6 research outputs found

    PSIKOLOGI SASTRA DALAM NOVEL LASKAR PELANGI KARYA ANDREA HIRATA DENGAN PENDEKATAN EKSPRESIF DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI VIDEO PEMBELAJARAN CERPEN

    No full text
    Penelitian ini akan membahas tentang aspek Psikologi dalam sebuah karya sastra Novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata menggunakan Pendekatan Ekspresif. Hal ini penting untuk dipahami karena masih banyak ditemukan kurangnya pemahaman mengenai psikologi dalam sebuah Novel Laskar pelangi ini secara Ekspresif di beberapa kalimat yang menunjukkan ekspresi di beberapa Tokohnya. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data dari novel Laskar Pelangi Karya Andrea Hirata. Data yang diambil berupa Kesimpulan Psikologi dalam Novel Laskar Pelangi dan kalimat Ekspresif. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak dan catat. Keabsahan data dalam penelitian ini adalah teknik triangulasi sumber, teknik, waktu. Teknik analisis data penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dalam penelitian ini menemukan data yang menyimpulkan psikologi dalam novel dan data Ekspresif yaitu: 1. Penjahat (vilian), 2. Pemberi bekal (donor, provider), 3. Penolong (helper), 4. Puteri atau orang yang dicuri dan ayahnya (sought for person and her father), 5. Yang memberangkatkan (dispatcher), 6. Pahlawan (hero), 7. Pahlawan palsu (fals hero). Kata Kunci: Ekspresif, Novel, Psikolo

    IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW DISERTAI REFLEKSI DIRI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA PADA POKOK BAHASAN GERAK PARABOLA

    No full text
    Kegiatan belajar mengajar dan interaksi antara siswa dengan guru di dalam kelas XI SMA Negeri 1 Temanggung dirasa kurang optimal karena siswa hanya mengandalkan kemampuan menghapal mereka sehingga mengakibatkan ketidakmampuan siswa dalam memahami secara menyeluruh apa yang disampaikan oleh guru. Model pembelajaran yang variatif diperlukan agar kegiatan belajar yang dilakukan menjadi lebih efektif. Salah satu model pembelajaran yang dikembangkan dalam dunia pendidikan adalah model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mengetahui peningatan kemampuan berpikir kreatif siswa kelas XI SMA Negeri 1 Temanggung pada pokok bahasan gerak parabola yang diajar dengan model pembelajaran jigsaw disertai refleksi diri, (2) membandingkan kemampuan berpikir kreatif pada pokok bahasan gerak parabolaantara siswakelas XI SMA Negeri 1 Temanggung yang diajar dengan model pembelajaran jigsaw disertai refleksi diri dengan yang diajar dengan ekspositori, (3) mendeskripsikan bagaimana karakteristik kecenderungan refleksi diri siswa kelas XI SMA Negeri 1 Temanggung dalam mempelajari pokok bahasan gerak parabola. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah control group pre-test – post-test design dengan kelas XI SMA Negeri 1 sebagai populasinya. Kelas XI MIA 1 sebagai kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran jigsaw dan kelas XI MIA 5 sebagai kelas kontrol dengan metode pembelajaran ekspositori. Hasil kemampuan berpikir kreatif siswa berdasarkan pre-test dan post-test untuk kelas eksperimen dan kelas kontrol mengalami peningkatan. Peningkatan yang diperoleh pada kelas eksperimen tergolong sedang yaitu sebesar 0,46 yang nilainya lebih besar dari kelas kontrol yaitu sebesar 0,33. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kreatif siswa yang diajar dengan model pembelajaran jigsaw disertai refleksi diri lebih baik dari siswa yang diajar secara ekspositori pada pokok bahasan gerak parabola. Simpulan dari penelitian ini adalah (1) Kemampuan berpikir kreatif siswa yang diajar dengan model pembelajaran jigsaw disertai refleksi diri pada pokok bahasa gerak parabola mengalami peningkatan, (2) Peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa pada pokok bahasan gerak parabola yang diajar dengan model pembelajaran jigsaw disertai refleksi diri lebih baik jika dibandingkan dengan siswa yang diajar dengan dengan model ekspositori, (3) Karakteristik refleksi diri menunjukkan bahwa tidak banyak siswa yang memiliki karakter teliti

    Pengaruh Lama Simpan Telur Terhadap Kualitas Telur Burung Puyuh

    No full text
    Telur puyuh yang merupakan bahan mentah perlu dilakukan penyimpanan sebelum diolah, ataupun dalam proses distribusi dari peternak hingga konsumen juga memerlukan waktu yang tidak sebentar. Penyimpanan telur puyuh sangat penting mengingat telur puyuh tersebut sangat mudah rusak dan membusuk. Semakin lama penyimpanan, maka berdampak pada kualitas telur yang semakin menurun. Telur puyuh yang tidak disimpan dengan baik akan menyebabkan kualitas dari telur tersebut menurun, namun meskipun telur telah disimpan dengan baik apabila tetap disimpan dalam jangka waktu lama akan membuat kualitas dari telur tersebut menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan telur puyuh terhadap berat putih telur puyuh, haugh unit telur puyuh, indeks kuning telur puyuh, pH kuning telur puyuh dan warna kuning telur. Penelitian berlokasi di Laboraturium Produksi Ternak Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya yang dimulai dari awal Desember 2022 dan selesai pada awal Februari 2023. Penelitian ini menggunakan 100 butir telur puyuh, yaitu 50 butir telur puyuh yang berasal dari bibit PT. Jatinom Indah vii Perkasa dan 50 butir telur puyuh yang berasal dari bibit PT. Peksi Gunaharja. Telur puyuh yang diambil merupakan telur yang berasal dari burung puyuh yang berusia 2 bulan. Metode penelitian yang digunakan adalah percobaan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 10 ulangan yaitu; 0 minggu (P0), 1 minggu (P1), 2 minggu (P2), 3 minggu (P3), 4 minggu (P4), dan 5 minggu (P5). Data hasil observasi ditabulasi dan dianalisis menggunakan analisis statistik sidik ragam (anova) jika terdapat perbedaan antar perlakuan dilanjutkan dengan uji duncan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh lama simpan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap berat albumen dari sampel telur puyuh Peksi dengan hasil rata-rata yaitu P1: 6,35g; P2: 6,18g; P3: 5,90g; P4: 5,66g; P5: 5,49g, juga berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap berat albumen dari sampel telur puyuh Jatinom dengan hasil rata-rata yaitu P1: 5,75g; P2: 5,67g; P3: 5,54g; P4: 5,03g; P5: 4,61g. Pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap haugh unit didapatkan dari kedua sampel yaitu P1: 89,08; P2: 76,27; P3: 73,78; P4: 66,16; P5: 61,98 pada telur puyuh Jatinom dan P1: 81,98; P2: 72,12; P3: 72,29; P4: 70,93; P5: 61,03 pada telur puyuh Peksi. Pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap indeks kuning telur didapatkan dari kedua sampel yaitu P1: 0,44; P2: 0,31; P3: 0,15; P4: 0,08; P5: 0,02 pada telur puyuh Jatinom dan P1: 0,43; P2: 0,25; P3: 0,14; P4: 0,08; P5: 0,03 pada telur puyuh Peksi. Pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pH kuning telur didapatkan dari kedua sampel yaitu P1: 5,65±; P2: 5,72; P3: 7,38; P4: 7,92; P5: 8,28 pada telur puyuh Jatinom dan P1: 5,62; P2: 6,29; P3: 6,77; P4: 7,14±; P5: 7,23 pada telur puyuh Peksi. Pengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap skor warna kuning telur didapatkan dari kedua sampel yaitu P1: 6,00; P2: 7,20; P3: 6,50; P4: 5,56; P5: 4,90 pada telur puyuh Jatinom dan P1: 4,90; P2: 4,50; P3: 4,40; P4: 4,20; P5: 3,10 pada telur puyuh Peksi. Berdasarkan hasil dari viii penelitian ini, dapat diambil kesimpulan bahwa masa simpan dapat mempengaruhi kualitas telur puyuh ditinjau dari berat albumen, haugh unit, indeks kuning telur, pH kuning telur, dan skor warna kuning telur. Telur puyuh dari sampel Jatinom dan Peksi ditinjau dari berat albumen dan haugh unit, layak dikonsumsi hingga lama simpan 28 hari. Ditinjau dari indeks kuning telur, layak dikonsumsi hingga lama simpan 7 hari. Ditinjau dari pH kuning telur dapat dikonsumsi hingga 14 hari. Ditinjau dari warna kuning telur dapat dikonsumsi hingga lama simpan 14-28 hari. Sehingga dapat disimpulkan bahwa telur puyuh dapat disimpan dalam suhu ruang setidaknya hingga lama simpan 7-14 hari ditinjau dari beberapa parameter diatas. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut agar telur puyuh dapat disimpan lebih lama sehingga peternak dan masyarakat dapat memanfaatkan telur puyuh tanpa takut kualitas dari telur puyuh tersebut berkurang meskipun disimpan dalam waktu yang lama

    Sinonim dalam Berita Agama pada Media Online BBC Arabic

    No full text
    This research aims to identify and collect synonyms in religious news about Hajj published in BBC Arabic online media. The method used is a descriptive qualitative, focusing on lexical cohesion analysis involving synonyms. The primary purpose of this research is to understand the variation of synonym usage in the context of religious news about Hajj and to classify the types of synonyms found. Data for this research was collected through documentation, using sources from news published by BBC Arabic. The research results indicate that 14 synonyms were found in the news. These synonyms can be classified into several types, including similar synonyms (Shibhu al-tarāduf), semantic relationship types (Al-taqārub al-dalālī), implication types (Istilzām), paraphrase types), and interpretation. This analysis provides a deeper understanding of the use of synonyms in the context of religious news about Hajj. It shows the richness of the Arabic language in conveying information on the topic. This research has important implications in linguistics, especially in understanding how synonyms are used in specific religious news contexts. This research also significantly contributes to the development of text analysis methodology and Arabic language research in general libraries

    Feasibility Study of Quail Farming Business at Nurul Quran Islamic Boarding School in Bali, Indonesia

    No full text
    Nurul Quran Islamic boarding school (so called pondok pesantren in Bahasa Indonesia) would develop a quail farming business to provide agriculture skills and develop entrepreneurship for the students and alumni. Quail farming is selected because it is relatively easy, lucrative, has productivity up to 90%, produces 130-300 eggs per week, and does not require an extensive farming area. This study aims to analyze the feasibility study of the quail farming business at Nurul Quran Islamic boarding school, Bali, Indonesia. The method used in this study was purposive sampling. The economic analysis includes cost, revenue, Return on Investment and SWOT analysis. The findings indicate that the quail farming business will be most efficient at a scale of 3,000 birds with a total cost of Rp 214,849,351 and total revenue of Rp 297,975,000 per period.  The return per cost of the business is 1.39; the boarding school will achieve a return of investment up to 51.22%. The SWOT analysis shows that the quail farming business at the boarding school has an excellent opportunity. However, the boarding school should have some strategies to minimize the weaknesses and threats that could challenge the business. The boarding school needs to develop human resources before starting the business, maximize the potential of the boarding school, market access, technology, and networking with the Muslim community as the marketing strategy for the quail farming business
    corecore