukkan kesederhanaan, inilah yang membuatnya selalu dekat dengan warga sekitar Pondok Pesantren, para dewan guru serta para santri. Dalam banyak kesempatan ia selalu mengharapkan muridnya memiliki ilmu yang lebih dibandingkan dengan dirinya. Demikianlah motimotivasi yang selalu ia ungkapkan. Agar para santrinya lebih tekun dan berpacu dalam memperdalam ilmu pengetahuan, baik di dalam maupun di luar negeri.
Kedua, Pondok Pesantren Daar El-Qolam pada awalnya hanya merupakan pengajian al-Qur'an untuk masyarakat desa Pasirgintung. Kegiatan ini mendapat respon yang cukup signifikan dari masyarakat, kemudian berkat dukungan dari masyarakat tersebut didirikanlah sebuah yayasan yang pada akhimya berkembang menjadi sebuah Pondok Pesantren.
Ketiga, pemik.iran K.H. Ahmad Rifa'i Arief yang secara umum dapat dikategoirikan sebagai pandangan modemis telah membuka mata masyarakat desa Pasirgintung untuk lebih melihat modemitas sebagai sebbuah tantangan yang perlu disikapi bukan dihindari. Pengaruh ini terlihat dengan semakin banyaknya masyarakat sekitar Pondok Pesantren menenma dan menyekolahkan putra/putri mereka di Pondok Pesantren Daar El- Qolam
GERAKAN DAKWAH RIFA'IYAH
KH. Ahmad Rifa'i selama memimpin jamaah atau pengikutnya berhasil menampilkan empat belas murid pilihan yang dianggap sebagai sebagai badal (pengganti) dan kader gerakan. Setelah Ahmad Rifa'i meninggal, para murid itu mengadakan pengembangan jamaah Rifa'iyah di pedesaan yang jauh dari kota atau pusat kekuasaan. Di antara murid tersebut yaitu yang mempunyai nama lengkap adalah (alm) Abu Ilham yang mengembangkan ajaran Rifa'iyah di Desa Kalipucang Wetan Batang. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa tokoh pembawa pertama atau pencetus dakwah Rifa' iyah adalah (alm) Abu Ilham
Hukum Islam dan perubahan sosial: studi pergeseran pemikiran Jami’iyah Rifa’iyah tentang keabsahan nikah yang diakadkan oleh penghulu/PPN
Hukum Islam bukanlah sebuah korpus mati! Ia bisa bergerak seiring derap jaman. Beragam teori Ushul Fiqh membincang hal ini dalam ratusan halamannya. Tetapi, tidak banyak yang berani melakukan perubahan di kalangan umat Islam, apalagi di kalangan masyarakat yang cukup lama terpaku dalam kenikmatan candu taqlid dan ittiba' .
Rifa'iyah merupakan sebuah tradisi yang hadir semenjak abad ke-19 di Nusantara dan masih eksis hingga detik ini. Institusi ini menarik untuk diteliti, utamanya berkait kesintasannya dalam menyikapi realitas. Karena, ada indikasi taqlid yang cukup kental, khususnya terhadap Kitab Tarjumah yang menjadi "juklak-juknis"-nya.
Menariknya, di sana, ada kecenderungan untuk melakukan apa yang disebut Adonis sebagai ibda' (inovasi) atas tradisi keagamaannya. Namun demikian, di sana juga ada sebagian kalangan yang merasa nyaman tatkala bertahan dengan "mazhab" yang diajarkan Pahlawan Nasional, KH. Ahmad Rifa'i dalam kitab Tarjumah-nya. Inilah kalangan pemegang ats-tsâbit.
Lalu, bagaimana kalangan modernis (pengusung al-mutahâwil) mencoba memahami kembali ajaran KH. Ahmad Rifa'i. Mereka mencoba melakukan perubahan, tanpa meninggalkan pemikiran KH. Ahmad Rifa'i. Dalam skripsi ini, penulis mengambil sampel pemikiran KH. Ahmad Rifa'i tentang keabsahan pernikahan yang diakadkan penghulu.
Kasus ini menyimpan beberapa tradisi yang (dulu) diajarkan KH. Ahmad Rifa'i: shihhah, 'alim, 'adil, dan fasik. Penulis melihat bagaimana perkembangan mereka dengan pendekatan ushuliyah, sosio-historis, dan Archeology of Knowledge dalam bingkai pertarungan diskursus, bahasa, dan pengetahuan sebagaimana pernah diperkenalkan oleh Foucault dan dipraktikkan Adonis.
Berbekal alat baca ini, penulis membongkar relasi-relasi kuasa yang bermain di balik terbentuknya teks Fatwa Rifa'i. Lalu, penulis membongkar kontekstualisasi yang dilakukan muridnya yang kini tergabung dalam Jam'iyah Rifa'iyah. Hasilnya, sebuah pemetaan dengan ketegangan-ketegangan khas dan unik, serta kerutan kebimbangan dalam kecerdasan pilihan. Selamat menikmati
Teknik Persuasif dalam Buku Jangan Mau Jadi Orang Rata-Rata Karya Ahmadi Rifa'i Rif'an
This research is entitled Persuasive Techniques in Book Don't Want to Be Average People by Ahmad Rifa'i Rif'an. This research is motivated by the existence of several persuasive techniques in the book Persuasive Techniques in the book Don't Want to Be an Average Person which influences the reader. Research problem: how are persuasive techniques rationalization, identification, suggestion, replacement, projection in the book Don't Want to Be an Average Person Ahmad Rifa'i Rif'an?. The porpose of this study: to describe, analyze, and interpret persuasive techniques rationalization, identification, suggestion, conformity, compensation, replacement, projections in the book Don't to be an Average Person by Ahmad Rifa'i Rif'an. This study uses the theory of Goris Keraf 2007, using the content analysis method. The data collection techniques and hermeneutic techniques. The data analysis technicque used is coding or coding, classification, and interpretation. The results of research on persuasive techniques in the book Don't Want to Be an Average Person by Ahmad Rifa'i Rif'am found 71 persuasive techniques which included (1) rationalization there were 26 data, (2) identification there were 18 data, (3) suggestions there are 24 data, (4) conformitay contains 1 data, (5) compensation contains 1 data, (6) replacement contains 1 data, (7) projections contains no data. So, it can be concluded that the persuasive techniques used by Ahmad Rifa'i Rif'an in the book Don't Want to Be an Average Person are more dominant using rationalization persuasive techniques because they tend to provide just ification in the from of logical facts to influence readers, followed by suggestion, identification, conformity, compensation, replacement, and projection
- …
