42,546 research outputs found
Sjamsiah Achmad = Matahari dari Sengkang Wajo : Jejak Langkah 80 Tahun Kehidupan untuk Kebijakan Publik yang Adil, Setara, dan Tulus
Buku ini merupakan buku autobiografi perempuan Indoensia. Sjamsiah Achmad adalah bukti bahwa perempuan mempunyai keteguhan dalam belajar, mampu mandiri dan mampu dalam mengembangkan karir. Di dalam buku ini kita akan melihat perjalanan Sjamsiah dalam karirnya. Buku ini sangat bermanfaat karena terllau sedikit bahan tertulis tentang perempuan yang dapat digunakan sebagai sumber tulisan sejarah Indonesia.xv, 317 p. : ill. ; 23 c
Persepsi Mahasiswa terhadap Nilai-Nilai Kejuangan Jenderal Achmad Yani
Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui persepsi mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Sosial Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta terhadap Nilai-nilai Kejuangan Jenderal Achmad Yani. Penelitian ini memiliki 1 variabel yaitu nilai-nilai kejuangan Jenderal Achmad Yani, yang mana akan diukur kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Sosial Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. Subjek dalam penelitian berkisar antara lebiih kurang 200 anak yang sedang menjalani proses belajar mengajar di Fakultas Ekonomi dan Sosial Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik suatu populasi yakni mahasiswa. Tekhnik analisis data yang digunakan adalah dengan menggunakan analisis deskriptif, analisis ini digunakan untuk melihat sebaran karakteristik demografis responden dan variabel nilai-nilai kejuangan Jenderal Achmad Yani
Pemeriksaan Serologi Anti SARS-CoV-2, Pemberian Vitamin C Dan Zinc Pada Dokter Muda Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani
Kejadian COVID-19 di Indonesia selalu mengalami peningkatan. Pemberian vitamin C dan zinc pada dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Achmad Yani bertujuan untuk memberikan kontribusi dalam pencegahan COVID-19 terhadap dokter muda yang masuk dalam kelompok beresiko tinggi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya pencegahan yang dilakukan untuk menekan angka kejadian COVID-19. Kegiatan diawali dengan pembagian kuesioner kriteria COVID-19 dari Kemenkes RI, dilanjutkan dengan pemeriksaan serologis Anti SARS-CoV-2 untuk mengetahui status COVID-19 dari dokter muda. Sebanyak 47 dokter muda yang terdiri dari 32 perempuan dan 15 laki-laki berusia rata-rata 22 tahun, memiliki status kontak erat berdasarkan kuesioner, dan empat diantaranya (8,51%) dokter muda memiliki hasil reaktif. Hasil Anti SARS-CoV-2 pada kegiatan ini bukan sebagai diagnosis pasti, sehingga untuk hasil reaktif diperlukan pemeriksaan ulang dengan Swab-PCR, melakukan physical distancing serta perilaku hidup bersih dan sehat
Achmad Dharsyaf Pabottingi Sebagai Seniman Teater di Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujungbulu, Kabupaten Bulukumba
ABSTRAK
, 2015. .
Penelitian ini bertujuan mengetahui latar belakang Achmad Dharsyaf Pabottingi sebagai seniman teater di Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujungbulu, Kabupaten Bulukumba dan untuk mengetahui peranan Achmad Dharsyaf Pabottingi dalam pengembangan teater di Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujungbulu, Kabupaten Bulukumba.
Penelitian ini didesain secara deskriptif kualitatif. Variabel dalam penelitian ini adalah Achmad Dharsyaf Pabottingi Sebagai Seniman Teater di Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujungbulu, Kabupaten Bulukumba (Studi Biografi). Sumber data adalah Achmad Dharsyaf Pabottingi dan Fahmi Syariff, catatan lapangan, dokumentasi pribadi, dokumentasi resmi, dan foto.
Analisis data dilakukan dengan cara mengelola hasil wawancara, observasi dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengtan menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan langkah-langkah: mengadakan wawancara dengan narasumber, mengumpulkan informasi tentang Achmad Dharsyaf Pabottingi, baik melalui media dokumentasi pribadi, dokumentasi resmi dan foto. Selanjutnya disusun menjadi uraian (deskripsi) untuk dikaji lebih lanjut.
Hasil dari penelitian ini adalah 1). Untuk mengetahui latar belakang Achmad Dharsyaf Pabottingi sebagai seniman teater di Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujungbulu, Kabupaten Bulukumba, lahir 22 Juni 1955 di Kampung Gaddea, Jennang Terang-terang Under afdeling Boeloekoemba (Bulukumba) yang mulai menunjukkan ketertarikannya pada dunia teater pada usia enam tahun dan memulai karir keaktorannya ketika usianya menginjak tujuh belas tahun. 2). Peranan Achmad Dharsyaf Pabottingi sebagai seniman teater di Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujungbulu, Kabupaten Bulukumba adalah seniman teater yang mempunyai pengaruh besar dalam pengembangan teater di Kabupaten Bulukumba. Achmad Dharsyaf Pabottingi mempunyai sebuah kelompok teater yang bernama Teater Kampong yang beralamat di jalan Kartini no. 5 Bulukumb
Peran K.H. Achmad Nashihin dalam mengembangkan Majelis Dzikir Padhang Bulan di Keranjingan-Jember (2007-2016)
Dari judul skripsi muncul beberapa pembahasan yang menjadi kajian skripsi ini sebagaimana tercantum dalam rumusan masalah, yaitu: (1) Bagaimanakah biografi K.H Achmad Nasihin (2) Bagaimana Sejarah dan Perkembangan Dzikir Padhang Bulan di Kranjingan-Jember (3) Bagaimana Peran K.H Achmad Nashihin Dalam Mengembangkan Majelis Dzikir Padhang Bulan di Keranjingan-Jember. Penulisan skripsi ini disusun dengan menggunakan metode penelitian sejarah yaitu heuristik (pengumpulan data), verifiikasi (kritik terhadap data), interpretasi (penafsiran) dan historiografi (penulisan sejarah). Pendekatan yang digunakan penulis untuk menjawab permasalahan tersebut menggunakan pendekatan historis dan sosiologis yang bertujuan untuk mendeskripsikan apa saja yang terjadi di masa lampau serta mengungkap segi-segi sosial dari peristiwa yang dikaji seperti peranan sosial, status sosial dan sebagainya. Adapun teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan teori peranan yang mendefinisikan peranan sebagai seperangkat harapan-harapan yang dikenakan pada individu yang menempati kedudukan sosial tertentu. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa (1) K.H. Achmad Nashihin merupakan anak yang lahir dari pasangan K.H. Achmad Rofi’i dan Nyai Salima. Ia lahir di Baratan, Antirogo-Jember pada tanggal 12 januari 1963 Masehi atau bertepatan dengan 08 Sya’ban 1382 Hijriyah. (2) Dzikir padhang bulan didirikan oleh K.H. Achmad Nashihin pada tahun 2007 atas saran dari Mbakyu Kyai Kholil As’ad Situbondo, yaitu Nyai Isyaiyyah As’ad dan saran ini didukung oleh K.H.R. Kholil. (3) Peranan yang dilakukan K.H. Achmad Nashihin dalam majelis dzikir padhang bulan ialah cara-cara yang beliau lakukan untuk mengembangkan majelis dzikir padhang bulan baik dari segi pendirian, perkembangan jama’ah maupun materi dzikir
Sjamsiah Achmad : Matahari Dari Sengkang-Wajo
Usia Sjamsiah Achmad baru menginjak 17 tahun ketika berdiri tegak di gubernuran Makassar menyambut Bung Karno pada pearyaan 17 Agustus 1950. Bergaun putih hasil jahitan sendiri, berkancing 17, tangannya menggenggam bendera kecil merah putih, berderet bersama para siswa bernilai bagus lainnya.xiv, 317 hlm,; 15 x 23 c
Lokalitas dan pengetahuan tradisional ; editor: Achmad Saeful
Tim Penulis Modul: Achmad Saeful, Henry Simarmata, Rahmat Hidayatullah, Julmansyah Putra, Tirta Rismahadi Wijaya, Chandra Saputra, Rizqi Handayani, Eva Fitriati, Siti Muniroh, Neneng Nurjanah, Ani Kurniasih, Rohmatul Asna, Toto Sugiarto, Arianto Sitorus Pane, Henriana Hatrawijaya, Syafri Arifuddin, Fahmi Panimbang, Fachrurozi Maji
Peer Review of Journal JSRCS Andy Achmad Hendharsetiawan Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Peer Review of Journal JSRCS Andy Achmad Hendharsetiawan Universitas Bhayangkara Jakarta Ray
KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DALAM MEWUJUDKAN SEKOLAH ADIWIYATA DI SDN 1 LANDASAN ULIN SELATAN BANJARBARU
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis langkah langkah kepala sekolah dalam wewujudkan sekolah adiwiyata sehingga menjadi sekolah yang ramah lingkungan. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam (in depth interview) (2) observasi partisipan (participant observation); dan (3) studi dokumentasi (study documents). analisis data, dilakukan dengan cara mereduksi, mendisplay, dan memverifikasi data. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah bahwa SDN 1 Landasan Ulin Selatan Banjarbaru, adalah, (1) Menciptakan lingkungan sehat yang mendukung susana belajar yang kondusip, (2) melibatkan semua pihak untuk kesiapan adiwiyata, (3) membentuk tim adiwiyata dengan semua elemen dan serta mengajak komunitas sekolah,, (4) menyediakan sarana prasarana untuk mendukung pembelajaran lingkungan hidup di sekolah serta memelihara sarana dan prasarana sekolah yang ramah lingkungan, (5) menumbuhkan sikap dan karakter peduli lingkungan pada guru, peserta didik, dan semua komunitas sekolah, (6) memberikan, menambahkan reward and punishment untuk meningkatkan motivasi dalam mengembangkan karakter peduli lingkungan bagi semua warga sekola
Pemikiran K.H. Achmad Asrori al-Ishaqy (Studi atas Pola Pengembangan Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah Utsmaniyah Surabaya)
K.H. Achmad Asrori al-Ishaqy adalah seorang mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah al-Ustmaniyah. Didaulat menjadi mursyid, ketika ia masih berusia 30 tahun. Usia yang tergolong sangat muda untuk dijadikan sebagai panutan umat. Akan tetapi, sebelum menjadi mursyid, ia telah memulai dakwahnya dengan cara mendirikan masjid dan mengelolanya di lingkungan tempat tinggalnya. Masjid inilah yang kemudian menjadi markas besar pengembangan tarekat yang dipimpinnya. Lebih jauh, berawal dari masjid ini, pengembangan tarekat diusahakannya sedemikian rupa, hingga berdiri lembaga pendidikan, yayasan dan organisasi al-Khidmah. Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah, terutama saat di bawah kepemimpinan K.H. Achmad Asrori, merupakan organsasi tarekat yang cukup pesat perkembangannya, di dalam dan luar negeri. Apalagi jika melihat perkembangan Jama’ah Al-Khidmah yang didirikannya, tidak terbatas pada kaum tua, melainkan telah banyak diminati oleh generasi muda. Fenomena ini perlu dikaji lebih jauh, agar dapat diperoleh pemahaman yang bermakna .
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap corak pemikiran tasawuf K.H. Achmad Asrori al-Ishaqy dan Pola pengembangan Tarekat yang telah diupayakannya. Oleh sebab itu, penelitian ini difokuskan pada 2 hal: Pertama, bagaimanakah pemikiran K.H. Achmad Asrori al-Ishaqy terhadap konsep maqamat dan ahwal sebagai inti ajaran tasawuf. Kedua, Bagaimanakah pola pengembangan tarekat yang dilakukan oleh K.H. Achmad Asrori al-Ishaqy, sehingga tarekat ini dapat berkembang dan banyak diminati masyarakat. Penelitian ini bersifat kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi pustaka dan wawancara mendalam dari berbagai sumber. Analisisnya menggunakan pendekatan sejarah intelektual. Pendekatan ini berkaitan dengan kajian mentifact (orang), socifact (lingkungan sosial) dan artifact (benda yang ditinggalkan).
Hasil penelitian menyimpulkan: Pertama, dari hasil penelitian tentang pemikiran tasawufnya, ditemukan bahwa pemikiran tasawuf K.H. Achmad Asrori al-Ishaqy tidak terlalu jauh berbeda dengan para pendahulunya dalam rangkaian struktural Tarekat Qadiriyah wan Naqsyabandiyah. Hal ini ditandai dengan berbagai penjelasannya tentang maqamat dan ahwal, yang senantiasa mengikuti apa yang telah disampaikan oleh para ulama shufiyah, seperti al-Ghazali, al-Thusi, al-Sakandary, dan lain-lain. Ini menunjukkan bahwa pemikiran tasawufnya, bercorak Sunni. Kedua, Melalui kajian tentang pola pengembangan tarekatnya, K.H. Achmad Asrori mengikuti pengembangan ala neo-sufisme. Hal ini ditandai oleh kecenderungannya dalam mengembangkan tarekat dengan cara-cara modern, rasional dan moderat, melalui Lima Pilar ajarannya.
Melalui penelitian ini, peneliti merekomendasikan tentang perlunya mengkaji lebih jauh tentang kiprah Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah di Indonesia. Dengan demikian, akan ditemukan berbagai bentuk pengembangan tarekat yang bermakna
- …
